24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menduniakan Sastra Indonesia, Pemerintah Bisa Tiru Korea

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 20, 2023
in Feature
Menduniakan Sastra Indonesia, Pemerintah Bisa Tiru Korea

Koh Young Un saat bicara dalam diskusi Temu Buku Beranda Pustaka serangkaian Festival Seni Bali Jani di ruang Vicon Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu (19/7).

IKHTIAR menduniakan sastra Indonesia tidak cukup diupayakan oleh para sastrawan, tetapi juga perlu langkah konkret pemerintah Indonesia. Apa yang dilakukan pemerintah Korea Selatan dalam memperkenalkan sastra Korea ke dunia dengan membentuk badan penerjemahan dan membuka prodi terjemahan di sejumlah perguruan tinggi.

Hal ini terungkap dalam diskusi Temu Buku Beranda Pustaka serangkaian Festival Seni Bali Jani di ruang Vicon Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu (19/7). Diskusi bertajuk “Diplomasi Sastra, Korea dan Kita” itu menghadirkan pembicara akademisi dan pengamat sastra dari Hankuk University of Foreign Studies, Korea, Koh Young Un serta sastrawan dan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Badung, Nenden Lilis A.

Diskusi dipandu Engagement Director di BASAbali Wiki, Ni Nyoman Clara Listya Dewi. Diskusi ini juga sebagai perayaan 50 tahun hubungan diplomasi Indonesia—Korea.

Koh Young Un berpandangan karya sastra merupakan diplomat bagi suatu negara karena mewakili budaya dan masyarakat negara tersebut. Untuk memahami suatu negara, selain melalui pemberitaan di koran atau media massanya, lebih efektif melalui karya sastranya. Diplomasi di bidang budaya biasanya akan mendukung bidang-bidang lain. Contohnya, budaya K-Pop

Menurut Koh Young Un, Pemerintah Korea Selatan mendirikan Literature Translation Institute of Korea (LTI) yang bertugas menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam berbagai bahasa asing di dunia. Tak hanya itu, lembaga ini juga menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Korea.

Dengan begitu, tidak hanya sastra Korea bisa dikenal masyarakat dunia, masyarakat Korea juga mengenal sastra dunia. LTI bekerja sama dengan lembaga luar di bidang sastra serta mengelola Translation Academy.

“Sebagian karyawannya adalah sastrawan. Sastrawan di Korea juga sama, tidak bisa menggantungkan hidupnya dari karya sastranya, apalagi kalau tidak laris. Karena itu, mereka juga harus diberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya dalam bidang sastra,” kata Young Un.

Pemerintah Malaysia juga memiliki sistem anugerah bagi sastrawan, yaitu Sastrawan Negara. Mereka yang mendapatkan anugerah Sastrawan Negara mendapatkan banyak kemudahan, mulai dari dibiayai untuk menerbitkan karya-karyanya hingga gratis naik kereta api.  

Keterlibatan Pemerintah Korea dalam penerjemahan sastra Korea ke dunia berdampak besar pada banyaknya karya sastra Korea yang diterjemahkan ke berbagai bahasa asing di dunia. menerjemahkan karya sastra Korea ke dalam bahasa asing.

Hingga kini, LTI Korea berhasil menerbitkan 1.619 karya sastra Korea ke dalam bahasa asing, yaitu 820 judul dalam bahasa Eropa, 581 judul dalam bahasa Asia, dan 295 judul dalam bahasa Inggris.

Minim, Terjemahan Sastra Indonesia dalam Bahasa Korea

Khusus untuk terjemahan sastra Korea ke dalam bahasa Indonesia, sejak tahun 2007—2023, telah diterjemahkan 77 novel dan 6 kumpulan puisi. Penerjemahnya 77 orang Indonesia serta enam orang Korea.

Sementara karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea sejak tahun 1976—2022 hanya 11 novel dan 4 kumpulan puisi. Para penerjemahnya 100% orang Korea. “Ini bermakna orang Korea tidak begitu berminat terhadap sastra Indonesia. Sebabnya ada macam-macam,” kata Koh Young Un.

Karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea, di antaranya karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan Eka Kurniawan. Pada tahun 2019, LTI menerjemahkan 22 cerpen karya 10 penulis berhasil mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia dengan sempurna. Cerpen-cerpen itu bertema keluarga, kemerdekaan, agama, dan isme (sayap kiri dan sayap kanan).

Para pengarang yang cerpennya diterjemahkan itu di antaranya Ben Sohib, Cok Sawitri, Iksaka Banu, Mona sylviana, Zen Hae, A.S. Laksana, Linda Christanty, Yusi Avianto Pareanom, Intan Paramanditha, Clara Ng. “Tapi, mutu terjemahannya jelek sekali karena yang menerjemahkan dua orang tapi tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka menggunakan edisi bahasa Inggris,” kata Koh Young Un.

Namun, Koh Young Un juga mengingatkan, sebelum diperkenalkan ke dunia, sastra Indonesia perlu dipromosikan dulu di dalam negeri. “Seandainya orang Indonesia sendiri tidak membaca karya sastra Indonesia, mana mungkin orang asing membacanya?” kritik Koh Youn Un.

Kemiripan Sejarah Sastra Indonesia dan Korea

Senada dengan Koh Young Un, Nenden Lilis A. juga menilai sastra memiliki fungsi dan kedudukan yang sangat penting dalam peradaban manusia. Dalam kaitan dengan  hubungan diplomatik antar negara, keberadaan sastra tak bisa diabaikan. Namun, kerja sama Korea dan Indonesia dalam konteks sastra selama ini kebanyakan berlangsung antarmasyarakat. Karena itu, perlu didorong keterlibatan pemerintah lebih besar dalam diplomasi sastra Indonesia-Korea.

Antara sastra Indonesia dan Korea, kata Nenden, memiliki kemiripan. Perkembangan sastra modernnya sama-sama dimulai tahun 1920-an yang ditandai dengan munculnya nasionalisme. Korea dan Indonesia juga sama-sama mengalami kepahitan hidup akibat imperialisme Jepang yang memunculkan karya sastra yang beraliran realis yang berisi kenyataan sosial dan perlawanan. Setelah kemerdekaan (Korea merdeka 15 Agustus 1945 dan Indonesia merdeka 17 Agustus 1945), kedua negara sama-sama mengalami masa transisi dan tarik-menarik dari ideologi sosialis-komunis.

Kedua negara juga sama-sama pernah mengalami pemerintahan otoriter (1960-1990-an). Kesusastraan masa ini didominasi kritik sosial-politik terhadap represi penguasa. Tak jarang para sastrawan pun mengalami pemenjaraaan dan pencekalan. Pada masa setelahnya (yang di Indonesia disebut masa reformasi), bentuk, jenis, dan estetika sastra mulai beragam. Kesetaraan gender (feminisme) pun sama-sama mulai mendapat tempat.

Sastrawan Tan Lioe Ie yang turut hadir dalam diskusi menilai minimnya karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing juga disebabkan oleh tidak adanya lagi pencatatan sejarah sastra Indonesia seperti dilakukan A. Teeuw atau H.B. Jassin setelah tahun 1970-an. Ini menyebabkan masyarakat di luar Indonesia tidak tahu perkembangan sastra Indonesia pasca-1970.

Padahal, hal ini sudah dibantah oleh Sutardji Calzoum Bachri yang menunjukkan setelah tahun 1970-an banyak bermunculan sastrawan Indonesia yang tak kalah hebat. Karena itu, menurut Yoki –panggilan akrab penyair dan pemusik itu—perlu dilakukan pencatatan yang cermat terhadap perkembangan sastra Indonesia mutakhir. [T]

Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Sepanjang Jalan Sunyi: Emha Ainun Nadjib  dalam Pusaran Rindu-Dendam Puisi
Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih
Tags: Festival Seni Bali JanisastraSastra IndonesiaSastra Korea
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jejak Historis I Ketut Rina Bersama “Cak Tarian Rina”

Next Post

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails
Next Post
Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Adi Sewaka Nugraha Kepada I Ketut Santosa Untuk Kesetiaannya Mengembangkan Seni Lukis Kaca Nagasepaha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co