24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebab Kekalahan Timnas Indonesia U-17 Vs Barcelona Juvenil A

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
August 3, 2023
in Esai
Sebab Kekalahan Timnas Indonesia U-17 Vs Barcelona Juvenil A

Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Zilkifli Lukmansyah berebut bola dengan pemain Barcelona Juvenil A Cristobal Munoz Lopez | Foto: diolah dari Google

SETELAH mendengar dan mendapatkan tiket pertandingan uji coba antara Timnas Indonesia U-17 melawan Barcelona Juvenil A, saya bergegas datang dengan antusias. Dua jam sebelum pertandingan dimulai, sekitar pukul 18.00 WITA, saya sudah berada di tribun utara Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali. Lengkap mengenakan jersey Indonesia berwarna hitam.

Di menit-menit awal pertandingan, saya sudah geleng-geleng kepala. Pola permainan Barcelona Juvenil A tak jauh berbeda dengan Barcelona (betulan) besutan Xavi Hernandes. Entah karena permainan mereka yang bagus atau permainan Timnas Indonesia U-17 yang kurang maksimal.

Barcelona Juvenil A merupakan tim muda yang dimiliki klub Barcelona yang berbasis di Catalunia, Spanyol. Dari segi usia, Barcelona Juvenil A ini diisi oleh para pemain yang berusia di bawah 19 tahun, sehingga sering pula dijuluki sebagai Barcelona U-19. Barcelona Juvenil A adalah bagian tak terpisahkan dari klub Barcelona yang sudah berkelas dunia.

Dari segi taktikal permainan, Barcelona Juvenil A sungguh menawan. Sebagai pemain yang masih dihuni usia muda, mereka malah jarang mengandalkan kekuatan individu, adu lari, misalnya.

Bukan hanya pola permainannya saja yang membuat saya tertarik, tapi 3 pemain berposisi gelandang tengah dengan nomor punggung 6 Daniel Avila Marmol; nomor punggung 10 Cristobal Monoz Lopez; dan nomor punggung 8 Brian Farinas Perez. Mereka bertiga layaknya pemain kondang lini tengah Barcelona macam Frenkie de Jong, Sergio Busquets, Gavi/Pedri.

Cara bermain mereka sangat dewasa. Aliran bola tak melulu langsung menuju pemain depan—saya menyebut mereka sedang memainkan tiki-taka. Daniel, Cristobal dan Brian selalu berusaha mengutamakan umpan-umpan pendek, mereka juga pandai mengatur jarak antara pemain satu dengan pemain lainnyan sehingga selalu berdekatan.

Misalnya saat terjadinya gol pertama di menit ke-25, gelandang tengah Barcelona Juvenili A membentuk sebuah formasi segitiga di dekat pemain yang memegang bola.

Barangkali tujuan dibentuknya segitiga itu agar sang pemegang bola memiliki dua opsi untuk memberikan bola ketika akan mengoper atau umpan terobosan.

Selain gelandang tengah, posisi sayap kiri pemain bernomor punggung 7 Nil Caldero Soteres juga bermain sangat efektif.

Padahal, pemain yang menggunakan ban kapten tersebut memiliki kecepatan dan dribbling yang mumpuni. Tapi efektivitas yang menghantarkan permainan tim jauh unggul.

Pergerakan pemain depan nomor punggung 9 Hugo Alba Silveira juga menarik. Terlepas peluang yang gagal ia konversi menjadi gol pada menit ke-2, ia sering lari-lari tanpa bola sehingga menarik lini pertahanan Indonesia.  

Berbeda halnya dengan Timnas Indonesia U-17. Permainan garuda muda serba kebingungan saat mendapatkan bola. Tidak banyak yang bisa dikomentari sebab dalam pertandingan tersebut para pemain benar-benar mati kutu baik secara tim maupun individu.

Malah ada hal yang terbalik saya lihat dari segi permainan. Pemain Indonesia U-17 malah sering menggunakan umpan panjang padahal secara postur kalah jauh. Oh, saya lupa, bukankah ini pola lama Timnas Indonesia?

Adopsi Tiki-Taka ala Blaugrana

Siapa yang tidak mengenal klub sepak bola bernama Barcelona, sebuah klub yang mempunya orientasi bermain tidak hanya soal kemenangan lebih dari itu.

Tiki-Taka adalah ciri khas permainan Blaugrana, seorang mantan pelatih Barcelona bernama Pep Guardiola yang memperkenalkan filosofi permainan tersebut. Akan tetapi, tiki-taka ala Guardiola sebenarnya hanya menyempurnakan gaya permainan total football ala Frank Rijkaard yang juga dulunya adalah pelatih Barcelona.

Taktik bermain total football pun disebutkan berawal dari ide permainan Johan Cruyff saat menangani Blaugrana. Termasuk Johan Cruyff adalah seorang yang mencetuskan pola build up yang hari ini sedang ramai dipakai oleh strategi pelatih.

Sederhananya, tiki taka adalah pola permainan dari kaki ke kaki, mengandalkan umpan dan pasing pendek. Memegang bola selama mungkin walau terkesan membosankan.

Sebenarnya, menurut hemat saya, pola permainan tiki-taka ini sangat cocok jika digunakan oleh pemain yang mempunyai postur tubuh di bawah rata-rata seperti pemain-pemain yang berasal dari Benua Asia termasuk Indonesia—dengan alasan sederhana: supaya tidak mengandalkan umpan panjang atau bola panjang.

Umpan panjang sendiri adalah umpan yang ditujukan secara spesifik untuk satu pemain, sementara bola panjang adalah umpan yang ditujukan kepada zona tertentu dengan sang pemain yang akan mengejar umpan tersebut.

Tapi saya kira garuda muda mendapatkan sebuah pembelajaran yang sangat berharga. Minimal soal pola permainan dan mentalitas karena Barcelona Juvenil A banyak melahirkan pemain-pemain kelas dunia.[T]

Timnas Indonesia U-17 Digulung Barcelona Juvenil A 0-3, Bima Sakti: Pelajaran Berharga
Optimisme Era Baru Manchester United di Bawah Tangan Dingin Erik ten Hag
Sepak Bola dan Mitos Pahlawan – Catatan Bara Puputan di Gelora Bandung Lautan Api
Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Tags: IndonesiaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pilih Mana, Muda Komoditas atau Muda Penentu?

Next Post

Anak-Anak Reformasi: Manusia Baru Indonesia

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Anak-Anak Reformasi: Manusia Baru Indonesia

Anak-Anak Reformasi: Manusia Baru Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co