3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Krisna Aji by Krisna Aji
October 18, 2023
in Esai
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Krisna Aji | Foto diolah oleh tatkala.co

DALAM PROSES evolusinya, otak adalah bagian tubuh yang terus berkembang–dan menjadi paling berkembang–pada manusia. Perkembangan tersebut meliputi kemampuan menafsirkan sesuatu dengan cara induktif, menelaah hubungan sebab-akibat, hingga memprediksi masa depan dengan cara deduktif.

Perkembangan otak pada akhirnya menghasilkan kemampuan untuk berpikir analitik yang dapat menghasilkan kesimpulan presisi. Hal tersebut disebabkan oleh logika sehat yang dipakai dengan optimal. Cara berpikir analitik ini juga disebut dengan cara berpikir sistem 2 oleh Daniel Kahneman dalam bukunya yang berjudul “Thinking, Fast and Slow”.

Terlepas dari kesimpulan yang presisi, cara berpikir analitik memerlukan waktu yang cukup agar otak dapat bekerja dengan optimal. Hal ini tentu saja menjadi kendala signifikan jika dikaitkan dengan banyaknya keputusan yang perlu diambil dalam waktu yang sangat singkat.

Misalkan saja, apa jadinya jika seseorang menghabiskan waktu untuk berpikir dahulu sebelum berlari akibat dikejar anjing? Atau, apa jadinya jika saat mengendarai motor, langkah-langkah untuk tancap gas, menginjak rem, atau belok ke kiri-kanan selalu dipikirkan dengan detail–dan pada akhirnya menghabiskan waktu?

Kemungkinan besar, anjing sudah lebih dahulu menggigit sebelum keputusan untuk lari diambil. Atau, pengendara motor mengalami kecelakaan karena analisis detailnya kalah cepat dengan kecepatan motor yang melaju.

Dalam telaah ilmu perilaku, keterbatasan tersebut membuat manusia menciptakan pola berpikir otomatis dalam menyimpulkan sesuatu. Dalam hal ini, Kahneman menyebutnya dengan cara berpikir sistem 1.

Cara berpikir otomatis muncul dengan didahului oleh berpikir analitik terhadap suatu kondisi. Setelah kondisi yang serupa muncul untuk kesekian kalinya, maka pikiran analitik terhadap kondisi yang serupa akan tergantikan dengan pikiran otomatis.

Salah satu contoh dari kebiasaan yang memunculkan pikiran otomatis dapat dilihat dari percobaan Ivan Pavlov, seorang dokter dari Rusia, jauh sebelum Kahneman, terhadap perilaku anjing yang dikondisikan.

Pada penelitian tersebut, Pavlov selalu membunyikan metronom saat hendak memberi makan anjing. Pada saat awal pemberian makanan, sesekali Pavlov membunyikan metronom tanpa menyediakan makanan. Saat itu, air liur anjing tidak keluar.

Setelah berkali-kali diberikan makan dengan didahului lonceng, Pavlov mencoba lagi. Metronom dibunyikan tanpa ada makanan yang tersedia. Pada titik itu, air liur anjing keluar.

Apa yang terjadi pada anjing tersebut? Air liur yang awalnya keluar untuk mencerna makanan tetap keluar walaupun tidak ada makanan. Akibat pengulangan, pikiran analitik tergantikan dengan pikiran otomatis.

Tidak hanya pengulangan dan keterbatasan waktu, kerumitan dari sebuah kondisi juga membuat pola sistem 1 muncul. Kerumitan dalam memahami sesuatu akan membuat pikiran terpasung pada kesimpulan otomatis tanpa telaah yang memadai.

Dalam telaah ilmu perilaku yang sering digunakan sebagai pegangan pada psikoterapi berbasis kognitif dan perilaku, pola pikiran otomatis sejatinya terdiri atas jangkar-jangkar premis yang terus diulang dan dijadikan patokan dalam memperkiraan sesuatu. Tujuan pemasangan jangkar adalah–paling tidak–agar kesimpulan di tengah kerumitan dan keterbatasan waktu menjadi lebih presisi.

Misalkan saja, ada WNA Jerman berkulit putih yang menanyakan alamat dengan bahasa Jerman di sebuah pedesaan di Jawa Tengah. Kemudian, warga desa yang tidak bisa berbahasa asing sama sekali akan mengira bahwa WNA tersebut sedang menggunakan bahasa Inggris.

Hal tersebut dikarenakan warga desa yang terbiasa menonton film barat dengan pemain berkulit putih dan berbahasa Inggris yang disertai dengan teks terjemahan berbahasa Indonesia. Akibat ketidakpahaman warga terhadap bahasa Inggris, mereka akan langsung setuju bahwa semua bahasa yang dipakai di film-film barat dan tidak mereka pahami pasti menggunakan bahasa Inggris.

Lebih jauh lagi, saat ada WNA berkulit putih berbicara di hadapan mereka dengan bahasa yang tidak dipahami, warga desa akan mengira bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Dalam hal ini, orang kulit putih dan bahasa Inggris yang tidak dipahami adalah jangkar-jangkar yang terus diulang dan berujung pada kesimpulan mentah bahwa bahasa Jerman–yang tidak dipahami warga desa–yang digunakan WNA Jerman adalah bahasa Inggris.

Kelemahan ini tentu saja banyak dimanfaatkan dalam keseharian. Misalkan saja, memasang jangkar berupa gelar akademis yang panjang pada baliho di desa yang kebanyakan dari warga desa tersebut tidak bersekolah dan tidak paham politik hanya untuk mengesankan bahwa foto yang tertera di baliho adalah orang yang kompeten; mengenakan pakaian dan aksesoris mewah dalam menawarkan skema ponzi yang rumit pada orang awam; menyewa public figure untuk mempromosikan produk guna meningkatkan penjualan.

Dari berbagai contoh di atas, bagi pihak yang berkepentingan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain, caranya sangat jelas. Buatlah kerumitan, waktu yang mendesak, serta pasang jangkar-jangkar yang tepat. Pertegas jangkar-jangkar tersebut dengan pengulangan agar kesimpulan prematur dapat dimanipulasi dengan presisi. Serupa dengan memancing di air keruh.

Bagi pihak yang hendak dipengaruhi, cara untuk lepas dari jebakan adalah menunggu air keruh sampai menjadi tenang dan bening. Setelah itu, keputusan yang didasari analisa yang akurat baru bisa dilakukan. Jika sesuatu masih tampak rumit dan sukar untuk ditelaah, menunda kesimpulan mungkin dapat dipertimbangkan.

Seperti menunda kesimpulan pembaca atas tulisan ini jika isi dari tulisan ini masih sukar dipahami dan tampak seperti air keruh. Karena, jika itu terjadi, bisa jadi pola sistem 1 lah yang masih digunakan untuk menyimpulkan tulisan ini.[T]

  • BACA ESAI-ESAI KRISNA AJA
Keberadaan Diri dalam Psikoanalisa dan Mindfulness
Setiap Manusia Adalah Filsuf bagi Kehidupannya Masing-masing
Masa Depan Perasaan Manusia
Tags: filsafatPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Next Post

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Krisna Aji

Krisna Aji

Psikiater dan penulis lepas

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Homo Ludens di Atas Sarkofagus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co