23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gosip Apsara-Apsari | Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
July 29, 2023
in Cerpen
Gosip Apsara-Apsari | Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co

DI AKHIR jaman banyak sekali dewa-dewi yang turun menitis ke bumi mayapada. Selain Mahadewa yang menitis menjadi gajah yang simbolik, yang tak pernah sepenuh seluruh bisa digambarkan oleh orang-orang yang buta, dewa-dewi itu menitis tidak saja menjadi orang hebat, dan terpandang, juga menjadi bintang, tumbuh-tumbuhan atau gunung, hutan bahkan batu dan debu. 

Mahadewa menitis menjadi gajah? Dewa-dewi di sorga itu masih tak paham kenapa Mahadewa, junjungan para Dewa itu memilih menjadi gajah. Kenapa juga putra Mahadewa disimbolkan berkepala gajah? Sosok bertubuh manusia dan berkepala gajah bernama Ganesha itu bahkan dianggap sebagai manisfestasi Tuhan atau Mahadewa itu sendiri. 

Berbagai pertanyaan menjadi teka-teki tak terjawab bagi penghuni sorga, Para apsara dan apsari hanya bisa bergosip dengan berbisik- bisik, sambil membidik-bidik jawaban yang mungkin tersimpan dalam lirik lagu yang dinyanyikan Naradha. 

“Gajah adalah binatang besar, dengan kekuatan besar, yang memiliki  ketenangan juga kebijaksanaan.”

Dewa Indra mencoba memberi gambaran untuk memancing logika berpikir para Apsara-Apsari itu. Tapi tampaknya tak berhasil.

Apsara-Apsari itu, laki maupun perempuan tetap dengan kebiasaannya, ribet dengan penampilan, dari jenis warna kain, bentuk dan gaya busana, perhiasan, rias wajah, memutihkan kulit yang hitam dan menghitamkan kulit yang terlalu putihlah, memancungkan hidung menyulam alis, memakai rambut palsu, bulu mata palsu, kuku palsu, bahkan sampai payudara dan pantat palsu. 

“Bagaimana mereka bisa membantuku berperang di mayapada duhhh,”  keluh Dewa Indra sambil membuang nafas panjang. Senjata petir di tangannya berkilat-kilat, memberi warna dan cahaya indah di sorgaloka. 

Bukannya takut, Apsara-Apsari itu malah sibuk berswafoto dengan gaya dan foto menantang. 

Seorang Apsari malah mendekat dan berusaha menyentuh kilatan petir yang berpendar dari tangan kiri Dewa Indra. Apsara-Apasari yang lain bersorak riuh, seolah menyambut seorang pahlawan hebat dan mereka baru tersentak kaget saat tubuh temannya terbakar hangus. Yang tersisa akhirnya hanya tangis, dan kata-kata penyesalan yang mubazir, karena esoknya dan esoknya lagi mereka akan tetap mengulangi lagi kesalahan yang sama,, walau dalam bentuk dan jenis yang berbeda. 

“Gajah tetaplah seekor bintang yang seberapapun besar dan tingginya tetaplah mahluk yang terbatas, ada ujung dan pangkalnya, prilaku, energi dan kekuatannya bisa, dipelajari, dianalisa untuk kemudian dapat diperkirakan kesimpulannya,” nyanyian riang Naradha seperti memberi kisi-kisi kepada pendengarnya.

Para Apsara-Apsari, Bidadari dan Bidadara, terpaku, memandang Rsi Naradha dengan lugu. Ingat kembali pada yang ingin mereka tahu. 

Mereka kembali mencari-cari,  kesana-sini untuk dapatkan refrensi. Mengumpulkan tulisan dan data tentang gajah, mengklipingnya, membingkainya, membagikannya di media sosial, dan setiap saat mengecek komentar dan menghitung tanda like untuk unggahannya sambil senyum-senyum sendiri.

“Mahadewa memang aneh. Coba kalau di alam manusia ada yang lahir dengan kepala gajah, bertelinga lebar dan berbelalai, pasti dianggap cacat, dan mencemari lingkungan sehingga para suci yang merasa punya hubungan pribadi dengan  para dewa akan meminta dibuatkan upacara besar, sebesar-besarnya karena dinilai mencemari bumi,, semesta, tidak hanya memberi vibrasi buruk pada manusia, tapi juga mencemari tanah yang menyangga tubuhnya, air, api, udara dan ruang kosong yang menjadi satu kesatuan dengan jagat besar, makrokosmos, jasmani dan rohani. Anehnya Mahadewa tidak menegur para suci yang telah mencatut namanya untuk memperdaya orang-orang polos dan tak berdaya, ” kata seorang Apsara berapi-api.

“Sstt… Mahadewa menyukai gajah mungkin karena bertelinga besar dan lebar, sehingga daya dan jangkauan pendengarannya juga kuat dan peka, jangan-jangan…. “

Apsara itu tak melanjutkan  kata-katanya, wajahnya terlihat khawatir. Apsara-Apsari lain penasaran. Salah satu Apsari tersenyum manja sambil menggoda Dewa-Dewa. 

“Jangan-jangan apa?  Jangan-jangan Gajah Mahadewa yang sudah turun ke bumi mendengar gosip kita yang makin digosok makin sip  hihihi. Jangan khawatir, yang bisa dan bertahan menjadi Dewa karena telah teruji kesucian dan kebijaksanaannya. Kalau cepat tersinggung  yahhh namanya tinggal disisipi na aja, jadi denawa deh,”  kata Apsari yang paling cantik itu sambil melirik ke sana-sini seperti penari joged yang hendak mencari pengibing. 

Naradha tersenyum, Apsari  cantik tinggi semampai berkulit putih bersih bak susu itu memang paling cerdik  diantara yang lain. 

Dewa Indra semakin tak tahan melihat prilaku Apsara-Apsari pembantunya. Naradha mengerling jenaka, pancaran sinar matanya mengurai petir yang muncul dari tangan kiri Dewa Indra yang kesal. Petir itu pecah menjadi material padat kecil yang jatuh menyatu ke tansh, menjadi air jernih yang turun dan mengalir mengisi kerendahan, menjadi api yang membumbung ke atas, dan menjadi angin yang meruang. 

Para Dewa terkesima, menyadari daya penetralisir Dewa Rsi sepuh itu. 

“Kuncinya adalah ganesha,  gana isa, kekuatan esha kekuatan yang satukan.” Naradha bernyanyi riang dan jenaka, irama lagunya lucu ditimpa gelincing gelang kaki dan tangannya. Ia berjoged dengan Apsari cantik sembari  masuk di sela-sela kerumunan Apsara-Apsari dan Dewa-Dewi. 

Dewa-Dewi jadi ikut berdiskusi semangat, merasa  ingat. Dewa Brahma mengumpulkan pembantu-pembantunya, membisikan sesuatu. Merasa menemukan  cara yang jitu. 

“Ayo kita ciptakan sesuatu, kuncinya satu, keyakinan itu,” perintah Dewa Brahma pelan,  matanya awas, seperti takut pengetahuannya dicuri Dewa yang lain. Apsara-Apsari pembantunya mamggut-manggut.

Terdengar gumam, makin lama makin besar gaungnya. Dewa Brahma mengajak para  pembantunya membuat mantra-mantra pemujaan untuk Ganesha. Dewa Agni tak mau kalah, dengan pande-pande sorgaloka ia ciptakan berbagai senjata. 

Dewa Wisnu tersenyum manis, dengan kehalusan perasaannya ia membuat patung dan lukisan Ganesha yang indah, berjiwa. Dewa-dewa yang lain tak mau kalah,, mereka membuat berbagai bentuk persembahan untuk memuja Ganesha, para apsara-apsari juga ikut sibuk, menari, membuat kalungan bunga, menyiapkan susu dan berbagai hidangan. 

Sorgloka jadi meriah, seperti sedang ada festival besar. Dewa-dewi, Apsara-Apsari tampak sibuk, dan bersemangat. 

Apsari cantik tersenyum, mengerling genit pada Rsi Naradha, matanya yang bulat berputar-putar, merasa ada yang aneh dan lucu. Rsi Naradha tersenyum puas. 

Tiba-tiba terdengar bunyi Sangkakala, huu huuu….. 

“Ada kekuatan jahat yang maha besar sedang menyerang sorgaloka., ” lapor para penjaga.

Sorga tiba-tiba gelap. Dewa-Dewi, Apsara-Apsari diam, suasana hening, sepi  Semuanya kusyuk, perlahan tubuh Dewa Dewi Apsara-Apsari memendar cahaya terang, makin lama makin terang, memenuhi sorga juga teepancar ke mayapada. 

“Dengan menyatukan kekuatan kita bisa lakukan apa saja, dengan kekuatan Tuhan kita bisa hadapi segalanya,” suara hati Dewa Dewi menyebar ke hati Apsara-Apsari, meresap dan memenuhi relung-relung jiwa yang murni. [T]

  • BACA cerpen lainnya
Titisan | Cerpen Mas Ruscitadewi
Pengemis Dalam Labirin | Cerpen Krisna Aji
Mahkota Cinta | Cerpen Mas Ruscitadewi
Pernikahan Ketut Sujana | Cerpen Krisna Wiryasuta
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Di Katup Senapan

Next Post

“Digital Nomad”, Saat Ruang dan Waktu Jauh Berubah

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

“Digital Nomad”, Saat Ruang dan Waktu Jauh Berubah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co