30 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Workshop Musik dan Tari Tradisional Manggarai | Catatan dari Bali Nata Bhuwana II di Labuan Bajo, 8 November 2023

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
November 8, 2023
in Khas
Workshop Musik dan Tari Tradisional Manggarai | Catatan dari Bali Nata Bhuwana II di Labuan Bajo, 8 November 2023

Kegiatan Workshop Tari | Sumber. Dokumentasi I Nyoman Mariyana, tahun 2023

MUSIK tradisional adalah musik yang hidup di suatu daerah yang dipengarui oleh tiga hal yakni; seniman, musik itu sendiri, dan masyarakat penikmatnya. Musik Manggarai, musik yang hidup secara turun-temurun di masyarakat dan difungsikan untuk upacara adat serta sarana hiburan.

Alat musik Manggarai berupa Gendang dan Gong. Alat musik ini apabila dimainkan harus melalui proses ritual. Instrument Gendang yang ada pada musik etnik

Di Manggarai dikenal dengan dua jenis Gendang, yakni Tutung: gendang utama yang dimainkan sebagai pembuka musik, dan Oreng; dua jenis Gendang yang dimainkan sebagai pola ritmis dan penanda dinamika musik yang dimainkan. Gendang dibuat dari kayu berongga dan berselaput dari kulit kambing atau rusa pada salah satu bagiannya.

Menurut Felix Edon, salah satu seniman professional yang berasal dari Manggarai, alat musik Gendang ini merupakan alat musik sakral hanya boleh digunakan pada upacara adat seperti Penti, pesta sukuran, Congko Langka; upacara penyucian diri dari kotoran dengan sarana kerbau. Kerbau pilihan sesuai dengan jenis upacara dan jenis kerbau yang ditentukan.

Upacara Wagal; tradisi meminang/pernikahan. Roko Molas Poco; upacara yang digelar dalam proses pembangunan rumah. Upacara ini dilaksanakan saat pemilihan kayu bahan rumah dengan prosesi ritual yang diarak dari hutan. Ada seorang gadis duduk di atas kayu yang diarak. Penyimpanan alat musik Gendang ini hanya boleh di rumah Gendang (rumah utama dalam kampung adat Manggarai).

Angelina Ayuni Praise, Alumni IKJ 2020, menambahkan, pada penyajian musik Manggarai, apabila digunakan sebagai pengiring musik ritual, pemain kendangnya dimaikan oleh para wanita. Selain memberikan daya tarik secara visual dari para pemainnya, hal itu juga menambah kesan estetisnya. Akan tetapi, kalau difungsikan untuk hiburan, bisa dimainkan oleh laki-laki.

“Permain instrument Gong pada music etnik Manggarai dimainkan dengan diayun sambil memukul. Hal itu juga bertujuan untuk menambah estetika,” kata Angelina Ayuni Praise.

Seiring berjalannya waktu, perlahan alat musik ini sudah bisa digunakan pada acara-acara di luar kampung adat seperti di gereja sebagai pengiring lagu-lagu inkulturasi dan sebagai sarana Pendidikan di sekolah-sekolah. Perkembangan yang terjadi hingga kini, alat musik Gendang dan Gong ini sudah beredar semakin luas. Sanggar-sanggar di Manggarai telah banyak memiliki alat music ini.

“Mereka memperlakukan alat ini masih tetap sama. Apabila dimainkan untuk upacara adat, ada prosesi ritual yang dilalui dengan menghaturkan darah ayam,,” kata Felix Edon.

Felix Edon adalah seorang pensiunan kepala bagian di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Manggarai, yang saat ini melanjutkan tugasnya sebagai praktisi budaya di Manggarai.

Gambar 1. Kegiatan Workshop Musik Tradisional Manggarai | Sumber. Dokumentasi I Nyoman Mariyana, tahun 2023

Felix Edon juga menyebutkan, di wilayah Todo Manggarai, terdapat Gendang yang berasal dari kulit wanita yang sudah meninggal. Cerita ini menjadi mitologi yang dipercaya karena hingga saat ini, alat musik itu masih terjaga dan tersimpan dengan baik. Apabila ingin melihatnya, ada prosesi ritual telebih dahulu. Wilayah Todo adalah ibukota pertama Manggarai, selanjutnya berkembang menjadi tiga kabupaten; Manggarai Barat, Manggarai Tengah dan Manggarai Timur.

Secara musikalitas, dalam permainan musik di Manggarai, terdapat 7 jenis irama yang ada dalam pernyajian musiknya, diantaranya;

1. Takitu

Irama ini biasanya dimainkan sebagai irama pemula dari seluruh rangkaian acara. Mulai dibunyikan pada pagi hari sebagai pertanda acara di kampung itu hendak dimulai. Maka para warga sudah mulai bergegas untuk turun ke halaman untuk menyambut tamu undangan. irama ini juga pemberi isyarat bahwa di kampung itu akan ada acara atau akan ada tamu penting. Keunikan pada irama ini adalah pukulan gong yang bertalu-talu  4 – 8  gong. Setiap gong dipukul oleh satu orang dengan baris berderet. Biasanya dimainkan oleh wanita.

2. Concong

Iriama ini bertempo lambat dan sedang. Irama ini bisa digunakan sebagai iringan Tari Raga-Sae. Raga; gerak tari laki-laki, dan Sae; gerak tari perempuan.

3. Kedendik

Pemain Caci sudah masuk ke kampung. Permainan tuan rumah dengan tamu. Dimainkan dengan menggabungkan kedua kendang menjadi 1 antara kendang Tutung dan Oreng, dimainkan dari sisi kiri dan kanan dalam tempo cepat. Berfungsi sebagai penyemangat.

4. Ndundundake

Irama yg berfungsi sebagainiringan tari.

5. Mbata

Irama yg digunakan sebagai iringan musik vokal pada malam hari. Sanda nyanyi keliling tanpa musik hanya dengan hentakan kaki. Cako.

6. Redep

Irama yg digunakan sebagai iringan tari dalam tempo sedang.

7. Tako Latung Data

Irama transisi pada tarian. Pola irama ini disesuaikan dengan gerak tari. Apa bila penari mundur dan maju, ada pola tersendiri yang dimainkan.

Gambar 2. Kegiatan Workshop Tari | Sumber. Dokumentasi I Nyoman Mariyana, tahun 2023

Fungsi alat musik Etnik Manggarai

1. Gendang  sebagai alat musik utama pada upacara adat

2. Gong ; berpasangan dengan gendang

3. Tambur; sebagai musik petanda perang

4. Sunding; menyerupai alat musik tiup dengan sistim nada penta tonik. Sebagai alat musik hiburan. Biasanya dimainkan di pagi hari atau malam hari.

5. Cakatinding; alat musik dari bambu

6. Cakatonda; alat musik berbilah darinkayu menyerupai kolintang

7. Juk; alat musik petik

8. Biola; alat musik gesek yang terbuat dari kayu nara. Alat geseknya terbuat dari ekor kuda.

9. Gambus; alat musik pesisir

Gambar 3. Penyerahan Tanda Penghargaan Oleh Rektor ISI Denpasar Kepada Narasumber Workshop | Sumber. Dokumentasi I Nyoman Mariyana, tahun 2023

Angelina Ayuni Praise, adalah seniman muda Manggarai yang menekuni seni Tari. Sejak lulus Sarjana Seni (S1) di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 2020, dia mengabdikan diri sebagai guru Tari di SMK Negeri 3 Komodo. Tekadnya yang kuat untuk mengembangkan kesenian daerahnya, mendorong anak-anak muda untuk menekuni dan mencintai kesenian yang diwarisi kini.

Pengembangan seni khususnya seni tari ia tekuni guna lebih mengembangkan potensi seni yang ada.

Dengan keindahan alam yg ada di Labuan Bajo sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi wahana kreativitas seni berbasis kearifan lokal Manggarai. Pengembangan musik etnik Manggarai dilakukan dengan pengembangan alat-alat musiknya tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Tradisi menjadi dasar pengembangan kreativitas untuk melahirkan karya-karya baru bernafaskan adat Menggarai.  [T]

Ragam Seni Sasak untuk Pagelaran Kolosal Pesona Mandalika | Dari FGD ISI Denpasar dan ITDC Mandalika
Mekare-Kare di Desa Tenganan Pegringsingan, Ritus Adat Sarat Makna
“Tarian di Antara Hujan” | Catatan Ngayah ISI Denpasar pada Upacara Betara Turun Kabeh  di Pura Besakih
Tags: Manggaraiseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Next Post

Tiga Film Berbasis Jawa Kuna Didiskusikan dalam Cāyārupa di Unit Lontar Universitas Udayana

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Film Berbasis Jawa Kuna Didiskusikan dalam Cāyārupa di Unit Lontar Universitas Udayana

Tiga Film Berbasis Jawa Kuna Didiskusikan dalam Cāyārupa di Unit Lontar Universitas Udayana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana
Ulas Rupa

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

by Hartanto
August 29, 2026
Telenovela
Esai

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

by Angga Wijaya
August 29, 2026
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar
Pendidikan

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

by Sugi Lanus
August 29, 2026
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka
Khas

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
Kemarau di Kalianget
Buku Tatkala

Kemarau di Kalianget

Judul: Kemarau di Kalianget Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Luh Arik Sariadi ISBN: Masih dalam proses Tebal: 145 halaman...

by Buku Tatkala
August 28, 2026
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co