2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Krisna Aji by Krisna Aji
October 18, 2023
in Esai
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Krisna Aji | Foto diolah oleh tatkala.co

DALAM PROSES evolusinya, otak adalah bagian tubuh yang terus berkembang–dan menjadi paling berkembang–pada manusia. Perkembangan tersebut meliputi kemampuan menafsirkan sesuatu dengan cara induktif, menelaah hubungan sebab-akibat, hingga memprediksi masa depan dengan cara deduktif.

Perkembangan otak pada akhirnya menghasilkan kemampuan untuk berpikir analitik yang dapat menghasilkan kesimpulan presisi. Hal tersebut disebabkan oleh logika sehat yang dipakai dengan optimal. Cara berpikir analitik ini juga disebut dengan cara berpikir sistem 2 oleh Daniel Kahneman dalam bukunya yang berjudul “Thinking, Fast and Slow”.

Terlepas dari kesimpulan yang presisi, cara berpikir analitik memerlukan waktu yang cukup agar otak dapat bekerja dengan optimal. Hal ini tentu saja menjadi kendala signifikan jika dikaitkan dengan banyaknya keputusan yang perlu diambil dalam waktu yang sangat singkat.

Misalkan saja, apa jadinya jika seseorang menghabiskan waktu untuk berpikir dahulu sebelum berlari akibat dikejar anjing? Atau, apa jadinya jika saat mengendarai motor, langkah-langkah untuk tancap gas, menginjak rem, atau belok ke kiri-kanan selalu dipikirkan dengan detail–dan pada akhirnya menghabiskan waktu?

Kemungkinan besar, anjing sudah lebih dahulu menggigit sebelum keputusan untuk lari diambil. Atau, pengendara motor mengalami kecelakaan karena analisis detailnya kalah cepat dengan kecepatan motor yang melaju.

Dalam telaah ilmu perilaku, keterbatasan tersebut membuat manusia menciptakan pola berpikir otomatis dalam menyimpulkan sesuatu. Dalam hal ini, Kahneman menyebutnya dengan cara berpikir sistem 1.

Cara berpikir otomatis muncul dengan didahului oleh berpikir analitik terhadap suatu kondisi. Setelah kondisi yang serupa muncul untuk kesekian kalinya, maka pikiran analitik terhadap kondisi yang serupa akan tergantikan dengan pikiran otomatis.

Salah satu contoh dari kebiasaan yang memunculkan pikiran otomatis dapat dilihat dari percobaan Ivan Pavlov, seorang dokter dari Rusia, jauh sebelum Kahneman, terhadap perilaku anjing yang dikondisikan.

Pada penelitian tersebut, Pavlov selalu membunyikan metronom saat hendak memberi makan anjing. Pada saat awal pemberian makanan, sesekali Pavlov membunyikan metronom tanpa menyediakan makanan. Saat itu, air liur anjing tidak keluar.

Setelah berkali-kali diberikan makan dengan didahului lonceng, Pavlov mencoba lagi. Metronom dibunyikan tanpa ada makanan yang tersedia. Pada titik itu, air liur anjing keluar.

Apa yang terjadi pada anjing tersebut? Air liur yang awalnya keluar untuk mencerna makanan tetap keluar walaupun tidak ada makanan. Akibat pengulangan, pikiran analitik tergantikan dengan pikiran otomatis.

Tidak hanya pengulangan dan keterbatasan waktu, kerumitan dari sebuah kondisi juga membuat pola sistem 1 muncul. Kerumitan dalam memahami sesuatu akan membuat pikiran terpasung pada kesimpulan otomatis tanpa telaah yang memadai.

Dalam telaah ilmu perilaku yang sering digunakan sebagai pegangan pada psikoterapi berbasis kognitif dan perilaku, pola pikiran otomatis sejatinya terdiri atas jangkar-jangkar premis yang terus diulang dan dijadikan patokan dalam memperkiraan sesuatu. Tujuan pemasangan jangkar adalah–paling tidak–agar kesimpulan di tengah kerumitan dan keterbatasan waktu menjadi lebih presisi.

Misalkan saja, ada WNA Jerman berkulit putih yang menanyakan alamat dengan bahasa Jerman di sebuah pedesaan di Jawa Tengah. Kemudian, warga desa yang tidak bisa berbahasa asing sama sekali akan mengira bahwa WNA tersebut sedang menggunakan bahasa Inggris.

Hal tersebut dikarenakan warga desa yang terbiasa menonton film barat dengan pemain berkulit putih dan berbahasa Inggris yang disertai dengan teks terjemahan berbahasa Indonesia. Akibat ketidakpahaman warga terhadap bahasa Inggris, mereka akan langsung setuju bahwa semua bahasa yang dipakai di film-film barat dan tidak mereka pahami pasti menggunakan bahasa Inggris.

Lebih jauh lagi, saat ada WNA berkulit putih berbicara di hadapan mereka dengan bahasa yang tidak dipahami, warga desa akan mengira bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Dalam hal ini, orang kulit putih dan bahasa Inggris yang tidak dipahami adalah jangkar-jangkar yang terus diulang dan berujung pada kesimpulan mentah bahwa bahasa Jerman–yang tidak dipahami warga desa–yang digunakan WNA Jerman adalah bahasa Inggris.

Kelemahan ini tentu saja banyak dimanfaatkan dalam keseharian. Misalkan saja, memasang jangkar berupa gelar akademis yang panjang pada baliho di desa yang kebanyakan dari warga desa tersebut tidak bersekolah dan tidak paham politik hanya untuk mengesankan bahwa foto yang tertera di baliho adalah orang yang kompeten; mengenakan pakaian dan aksesoris mewah dalam menawarkan skema ponzi yang rumit pada orang awam; menyewa public figure untuk mempromosikan produk guna meningkatkan penjualan.

Dari berbagai contoh di atas, bagi pihak yang berkepentingan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain, caranya sangat jelas. Buatlah kerumitan, waktu yang mendesak, serta pasang jangkar-jangkar yang tepat. Pertegas jangkar-jangkar tersebut dengan pengulangan agar kesimpulan prematur dapat dimanipulasi dengan presisi. Serupa dengan memancing di air keruh.

Bagi pihak yang hendak dipengaruhi, cara untuk lepas dari jebakan adalah menunggu air keruh sampai menjadi tenang dan bening. Setelah itu, keputusan yang didasari analisa yang akurat baru bisa dilakukan. Jika sesuatu masih tampak rumit dan sukar untuk ditelaah, menunda kesimpulan mungkin dapat dipertimbangkan.

Seperti menunda kesimpulan pembaca atas tulisan ini jika isi dari tulisan ini masih sukar dipahami dan tampak seperti air keruh. Karena, jika itu terjadi, bisa jadi pola sistem 1 lah yang masih digunakan untuk menyimpulkan tulisan ini.[T]

  • BACA ESAI-ESAI KRISNA AJA
Keberadaan Diri dalam Psikoanalisa dan Mindfulness
Setiap Manusia Adalah Filsuf bagi Kehidupannya Masing-masing
Masa Depan Perasaan Manusia
Tags: filsafatPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Next Post

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Krisna Aji

Krisna Aji

Psikiater dan penulis lepas

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co