24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Biar Telat Asal Ideal – [Catatan Wisuda Gita Wiastra, Suami Tercinta]

Candra Puspita Dewi by Candra Puspita Dewi
December 2, 2019
in Esai
Biar Telat Asal Ideal – [Catatan Wisuda Gita Wiastra, Suami Tercinta]

Gede Gita Wiastra

Saya awali catatan ini dengan sebuah cerita ketika saya membantu Gita Wiastra menyusun tesis. (Saat itu masih pacaran, kini ketika dia diwisuda, Sabtu 30 November 2019 di Undiksha Singaraja, ia sudah berstatus suami saya).

Waktu itu saya disuruh Gita untuk bantu menyebar surat ke Kejaksaan Tinggi dan kantor-kantor polisi. Itu surat permohonan melaksanakan penelitian dan pengambilan data tesis. Sebelum berangkat, saya sudah ngeramal bakal dikata aneh oleh petugas-petugas di kejaksaan dan kantor polisi.

Sampai di sana, benar. “Mahasiswa hukum dari mana, Dik?” kata Bapak-Bapak di sana.

“Hehe. Mahasiswa Pendidikan Bahasa, Pak.” Saya bilang.

Saya bisa tebak pertanyaan berikutnya. Tanpa perlu menunggu pertanyaan, saya bilang, “Bahasa Forensik, Pak, yang akan diteliti.”

Napas Bapak-Bapak itu agak lega. Kedatangan surat penelitian Gita ke sana mulai diterima dan masuk akal. Dari obrolan petugas di sana, belum pernah memang, ada mahasiswa jurusan lain selain jurusan hukum yang ambil data penelitian di sana. Makanya saya dikira mahasiswa yang nyasar.

Tema penelitian Gita memang unik. Tentang Bahasa forensik yang tak banyak, bahkan mungkin belum ada penelitian serupa di Undiksha. Itu salah satu yang menyebabkan proses penelitiannya agak lambat.  

Selama proses pengerjaan tesis, Gita memang gak fokus. Banyak hal yang mesti dia urusi. Dari ngurus hal serius, semisal kerja. Lalu hal-hal ringan yang dibikin serius olehnya, semisal jadi moderator peluncuran buku, pentas musikalisasi puisi, setting panggung, nganter saya pentas ke Blitar, pacaran, kencan, liburan, malas-malasan, dan seterusnya, dan seterusnya.

Dalam segala hal, Gita memang selalu pengen yang bagus. Dalam pengerjaan apa pun termasuk dalam pengerjaan tesis ini. Karena masuk golongan manusia idealis, Gita gak pernah punya pikiran “yang penting hadir”, “yang penting ngasi”, “yang penting tampil, “yang penting buat”, “yang penting ngumpul”, “yang penting selesai”.

Baginya, mending gak usah kalau nanti hasilnya jelek. Ini jauh berbeda dengan pikiran dan sikap saya. Yang apa-apa selalu kanggo-kanggoin aja. “Yaa, kanggoin aja dah”.

Kalau udah kaya gitu, Gita selalu ngetawain saya. Tapi dari sana saya jadi paham, yang benar-benar selesai itu Gita. Saya, hanya seakan-akan saja.

Jadi, begini…

Banyak yang menilai kalau orang yang lulus kuliahnya lambat adalah orang bodoh. Ya itu penilaian yang sudah lumrah. Lumrah dilakukan oleh orang yang ga pernah merasakan bangku kuliah. Karena ga tahu rasanya bimbingan, ga tahu rasanya revisian. Atau mungkin dulu pernah kuliah, tapi kuliah tidak memberi pengaruh apa-apa untuknya,  termasuk cara pandangnya mengenai orang pintar.

Orang pintar bagi mereka hanya sebatas orang yang lulus kuliah saja, dalam tempo sesingkat-singkatnya. Udah kayak balapan. Udah kayak dikejar-kejar penjajah aja. Apa lupa negara sudah merdeka? Jadi, santai dong, Bro. Di negara yang sudah merdeka ini, Penjajah yang dimaksud bisa jadi adalah  orang tua yang ngomel-ngomel, karena sudah keduluan jahit baju setelan, dan ga sabar pakai baju itu untuk mengahadiri acara wisuda anaknya.

Ya meskipun memang  benar, ada orang yang ga lulus-lulus kuliah karena kemampuan mereka kurang. Sebenarnya tidak apa-apa sih, punya kemampuan yang kurang. Cuma jangan ditumpuk dengan kemalasan dong ya. Sudah bodoh, masak malas pula. Orang seperti ini sungguh tidak termaafkan. Saya bilang begitu, sebab banyak kok orang yang ga pintar-pintar amat bisa lulus kuliah tanpa ngaret. Jadi, coba aja mau rajin, pasti kebodohan akan tertutupi. Kan seneng tuh, kelihatan pinter. Cuma kelihatannya aja ya. Ga beneran.

Lalu di sisi yang lain, kita mesti membuka pikiran dan meluaskan pandangan bahwa ada kok orang yang lulus kuliahnya lambat bukan karena bodoh. Orang yang seperti ini saya sebut orang ideal. Yang apa-apa ingin bagus dan apa-apa ingin yang terbaik. Orang yang termasuk dalam golongan ini, tidak akan pernah berpikir yang penting datang, yang penting ngasi, yang penting tampil, yang penting buat, yang penting ngumpul, yang penting selesai. Bagi mereka, mending ga usah daripada hasilnya jelek. Tapi salah satu teman saya, yang tipenya idealis,  pernah terpaksa menyelesaikan skripsinya. memang benar skripsi selesai. Tapi, ia merasa kecewa dan sangat bersalah atas apa yang ia kerjakan.

Ini jauh berbeda dengan orang yang apa-apa kanggo, apa-apa kanggo. Baru bagus sedikit kanggo, baru jadi sedikit kanggo. Biasanya, mereka akan bilang, “Yaa segini aja dah.” atau “Yaa kanggoin aja dah.” Mereka sering berlindung dibalik kalimat, “Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali”. Lucunya orang tipe ini bisa-bisanya bangga atas hasil kerja mereka. Selain cepat bangga, orang tipe ini juga cepat merasa puas. Padahal yang mereka lakukan belum  maksimal. Belum seberapa.

Dari sana, sekali lagi saya harus katakana, bahwa saya jadi tahu, siapa sebetulnya yang benar-benar selesai,  siapa yang hanya seolah-olah saja selesai.

Selamat wisuda, suamiku tercinta… [T]

NB:

  • Gede Gita Wiastra adalah penulis tatkala.co, anggota Komunitas Mahima, Teater Kalangan, dan Ketua Komunitas Timpal Tatkala.


Tags: idealismePendidikanWisuda
Share199TweetSendShareSend
Previous Post

Tiga Tradisi Hitungan untuk Menghitung Datangnya Hujan di Bali

Next Post

Cerita Inspiratif Tentang Guru (Guru Saya)

Candra Puspita Dewi

Candra Puspita Dewi

Lulusan Undiksha Singaraja, kini jadi guru di Denpasar. Di sela mengajar, ia juga main teater di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Cerita Inspiratif Tentang Guru (Guru Saya)

Cerita Inspiratif Tentang Guru (Guru Saya)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co