2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendengarkan dalam Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
October 10, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

MENDENGARKAN adalah aktivitas yang dilakukan orang setiap hari. Sebagaimana berbicara, mendengarkan adalah kegiatan komunikasi yang melibatkan hubungan dua atau banyak orang.

Ada perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Mendengar adalah proses sensorik untuk menangkap bunyi di telinga. Mendengar bersifat pasif, seperti mendengar bunyi klakson mobil di jalan.

Sedangkan mendengarkan bersifat aktif, yaitu memahami, memaknai, dan menghayati pesan yang disampaikan orang lain. Oleh sebab itu dibutuhkan perpaduan antara kemampuan auditif dan kognitif; antara pendengaran dan pemikiran.

Mendengarkan dianggap sebagai keterampilan berkomunikasi yang semestinya dapat dilakukan oleh setiap orang. Kecuali penyandang tunarungu yang memiliki cara mendengar dan mendengarkan tersendiri, baik dengan bahasa isyarat maupun alat bantu.

Komunikasi memang selalu melibatkan dua pihak, yaitu pembicara dan pendengar. Kegagalan komunikasi bisa datang dari pembicara maupun pendengar. Pembicara yang gagal akan berdampak pada pemahaman komunikasi yang keliru. Sedangkan kegagalan dalam mendengarkan akan berakibat efek komunikasi yang menyimpang.

Mendengarkan tidak sebatas pada komunikasi interpersonal. Dalam komunikasi bisnis dan politik juga sangat diperlukan kemampuan mendengarkan. Pengusaha harus selalu mendengarkan keluhan konsumen agar dapat memperbaiki kualitas produknya.

Industri pariwisata harus mendengarkan keluhan wisatawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Begitu pun politisi, mesti rajin mendengarkan suara rakyat agar bisa membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan mendengarkan dengan baik. Orang sibuk ingin menjadi pembicara yang andal. Banyak pebisnis dan politisi yang ingin menjadi penjual gagasan terbaik, tapi lupa untuk menjadi pendengar yang baik.

Hambatan Mendengarkan

Komunikasi yang efektif akan terjadi jika apa yang disampaikan orang dapat dipahami oleh orang lain. Dengan kata lain, apa yang dibicarakan orang dapat didengar orang lain. Persoalannya tentu tidak semudah itu, karena banyak hambatan dalam proses mendengarkan.

Hambatan mendengarkan bisa datang dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal bersumber dari diri sendiri. Penghambat paling serius dan paling merusak dalam mendengarkan yang efektif adalah kecenderungan orang untuk menjadi sibuk dengan diri sendiri (DeVito, 1997).

Orang hanya memusatkan perhatian pada tindakan sendiri saat berkomunikasi dengan orang lain. Orang yang sibuk dengan diri sendiri disebabkan oleh kehendaknya untuk berperan sebagai pembicara. Sehingga orang sedari awal sibuk untuk menyiapkan dan memikirkan apa yang akan ia katakan untuk menjawab pembicara. Pada saat seperti ini biasanya orang tidak akan memperhatikan apa yang dibicarakan orang lain.

Faktor eksternal merupakan tendensi orang untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang tidak relevan dalam berinteraksi. Orang memikirkan apa yang telah dilakukannya pada malam Minggu kemarin saat komunikasi berlangsung. Atau memikirkan rencana untuk menonton serial sinetron di televisi saat sedang terjadi pembicaraan. Makin sibuk orang dengan masalah eksternal, semakin tidak efektif dalam mendengarkan.

Merekonstruksi pesan yang disampaikan orang lain sesuai dengan sikap, prasangka, kebutuhan, dan nilai sendiri juga menghambat proses mendengarkan. Orang yang memiliki prsangka dan nilai negatif terhadap politik dan kekuasaan akan mengabaikan apa pun yang disampaikan seorang pejabat atau politisi. Orang bisa duduk manis ketika seorang pejabat berpidato, tetapi sesungguhnya ia tidak mendengarkan.

Bisa juga orang tidak mendengarkan apa yang disampaikan orang lain, karena posisi kawan-lawan. Jika seseorang menganggap pembicara adalah seorang yang jahat, rakus, dan menindas maka pembicara akan diposisikan sebagai lawan. Dan orang tak akan pernah mendengarkan apa pun yang disampaikan pembicara. Sebaliknya, jika pembicara dianggap sebagai kawan yang baik, ramah, sopan, dan dermawan, maka orang akan mendengarkan dengan serius.

Pendengar yang Buruk

Setiap komunikasi tentunya menghendaki adanya respons. Namun tidak semua orang akan memberi tanggapan yang sama terhadap pesan komunikasi. Mendengarkan merupakan salah satu hal yang akan menentukan ragam respons komunikasi itu.

Robert L.Montgomery (1983) membuat kategori pendengar yang buruk dan yang baik dalam proses komunikasi. Pendengar yang buruk memiliki ciri selalu menyela ketika orang lain sedang berbicara. Kalau pun ia mendengarkan, biasanya akan mengambil kesimpulan secara tergesa-gesa.

Secara nonverbal, pendengar yang buruk biasanya kurang memperhatikan saat orang lain sedang menyampaikan pembicaraan. Ekspresi matanya menatap keliling ruangan dan sikapnya kurang baik. Bahkan ada pendengar yang bersikap gelisah dengan memainkan pena, pensil, atau jepitan kertas.

Membuat catatan penting dalam sebuah pertemuan memang diperlukan. Namun mencatat segala-galanya dianggap sebagai pendengar yang buruk. Apalagi, apa pun yang disampaikan pembicara dicatat, namun tidak memberikan tanggapan apa pun kepada pembicara.

Pendengar yang Baik

Berdasarkan daftar pertanyaan yang diajukan Montgomery terhadap berbagai kelompok responden diperoleh beberapa ciri pendengar yang baik. Biasanya pendengar yang baik akan memandang orang lain ketika orang tersebut sedang berbicara. Perhatiannya kepada pembicara ditunjukkan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik pembicaraan.

Pendengar yang baik akan memberikan perhatian yang besar kepada pembicara, tidak menyela pembicaraan, serta tidak mendorong pembicara untuk lebih cepat. Memang diperlukan ketenangan dan kesabaran sebagai pendengar yang baik.

Reaksi nonverbal juga ditunjukkan oleh pendengar yang baik. Beberapa reaksi nonverbal yang dapat mencerminkan pendengar yang baik, antara lain dengan menganggukkan kepala, memberikan senyuman, atau mengerutkan dahi.

Mendengarkan adalah cara terbaik bagi orang untuk dapat memahami orang lain. Namun tidak setiap orang mampu menjadi pendengar yang baik; entah karena munculnya hambatan maupun keengganan orang untuk mendengarkan. Menjelang Pemilihan Umum 2024, sebuah usaha bisnis kaos di media online membuat disain kaos bertuliskan: “Minta Dipilih, Minta Didengar. Sudah Terpilih, Lupa Mendengar”. Entah kepada siapa pesan dalam tulisan itu dialamatkan.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Fungsi Komunikasi dalam Tradisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Ni Ketut Yudhani | Drama Gong Kehilangan “Permaisuri”

Next Post

Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co