23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendengarkan dalam Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
October 10, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

MENDENGARKAN adalah aktivitas yang dilakukan orang setiap hari. Sebagaimana berbicara, mendengarkan adalah kegiatan komunikasi yang melibatkan hubungan dua atau banyak orang.

Ada perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Mendengar adalah proses sensorik untuk menangkap bunyi di telinga. Mendengar bersifat pasif, seperti mendengar bunyi klakson mobil di jalan.

Sedangkan mendengarkan bersifat aktif, yaitu memahami, memaknai, dan menghayati pesan yang disampaikan orang lain. Oleh sebab itu dibutuhkan perpaduan antara kemampuan auditif dan kognitif; antara pendengaran dan pemikiran.

Mendengarkan dianggap sebagai keterampilan berkomunikasi yang semestinya dapat dilakukan oleh setiap orang. Kecuali penyandang tunarungu yang memiliki cara mendengar dan mendengarkan tersendiri, baik dengan bahasa isyarat maupun alat bantu.

Komunikasi memang selalu melibatkan dua pihak, yaitu pembicara dan pendengar. Kegagalan komunikasi bisa datang dari pembicara maupun pendengar. Pembicara yang gagal akan berdampak pada pemahaman komunikasi yang keliru. Sedangkan kegagalan dalam mendengarkan akan berakibat efek komunikasi yang menyimpang.

Mendengarkan tidak sebatas pada komunikasi interpersonal. Dalam komunikasi bisnis dan politik juga sangat diperlukan kemampuan mendengarkan. Pengusaha harus selalu mendengarkan keluhan konsumen agar dapat memperbaiki kualitas produknya.

Industri pariwisata harus mendengarkan keluhan wisatawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Begitu pun politisi, mesti rajin mendengarkan suara rakyat agar bisa membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan mendengarkan dengan baik. Orang sibuk ingin menjadi pembicara yang andal. Banyak pebisnis dan politisi yang ingin menjadi penjual gagasan terbaik, tapi lupa untuk menjadi pendengar yang baik.

Hambatan Mendengarkan

Komunikasi yang efektif akan terjadi jika apa yang disampaikan orang dapat dipahami oleh orang lain. Dengan kata lain, apa yang dibicarakan orang dapat didengar orang lain. Persoalannya tentu tidak semudah itu, karena banyak hambatan dalam proses mendengarkan.

Hambatan mendengarkan bisa datang dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal bersumber dari diri sendiri. Penghambat paling serius dan paling merusak dalam mendengarkan yang efektif adalah kecenderungan orang untuk menjadi sibuk dengan diri sendiri (DeVito, 1997).

Orang hanya memusatkan perhatian pada tindakan sendiri saat berkomunikasi dengan orang lain. Orang yang sibuk dengan diri sendiri disebabkan oleh kehendaknya untuk berperan sebagai pembicara. Sehingga orang sedari awal sibuk untuk menyiapkan dan memikirkan apa yang akan ia katakan untuk menjawab pembicara. Pada saat seperti ini biasanya orang tidak akan memperhatikan apa yang dibicarakan orang lain.

Faktor eksternal merupakan tendensi orang untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang tidak relevan dalam berinteraksi. Orang memikirkan apa yang telah dilakukannya pada malam Minggu kemarin saat komunikasi berlangsung. Atau memikirkan rencana untuk menonton serial sinetron di televisi saat sedang terjadi pembicaraan. Makin sibuk orang dengan masalah eksternal, semakin tidak efektif dalam mendengarkan.

Merekonstruksi pesan yang disampaikan orang lain sesuai dengan sikap, prasangka, kebutuhan, dan nilai sendiri juga menghambat proses mendengarkan. Orang yang memiliki prsangka dan nilai negatif terhadap politik dan kekuasaan akan mengabaikan apa pun yang disampaikan seorang pejabat atau politisi. Orang bisa duduk manis ketika seorang pejabat berpidato, tetapi sesungguhnya ia tidak mendengarkan.

Bisa juga orang tidak mendengarkan apa yang disampaikan orang lain, karena posisi kawan-lawan. Jika seseorang menganggap pembicara adalah seorang yang jahat, rakus, dan menindas maka pembicara akan diposisikan sebagai lawan. Dan orang tak akan pernah mendengarkan apa pun yang disampaikan pembicara. Sebaliknya, jika pembicara dianggap sebagai kawan yang baik, ramah, sopan, dan dermawan, maka orang akan mendengarkan dengan serius.

Pendengar yang Buruk

Setiap komunikasi tentunya menghendaki adanya respons. Namun tidak semua orang akan memberi tanggapan yang sama terhadap pesan komunikasi. Mendengarkan merupakan salah satu hal yang akan menentukan ragam respons komunikasi itu.

Robert L.Montgomery (1983) membuat kategori pendengar yang buruk dan yang baik dalam proses komunikasi. Pendengar yang buruk memiliki ciri selalu menyela ketika orang lain sedang berbicara. Kalau pun ia mendengarkan, biasanya akan mengambil kesimpulan secara tergesa-gesa.

Secara nonverbal, pendengar yang buruk biasanya kurang memperhatikan saat orang lain sedang menyampaikan pembicaraan. Ekspresi matanya menatap keliling ruangan dan sikapnya kurang baik. Bahkan ada pendengar yang bersikap gelisah dengan memainkan pena, pensil, atau jepitan kertas.

Membuat catatan penting dalam sebuah pertemuan memang diperlukan. Namun mencatat segala-galanya dianggap sebagai pendengar yang buruk. Apalagi, apa pun yang disampaikan pembicara dicatat, namun tidak memberikan tanggapan apa pun kepada pembicara.

Pendengar yang Baik

Berdasarkan daftar pertanyaan yang diajukan Montgomery terhadap berbagai kelompok responden diperoleh beberapa ciri pendengar yang baik. Biasanya pendengar yang baik akan memandang orang lain ketika orang tersebut sedang berbicara. Perhatiannya kepada pembicara ditunjukkan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik pembicaraan.

Pendengar yang baik akan memberikan perhatian yang besar kepada pembicara, tidak menyela pembicaraan, serta tidak mendorong pembicara untuk lebih cepat. Memang diperlukan ketenangan dan kesabaran sebagai pendengar yang baik.

Reaksi nonverbal juga ditunjukkan oleh pendengar yang baik. Beberapa reaksi nonverbal yang dapat mencerminkan pendengar yang baik, antara lain dengan menganggukkan kepala, memberikan senyuman, atau mengerutkan dahi.

Mendengarkan adalah cara terbaik bagi orang untuk dapat memahami orang lain. Namun tidak setiap orang mampu menjadi pendengar yang baik; entah karena munculnya hambatan maupun keengganan orang untuk mendengarkan. Menjelang Pemilihan Umum 2024, sebuah usaha bisnis kaos di media online membuat disain kaos bertuliskan: “Minta Dipilih, Minta Didengar. Sudah Terpilih, Lupa Mendengar”. Entah kepada siapa pesan dalam tulisan itu dialamatkan.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Fungsi Komunikasi dalam Tradisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Ni Ketut Yudhani | Drama Gong Kehilangan “Permaisuri”

Next Post

Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co