2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Made’s Warung: Mempertemukan Bangsa-bangsa dan Ikon Kuliner Bali

Satria Aditya by Satria Aditya
August 27, 2023
in Khas
Made’s Warung: Mempertemukan Bangsa-bangsa dan Ikon Kuliner Bali

Peter dan Made saat membuka acara perayaan ulang tahun ke 54 Made;s Warung | Foto: Ist

SEMINYAK begitu padat malam itu, motor dan mobil tersendat-sendat di jalanan. Sedangkan riuh suara musik sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Dan di sana, di Made’s Warung, tamu-tamu mengular, memadati halamannya. Tamu-tamu tersebut sengaja diundang pada Anniversary Made’s Warung Seminyak ke-54, Sabtu (26/8/2023) malam.

Ketika masuk lebih ke dalam, karpet merah sudah tergelar. Tamu-tamu disambut dengan meriah. Riuh semakin terasa ketika sudah memasuki ruang jamuan. Di sana, sudah banyak tamu yang bercengkrama—seperti melepas kerinduan yang sudah lama tak bertemu.

Tepat seperti tema acara malam itu, “Flower Power Rendezvous”, wangi pertemuan dan kekuatan yang hangat. Meski sangat riuh dengan obrolan-obrolan dan musik, tetapi hangat kerinduan sangat terasa di sana.

Warung Made yang kini bernama Made’s Warung adalah warung tipat cantok kecil di pinggir jalan Kuta, dulu. Menurut penuturan Made Reymond, generasi ke-3 dari Made’s Warung, anak dari Made Masih, pencetus Warung Made ini sebenarnya adalah neneknya, Nengah Roti.

“Sebenarnya Warung Made sudah berdiri lebih dari 54 tahun. Tetapi ibu saya lahir tahun 54 jadi kita rayakan sejalan dengan itu,” tuturnya.

Pada tahun 1969, Ni Made Masih mewarisi sebuah warung kecil dari orang tuanya. Warung itu tepat berdiri di tepi jalan sekitar 500 meter dari Pantai Kuta. Menunya tak berbeda dari warung-warung tradisional Bali pada umumnya, yang menyediakan jajanan seperti kopi, pisang goreng, tipat cantok, dan camilan seperti kacangan-kacangan dan kerupuk.

Peter dan Made / Foto: Ist

Menurut cerita Ni Made Masih (69), sering dipanggil Bu Made, tahun 1970-an seiring dengan melejitnya Bali sebagai tujuan pariwisata yang eksotik, banyak kaum hippies yang datang sebagai wisatawan di Pantai Kuta.

Kaum hippies adalah orang-orang yang hidup nomaden, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, atau bisa sampai menjelajahi berbagai negara. Kaum ini muncul di pertengahn 1960-an, sejalan dengan kultur di Amerika Serikat.

Setelah para wisatawan puas berjemur sepanjang hari di pantai, mereka kemudian singgah dan makan di Made’s Warung. Sebagai sebuah warung, dalam pengertian sesungguhnya, makanan-makanan juga diletakkan di sebuah meja panjang dan para turis duduk di bangku panjang.

Bu Made, yang waktu itu memiliki kemampuan berbahasa Inggris terbatas berusaha mengajak mengobrol semua tamunya. Dari situ ia mulai tahu selera makanan para turis dari berbagai bangsa itu.

Berbekal informasi dari para turis, Bu Made mulai belajar membuat menu bernama jaffle, yang tak lain adalah roti panggang berisi pisang. Sebaliknya, para turis tak segan-segan mengajarkan bagaimana caranya membuat jaffle yang sesuai dengan selera mereka.

Komunikasi dua arah dalam prinsip sharing and making terus berjalan dengan sangat baik. Secara perlahan, menu-menu yang disajikan Warung Made terus bertambah. Bu Made selalu beroritentasi membuat para pelanggannya memperoleh kepuasan dan betah setiap kali singgah di warungnya.

Sharing and making itu juga terjadi antara Ni Made Masih dengan seorang wisatawan asal Belanda bernama Peter Steenbergen.

Menurut Bu Made, Peter mengajarkan banyak hal kepadanya, termasuk memasak menu-menu yang disukai para turis. Namun, meski begitu, Peter mengaku sangat menyukai puding ketan hitam buatan Made.

“Saya menemukan tempat bernama Warung Made di Kuta. Saya sedang duduk di sana dengan sedikit puding ketan hitam dan gado-gado. Di sana ada seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut yang panjang…” kata Peter seperti dalam wawancara dengan Expat (2012).

Peter dan Made kemudian menikah tahun 1974. Pernikahan ini ibarat representasi dari pertemuan bangsa-bangsa dari berbagai negara di Warung Made. Dengan konsep warung, para tamu di Warung Made bisa berbaur dengan tamu lain, yang sama sekali belum dikenalnya.

Suasana perayaan ulang tahun ke-54 Made’s Warung / Foto: Ist

“Di mana pun ada tempat kosong, bisa diisi dengan siapapun, karena memang ini warung. Di situlah kemudian mereka berkenalan,” kata Bu Made, Jumat (25/8/2023) di Kuta, Bali.

Di warung yang kemudian berubah nama menjadi Made’s Warung sejak membuka cabang baru di Seminyak tahun 1996 itu, orang-orang tidak hanya berteman, tetapi juga mengikat janji.

“Sudah banyak pasangan yang ketemunya di Warung Made, kemudian mereka memutuskan untuk menjadi suami-istri,” tutur Bu Made, sembari menyebut beberapa nama pasangan. Pasangan-pasangan ini, tambah Bu Made, umumnya sampai kini menjadi pelanggan tetap Made’s Warung.

Dan terkait menu-menu yang dibuat dan disarankan para turis, menurut Reymond, sampai sekarang masih ditanggapi seperti dulu. “Kami masih mengimplementasikan menu-menu yang mereka buat menjadi lebih baik di dapur kami. Kami mencampur makanan lokal dan manca negara di menu. Kalau kami memaksakan semuanya menu lokal, takutnya selera turis itu tak masuk di sini,” ujarnya.

54 Tahun Made’s Warung

Kini, Made’s Warung sudah berjalan selama 54 tahun, ketahanan yang fantastis untuk sebuah warung tradisional di tengah-tengah gemburan urbanisasi. Dan malam itu, warung legendaris tersebut, sekali lagi, menggelar perayaan ulang tahunnya dengan begitu meriah.

Saat itu acara di buka dengan beberapa tarian Bali. Para tamu undangan sangat antusias dan mungkin rasa kerinduan itu hadir saat melihat tarian-tarian Bali. Di tengah tarian itu, Ibu Made Masih dan suaminya Peter terlihat memasuki ruang perjamuan. Tamu-tamu berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Lantas, acara dibuka secara resmi oleh Bu Made dan Peter.

Tarian dan Fashion Show di perayaan ulang tahun ke-54 Made’s Warung / Foto: Ist

Setelah beberapa penampilan tarian Bali, dilanjutkan dengan Fashion Show yang sangat elegan. Tak sampai di sana, para tamu juga disuguhkan dengan penampilan guest star yang ternyata adalah Shanti, penyanyi bergenre pop dan R&B, yang tekenal dengan lagu Berharap Tak Berpisah itu.

Shanti menyanyikan beberapa lagu. Semua tamu bernyanyi, menari, dan meluapkan kegembiraan. Seperti tak mau kalah, dengan sangat enerjik Bu Made ikut bernyanyi dan menari bersama para tamu. Orang tua yang menyenangkan.

Sampai saat ini, Warung Made adalah salah satu restoran yang sangat terkenal. Beberapa cabang dibuka di Indonesia dan juga Belanda. “Kami membuka cabang sudah sampai Belanda. Di Amsterdam ada 2 restoran, Jakarta 2, Berawa, Seminyak dan Kuta, lalu di Airport 2 restoran di domestik dan internasinal,” terang Reymond.

Tak hanya turis yang berkunjung ke Warung Made, beberapa pejabat juga sering berkunjung ke sana. Menurut Reymond, Warung Madw juga punya langganan tetap, entah itu turis manca negara atau orang-orang lokal—bahkan dari zaman Soekarno sampai Joko Widodo, sudah sempat makan di restoran tersebut.

Shanti saat tampil di ulang tahun ke-54 Made’s Warung / Foto: Ist

Meskipun diselingi dengan beberapa menu internasional, Warung Made tetap menjaga menu-menu lokal Bali. Begitu pula menu dari awal berdirinya Warung Made, yang hanya warung pinggir jalan biasa dulunya. Bubur ketan hitam dan tipat cantok masih ada di menu kami, karena itu adalah ciri khas kami. Benar, itu termasuk tradisi yang harus dijaga.

“Bali bukan hanya soal Beach Club yang sudah banyak merebak sekarang, bukan soal gemerlap hiburan malam. Tetapi, Bali itu soal tradisi, maka dari itu kami tetap mempertahankan masakan lokal, tetap menampilkan tarian Bali, gambelan, dan sebagainya,” sambung Reymond.

Setelah wawancara itu, acara ditutup dengan penampilan terkahir, yaitu DJ Yogi & Jonny. Beberapa tamu terlihat meninggalkan tempat jamuan, sesekali menyalami Bu Made dan Peter sembari mengucapkan selamat atas Anniversary Warung Made yang ke 54 tahun ini.

Acara begitu meriah, begitu pula kerinduan-kerinduan para tamu dengan Warung Made dan obrolan-obrolan yang tak sempat dilanjutkan beberapa tahun lalu. Warung Made adalah representasi warung sederhana pinggir jalan yang sekarang hanya ada di desa-desa. Namun, pertemuan, obrolan, dan kekuatan yang ada di warung dulu tetap di pertahankan.

Ikon Kuliner Bali

Seperti yang sudah disinggung di atas, Made’s Warung telah berkembang ke berbagai tempat seperti Kuta, Seminyak, Benoa, Jakarta, dan Amsterdam. Restoran ini berkembang seiring dengan kemajuan dunia pariwisata Bali.

Meski telah memperkenalkan berbagai kuliner dunia seperti masakan Thailand dan Jepang, Made’s Warung tetap menjadi ikon kuliner Bali. Jika berkunjung ke Bali, para pelanggan tetap mencari menu “tradisional” seperti bubur ketan hitam dan tipat cantok masakan Bu Made.

Seiring berjalannya waktu, Made’s Warung menjadi identik dengan perjalanan dunia pariwisata Bali. Made’s Warung kini menjadi salah satu representasi dari Bali. Oleh sebab itu muncul ungkapan, belum lengkap mengujungi Bali jika tidak makan di Warung Made.

Kini, Warung Made di Kuta, tetap eksis di tengah-tengah gemuruh pariwisata Bali yang kian modern. Warung ini ibarat ikon kultural yang mengingatkan banyak orang, termasuk para wisatawan, bahwa Bali tumbuh di bawah tali persaudaraan yang kental; menerima siapa saja yang datang sebagai saudara dan teman. Ikatan semacam inilah yang menjadi rahasia yang membuat Made’s Warung tetap eksis dan bertahan lebih dari setengah abad.

Meski telah menjadi ikonik, Made’s Warung di bawah pengelolaan generasi baru, yang tak lain adalah anak-anak Bu Made, terus merambah dunia kuliner.

“Intinya, ini menyimbolkan pertemuan antar generasi: generasi terdahulu dan generasi terkini, di mana Warung Made terus bertumbuh dan berkembang,” ujar Bu Made.[T]

Tags: bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Setelah 14 Semester, Akhirnya Saya Diwisuda

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Puisi-puisi dari Rumah Sakit

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Puisi-puisi dari Rumah Sakit

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Puisi-puisi dari Rumah Sakit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co