2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jah Megesah Vol. 03 – Modal Manusia, Musik dan Militansi

Jimbarwana Creative Movement by Jimbarwana Creative Movement
February 12, 2019
in Khas
Jah Megesah Vol. 03 – Modal Manusia, Musik dan Militansi

Rudolf Dethu dan Ayip Budiman

Membangun peradaban adalah membangun mental manusia. Manusia menjadi energi besar kemajuan apabila memiliki kebanggaan dan keterlibatan aktif bagi apa yang diperjuangkannya.

Dua pembicara Jah Megesah Vol. 03, Rudolf Dethu dan Ayip Budiman bersepakat menempatkan manusia menjadi unsur paling vital, melalui kreativitas dan militansi yang dimilikinya.

Mengambil tema Rumah Sanur: Modal Manusia, Musik, dan Militansi, Jah Megesah yang diselenggarakan di Rompyok Kopi Komunitas Kertas Budaya, Negara, Jembrana, dan dimoderatori Umam al Maududy itu mendapat atensi yang serius banyak pihak. Sebab aktivasi ruang baik berupa komunitas ataupun wilayah atau kota, memiliki persamaan mendasar, meski dengan tantangan yang beragam.

“Yang paling penting adalah menumbuhkan kebanggaan terhadap apa saja yang diperjuangkan. Jika kebanggaan ini melekat, otomatis militansi akan tumbuh sebagai modal dasar untuk membangun sesuatu. Apa pun itu,” ungkap Ayip.

Ayip merupakan inisiator Rumah Sanur. Sejak awal, ia memang membentuk Rumah Sanur menjadi rumah kreatif bagi siapa saja. Melaui Rumah Sanur, Ayip berupaya mengarahkan pembangunan kreativitas yang inklusif dengan membentuk ekosistem kreatif untuk mendorong inovasi sosialyang berfokus pada pengelolaan sumberdaya dan pengembangan produk.

Untuk mencapainya, Ayip menjelaskan bahwa ada tiga hal mendasar yang menjadi titik berangkat Rumah Sanur, yakni sense of place, 3rd space, dan serendipity space. Ketiganya bersinergi untuk memberi sensasi pertemuan bagi setiap orang. “Kesan sebuah tempat sangat penting di dalam menumbuhkan keinginan untuk selalu datang. Menariknya adalah, ketika orang-orang dari berbagai latar belakang mengunjungi Rumah Sanur, kita menskenariokan kedatangan itu agar terjadi hubungan baru diantara pengunjung. Karena itu, konsep yang dibangun di Rumah Sanur memungkinkan untuk terjalinnya relasi baru antara sesama pengunjung. Sekali lagi, kita sengaja skenariokan jalinan relasi itu,” terangnya.

Di sisi lain, Rudolf Dethu mengungkapkan strategi untuk menarik kedatangan pengunjung adalah lewat media musik. Ia percaya, musik merupakan alat komunikasi paling efektif untuk mempertemukan, sekaligus merekatkan berbagai kalangan.

“Musik bisa merangkul siapa saja, paling gampang ditularkan untuk menciptakan crowd. Karena itu, musik yang kita programkan mesti lintas genre dan berjenjang untuk menarik jenis massa yang berbeda,” ungkapnya.

Dethu yang selama ini dikenal sebagai propagandis mengingatkan bahwa modal manusia adalah segala-galanya. “Melelahkan itu pasti. Kita mesti menjadi host, menyambut setiap orang yang datang dan menciptakan suasana yang akrab ke sesama audience. Selain itu, kita juga melakukan pendampingan terhadap musisi. Memang benar kita open terhadap segala genre musik, tapi bukan berarti kita tidak mengkurasinya. Kurasi penting untuk menjaga kualitas pertunjukan sekaligus sebagai tanggung jawab kita juga kepada publik,” tambahnya.

Kota dan Hal yang Mengitarinya

Mengelola suatu wilayah, baik dalam skala kecil (komunitas) maupun besar (kota) sesungguhnya memiliki pendekatan yang sama. Dalam kesempatan itu, pengelola Rompyok Kopi sekaligus Koordinator Komunitas Kertas Budaya, Nanoq da Kansas, mengisahkan bagaimana ia dan kawan-kawan di Jembrana cukup militan untuk membangun tempat yang diproyeksikan sebagai rumah singgah tersebut. Hampir setiap hari, selalu saja ada aktivitas utamanya mengenai pembelajaran seni kepada pelajar di Jembrana. “Tapi akhirnya malah warga yang seperti enggan datang. Rompyok jadi terkesan tenget dan hanya jadi tempat bagi ‘orang-orang serius’,” ungkapnya.

Terkait hal ini, sekali lagi Dethu menerangkan jika segalanya akan bisa cair lewat musik. Namun yang mesti digarisbawahi adalah, komunikasi yang ditawarkan harus lebih ngepop. Karena itu, pengelola mesti mampu merangkul setiap kalangan dari berbagai usia.

Peserta Jah Megesah Vol 3 di Rompyok Kopi Kertas Budaya, Jembrana

Sementara Ayip menjelaskan bahwa keberadaan tempat harus memberi manfaat dan mampu mengakomodasi aktivitas warga.Hal ini berarti, penting untuk menciptakan persamaan antara sesama manusia, tidak ada perlakuan yang berbeda.

Di sisi lain,lanjut pria yang juga merupakan konsultan branding beberapa kota di Indonesia,pemahaman terhadap peta potensi wajib dimiliki. Namun tak berhenti sampai di sana, pemuktahiran juga menjadi keharusan karena selalu berlaku dinamis. Setiap tempat, termasuk kota memiliki karakternya masing-masing, entah itu karena pengaruh historis atau lainnya. Dengan demikian, setiap kota mesti memiliki story telling-nya sendiri untuk memproduksi wacana yang mampu mencerminkan identitas masing-masing, tanpa mengabaikan siapa saja yang menjadi bagian di dalamnya.

“Segalanya harus dirangkul, bergerak bersama dan menciptakan kesamaan visi untuk mencapai apa yang diharapkan. Interaksi harus dibangun dengan titik berat pada transformasi pengetahuan,” demikian Ayip.

Sementara Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan, mengapresiasi program Jah Megesah yang diselenggarakan Jimbarwana Creative Movement (JCM) bersama Komunitas Kertas Budaya. Menurutnya program ini penting sebagai media edukasi, utamanya di era digital yang demikian pesat.

“Orang-orang yang survive adalah mereka yang kreatif dan mampu meningkatkan nilai produk. Kreativitas masyarakat Jembrana tentu juga merupakan kekayaan daerah yang mesti diapresiasi dengan serius. Karena itulah, Pemda (Pemkab Jembrana) ingi memaksimalkan kreatif muda Jembrana, salah satunya dengan membangun creative hub,” tukasnya.

Tags: Industriindustri kreatifjembranakreatifitas
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Sarapan Yuk, Biar Kuat Bila Di-bully Nitizen yang Maha Benar

Next Post

Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Jimbarwana Creative Movement

Jimbarwana Creative Movement

Jimbarwana Creative Movement Merupakan sekumpulan pemuda Jembrana dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, mulai dari creative enterpreneur hingga ke seniman digital. Kecintaan pada Jembrana sebagai "Ibu" melahirkan kegelisahan untuk menciptakan Jembrana yang lebih progresif.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Serba-Serbi Rasa Menjelang Wisuda dan Pascawisuda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co