23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empati dalam Komunikasi Lintas Budaya

Chusmeru by Chusmeru
October 18, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KOMUNIKASI lintas budaya tidak selamanya berjalan mulus. Apalagi jika melibatkan orang dengan latar belakang negara, etnis, agama, dan budaya yang berbeda. Prasangka dan kecurigaan kerap mewarnai proses komunikasi lintas budaya.

Namun benarkah komunikasi lintas budaya begitu sulit diwujudkan? Sejauh mana empati berperan mengatasi kendala komunikasi lintas budaya? Berikut beberapa contoh kasus yang menggambarkan betapa empati masih mampu ditunjukkan orang ketika berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda latar belakangnya.

Tanggal 26 Mei 2022 Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hanyut saat berenang di sungai Aaree, Bern, Swiss. Jenazah Eril baru ditemukan pada tanggal 8 Juni 2022 di Bendungan Engehalde, Swiss. Penemunya seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Bern bernama Geraldine Beldi.

Guru itu setiap hari berjalan kaki melintasi bendungan di mana jenazah Eril ditemukan. Setelah mendengar berita di media tentang hanyutnya anak Gubernur Jawa Barat, Geraldine Beldi selalu melihat ke sungai setiap berangkat ke sekolah; hingga akhirnya ia mendapati jasad Eril di bendungan.

Apa yang dilakukan guru SD itu sungguh luar biasa. Ia menunjukkan empati yang dalam atas hilangnya anak Ridwan Kamil. Sebuah empati yang lintas negara dan lintas budaya.

Contoh berikutnya, sebanyak 32 biksu dari Thailand, Malaysia, dan Singapura melakukan ritual perjalanan thudong menuju Candi Borobudur. Mereka berjalan kaki ribuan kilometer untuk melaksanakan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak tanggal 4 Juni 2023.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju ke Candi Borobudur, para biksu mendapat sambutan meriah masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang suku dan agama. Semua menyambut dengan ramah dan gembira.

Dalam catatan Antaranews.com, 1 Juni 2023,  masyarakat Indonesia menyambut para biksu dengan berbagai cara, baik minuman maupun makanan; bahkan ada yang memberikan pijatan. Para biksu pun balik menyapa dengan ucapan “Assalamualaikum”.

Para biksu mengaku terharu dan tak menyangka bahwa kehadirannya amat dinantikan. Mereka berjanji akan menceritakan ke segala penjuru dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persaudaraan.

Apa yang dilakukan masyarakat Indonesia terhadap para biksu, dan apa yang juga ditanggapi oleh para biksu adalah bentuk empati lintas budaya yang luar biasa. Para biksu yang beragama Budha bisa diterima dan disambut secara meriah oleh umat Muslim dan Kristiani di Indonesia.

Video di YouTube yang diunggah tanggal 15 Juni 2023 viral di dunia maya. Ria, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jepang yang berhijab pingsan saat kegiatan festival olah raga di sekolah. Ria adalah anak dari seorang ayah warga Lombok, Indonesia, yang menikah dengan wanita Jepang.

Teman-teman sekolah Ria membuat barikade menutupi Ria yang sedang mendapat pertolongan, karena hijabnya harus dilepas. Mereka melarang orang lain untuk mengambil gambar Ria saat mendapatkan pertolongan. Apa yang dilakukan siswi-siswi SMP di Jepang itu merupakan empati terhadap orang lain yang berbeda keyakinan dan budaya.

Empati Lintas Budaya

Empati merupakan strategi komunikasi yang dianggap paling tepat untuk memahami realitas keberagaman dan asumsi perbedaan. Empati adalah partisipasi emosional dan intelektual secara imajinatif pada pengalaman orang lain (Milton J.Bennet, 1972).

Dalam empati lintas budaya, orang bukan sekadar menempatkan diri pada posisi orang lain,tetapi juga berpartisipasi pada pengalaman budaya orang lain. Orang harus memasuki kepala dan hati orang lain, berpartisipasi dalam pengalamannya seolah benar-benar menjadi orang lain.

Empati merupakan keterampilan yang dapat dipelajari setiap orang. Salah satu cara mengembangkan empati lintas budaya adalah dengan mengasumsikan adanya perbedaan. Ketika orang sadar bahwa budayanya berbeda dengan orang lain, maka ia akan berusaha untuk berpartisipasi dalam budaya orang lain.

Para siswi SMP di Jepang tahu betul bahwa budaya mereka dengan Indonesia berbeda. Dan ketika seorang siswi yang berlatar belakang budaya Indonesia mengalami musibah, mereka mencoba untuk berempati dengan masuk ke dalam pengalaman budaya Indonesia.

Langkah lain untuk mengembangkan empati adalah dengan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Banyak orang merasa enggan untuk berempati lintas budaya dengan alasan takut kehilangan nilai-nilai dan keyakinannya.

Oleh sebab itu diperlukan pemahaman dan pengenalan terlebih dahulu terhadap buaya sendiri. Sehingga ketika orang berkomunikasi secara budaya dengan orang lain, tidak muncul ketakutan kehilangan identitas budayanya.

Menyoal Indonesia

Seorang peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengamcam warga Muhammadiyah yang merayakan Idul Fitri berbeda dengan Pemerintah saat Lebaran tahun 2023. Ancaman yang kemudian viral di media sosial itu berujung pada laporan kepada kepolisian. Penelitin BRIN itu pun ditangkap dan harus mendekam dalam penjara.

Menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 terjadi penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu calon gubernur. Kelompok yang menolak Ahok menganggapnya tidak layak memimpin DKI Jakarta karena latar belakang etnis dan agama yang berbeda dengan kelompok itu.

Sekelompok massa melakukan perusakan terhadap persiapan acara tradisi Sedekah Laut di Pantai Baru, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 12 Oktober 2018. Kelompok yang mengatasnamakan satu agama tertentu menentang pelaksanaan sedekah laut yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama kelompok itu. Padahal tradisi itu sudah digelar dari tahun ke tahun.

Tiga contoh kasus itu menggambarkan betapa persoalan empati budaya di Indonesia masih menjadi “pekerjaan rumah” yang besar. Kasus-kasus serupa hampir setiap tahun muncul di republik yang multikultural, multietnik, dan multiagama ini.

Jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang maju dan besar di tengah peradaban global, maka diperlukan kemampuan membangun empati lintas budayanya. Jurnalis dan kritikus film Amerika Roger Ebert mengatakan, empati akan menjadi kualitas peradaban yang penting.

Tampaknya Indonesia memang belum selesai untuk persoalan komunikasi lintas budaya. Masih diperlukan proses panjang untuk belajar berempati terhadap agama, etnis, dan budaya sesama anak bangsa.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Mendengarkan dalam Komunikasi
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Pesan Komunikasi itu Bernama Puisi
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam I Made Subandi : Dia Tidak Benar-benar Meninggalkan Kita

Next Post

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Cara Manusia Menyimpulkan Sesuatu dan Bagaimana Memanfaatkannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co