23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semua Rencana Liburan Itu Hanya Wacana

Musti Ariantini by Musti Ariantini
July 12, 2023
in Esai
Semua Rencana Liburan Itu Hanya Wacana

Ilustrasi Tatkala.co

PERGANTIAN semester dari genap menuju ganjil selalu diwarnai dengan libur panjang, waktu di mana siswa atau mahasiswa terbebas dari tugas yang menumpuk untuk sementara waktu.

Anak sekolah atau kuliah biasanya akan bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga atau sahabat di bulan Juni, bulan yang menurut saya sangat cocok untuk liburan sebab rintik hujan yang jarang terjadi seakan mendukung rencana liburan—yang barangkali telah disusun sedemikian rupa untuk mengobati rutinitas yang melelahkan dan membosankan.

Oleh sebab itu kata liburan selalu terasa menyenangkan dan tentunya dinanti-nantikan semua orang, termasuk saya dan sahabat saya. Tetapi, sangat disayangkan, sampai saat ini, itu hanya sekadar wacana. Ya, waktu mendekati liburan tiba, kami tidak pernah absen menyusun rencana liburan.

Selama nyaris 9 tahun kami berteman, tak sekalipun pernah merasakan liburan bersama, miris sekali. Kadang kami iri melihat orang lain yang berlibur ke tempat-tempat yang jauh bersama sahabatnya, bahkan sampai menginap. Sedangkan kami mentok-mentok hanya sampai Pantai Indah atau Taman Kota Singaraja.

Segala tempat aesthetic yang ada di Bali sudah kami masukan ke dalam list wisata yang akan kami kunjungi ketika libur panjang tiba. Mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata kuliner sampai mendaki. Jogja, Lombok, Papua, bahkan Jepang juga pernah singgah di daftar rencana wisata kami. Namun, sayangnya, satupun belum pernah kami kunjungi bersama.

***

Libur panjang tahun ini pun sama seperti libur-libur sebelumnya—kami sudah menyusun rencana liburan. Kami berencana untuk mengunjungi Kebun Raya Bedugul, sembari piknik ala-ala yang sedang trending, menyewa sepeda untuk mengeliligi Kebun Raya yang luasnya tidak memungkinkan untuk kami—remaja jompo—mengelilingi seluruh spotnya dengan berjalan kaki.

Pulangnya kami berencana untuk singgah di dagang-dagang pinggir jalan dekat Kebun Raya Bedugul untuk sekadar membeli oleh-oleh. Rencana ini sudah kami rancang sedemikian rupa dari akhir Mei 2023 kemarin, bahkan kami sudah mulai menabung khusus hanya untuk liburan, namun yah seperti yang sudah-sudah, rencana tersebut lagi-lagi hanya menjadi wacana.

Lebih mengesalkan lagi, kemarin sahabat saya membuat rencana untuk mendaki berdua hanya karena seluruh fyp Instagram-nya dipenuhi konten mendaki, padahal rencana untuk mengunjungi Kebun Raya Bedugul saja masih berstatus wacana.

Terkadang saya heran, kenapa kami tidak pernah ditakdirkan untuk liburan berdua, dari sekian lamanya kami bersama kenapa tidak ada satu hari saja yang mengantarkan kami merealisasikan rencana mengunjungi tempat wisata?

Setelah saya pikir-pikir, barangkali rencana tersebut tidak kami imbangi dengan niat yang kuat. Selalu ada saja hal-hal yang bisa membatalkan rencana liburan yang sudah kami susun sedemikian apik—bahkan segala tips liburan di Google sudah kami baca dan kami ikuti satu persatu, tapi tetap tidak ada gunanya.

Dan setelah saya pikir memang banyak sekali hal—mungkin bagi sebagian orang sepele—yang bisa membatalkan liburan kami, seperti misalnya:

Dana

Karena kami adalah mahasiswa kere, sudah pasti kami harus menabung untuk bisa menikmati liburan. Uang adalah modal utama dalam menikmati liburan yang nyaman dan meyenangkan (menurut saya). Kami adalah orang-orang yang selalu mengutamakan makanan, tanpa makanan liburan tidak akan terasa menyenangkan.

Nah, dalam proses menabung inilah selalu saja ada godaan yang sangat sulit saya tepis, khususnya godaan dalam bentuk bakso, mie ayam, lalapan dan kawan-kawannya.

Dan sialnya lagi, ketika uang saya untuk liburan sudah terkumpul, uang sahabat saya belum, ketika uang sahabat saya sudah terkumpul, giliran uang saya yang sudah habis. Kalau dipikir-pikir uang bukanlah masalah besar dalam liburan, kembali lagi semua ini hanya tentang niat.

Strict Parent

Kami dibesarkan dalam lingkungan yang sama, keluarga yang keras dan tegas, sehingga sangat jarang kami bisa keluar bersama ke tempat-tempat yang jauh, bahkan waktu keluar kami pun terbatas, jangan harap bisa menginap.

Meminta izin untuk pergi ke tempat-tempat yang dekat saja susahnya minta ampun, dijejali dengan banyak pertanyaan pergi sama siapa, ngapain ke sana, berapa lama, apa tujuan ke tempat tersebut dan masih banyak lagi pertanyaan yang harus kami  jawab.

Barangkali orangtua kami takut terjadi sesuatu yang buruk ketika kami melakukan perjalanan jauh, sehingga selalu menetapkan aturan yang ketat dan hukuman yang siap menanti bila kami melanggarnya.

Ya, saya tidak pernah menginap, tidak pernah ikut kemah (kecuali kemah yang diadakan di sekolah ketika pramuka). Artinya, semalam apapun saya akan pulang, entah setelah kegiatan kuliah maupun kerja, ayah saya lebih memilih menjemput saya dan menunggu di jalan sepi daripada menginzinkan saya menginap. Inilah alasan utama gagalnya liburan yang kami rencanakan.

Terikat Pada Zona Nyaman

Bisa di katakan kami adalah dua orang introvert yang sangat susah bersosial kecuali terpaksa. Kami menyukai tempat-tempat yang sepi, jauh dari keramaian dan menenangkan, sedangkan ketika waktu liburan tiba, sudah pasti semua tempat wisata ramai pengunjung. Nah, alasan inilah yang menyebabkan surutnya niat liburan kami.

Di saat kawan-kawan yang lain berkelana mengunjungi tempat-tempat wisata terbaru, kami sibuk di kamar bergelut dengan selimut dan mulai berselancar di internet mencari tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Seringkali kami menunda-nunda waktu untuk mengunjungi tempat wisata hingga tanpa terasa waktu liburan sudah berakhir.

Waktu Libur yang Berbeda

Meski kami bersahabat sudah 9 tahun, kami dipisahkan oleh sekolah pilihan kami masing-masing. Kami bersama hanya saat SMP, setelahnya dia memilih SMA sedangkan saya SMK, kuliah pun di kampus yang berbeda, namun kami masih sering bersama saat mengerjakan tugas meski berbeda almamater.

Berbeda almamater juga menjadi sebab kami tidak bisa berlibur bersama. Begini, ketika kampusnya sudah memasuki waktu liburan, saya sedang riweh-riweh-nya mengikuti UAS; ketika waktu liburan saya tiba, dia sudah memasuki tahun ajaran baru. Sungguh menyebalkan.

Ditambah lagi kegiatan kampus yang kami ikuti, yang tentu saja tidak memberikan kami waktu berleha-leha seperti orang lain, maklum kami anak beasiswa. Belum lagi sahabat saya sangat ambis, separuh waktunya dihabiskan di kampus.

Dan tentu masih banyak lagi alasan yang menghancurkan rencana liburan kami, seperti acara-acara penting yang mengharuskan kami meng-cancel liburan, hingga alasan tidak ada baju yang cocok untuk dipakai ke tempat wisata tersebut.

Yah, sampai di sini, saya hanya berharap, ada satu waktu di mana kami bisa merealisasikan sebagian rencana liburan kami, hanya sebagian, karena kalau semua rencana terlalu mustahil. Kalau kalian bagaimana?[T]

Liburan Sekolah Tanpa Musim Kopi
Liburan di Yogya
Surga Itu Bernama Bali – Tidak Ada Salahnya Orang Bali Liburan Dulu di Bali
Liburan di Kiralela: Stalagnit Tonggak Bakau di Pantai Welolo
Cuti Bersama? Cobalah Trekking Menyambut Fajar di Jalur Buu-Yangudi, Desa Les, Tejakula
Ampupu Kembar, “Hidden Gem in Bali” di Kawasan Batur
Tags: ceritaesaikisah nyataliburanliburan semester
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!

Next Post

Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co