2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Krisna Aji by Krisna Aji
October 18, 2023
in Esai
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Krisna Aji | Foto diolah oleh tatkala.co

DALAM PROSES evolusinya, otak adalah bagian tubuh yang terus berkembang–dan menjadi paling berkembang–pada manusia. Perkembangan tersebut meliputi kemampuan menafsirkan sesuatu dengan cara induktif, menelaah hubungan sebab-akibat, hingga memprediksi masa depan dengan cara deduktif.

Perkembangan otak pada akhirnya menghasilkan kemampuan untuk berpikir analitik yang dapat menghasilkan kesimpulan presisi. Hal tersebut disebabkan oleh logika sehat yang dipakai dengan optimal. Cara berpikir analitik ini juga disebut dengan cara berpikir sistem 2 oleh Daniel Kahneman dalam bukunya yang berjudul “Thinking, Fast and Slow”.

Terlepas dari kesimpulan yang presisi, cara berpikir analitik memerlukan waktu yang cukup agar otak dapat bekerja dengan optimal. Hal ini tentu saja menjadi kendala signifikan jika dikaitkan dengan banyaknya keputusan yang perlu diambil dalam waktu yang sangat singkat.

Misalkan saja, apa jadinya jika seseorang menghabiskan waktu untuk berpikir dahulu sebelum berlari akibat dikejar anjing? Atau, apa jadinya jika saat mengendarai motor, langkah-langkah untuk tancap gas, menginjak rem, atau belok ke kiri-kanan selalu dipikirkan dengan detail–dan pada akhirnya menghabiskan waktu?

Kemungkinan besar, anjing sudah lebih dahulu menggigit sebelum keputusan untuk lari diambil. Atau, pengendara motor mengalami kecelakaan karena analisis detailnya kalah cepat dengan kecepatan motor yang melaju.

Dalam telaah ilmu perilaku, keterbatasan tersebut membuat manusia menciptakan pola berpikir otomatis dalam menyimpulkan sesuatu. Dalam hal ini, Kahneman menyebutnya dengan cara berpikir sistem 1.

Cara berpikir otomatis muncul dengan didahului oleh berpikir analitik terhadap suatu kondisi. Setelah kondisi yang serupa muncul untuk kesekian kalinya, maka pikiran analitik terhadap kondisi yang serupa akan tergantikan dengan pikiran otomatis.

Salah satu contoh dari kebiasaan yang memunculkan pikiran otomatis dapat dilihat dari percobaan Ivan Pavlov, seorang dokter dari Rusia, jauh sebelum Kahneman, terhadap perilaku anjing yang dikondisikan.

Pada penelitian tersebut, Pavlov selalu membunyikan metronom saat hendak memberi makan anjing. Pada saat awal pemberian makanan, sesekali Pavlov membunyikan metronom tanpa menyediakan makanan. Saat itu, air liur anjing tidak keluar.

Setelah berkali-kali diberikan makan dengan didahului lonceng, Pavlov mencoba lagi. Metronom dibunyikan tanpa ada makanan yang tersedia. Pada titik itu, air liur anjing keluar.

Apa yang terjadi pada anjing tersebut? Air liur yang awalnya keluar untuk mencerna makanan tetap keluar walaupun tidak ada makanan. Akibat pengulangan, pikiran analitik tergantikan dengan pikiran otomatis.

Tidak hanya pengulangan dan keterbatasan waktu, kerumitan dari sebuah kondisi juga membuat pola sistem 1 muncul. Kerumitan dalam memahami sesuatu akan membuat pikiran terpasung pada kesimpulan otomatis tanpa telaah yang memadai.

Dalam telaah ilmu perilaku yang sering digunakan sebagai pegangan pada psikoterapi berbasis kognitif dan perilaku, pola pikiran otomatis sejatinya terdiri atas jangkar-jangkar premis yang terus diulang dan dijadikan patokan dalam memperkiraan sesuatu. Tujuan pemasangan jangkar adalah–paling tidak–agar kesimpulan di tengah kerumitan dan keterbatasan waktu menjadi lebih presisi.

Misalkan saja, ada WNA Jerman berkulit putih yang menanyakan alamat dengan bahasa Jerman di sebuah pedesaan di Jawa Tengah. Kemudian, warga desa yang tidak bisa berbahasa asing sama sekali akan mengira bahwa WNA tersebut sedang menggunakan bahasa Inggris.

Hal tersebut dikarenakan warga desa yang terbiasa menonton film barat dengan pemain berkulit putih dan berbahasa Inggris yang disertai dengan teks terjemahan berbahasa Indonesia. Akibat ketidakpahaman warga terhadap bahasa Inggris, mereka akan langsung setuju bahwa semua bahasa yang dipakai di film-film barat dan tidak mereka pahami pasti menggunakan bahasa Inggris.

Lebih jauh lagi, saat ada WNA berkulit putih berbicara di hadapan mereka dengan bahasa yang tidak dipahami, warga desa akan mengira bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Dalam hal ini, orang kulit putih dan bahasa Inggris yang tidak dipahami adalah jangkar-jangkar yang terus diulang dan berujung pada kesimpulan mentah bahwa bahasa Jerman–yang tidak dipahami warga desa–yang digunakan WNA Jerman adalah bahasa Inggris.

Kelemahan ini tentu saja banyak dimanfaatkan dalam keseharian. Misalkan saja, memasang jangkar berupa gelar akademis yang panjang pada baliho di desa yang kebanyakan dari warga desa tersebut tidak bersekolah dan tidak paham politik hanya untuk mengesankan bahwa foto yang tertera di baliho adalah orang yang kompeten; mengenakan pakaian dan aksesoris mewah dalam menawarkan skema ponzi yang rumit pada orang awam; menyewa public figure untuk mempromosikan produk guna meningkatkan penjualan.

Dari berbagai contoh di atas, bagi pihak yang berkepentingan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain, caranya sangat jelas. Buatlah kerumitan, waktu yang mendesak, serta pasang jangkar-jangkar yang tepat. Pertegas jangkar-jangkar tersebut dengan pengulangan agar kesimpulan prematur dapat dimanipulasi dengan presisi. Serupa dengan memancing di air keruh.

Bagi pihak yang hendak dipengaruhi, cara untuk lepas dari jebakan adalah menunggu air keruh sampai menjadi tenang dan bening. Setelah itu, keputusan yang didasari analisa yang akurat baru bisa dilakukan. Jika sesuatu masih tampak rumit dan sukar untuk ditelaah, menunda kesimpulan mungkin dapat dipertimbangkan.

Seperti menunda kesimpulan pembaca atas tulisan ini jika isi dari tulisan ini masih sukar dipahami dan tampak seperti air keruh. Karena, jika itu terjadi, bisa jadi pola sistem 1 lah yang masih digunakan untuk menyimpulkan tulisan ini.[T]

  • BACA ESAI-ESAI KRISNA AJA
Keberadaan Diri dalam Psikoanalisa dan Mindfulness
Setiap Manusia Adalah Filsuf bagi Kehidupannya Masing-masing
Masa Depan Perasaan Manusia
Tags: filsafatPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Next Post

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Krisna Aji

Krisna Aji

Psikiater dan penulis lepas

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co