23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Krisna Aji by Krisna Aji
October 18, 2023
in Esai
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Krisna Aji | Foto diolah oleh tatkala.co

DALAM PROSES evolusinya, otak adalah bagian tubuh yang terus berkembang–dan menjadi paling berkembang–pada manusia. Perkembangan tersebut meliputi kemampuan menafsirkan sesuatu dengan cara induktif, menelaah hubungan sebab-akibat, hingga memprediksi masa depan dengan cara deduktif.

Perkembangan otak pada akhirnya menghasilkan kemampuan untuk berpikir analitik yang dapat menghasilkan kesimpulan presisi. Hal tersebut disebabkan oleh logika sehat yang dipakai dengan optimal. Cara berpikir analitik ini juga disebut dengan cara berpikir sistem 2 oleh Daniel Kahneman dalam bukunya yang berjudul “Thinking, Fast and Slow”.

Terlepas dari kesimpulan yang presisi, cara berpikir analitik memerlukan waktu yang cukup agar otak dapat bekerja dengan optimal. Hal ini tentu saja menjadi kendala signifikan jika dikaitkan dengan banyaknya keputusan yang perlu diambil dalam waktu yang sangat singkat.

Misalkan saja, apa jadinya jika seseorang menghabiskan waktu untuk berpikir dahulu sebelum berlari akibat dikejar anjing? Atau, apa jadinya jika saat mengendarai motor, langkah-langkah untuk tancap gas, menginjak rem, atau belok ke kiri-kanan selalu dipikirkan dengan detail–dan pada akhirnya menghabiskan waktu?

Kemungkinan besar, anjing sudah lebih dahulu menggigit sebelum keputusan untuk lari diambil. Atau, pengendara motor mengalami kecelakaan karena analisis detailnya kalah cepat dengan kecepatan motor yang melaju.

Dalam telaah ilmu perilaku, keterbatasan tersebut membuat manusia menciptakan pola berpikir otomatis dalam menyimpulkan sesuatu. Dalam hal ini, Kahneman menyebutnya dengan cara berpikir sistem 1.

Cara berpikir otomatis muncul dengan didahului oleh berpikir analitik terhadap suatu kondisi. Setelah kondisi yang serupa muncul untuk kesekian kalinya, maka pikiran analitik terhadap kondisi yang serupa akan tergantikan dengan pikiran otomatis.

Salah satu contoh dari kebiasaan yang memunculkan pikiran otomatis dapat dilihat dari percobaan Ivan Pavlov, seorang dokter dari Rusia, jauh sebelum Kahneman, terhadap perilaku anjing yang dikondisikan.

Pada penelitian tersebut, Pavlov selalu membunyikan metronom saat hendak memberi makan anjing. Pada saat awal pemberian makanan, sesekali Pavlov membunyikan metronom tanpa menyediakan makanan. Saat itu, air liur anjing tidak keluar.

Setelah berkali-kali diberikan makan dengan didahului lonceng, Pavlov mencoba lagi. Metronom dibunyikan tanpa ada makanan yang tersedia. Pada titik itu, air liur anjing keluar.

Apa yang terjadi pada anjing tersebut? Air liur yang awalnya keluar untuk mencerna makanan tetap keluar walaupun tidak ada makanan. Akibat pengulangan, pikiran analitik tergantikan dengan pikiran otomatis.

Tidak hanya pengulangan dan keterbatasan waktu, kerumitan dari sebuah kondisi juga membuat pola sistem 1 muncul. Kerumitan dalam memahami sesuatu akan membuat pikiran terpasung pada kesimpulan otomatis tanpa telaah yang memadai.

Dalam telaah ilmu perilaku yang sering digunakan sebagai pegangan pada psikoterapi berbasis kognitif dan perilaku, pola pikiran otomatis sejatinya terdiri atas jangkar-jangkar premis yang terus diulang dan dijadikan patokan dalam memperkiraan sesuatu. Tujuan pemasangan jangkar adalah–paling tidak–agar kesimpulan di tengah kerumitan dan keterbatasan waktu menjadi lebih presisi.

Misalkan saja, ada WNA Jerman berkulit putih yang menanyakan alamat dengan bahasa Jerman di sebuah pedesaan di Jawa Tengah. Kemudian, warga desa yang tidak bisa berbahasa asing sama sekali akan mengira bahwa WNA tersebut sedang menggunakan bahasa Inggris.

Hal tersebut dikarenakan warga desa yang terbiasa menonton film barat dengan pemain berkulit putih dan berbahasa Inggris yang disertai dengan teks terjemahan berbahasa Indonesia. Akibat ketidakpahaman warga terhadap bahasa Inggris, mereka akan langsung setuju bahwa semua bahasa yang dipakai di film-film barat dan tidak mereka pahami pasti menggunakan bahasa Inggris.

Lebih jauh lagi, saat ada WNA berkulit putih berbicara di hadapan mereka dengan bahasa yang tidak dipahami, warga desa akan mengira bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Dalam hal ini, orang kulit putih dan bahasa Inggris yang tidak dipahami adalah jangkar-jangkar yang terus diulang dan berujung pada kesimpulan mentah bahwa bahasa Jerman–yang tidak dipahami warga desa–yang digunakan WNA Jerman adalah bahasa Inggris.

Kelemahan ini tentu saja banyak dimanfaatkan dalam keseharian. Misalkan saja, memasang jangkar berupa gelar akademis yang panjang pada baliho di desa yang kebanyakan dari warga desa tersebut tidak bersekolah dan tidak paham politik hanya untuk mengesankan bahwa foto yang tertera di baliho adalah orang yang kompeten; mengenakan pakaian dan aksesoris mewah dalam menawarkan skema ponzi yang rumit pada orang awam; menyewa public figure untuk mempromosikan produk guna meningkatkan penjualan.

Dari berbagai contoh di atas, bagi pihak yang berkepentingan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain, caranya sangat jelas. Buatlah kerumitan, waktu yang mendesak, serta pasang jangkar-jangkar yang tepat. Pertegas jangkar-jangkar tersebut dengan pengulangan agar kesimpulan prematur dapat dimanipulasi dengan presisi. Serupa dengan memancing di air keruh.

Bagi pihak yang hendak dipengaruhi, cara untuk lepas dari jebakan adalah menunggu air keruh sampai menjadi tenang dan bening. Setelah itu, keputusan yang didasari analisa yang akurat baru bisa dilakukan. Jika sesuatu masih tampak rumit dan sukar untuk ditelaah, menunda kesimpulan mungkin dapat dipertimbangkan.

Seperti menunda kesimpulan pembaca atas tulisan ini jika isi dari tulisan ini masih sukar dipahami dan tampak seperti air keruh. Karena, jika itu terjadi, bisa jadi pola sistem 1 lah yang masih digunakan untuk menyimpulkan tulisan ini.[T]

  • BACA ESAI-ESAI KRISNA AJA
Keberadaan Diri dalam Psikoanalisa dan Mindfulness
Setiap Manusia Adalah Filsuf bagi Kehidupannya Masing-masing
Masa Depan Perasaan Manusia
Tags: filsafatPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Next Post

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Krisna Aji

Krisna Aji

Psikiater dan penulis lepas

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co