24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setelah 14 Semester, Akhirnya Saya Diwisuda

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
August 27, 2023
in Esai
Setelah 14 Semester, Akhirnya Saya Diwisuda

Yudi Setiawan foto bersama teman-temannya seusai wisuda | Foto: Dok. Yudi

SETIAP BULAN Agustus, Gedung Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (selanjutnya ditulis Undiksha), Singaraja, Bali, terlihat lebih ramai, tak seperti biasanya. Selain ramai karena penerimaan mahasiswa baru, juga acara wisuda. Kedua momen kontradiktif itu memang selalu hadir hampir bersamaan. Tapi memang begitulah hidup: ada yang masuk, harus ada yang keluar.

Tahun ini, tercatat sebanyak 2.975 mahasiswa baru (maba) yang sudah sah menjadi bagian dari civitas Undiksha. Sementara itu, sebanyak 1.510 mahasiswa yang terdiri dari jenjang Diploma III, S1, S2, dan S3, dengan berbagai program study, resmi “dikeluarkan”—oh, maksud saya, diwisuda.

Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, saat ini Undiksha mempunyai belasan ribu mahasiswa aktif. Hal tersebut sontak mendapat tepuk tangan yang meriah dari para wisudawan dan orang tua wisudawan yang menghadiri prosesi sakral dan mengharukan sekaligus membahagiakan tersebut.

Akan tetapi, Prof. Lasmawan tetap tak merasa bangga akan hal itu, karena menurutnya masih ada beberapa program study yang minim peminat. Pak Prof mengatakan, banyak mahasiswa dari luar Singaraja seperti dari Bangli, Denpasar, atau Karangasem, lebih memilih kampus Undiksha di Singaraja daripada Undiksha di Denpasar.

“Padahal, Undiksha Denpasar akan dijadikan ‘wajah’ awal kemajuan dari Undiksha,” imbuhnya, pada saat memberikan sambutan Wisuda ke-71 Periode Agustus 2023 di Auditorium Undiksha, Jumat (25/8/2023).

Ya, saya tahu Pak Rektor mengatakan demikian sebab saat itu saya memang ada di depannya—jarak kami hanya sepelemparan ludah. Loh, berarti kamu ikut diwisuda? Lah, tentu saja, makanya saya menulis esai ini.

Tetapi, terlepas dari itu, semua orang yang hadir di gedung auditorium kemarin memang tampak memancarkan rasa bahagia dari wajah mereka dan rasa haru yang ditunjukkan orang tua wisudawan ketika anaknya berhasil meraih gelar sarjana maupun diploma.

Dan tentu, kebahagiaan bukan hanya milik mereka saja, vibrasi kebahagiaan juga terlihat pada mereka yang berjualan buket bunga, tukang foto dan pedagang-pedagang makanan yang berjajar di sekitar lingkungan Auditorium Undiksha. “Berkah wisuda,” kata seorang penjual.

Berkah itu tampak dari banyaknya wisudawan yang menenteng buket-buket bunga, antrean panjang di stand-stand foto dan para orang tua yang hilir mudik untuk berbelanja sudah cukup menjelaskan kalau para pedagang musiman ini sedang kebanjiran rejeki, atau bahasa trend-nya sekarang sedang full senyum.

***

Momen wisuda adalah momen yang membahagiakan, meski mungkin juga menyesakkan. Membahagiakan bagi wisudawan dan keluarganya; menyesakkan bagi mereka yang masih kesulitan menyelesaikan tugas akhirnya.

Setelah melewati proses panjang mengerjakan skripsi yang njelimet dan menguras begitu banyak energi plus materi, pada tanggal 25 Agustus 2023 kemarin, akhirnya saya diwisuda. Artinya, sekarang saya sudah sah menjadi seorang sarjana yang insya Allah akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Darma Perguruan Tinggi—kalau lupa mohon diingatkan.

Harus saya akui, salah satu hal yang menjadi pemantik saya untuk segera menyelesaikan tugas akhir adalah esai pertama saya yang berjudul Saya Belum Lulus, dan Itu Pilihan Saya—yang sangat problematik itu. Bagaimana tidak, berkat esai tersebut saya berhasil lolos dari jurang drop out (D.O).

Ya, hampir—dan nyaris—gelar pendidikan saya berada di depan nama, bukan di akhir. Bukan Yudi Setiawan, S.Pd melainkan D.O Yudi Setiawan. Rasanya tidak lucu kalau itu sampai benar-benar terjadi. Tetapi, setelah esai itu terbit, syukur saya masih diberi kesempatan, meski hanya tiga bulan untuk merampungkan—bagi saya itu bukan persoalan mudah sebab saat itu saya sudah semester 14.

Memang benar, saya merampungkan skripsi di ujung tanduk semester dengan penuh kesadaran. Tetapi saya sarankan, bagi kalian yang mempunyai niatan lulus sampai semester terakhir, mending dipikir-pikir ulang. Sebab, seperti kata Dilan, tokoh besutan Pidi Baiq, “Ini berat, kau tak akan kuat. Biar aku saja”. Ya, memang benar-benar berat dan harus kerja ekstra untuk menyelesaikannya.

Ketika melihat teman sudah pakai toga, sebagian sudah kerja, dan sebagian lagi sudah punya anak dua, kenapa saya masih begini-begini saja? Pertanyaan itu bak hantu yang akan mengganggu setiap waktu. Maka dari itu, saya putuskan untuk berani mengambil risiko datang ke kampus untuk melanjutkan skripsi yang sebelumnya nyaris tak tersentuh—bahkan nyaris melupakan, meski tak benar-benar bisa terlupakan.

Awalnya saya berpikir skripsi itu hanya sebatas karya ilmiah, yang akan diujikan sebagai standar kelulusan seorang mahasiswa, dan ketika ujiannya lulus maka mahasiswa dapat segera mendaftar wisuda. Tapi ternyata tidak demikian, lebih dari itu, proses wisuda adalah jalan panjang itu sendiri.

Setelah selesai ujian skripsi dan dinyatakan lulus, nyatanya saya tidak bisa langsung mendaftar wisuda, saya harus memperbaiki skripsi yang penuh dengan revisi terlebih dahulu. Dan pada saat hasil revisi sudah disetujui dosen pembimbing dan penguji, selanjutnya saya harus dihadapkan dengan ribetnya ketika cek plagiasi atau turnitin (plagiarism checker)—pada tahap ini rasanya memang sangat mendebarkan.

Selesai cek plagiasi, ada tahap lain yang tak kalah njelimet, yaitu repository atau tahap pengunggahan skripsi di ruang digital (sistem perpustakaan) lembaga. Selain itu, kelengkapan administrasi lainnya juga memaksa saya harus mengurangi jatah tidur untuk beberapa minggu.

Bayangkan saja, tekanan semester 14 dengan bayangan drop out setiap hari, harus menghadapi administrasi yang sangat ribet, benar-benar membuat saya lempuyengan, seperti ayam aduan yang memaksa berdiri meski tahu jalu lawan terlihat lebih kokoh.

Tetapi, hal itu membuat saya sadar, bahwa untuk menyelesaikan skripsi—terutama bagi mereka yang berada di semester gawat seperti saya—hanya butuh dua hal. Pertama, harus bisa menurunkan ego; dan kedua, harus bisa menghilangkan rasa malu.

Menurunkan rasa ego maksudnya mau menerima masukan serta arahan dari dosen yang mungkin dulu kita pikir mereka kebanyakan ceramah. Ini adalah kunci. Dalam hal ini, saya pikir tak ada salahnya kita mengikuti apa yang dosen katakan, meski misalnya itu bertentangan dengan idealisme yang kita yakini. Kecuali memang kalian tidak mau lulus, tentu itu beda soal.

Kunci kedua adalah menghilangkan rasa malu untuk berani bertanya kepada siapapun pada saat skripsian, entah itu bertanya pada dosen atau juga pada adik tingkat. Langkah ini akan menyelamatkanmu dari pepatah tua “Malu bertanya sesat di jalan”. Bertanya kepada adik tingkat, misalnya, tidak membuat harga dirimu turun. Itu justru bisa saja membuat bebanmu terasa ringan, dadamu terasa lebih lega, dan jalanmu terlihat lebih terang. Tuhan menitipkan banyak petunjuk di dunia ini—dan itu bisa saja melalui adik-adik tingkatmu.

Rasanya dua hal itu sudah sangat cukup membantu. Oh iya, mungkin satu hal lagi yang perlu di ingat, yakni niat ingin lulus juga harus ada. Rasanya sangat susah kalau dalam proses menyelesaikan skripsi masih membawa rasa ego dan ideologis yang menggebu-gebu.

Hal itu bukannya membantu malah bisa menjadi hambatan bagi diri sendiri. Niat ingin lulus juga harus di wujudkan dengan rajin datang ke kampus untuk melakukan bimbingan kepada dosen pembimbing. Kalau niat saja tanpa ada aksi ya percuma. Dan saya tidak sedang omong kosong, sebab saya pernah mengalaminya.

Dan benar kata pepatah: badai pasti berlalu, meskipun dengan susah payah, akhirnya gelar sarjana sudah saya dapatkan.

Syahdan, dengan begitu, lagu Pidi Baiq yang berjudul Koboy Kampus—yang liriknya sangat mewakili kekhawatiran mahasiswa semester tua itu—sudah tidak relevan untuk saya nyanyikan sekarang.

Sekarang, cukup teman saya yang bernama Oktavian Aditya dan Addinu Farhan saja yang menyanyikannya—karena lagu itu masih sangat pantas mereka nyanyikan sebab mereka memang belum lulus. Ayo, lanjutkan lagi nyanyinya kawan!

Lalu kapan saya akan diwisuda?

Adik kelas sudah lebih dulu

Hati cemas merasa masih begini

Kawan baik sudah di D.O…[T]

Saya Belum Lulus, dan Itu Pilihan Saya
Kapan Wisuda, Masih Relevankah Ditanyakan?
Biar Telat Asal Ideal – [Catatan Wisuda Gita Wiastra, Suami Tercinta]
Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda
Jenis-Jenis Wisudawan dan Pekerjaan yang Tepat Ditekuni
Tags: mahasiswaSingarajaUndikshaWisuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kepemimpinan yang Strategis dan Populis Adalah Kunci

Next Post

Made’s Warung: Mempertemukan Bangsa-bangsa dan Ikon Kuliner Bali

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Made’s Warung: Mempertemukan Bangsa-bangsa dan Ikon Kuliner Bali

Made’s Warung: Mempertemukan Bangsa-bangsa dan Ikon Kuliner Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co