12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jenis-Jenis Wisudawan dan Pekerjaan yang Tepat Ditekuni

Wayan Sumahardika by Wayan Sumahardika
March 29, 2019
in Opini
Jenis-Jenis Wisudawan dan Pekerjaan yang Tepat Ditekuni

HALO MAHASISA! Sudahkah wisuda tahun ini? Kalau belum, dengan segala rasa iba dan duka yang teramat sangat dari lubuk hati yang paling dalam, saya sarankan tak usah melanjutkan membaca  artikel ini.

Sebab SKS anda belum cukup untuk membacanya. Lebih baik waktu yang semakin sempit, digunakan untuk melanjutkan skripsi yang belum juga rampung dari zaman Pokemon Yellow. Bayangkan! Ini sudah lewat zaman pokemon-Go, Bung! Harusnya, Go! Go! Skripsi dong! Seperti kata seorang kawan, “Skripsi itu diketik, Bung! Bukan dipikirin!”

Nah, bagi kawan-kawan yang diwisuda, saya ucapkan selamat! Welcome to jungle! Nikmatilah hidup yang lebih sengsara dari sekadar rasa lapar anak kosan yang menunggu kiriman bekal orang tua. Nikmatilah keputusasaan tak dapat kerja yang lebih menyakitkan ketimbang diputusin pacar.

Dan yang paling penting, nikmatilah kesendirian karena tak ada lagi kawan.  Sebab kini yang ada hanyalah saingan-saingan yang mesti dikalahkan saat tes CPNS nanti.

Dalam rangka menanggulangi hal-hal yang tak diinginkan inilah, saya menyuguhkan jenis-jenis wisudawan dan pekerjaan apa yang paling tepat untuk ditekuni. Dengan mengkombinasikan karakter, tahun, zodiak, wuku, weton, ditambah landasan teori disertai uji validitas yang tak jelas daftar pustakanya, silahkan diterawang, jenis-jenis wisudawan dan pekerjaan apa yang paling tepat ditekuni oleh anda sekalian.

Wisudawan Cumlaude

Inilah wisudawan paling topcer. Yang paling dielu-elukan oleh Pak Rektor, dosen, orang tua, pacar, dan tentu saja dirinya sendiri. Cumlaude! Apalagi tamat 3,5 tahun! Tentu ia mahasiswa yang rajin, disiplin, dan cepat waktu. Kecepatan waktu bahkan.

Yang menarik adalah, sebagian dari mereka merupakan tipe pekerja keras. Itu tampak saat menyusun skripsi. Sekarang bimbingan, malam revisi, besok bimbingan lagi. Tak peduli revisiannya sudah benar, masih salah, atau makin salah.  Yang penting revisi. Jika itu anda, dengan tekad sekuat ini, pekerjaan yang paling cocok adalah aktivis dan bisnis MLM.

Bayangkanlah jika semua aktivis seperti anda. Pagi demo, siang demo, malam demo, kapanpun, dimanapun demo. Siapa yang bisa tahan coba? Begitu pula dengan bisnis MLM, bisa dipastikan karena sang klien tidak tahan dengan omongan anda yang itu-itu saja. Yang datang tiap hari. Mereka terpaksa mengalah untuk ikut anda. Tentunya, bisnis ini akan  berkembang berjuta-juta kaki kali lipat!

Wisudawan Biasa-biasa Saja

Kalau yang ini sih, tak ada menarik-menariknya. Semua yang dilakukan ya normal-normal saja. Lancaaarrr… amaaaannn…. terkendaliiii…. pekerjaan yang cocok hemm……. ya… cari-cari sendiriiiii…..

Wisudawan Adem Ayem

Ia adalah wisudawan yang pasrah. Ia pasrah sejak jadi mahasiswa, dan  tamat juga dalam kondisi pasrah. Saat bikin skripsi itu tampak jelas. Dikasi ujian ya syukur. Revisi lagi ya jalani. Di balik kesederhanaan wisudawan adem ayem ini, sebenarnya ia benar-benar punya kharisma tersembunyi. Bakat yang tak pernah dibayangkan siapapun.

Sebab, dalam hidup yang serba cepat, carut marut, dan penuh tuntutan dewasa ini, bukanlah hal mudah untuk pasrah. Berserah pada Yang Di Atas. Alam biasanya menyayangi orang seperti ini.

Maka jangan heran apabila kelak ia menjadi cenayang yang disegani atau orang suci yang menuntun umat ke jalan maha suci, yakni ketiadaan. Sebab Kosong adalah berisi. Berisi adalah kosong. Apalah bedanya ujian kini dan nanti jikalau skripsi akhirnya digunakan alas penyangga LCD? Amitaba.. Sancai.. sancai..

Wisudawan Beli Skripsi

Nah.. semua juga sudah sama-sama tahu tentang wisudawan jenis ini, kan. Sudah jadi rahasia umum. Jadi tak perlulah dijelaskan lagi.

Bagian penting yang perlu ditekankan adalah orang-orang inilah yang benar-benar tahu kapasitas dirinya sendiri. Sejarah sudah membuktikan, bahwa bukan orang pintar, kaya, atau beruntung yang akan sukses dalam karirnya. Melainkan orang yang tahu kapasitas dirinya sendiri.

Kalau tahu diri mampu tapi malas, belilah skripsi. Kalau tahu diri bodoh, beli jugalah skripsi. tinggal minta si empunya untuk mengajarimu sampai mengerti. Beres!

Perlu anda ketahui. Banyak sarjana-sarjana pintar yang tak beruntung, yang tak dapat pekerjaan dengan gaji yang layak, hidup berkat diri anda. Dengan ini pula, anda telah membantu negara yang tak kunjung mampu memberikan pekerjaan yang layak bagi warga negaranya.

Wisudawan Hampir D.O

Jika boleh memilih, dari semua wisudawan, ini adalah jenis yang paling fenomenal, kontroversial, dan krusial. Di zaman yang tak lagi mampu mengonstruksi sesuatunya menjadi legenda dan mitos. Ialah yang mampu mengalahkan zaman. Ialah sang legenda hidup! Mitos yang ditakuti dosen.

Sebab jika ada saja yang D.O, tentu akan mencoreng nama lembaga itu sendiri. Maka saat mahasiswa kebanyakan mengejar dosen, ia malah berbalik. Dosen mengejar dirinya! Betapa mengerikannya.

Ialah satu-satunya yang tidak terjebak oleh arus industri wisuda. Ialah penyeimbang bagi mereka yang cepat wisuda. Ialah pengingat bagi lembaga yang lupa mengayomi mahasiwa. Ialah satu-satunya mesias, yang kelak boleh jadi  membawa harkat dan martabat negara menjadi bangsa yang besar.

Tak lagi terpengaruh pada wacana politik dunia melainkan menjadi poros yang dikejar-kejar dunia. Sebagaimana yang dicita-citakan oleh bapak bangsa kita, bahwa Indonesia mesi BERDIKARI. Berdiri di Bawah Kaki Sendiri. Meski terancam D.O sekalipun! Maka wahai Wisudawan yang Hampir D.O, berbanggalah. Berbahagialah! Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi rektor, dosen, dan segenap staf lembaga. Amin.

Begitulah saudara-saudara. Memang, banyak hal yang mesti digali kembali mengingat banyaknya wisudawan yang masih berceceran di mana-mana.  Jika dijelaskan, mungkin web tatkala.co ini tak cukup mampu menampung semuanya. Dalam kesederhaannya, semoga artikel ini dapat menyadarkan kita, bahwasanya PNS bukan satu-satunya bintang di langit. Masih banyak pekerjaan-pekerjaan, usaha-usaha, tempat-tempat, atau yah… paling sial, janda-janda muda yang bisa dikawini. Betul?

Ah, Semoga saja betul. Kalau tidak, mungkin belum benar saatnya kita untuk wisuda. Hemmm. (T)

Tags: kampusmahasiswaWisuda
Share203TweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam Made Wijaya: Buatlah Desain Taman Paling Indah di Surga

Next Post

Seniman Bali Mesti Berani Garap Sastra Modern jadi Seni Pertunjukan

Wayan Sumahardika

Wayan Sumahardika

Sutradara Teater Kalangan (dulu bernama Teater Tebu Tuh). Bergaul dan mengikuti proses menulis di Komunitas Mahima dan kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Pasca Sarjana Undiksha, Singaraja.

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Seniman Bali Mesti Berani Garap Sastra Modern jadi Seni Pertunjukan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co