4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
February 14, 2019
in Esai
Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Foto: Mursal Buyung

Berbicara tentang wisuda bagi mahasiswa yang lazimnya dikatakan semester akhir tentunya penuh rasa, pastinya ada rasa bahagia, dan ada rasa sedihnya.

Jika kita mengulas kembali pada saat kita memasuki awal kuliah, pastinya ada rasa bangga tersendiri, karena kita merasa kita mampu dan memiliki ilmu yang lebih daripada orang yang tidak kuliah, di satu sisi lain kita memiliki tanggungjawab yang lebih untuk mengemban selama beberapa tahun.

Di awal kuliah tepatnya semester satu bisa dikatakan masih kuliah santai, karena bisa dikatakan itu masih memperkenalkan mata kuliah dasar. Kemudian beranjak menuju semester-semester selanjutnya hingga semester enam, sudah mulai ada rasa yang lebih berbeda, bisa dikatakan mulai tidak santai lagi, karena semakin naik semester maka semakin banyak juga tanggungjawab yang diemban.

Dan sampai pada akhirnya beranjak memasuki semester tujuh, semester tujuh ini sudah bisa dikatakan semester tua, karena di semester tujuh ini sudah mulai mengambil mata kuliah yang dikatakan sebagai persyaratan lulus universitas strata satu, yakni “skripsi”.

Banyak cerita yang saya dapat dari teman-teman mahasiswa di berbagai perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang sedang mulai menggarap skripsi. Sampai pada akhirnya nama skripsi diplesetkan oleh mahasiswa, seperti ada mahasiswa yang menyebutkan dengan sebutan “skipsweet”.

Mengapa dikatakan seperti itu? Jawabannya cukup sederhana, yakni agar mahasiswa tidak seram saat mendengarnya dan agar membuat ghairah mahasiswa lebih santai ketika menggarapnya. Kemudian ada yang menyebutnya dengan istilah kasar yaitu “skripshit”, Mengapa dikatakan sekasar itu? Karena perasaan mahasiswa yang sangat kesal dengan skripsinya yang tak kunjung selesai dan membuatnya jengkel, marah, seakan seperti ingin mengakhiri tapi nanggung, dan akhirnya keluarlah kata-kata kasar dari mulut mahasiswa tersebut dengan sebutan itu.

Mahasiswa semester akhir yang sedang menggarap skripsi memang banyak sekali halangan dan rintangan yang sedang dihadapi, disatu sisi mereka mempunyai keinginan agar segera selesai dan dapat wisuda, di satu sisi lain mereka pun ada yang masih bingung dengan membuat judul skripsi yang akan diteliti, ada juga yang bingung mau mencari tempat penelitian di mana.

Kemudian ada juga yang sudah mendapatkan tempat penelitian namun bingung belum ada masalah yang harus diteliti. Ada juga yang bingung pada saat mengerjakan di bagian per babnya, ada juga yang bingung dan kesal karena susah menemui dosen pembimbing sehingga selalu menunda untuk revisi skripsi, atau bahkan ada juga yang masih malas untuk melanjutkan revisian dan ingin berleha-leha sebentar. Itu lah serba serbi rasa mahasiswa yang sedang menggarap skripsi.

Curhat sedikit deh, karena saya pun yang menulis tulisan ini sedang dalam masa menggarap skripsi tentunya banyak sekali halangan dan rintangan pada saat menggarap, saya pun juga pastinya ingin segera wisuda. Ketika saya sekarang sedang menggarap skripsi, saya tidak mau mengambil terlalu pusing bahkan sampai setres, diawal pada saat menggarap saya membuat target untuk paling lambat lulus empat tahun pas, tidak mau lebih.

Jadi keinginan dan tekad saya untuk itu selalu berusaha semampu saya untuk dapat itu tercapai, apalagi saya juga tidak hanya disibukkan dengan akademis saja, karena saya juga bisa dikatakan mahasiswa aktivis, jadi saya pun mempunyai tanggungjawab di organisasi yang saya ikuti. Jadi disini bagaimana cara saya untuk dapat membagi waktu dengan baik dan balance (seimbang) agar semuanya dapat berjalan, tetap saya prioritaskan untuk akademis, namun organisasi harus totalitas.

Jadi cara saya yaitu, yang pertama kita harus menyisihkan waktu luang beberapa jam untuk menggarap skripsi, kalau saya sih karena saya orangnya suka begadang dan itu sudah menjadi kebiasaaan saya, jadi saya memakai waktu di malam hari untuk menggarap skripsi, yang kedua yaitu lawan dan buanglah rasa malas yang ada pada diri sendiri, rasa malas itu memang selalu muncul, akan tetapi ketika kita mengingat kita harus mencapai tujuan itu pasti akan bisa kita lawan rasa malas.

Yang ketiga, yaitu ketika kita bingung mencari referensi pada saat menggarap, caranya yaitu kita harus mencari literasi sebanyak-banyaknya, bisa kita dapatkan dari diskusi dengan teman atau kakak tingkat yang sudah wisuda, dan lain sebagainya, karena dengan cara berkomunikasi maka semakin juga menambah wawasan kita, dan yang keempat kita juga perlu refreshing sejenak, ya yang dekat-dekat saja mungkin mencari panorama atau ke tempat-tempat wisata yang kita sukai. Itulah pengalaman saya.

Nah, sekarang kita membahas waktu menjelang wisuda, namun sebelum wisuda pastinya yudisium terlebih dahulu ya, menurut beberapa mahasiswa yang sudah mengalami yudisium mereka pun juga memiliki rasa takut, senang dan bercampur aduk bagaikan permen nano-nano, karena mereka takut ketika sidang skripsi tiba-tiba otak blank seperti orang yang tidak mengerti apa.

Kemudian mereka gugup, gerogi, keluar keringat panas dingin, takut bertatapan dengan dosen penguji, dan lain sebagainya, itu disebabkan karena kita sendiri kurang percaya diri. Dan salah satu mahasiswa mengatakan bahwa “Tingkatkan rasa percaya diri dengan kemampuanmu sendiri. Dan juga harus yakin dalam hati bahwa kamu bisa menjalaninya”.

Setelah yudisium berakhir, tiba saatnya yang dinanti yaitu acara wisuda, dimana mahasiswa sudah sibuk untuk mempersiapkan perlengkapan administrasi wisuda,  mempersiapkan pakaian wisuda dengan keluarga bahkan kekasih (bagi yang memiliki) yang akan hadir, kemudian membeli pakaian untuk wisuda, membeli tas, sandal, dan aksesoris lainnya untuk di acara wisuda. Karena sebagian mahasiswa pastinya mempersiapkan yang seperti itu. Karena wisuda yaitu hasil akhir dimana mahasiswa berjuang selama beberapa tahun untuk mendapat gelar Sarjana bagi yang menempuh strata satu, gelar Master bagi yang menempuh strata dua, dan lain sebagainya.

Namun, banyak pertanyaan muncul pasca wisuda, yakni Setelah wisuda mau kerja dimana? Setelah wisuda langsung menikah dengan si do’i kah?. Kedua pertanyaan tersebut selalu muncul dan pastinya banyak orang yang menanyakan.

Lalu bagaimanakah tanggapan orang-orang yang setelah wisuda?. Kemudian ada salah satu kakak tingkat saya yang menceritakan kepada saya tentang perasaan pascawisuda. Setelah yudisium berakhir kakak tingkat saya langsung mencari info lowongan pekerjaan baik dari sosial media maupun teman lainnya.

Dia mengatakan bahwa “ternyata, tidak segampang yang kita bayangkan mencari pekerjaan itu, kita harus sabar dan terus berusaha, harus melamar pekerjaan dibanyak instansi-instansi, jangan hanya berpatokan satu saja, karena menunggu panggilan pekerjaan juga tidak sebentar, jadi kita harus mempunyai cadangan dan target yang lebih banyak.

Saya sendiri malu ketika pasca wisuda masih menganggur, lantas apa gunanya saya dikuliahkan jika menganggur dirumah, masih minta uang dengan orang tua, itu sangat memalukan, jadi harus tetap berusaha, karena rezeki tidak akan pernah tertukar, usaha pun tidak akan mengkhianati hasil.” Begitulah pengalaman dari salah satu kakak tingkat saya.

Disamping itu, tidak sedikit mahasiswa pasca wisuda yang sudah mendapatkan pekerjaan namun tidak sesuai dengan jurusan pada saat kuliah, itu disebabkan karena mahasiswa tersebut memiliki skill dan kemampuan pengetahuan yang lebih di bidang lain daripada di jurusan yang diambil pada saat kuliah.

Kemudian juga ada mahasiswa pasca wisuda yang masih menganggur, itu bisa disebabkan karena kurangnya usaha, kemudian masih ingin bersantai sejenak pasca kuliah yang mungkin dikatakan capek selama beberapa tahun, atau alasan lain sebagainya. Bahkan, tidak sedikit juga mahasiswa pasca wisuda kemudian langsung menikah dan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Itulah serba-serbi rasa mahasiswa menjelang dan pasca wisuda, kesimpulannya yaitu selalu tetap berusaha, pantang menyerah, tetap semangat, capailah tujuan dan impian-impianmu, karena sosok seorang motivator bernama Mario Teguh mengatakan bahwa “Kalau anda malas, rajinkan diri. Kalau anda takut, beranikan diri. Kalau anda tidak tahu,bertanyalah. Kalau anda gagal, coba lagi. Kalau itu anda teruskan, sukses akan menjadi nyata, kalau tidak segera pasti nanti”.

Tags: mahasiswaSarjanaWisuda
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Jah Megesah Vol. 03 – Modal Manusia, Musik dan Militansi

Next Post

McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co