13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendengarkan dalam Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
October 10, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

MENDENGARKAN adalah aktivitas yang dilakukan orang setiap hari. Sebagaimana berbicara, mendengarkan adalah kegiatan komunikasi yang melibatkan hubungan dua atau banyak orang.

Ada perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Mendengar adalah proses sensorik untuk menangkap bunyi di telinga. Mendengar bersifat pasif, seperti mendengar bunyi klakson mobil di jalan.

Sedangkan mendengarkan bersifat aktif, yaitu memahami, memaknai, dan menghayati pesan yang disampaikan orang lain. Oleh sebab itu dibutuhkan perpaduan antara kemampuan auditif dan kognitif; antara pendengaran dan pemikiran.

Mendengarkan dianggap sebagai keterampilan berkomunikasi yang semestinya dapat dilakukan oleh setiap orang. Kecuali penyandang tunarungu yang memiliki cara mendengar dan mendengarkan tersendiri, baik dengan bahasa isyarat maupun alat bantu.

Komunikasi memang selalu melibatkan dua pihak, yaitu pembicara dan pendengar. Kegagalan komunikasi bisa datang dari pembicara maupun pendengar. Pembicara yang gagal akan berdampak pada pemahaman komunikasi yang keliru. Sedangkan kegagalan dalam mendengarkan akan berakibat efek komunikasi yang menyimpang.

Mendengarkan tidak sebatas pada komunikasi interpersonal. Dalam komunikasi bisnis dan politik juga sangat diperlukan kemampuan mendengarkan. Pengusaha harus selalu mendengarkan keluhan konsumen agar dapat memperbaiki kualitas produknya.

Industri pariwisata harus mendengarkan keluhan wisatawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Begitu pun politisi, mesti rajin mendengarkan suara rakyat agar bisa membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan mendengarkan dengan baik. Orang sibuk ingin menjadi pembicara yang andal. Banyak pebisnis dan politisi yang ingin menjadi penjual gagasan terbaik, tapi lupa untuk menjadi pendengar yang baik.

Hambatan Mendengarkan

Komunikasi yang efektif akan terjadi jika apa yang disampaikan orang dapat dipahami oleh orang lain. Dengan kata lain, apa yang dibicarakan orang dapat didengar orang lain. Persoalannya tentu tidak semudah itu, karena banyak hambatan dalam proses mendengarkan.

Hambatan mendengarkan bisa datang dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal bersumber dari diri sendiri. Penghambat paling serius dan paling merusak dalam mendengarkan yang efektif adalah kecenderungan orang untuk menjadi sibuk dengan diri sendiri (DeVito, 1997).

Orang hanya memusatkan perhatian pada tindakan sendiri saat berkomunikasi dengan orang lain. Orang yang sibuk dengan diri sendiri disebabkan oleh kehendaknya untuk berperan sebagai pembicara. Sehingga orang sedari awal sibuk untuk menyiapkan dan memikirkan apa yang akan ia katakan untuk menjawab pembicara. Pada saat seperti ini biasanya orang tidak akan memperhatikan apa yang dibicarakan orang lain.

Faktor eksternal merupakan tendensi orang untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang tidak relevan dalam berinteraksi. Orang memikirkan apa yang telah dilakukannya pada malam Minggu kemarin saat komunikasi berlangsung. Atau memikirkan rencana untuk menonton serial sinetron di televisi saat sedang terjadi pembicaraan. Makin sibuk orang dengan masalah eksternal, semakin tidak efektif dalam mendengarkan.

Merekonstruksi pesan yang disampaikan orang lain sesuai dengan sikap, prasangka, kebutuhan, dan nilai sendiri juga menghambat proses mendengarkan. Orang yang memiliki prsangka dan nilai negatif terhadap politik dan kekuasaan akan mengabaikan apa pun yang disampaikan seorang pejabat atau politisi. Orang bisa duduk manis ketika seorang pejabat berpidato, tetapi sesungguhnya ia tidak mendengarkan.

Bisa juga orang tidak mendengarkan apa yang disampaikan orang lain, karena posisi kawan-lawan. Jika seseorang menganggap pembicara adalah seorang yang jahat, rakus, dan menindas maka pembicara akan diposisikan sebagai lawan. Dan orang tak akan pernah mendengarkan apa pun yang disampaikan pembicara. Sebaliknya, jika pembicara dianggap sebagai kawan yang baik, ramah, sopan, dan dermawan, maka orang akan mendengarkan dengan serius.

Pendengar yang Buruk

Setiap komunikasi tentunya menghendaki adanya respons. Namun tidak semua orang akan memberi tanggapan yang sama terhadap pesan komunikasi. Mendengarkan merupakan salah satu hal yang akan menentukan ragam respons komunikasi itu.

Robert L.Montgomery (1983) membuat kategori pendengar yang buruk dan yang baik dalam proses komunikasi. Pendengar yang buruk memiliki ciri selalu menyela ketika orang lain sedang berbicara. Kalau pun ia mendengarkan, biasanya akan mengambil kesimpulan secara tergesa-gesa.

Secara nonverbal, pendengar yang buruk biasanya kurang memperhatikan saat orang lain sedang menyampaikan pembicaraan. Ekspresi matanya menatap keliling ruangan dan sikapnya kurang baik. Bahkan ada pendengar yang bersikap gelisah dengan memainkan pena, pensil, atau jepitan kertas.

Membuat catatan penting dalam sebuah pertemuan memang diperlukan. Namun mencatat segala-galanya dianggap sebagai pendengar yang buruk. Apalagi, apa pun yang disampaikan pembicara dicatat, namun tidak memberikan tanggapan apa pun kepada pembicara.

Pendengar yang Baik

Berdasarkan daftar pertanyaan yang diajukan Montgomery terhadap berbagai kelompok responden diperoleh beberapa ciri pendengar yang baik. Biasanya pendengar yang baik akan memandang orang lain ketika orang tersebut sedang berbicara. Perhatiannya kepada pembicara ditunjukkan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik pembicaraan.

Pendengar yang baik akan memberikan perhatian yang besar kepada pembicara, tidak menyela pembicaraan, serta tidak mendorong pembicara untuk lebih cepat. Memang diperlukan ketenangan dan kesabaran sebagai pendengar yang baik.

Reaksi nonverbal juga ditunjukkan oleh pendengar yang baik. Beberapa reaksi nonverbal yang dapat mencerminkan pendengar yang baik, antara lain dengan menganggukkan kepala, memberikan senyuman, atau mengerutkan dahi.

Mendengarkan adalah cara terbaik bagi orang untuk dapat memahami orang lain. Namun tidak setiap orang mampu menjadi pendengar yang baik; entah karena munculnya hambatan maupun keengganan orang untuk mendengarkan. Menjelang Pemilihan Umum 2024, sebuah usaha bisnis kaos di media online membuat disain kaos bertuliskan: “Minta Dipilih, Minta Didengar. Sudah Terpilih, Lupa Mendengar”. Entah kepada siapa pesan dalam tulisan itu dialamatkan.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Fungsi Komunikasi dalam Tradisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Ni Ketut Yudhani | Drama Gong Kehilangan “Permaisuri”

Next Post

Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Sisyphus Game dan Dewa Khayali Itu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co