24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Chusmeru by Chusmeru
October 18, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KOMUNIKASI lintas budaya tidak selamanya berjalan mulus. Apalagi jika melibatkan orang dengan latar belakang negara, etnis, agama, dan budaya yang berbeda. Prasangka dan kecurigaan kerap mewarnai proses komunikasi lintas budaya.

Namun benarkah komunikasi lintas budaya begitu sulit diwujudkan? Sejauh mana empati berperan mengatasi kendala komunikasi lintas budaya? Berikut beberapa contoh kasus yang menggambarkan betapa empati masih mampu ditunjukkan orang ketika berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda latar belakangnya.

Tanggal 26 Mei 2022 Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hanyut saat berenang di sungai Aaree, Bern, Swiss. Jenazah Eril baru ditemukan pada tanggal 8 Juni 2022 di Bendungan Engehalde, Swiss. Penemunya seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Bern bernama Geraldine Beldi.

Guru itu setiap hari berjalan kaki melintasi bendungan di mana jenazah Eril ditemukan. Setelah mendengar berita di media tentang hanyutnya anak Gubernur Jawa Barat, Geraldine Beldi selalu melihat ke sungai setiap berangkat ke sekolah; hingga akhirnya ia mendapati jasad Eril di bendungan.

Apa yang dilakukan guru SD itu sungguh luar biasa. Ia menunjukkan empati yang dalam atas hilangnya anak Ridwan Kamil. Sebuah empati yang lintas negara dan lintas budaya.

Contoh berikutnya, sebanyak 32 biksu dari Thailand, Malaysia, dan Singapura melakukan ritual perjalanan thudong menuju Candi Borobudur. Mereka berjalan kaki ribuan kilometer untuk melaksanakan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak tanggal 4 Juni 2023.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju ke Candi Borobudur, para biksu mendapat sambutan meriah masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang suku dan agama. Semua menyambut dengan ramah dan gembira.

Dalam catatan Antaranews.com, 1 Juni 2023,  masyarakat Indonesia menyambut para biksu dengan berbagai cara, baik minuman maupun makanan; bahkan ada yang memberikan pijatan. Para biksu pun balik menyapa dengan ucapan “Assalamualaikum”.

Para biksu mengaku terharu dan tak menyangka bahwa kehadirannya amat dinantikan. Mereka berjanji akan menceritakan ke segala penjuru dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

Apa yang dilakukan masyarakat Indonesia terhadap para biksu, dan apa yang juga ditanggapi oleh para biksu adalah bentuk empati lintas budaya yang luar biasa. Para biksu yang beragama Budha bisa diterima dan disambut secara meriah oleh umat Muslim dan Kristiani di Indonesia.

Video di YouTube yang diunggah tanggal 15 Juni 2023 viral di dunia maya. Ria, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jepang yang berhijab pingsan saat kegiatan festival olah raga di sekolah. Ria adalah anak dari seorang ayah warga Lombok, Indonesia, yang menikah dengan wanita Jepang.

Teman-teman sekolah Ria membuat barikade menutupi Ria yang sedang mendapat pertolongan, karena hijabnya harus dilepas. Mereka melarang orang lain untuk mengambil gambar Ria saat mendapatkan pertolongan. Apa yang dilakukan siswi-siswi SMP di Jepang itu merupakan empati terhadap orang lain yang berbeda keyakinan dan budaya.

Empati Lintas Budaya

Empati merupakan strategi komunikasi yang dianggap paling tepat untuk memahami realitas keberagaman dan asumsi perbedaan. Empati adalah partisipasi emosional dan intelektual secara imajinatif pada pengalaman orang lain (Milton J.Bennet, 1972).

Dalam empati lintas budaya, orang bukan sekadar menempatkan diri pada posisi orang lain,tetapi juga berpartisipasi pada pengalaman budaya orang lain. Orang harus memasuki kepala dan hati orang lain, berpartisipasi dalam pengalamannya seolah benar-benar menjadi orang lain.

Empati merupakan keterampilan yang dapat dipelajari setiap orang. Salah satu cara mengembangkan empati lintas budaya adalah dengan mengasumsikan adanya perbedaan. Ketika orang sadar bahwa budayanya berbeda dengan orang lain, maka ia akan berusaha untuk berpartisipasi dalam budaya orang lain.

Para siswi SMP di Jepang tahu betul bahwa budaya mereka dengan Indonesia berbeda. Dan ketika seorang siswi yang berlatar belakang budaya Indonesia mengalami musibah, mereka mencoba untuk berempati dengan masuk ke dalam pengalaman budaya Indonesia.

Langkah lain untuk mengembangkan empati adalah dengan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Banyak orang merasa enggan untuk berempati lintas budaya dengan alasan takut kehilangan nilai-nilai dan keyakinannya.

Oleh sebab itu diperlukan pemahaman dan pengenalan terlebih dahulu terhadap buaya sendiri. Sehingga ketika orang berkomunikasi secara budaya dengan orang lain, tidak muncul ketakutan kehilangan identitas budayanya.

Menyoal Indonesia

Seorang peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengamcam warga Muhammadiyah yang merayakan Idul Fitri berbeda dengan Pemerintah saat Lebaran tahun 2023. Ancaman yang kemudian viral di media sosial itu berujung pada laporan kepada kepolisian. Penelitin BRIN itu pun ditangkap dan harus mendekam dalam penjara.

Menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 terjadi penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu calon gubernur. Kelompok yang menolak Ahok menganggapnya tidak layak memimpin DKI Jakarta karena latar belakang etnis dan agama yang berbeda dengan kelompok itu.

Sekelompok massa melakukan perusakan terhadap persiapan acara tradisi Sedekah Laut di Pantai Baru, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 12 Oktober 2018. Kelompok yang mengatasnamakan satu agama tertentu menentang pelaksanaan sedekah laut yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama kelompok itu. Padahal tradisi itu sudah digelar dari tahun ke tahun.

Tiga contoh kasus itu menggambarkan betapa persoalan empati budaya di Indonesia masih menjadi “pekerjaan rumah” yang besar. Kasus-kasus serupa hampir setiap tahun muncul di republik yang multikultural, multietnik, dan multiagama ini.

Jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang maju dan besar di tengah peradaban global, maka diperlukan kemampuan membangun empati lintas budayanya. Jurnalis dan kritikus film Amerika Roger Ebert mengatakan, empati akan menjadi kualitas peradaban yang penting.

Tampaknya Indonesia memang belum selesai untuk persoalan komunikasi lintas budaya. Masih diperlukan proses panjang untuk belajar berempati terhadap agama, etnis, dan budaya sesama anak bangsa.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Mendengarkan dalam Komunikasi
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam I Made Subandi : Dia Tidak Benar-benar Meninggalkan Kita

Next Post

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co