2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Chusmeru by Chusmeru
October 18, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KOMUNIKASI lintas budaya tidak selamanya berjalan mulus. Apalagi jika melibatkan orang dengan latar belakang negara, etnis, agama, dan budaya yang berbeda. Prasangka dan kecurigaan kerap mewarnai proses komunikasi lintas budaya.

Namun benarkah komunikasi lintas budaya begitu sulit diwujudkan? Sejauh mana empati berperan mengatasi kendala komunikasi lintas budaya? Berikut beberapa contoh kasus yang menggambarkan betapa empati masih mampu ditunjukkan orang ketika berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda latar belakangnya.

Tanggal 26 Mei 2022 Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hanyut saat berenang di sungai Aaree, Bern, Swiss. Jenazah Eril baru ditemukan pada tanggal 8 Juni 2022 di Bendungan Engehalde, Swiss. Penemunya seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Bern bernama Geraldine Beldi.

Guru itu setiap hari berjalan kaki melintasi bendungan di mana jenazah Eril ditemukan. Setelah mendengar berita di media tentang hanyutnya anak Gubernur Jawa Barat, Geraldine Beldi selalu melihat ke sungai setiap berangkat ke sekolah; hingga akhirnya ia mendapati jasad Eril di bendungan.

Apa yang dilakukan guru SD itu sungguh luar biasa. Ia menunjukkan empati yang dalam atas hilangnya anak Ridwan Kamil. Sebuah empati yang lintas negara dan lintas budaya.

Contoh berikutnya, sebanyak 32 biksu dari Thailand, Malaysia, dan Singapura melakukan ritual perjalanan thudong menuju Candi Borobudur. Mereka berjalan kaki ribuan kilometer untuk melaksanakan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak tanggal 4 Juni 2023.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju ke Candi Borobudur, para biksu mendapat sambutan meriah masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang suku dan agama. Semua menyambut dengan ramah dan gembira.

Dalam catatan Antaranews.com, 1 Juni 2023,  masyarakat Indonesia menyambut para biksu dengan berbagai cara, baik minuman maupun makanan; bahkan ada yang memberikan pijatan. Para biksu pun balik menyapa dengan ucapan “Assalamualaikum”.

Para biksu mengaku terharu dan tak menyangka bahwa kehadirannya amat dinantikan. Mereka berjanji akan menceritakan ke segala penjuru dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

Apa yang dilakukan masyarakat Indonesia terhadap para biksu, dan apa yang juga ditanggapi oleh para biksu adalah bentuk empati lintas budaya yang luar biasa. Para biksu yang beragama Budha bisa diterima dan disambut secara meriah oleh umat Muslim dan Kristiani di Indonesia.

Video di YouTube yang diunggah tanggal 15 Juni 2023 viral di dunia maya. Ria, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jepang yang berhijab pingsan saat kegiatan festival olah raga di sekolah. Ria adalah anak dari seorang ayah warga Lombok, Indonesia, yang menikah dengan wanita Jepang.

Teman-teman sekolah Ria membuat barikade menutupi Ria yang sedang mendapat pertolongan, karena hijabnya harus dilepas. Mereka melarang orang lain untuk mengambil gambar Ria saat mendapatkan pertolongan. Apa yang dilakukan siswi-siswi SMP di Jepang itu merupakan empati terhadap orang lain yang berbeda keyakinan dan budaya.

Empati Lintas Budaya

Empati merupakan strategi komunikasi yang dianggap paling tepat untuk memahami realitas keberagaman dan asumsi perbedaan. Empati adalah partisipasi emosional dan intelektual secara imajinatif pada pengalaman orang lain (Milton J.Bennet, 1972).

Dalam empati lintas budaya, orang bukan sekadar menempatkan diri pada posisi orang lain,tetapi juga berpartisipasi pada pengalaman budaya orang lain. Orang harus memasuki kepala dan hati orang lain, berpartisipasi dalam pengalamannya seolah benar-benar menjadi orang lain.

Empati merupakan keterampilan yang dapat dipelajari setiap orang. Salah satu cara mengembangkan empati lintas budaya adalah dengan mengasumsikan adanya perbedaan. Ketika orang sadar bahwa budayanya berbeda dengan orang lain, maka ia akan berusaha untuk berpartisipasi dalam budaya orang lain.

Para siswi SMP di Jepang tahu betul bahwa budaya mereka dengan Indonesia berbeda. Dan ketika seorang siswi yang berlatar belakang budaya Indonesia mengalami musibah, mereka mencoba untuk berempati dengan masuk ke dalam pengalaman budaya Indonesia.

Langkah lain untuk mengembangkan empati adalah dengan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Banyak orang merasa enggan untuk berempati lintas budaya dengan alasan takut kehilangan nilai-nilai dan keyakinannya.

Oleh sebab itu diperlukan pemahaman dan pengenalan terlebih dahulu terhadap buaya sendiri. Sehingga ketika orang berkomunikasi secara budaya dengan orang lain, tidak muncul ketakutan kehilangan identitas budayanya.

Menyoal Indonesia

Seorang peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengamcam warga Muhammadiyah yang merayakan Idul Fitri berbeda dengan Pemerintah saat Lebaran tahun 2023. Ancaman yang kemudian viral di media sosial itu berujung pada laporan kepada kepolisian. Penelitin BRIN itu pun ditangkap dan harus mendekam dalam penjara.

Menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 terjadi penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu calon gubernur. Kelompok yang menolak Ahok menganggapnya tidak layak memimpin DKI Jakarta karena latar belakang etnis dan agama yang berbeda dengan kelompok itu.

Sekelompok massa melakukan perusakan terhadap persiapan acara tradisi Sedekah Laut di Pantai Baru, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 12 Oktober 2018. Kelompok yang mengatasnamakan satu agama tertentu menentang pelaksanaan sedekah laut yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama kelompok itu. Padahal tradisi itu sudah digelar dari tahun ke tahun.

Tiga contoh kasus itu menggambarkan betapa persoalan empati budaya di Indonesia masih menjadi “pekerjaan rumah” yang besar. Kasus-kasus serupa hampir setiap tahun muncul di republik yang multikultural, multietnik, dan multiagama ini.

Jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang maju dan besar di tengah peradaban global, maka diperlukan kemampuan membangun empati lintas budayanya. Jurnalis dan kritikus film Amerika Roger Ebert mengatakan, empati akan menjadi kualitas peradaban yang penting.

Tampaknya Indonesia memang belum selesai untuk persoalan komunikasi lintas budaya. Masih diperlukan proses panjang untuk belajar berempati terhadap agama, etnis, dan budaya sesama anak bangsa.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Mendengarkan dalam Komunikasi
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam I Made Subandi : Dia Tidak Benar-benar Meninggalkan Kita

Next Post

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co