14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
February 14, 2019
in Esai
Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Foto: Mursal Buyung

Berbicara tentang wisuda bagi mahasiswa yang lazimnya dikatakan semester akhir tentunya penuh rasa, pastinya ada rasa bahagia, dan ada rasa sedihnya.

Jika kita mengulas kembali pada saat kita memasuki awal kuliah, pastinya ada rasa bangga tersendiri, karena kita merasa kita mampu dan memiliki ilmu yang lebih daripada orang yang tidak kuliah, di satu sisi lain kita memiliki tanggungjawab yang lebih untuk mengemban selama beberapa tahun.

Di awal kuliah tepatnya semester satu bisa dikatakan masih kuliah santai, karena bisa dikatakan itu masih memperkenalkan mata kuliah dasar. Kemudian beranjak menuju semester-semester selanjutnya hingga semester enam, sudah mulai ada rasa yang lebih berbeda, bisa dikatakan mulai tidak santai lagi, karena semakin naik semester maka semakin banyak juga tanggungjawab yang diemban.

Dan sampai pada akhirnya beranjak memasuki semester tujuh, semester tujuh ini sudah bisa dikatakan semester tua, karena di semester tujuh ini sudah mulai mengambil mata kuliah yang dikatakan sebagai persyaratan lulus universitas strata satu, yakni “skripsi”.

Banyak cerita yang saya dapat dari teman-teman mahasiswa di berbagai perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang sedang mulai menggarap skripsi. Sampai pada akhirnya nama skripsi diplesetkan oleh mahasiswa, seperti ada mahasiswa yang menyebutkan dengan sebutan “skipsweet”.

Mengapa dikatakan seperti itu? Jawabannya cukup sederhana, yakni agar mahasiswa tidak seram saat mendengarnya dan agar membuat ghairah mahasiswa lebih santai ketika menggarapnya. Kemudian ada yang menyebutnya dengan istilah kasar yaitu “skripshit”, Mengapa dikatakan sekasar itu? Karena perasaan mahasiswa yang sangat kesal dengan skripsinya yang tak kunjung selesai dan membuatnya jengkel, marah, seakan seperti ingin mengakhiri tapi nanggung, dan akhirnya keluarlah kata-kata kasar dari mulut mahasiswa tersebut dengan sebutan itu.

Mahasiswa semester akhir yang sedang menggarap skripsi memang banyak sekali halangan dan rintangan yang sedang dihadapi, disatu sisi mereka mempunyai keinginan agar segera selesai dan dapat wisuda, di satu sisi lain mereka pun ada yang masih bingung dengan membuat judul skripsi yang akan diteliti, ada juga yang bingung mau mencari tempat penelitian di mana.

Kemudian ada juga yang sudah mendapatkan tempat penelitian namun bingung belum ada masalah yang harus diteliti. Ada juga yang bingung pada saat mengerjakan di bagian per babnya, ada juga yang bingung dan kesal karena susah menemui dosen pembimbing sehingga selalu menunda untuk revisi skripsi, atau bahkan ada juga yang masih malas untuk melanjutkan revisian dan ingin berleha-leha sebentar. Itu lah serba serbi rasa mahasiswa yang sedang menggarap skripsi.

Curhat sedikit deh, karena saya pun yang menulis tulisan ini sedang dalam masa menggarap skripsi tentunya banyak sekali halangan dan rintangan pada saat menggarap, saya pun juga pastinya ingin segera wisuda. Ketika saya sekarang sedang menggarap skripsi, saya tidak mau mengambil terlalu pusing bahkan sampai setres, diawal pada saat menggarap saya membuat target untuk paling lambat lulus empat tahun pas, tidak mau lebih.

Jadi keinginan dan tekad saya untuk itu selalu berusaha semampu saya untuk dapat itu tercapai, apalagi saya juga tidak hanya disibukkan dengan akademis saja, karena saya juga bisa dikatakan mahasiswa aktivis, jadi saya pun mempunyai tanggungjawab di organisasi yang saya ikuti. Jadi disini bagaimana cara saya untuk dapat membagi waktu dengan baik dan balance (seimbang) agar semuanya dapat berjalan, tetap saya prioritaskan untuk akademis, namun organisasi harus totalitas.

Jadi cara saya yaitu, yang pertama kita harus menyisihkan waktu luang beberapa jam untuk menggarap skripsi, kalau saya sih karena saya orangnya suka begadang dan itu sudah menjadi kebiasaaan saya, jadi saya memakai waktu di malam hari untuk menggarap skripsi, yang kedua yaitu lawan dan buanglah rasa malas yang ada pada diri sendiri, rasa malas itu memang selalu muncul, akan tetapi ketika kita mengingat kita harus mencapai tujuan itu pasti akan bisa kita lawan rasa malas.

Yang ketiga, yaitu ketika kita bingung mencari referensi pada saat menggarap, caranya yaitu kita harus mencari literasi sebanyak-banyaknya, bisa kita dapatkan dari diskusi dengan teman atau kakak tingkat yang sudah wisuda, dan lain sebagainya, karena dengan cara berkomunikasi maka semakin juga menambah wawasan kita, dan yang keempat kita juga perlu refreshing sejenak, ya yang dekat-dekat saja mungkin mencari panorama atau ke tempat-tempat wisata yang kita sukai. Itulah pengalaman saya.

Nah, sekarang kita membahas waktu menjelang wisuda, namun sebelum wisuda pastinya yudisium terlebih dahulu ya, menurut beberapa mahasiswa yang sudah mengalami yudisium mereka pun juga memiliki rasa takut, senang dan bercampur aduk bagaikan permen nano-nano, karena mereka takut ketika sidang skripsi tiba-tiba otak blank seperti orang yang tidak mengerti apa.

Kemudian mereka gugup, gerogi, keluar keringat panas dingin, takut bertatapan dengan dosen penguji, dan lain sebagainya, itu disebabkan karena kita sendiri kurang percaya diri. Dan salah satu mahasiswa mengatakan bahwa “Tingkatkan rasa percaya diri dengan kemampuanmu sendiri. Dan juga harus yakin dalam hati bahwa kamu bisa menjalaninya”.

Setelah yudisium berakhir, tiba saatnya yang dinanti yaitu acara wisuda, dimana mahasiswa sudah sibuk untuk mempersiapkan perlengkapan administrasi wisuda,  mempersiapkan pakaian wisuda dengan keluarga bahkan kekasih (bagi yang memiliki) yang akan hadir, kemudian membeli pakaian untuk wisuda, membeli tas, sandal, dan aksesoris lainnya untuk di acara wisuda. Karena sebagian mahasiswa pastinya mempersiapkan yang seperti itu. Karena wisuda yaitu hasil akhir dimana mahasiswa berjuang selama beberapa tahun untuk mendapat gelar Sarjana bagi yang menempuh strata satu, gelar Master bagi yang menempuh strata dua, dan lain sebagainya.

Namun, banyak pertanyaan muncul pasca wisuda, yakni Setelah wisuda mau kerja dimana? Setelah wisuda langsung menikah dengan si do’i kah?. Kedua pertanyaan tersebut selalu muncul dan pastinya banyak orang yang menanyakan.

Lalu bagaimanakah tanggapan orang-orang yang setelah wisuda?. Kemudian ada salah satu kakak tingkat saya yang menceritakan kepada saya tentang perasaan pascawisuda. Setelah yudisium berakhir kakak tingkat saya langsung mencari info lowongan pekerjaan baik dari sosial media maupun teman lainnya.

Dia mengatakan bahwa “ternyata, tidak segampang yang kita bayangkan mencari pekerjaan itu, kita harus sabar dan terus berusaha, harus melamar pekerjaan dibanyak instansi-instansi, jangan hanya berpatokan satu saja, karena menunggu panggilan pekerjaan juga tidak sebentar, jadi kita harus mempunyai cadangan dan target yang lebih banyak.

Saya sendiri malu ketika pasca wisuda masih menganggur, lantas apa gunanya saya dikuliahkan jika menganggur dirumah, masih minta uang dengan orang tua, itu sangat memalukan, jadi harus tetap berusaha, karena rezeki tidak akan pernah tertukar, usaha pun tidak akan mengkhianati hasil.” Begitulah pengalaman dari salah satu kakak tingkat saya.

Disamping itu, tidak sedikit mahasiswa pasca wisuda yang sudah mendapatkan pekerjaan namun tidak sesuai dengan jurusan pada saat kuliah, itu disebabkan karena mahasiswa tersebut memiliki skill dan kemampuan pengetahuan yang lebih di bidang lain daripada di jurusan yang diambil pada saat kuliah.

Kemudian juga ada mahasiswa pasca wisuda yang masih menganggur, itu bisa disebabkan karena kurangnya usaha, kemudian masih ingin bersantai sejenak pasca kuliah yang mungkin dikatakan capek selama beberapa tahun, atau alasan lain sebagainya. Bahkan, tidak sedikit juga mahasiswa pasca wisuda kemudian langsung menikah dan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Itulah serba-serbi rasa mahasiswa menjelang dan pasca wisuda, kesimpulannya yaitu selalu tetap berusaha, pantang menyerah, tetap semangat, capailah tujuan dan impian-impianmu, karena sosok seorang motivator bernama Mario Teguh mengatakan bahwa “Kalau anda malas, rajinkan diri. Kalau anda takut, beranikan diri. Kalau anda tidak tahu,bertanyalah. Kalau anda gagal, coba lagi. Kalau itu anda teruskan, sukses akan menjadi nyata, kalau tidak segera pasti nanti”.

Tags: mahasiswaSarjanaWisuda
Share22TweetSendShareSend
Previous Post

Jah Megesah Vol. 03 – Modal Manusia, Musik dan Militansi

Next Post

McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co