2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Chusmeru by Chusmeru
October 18, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KOMUNIKASI lintas budaya tidak selamanya berjalan mulus. Apalagi jika melibatkan orang dengan latar belakang negara, etnis, agama, dan budaya yang berbeda. Prasangka dan kecurigaan kerap mewarnai proses komunikasi lintas budaya.

Namun benarkah komunikasi lintas budaya begitu sulit diwujudkan? Sejauh mana empati berperan mengatasi kendala komunikasi lintas budaya? Berikut beberapa contoh kasus yang menggambarkan betapa empati masih mampu ditunjukkan orang ketika berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda latar belakangnya.

Tanggal 26 Mei 2022 Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hanyut saat berenang di sungai Aaree, Bern, Swiss. Jenazah Eril baru ditemukan pada tanggal 8 Juni 2022 di Bendungan Engehalde, Swiss. Penemunya seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Bern bernama Geraldine Beldi.

Guru itu setiap hari berjalan kaki melintasi bendungan di mana jenazah Eril ditemukan. Setelah mendengar berita di media tentang hanyutnya anak Gubernur Jawa Barat, Geraldine Beldi selalu melihat ke sungai setiap berangkat ke sekolah; hingga akhirnya ia mendapati jasad Eril di bendungan.

Apa yang dilakukan guru SD itu sungguh luar biasa. Ia menunjukkan empati yang dalam atas hilangnya anak Ridwan Kamil. Sebuah empati yang lintas negara dan lintas budaya.

Contoh berikutnya, sebanyak 32 biksu dari Thailand, Malaysia, dan Singapura melakukan ritual perjalanan thudong menuju Candi Borobudur. Mereka berjalan kaki ribuan kilometer untuk melaksanakan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak tanggal 4 Juni 2023.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju ke Candi Borobudur, para biksu mendapat sambutan meriah masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang suku dan agama. Semua menyambut dengan ramah dan gembira.

Dalam catatan Antaranews.com, 1 Juni 2023,  masyarakat Indonesia menyambut para biksu dengan berbagai cara, baik minuman maupun makanan; bahkan ada yang memberikan pijatan. Para biksu pun balik menyapa dengan ucapan “Assalamualaikum”.

Para biksu mengaku terharu dan tak menyangka bahwa kehadirannya amat dinantikan. Mereka berjanji akan menceritakan ke segala penjuru dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

Apa yang dilakukan masyarakat Indonesia terhadap para biksu, dan apa yang juga ditanggapi oleh para biksu adalah bentuk empati lintas budaya yang luar biasa. Para biksu yang beragama Budha bisa diterima dan disambut secara meriah oleh umat Muslim dan Kristiani di Indonesia.

Video di YouTube yang diunggah tanggal 15 Juni 2023 viral di dunia maya. Ria, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jepang yang berhijab pingsan saat kegiatan festival olah raga di sekolah. Ria adalah anak dari seorang ayah warga Lombok, Indonesia, yang menikah dengan wanita Jepang.

Teman-teman sekolah Ria membuat barikade menutupi Ria yang sedang mendapat pertolongan, karena hijabnya harus dilepas. Mereka melarang orang lain untuk mengambil gambar Ria saat mendapatkan pertolongan. Apa yang dilakukan siswi-siswi SMP di Jepang itu merupakan empati terhadap orang lain yang berbeda keyakinan dan budaya.

Empati Lintas Budaya

Empati merupakan strategi komunikasi yang dianggap paling tepat untuk memahami realitas keberagaman dan asumsi perbedaan. Empati adalah partisipasi emosional dan intelektual secara imajinatif pada pengalaman orang lain (Milton J.Bennet, 1972).

Dalam empati lintas budaya, orang bukan sekadar menempatkan diri pada posisi orang lain,tetapi juga berpartisipasi pada pengalaman budaya orang lain. Orang harus memasuki kepala dan hati orang lain, berpartisipasi dalam pengalamannya seolah benar-benar menjadi orang lain.

Empati merupakan keterampilan yang dapat dipelajari setiap orang. Salah satu cara mengembangkan empati lintas budaya adalah dengan mengasumsikan adanya perbedaan. Ketika orang sadar bahwa budayanya berbeda dengan orang lain, maka ia akan berusaha untuk berpartisipasi dalam budaya orang lain.

Para siswi SMP di Jepang tahu betul bahwa budaya mereka dengan Indonesia berbeda. Dan ketika seorang siswi yang berlatar belakang budaya Indonesia mengalami musibah, mereka mencoba untuk berempati dengan masuk ke dalam pengalaman budaya Indonesia.

Langkah lain untuk mengembangkan empati adalah dengan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Banyak orang merasa enggan untuk berempati lintas budaya dengan alasan takut kehilangan nilai-nilai dan keyakinannya.

Oleh sebab itu diperlukan pemahaman dan pengenalan terlebih dahulu terhadap buaya sendiri. Sehingga ketika orang berkomunikasi secara budaya dengan orang lain, tidak muncul ketakutan kehilangan identitas budayanya.

Menyoal Indonesia

Seorang peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengamcam warga Muhammadiyah yang merayakan Idul Fitri berbeda dengan Pemerintah saat Lebaran tahun 2023. Ancaman yang kemudian viral di media sosial itu berujung pada laporan kepada kepolisian. Penelitin BRIN itu pun ditangkap dan harus mendekam dalam penjara.

Menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 terjadi penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu calon gubernur. Kelompok yang menolak Ahok menganggapnya tidak layak memimpin DKI Jakarta karena latar belakang etnis dan agama yang berbeda dengan kelompok itu.

Sekelompok massa melakukan perusakan terhadap persiapan acara tradisi Sedekah Laut di Pantai Baru, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 12 Oktober 2018. Kelompok yang mengatasnamakan satu agama tertentu menentang pelaksanaan sedekah laut yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama kelompok itu. Padahal tradisi itu sudah digelar dari tahun ke tahun.

Tiga contoh kasus itu menggambarkan betapa persoalan empati budaya di Indonesia masih menjadi “pekerjaan rumah” yang besar. Kasus-kasus serupa hampir setiap tahun muncul di republik yang multikultural, multietnik, dan multiagama ini.

Jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang maju dan besar di tengah peradaban global, maka diperlukan kemampuan membangun empati lintas budayanya. Jurnalis dan kritikus film Amerika Roger Ebert mengatakan, empati akan menjadi kualitas peradaban yang penting.

Tampaknya Indonesia memang belum selesai untuk persoalan komunikasi lintas budaya. Masih diperlukan proses panjang untuk belajar berempati terhadap agama, etnis, dan budaya sesama anak bangsa.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Mendengarkan dalam Komunikasi
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam I Made Subandi : Dia Tidak Benar-benar Meninggalkan Kita

Next Post

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co