22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Liburan di Kiralela: Stalagnit Tonggak Bakau di Pantai Welolo

Putu Hendra Wirawan by Putu Hendra Wirawan
February 2, 2018
in Tualang

Foto-foto: koleksi penulis

UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi ke pantai atau sekedar bertemu dengan warga di desa ini. Tentunya pantai yang sangat menarik perhatian kita adalah Pantai Welolo. Ternyata pantai ini sangat indah jika kita perhatikan di saat air laut surut.

liburan di kiralela4Hamparan pasir putih yang halus sangat jelas kita lihat di sepanjang pantai mulai dari jam 3 sore sampai mendekati malam hari. Bakau-bakau yang tumbuh di sekitar pantai membuat pesona Pantai Welolo menjadi sempurna. Akar-akar bakau yang menjalar ke atas tampak seperti stalagnit yang berada di goa-goa pantai. Bakau ini biasa disebut ‘Tongke’ oleh warga sekitar.

Ketika air laut surut akan banyak ditemukan kerang-kerang laut. Warga menyebutnya dengan sebutan ‘Meting’. Kerang-kerang ini biasa disantap warga sekitar sebagai lauk, dan rasanya sangatlah gurih. Anak-anak pantai biasa berkerumunan di pantai untuk berlomba-lomba mencari kerang-kerang ini.

Di Pantai ini juga banyak ditemukan kerang laut yang kosong tak berpenghuni. Jika Anda punya hobi dengan kerajinan kerang, carilah dan kreasikan seni Anda. Karena kalau Anda mau, ribuan kerang banyak terhampar di sekitar pesisir pantai.

Tapi sayang, warga sekitar tidak ada yang mau memanfaatkannya untuk itu. Keindahan Pantai Welolo tidak hanya putus di situ saja. Ketika malam bulan purnama, kenampakan pantai ini bisa kita umpamakan sebagai lukisan alam yang indahnya tiada tanding. Apalagi kalau Anda bermalam di pantai ini, Anda akan banyak menemukan penyu-penyu laut yang biasa ke pesisir pantai untuk bertelur.

Namun, jika kita perhatikan kesadaran untuk menjaga alam di wilayah ini sangatlah kurang. Contohnya saja orang-orang dari pulau seberang yang berusaha mencari ikan di seputaran pantai ini. Mereka biasa memanfaatkan bom untuk menangkap ikan untuk kebutuhan pribadinya.

Jika kita cerna baik-baik, hal ini sangatlah mengganggu ekosistem yang ada di laut. Baik binatang laut yang ada di dalamnya maupun tempat hidup dari binatang laut itu. Sehingga tak jarang kita lihat, karang-karang yang sudah rusak terhempas ke pesisir lautan.

Sangat disayangkan sekali….

liburan di kiralela2Empat hari sudah petualangan yang telah saya lakukan di tempat ini. Berawal dari perjalanan saya dengan berjalan kaki dari Kolana hingga sampai di tempat yang indah ini. Bermalam di Kolana, bangun pagi menikmati sun rice dan melakukan perjalanan selama 2 jam setengah dengan jarak 9 km.

Semuanya tak membuat diri saya lelah. Apalagi sampai lelah menikmati keindahan di sepanjang perjalanan menuju Desa Mausamang, Kiralela. Banyak burung hutan yang kita temui di sepanjang jalan. Mulai dari burung yang beterbangan maupun burung darat yang biasa berjalan bebas di sekitar hutan.

Ada 2 sungai saya temui saat itu. Tapi sayangnya, sungai ini merupakan sungai sementara yang mengalir hanya beberapa hari saja. Sehingga kenikmatan untuk menikmati sejuknya air pegunungan ini bisa dirasakan 3 sampai 4 hari saja.

Tapi janganlah kecewa, karena selain itu banyak hal yang tentunya bisa kita rasakan seperti menikmati gurihnya kepiting laut atau menikmati ikan laut yang bisa kita nikmati langsung di pesisir pantai karena memang menangkapnya pun tidak begitu susah. Ikan-ikan laut biasa berkeliaran di permukaan laut atau di pesisir laut.

Sedangkan kepiting-kepiting laut biasa bersembunyi di rawa-rawa. Cara menangkap binatang laut ini yaitu dengan menggunakan besi panah yang dibuat dengan cara tradisional. Bahannya adalah karet gelang yang biasa digunakan anak-anak kecil membuat ketapel.

Saya yakin, keindahan Pantai Welolo membuat Anda tak puas hanya berkunjung sekali ini saja. Bersalto di air laut yang dalam merupakan sesuatu yang menakjubkan apalagi bersama anak-anak pantai yang biasa hidup di daerah itu. Menikmati indahnya pantai diatas mercusuar atau adu nyali berenang melewati muara air laut yang deras.

Sekali-kali bidiklah pemandangan ini dengan kamera Anda. Air laut yang meluap menjadi genangan air di pesisir pantai kita perhatikan bagai hamparan danau yang begitu luas. Jika Anda tidak piawai dalam berenang, janganlah coba-coba berenang di sini. Gundukan-gundukan pasir yang menipu membuat Anda kewalahan mengatur nafas. Tapi, jika Anda seorang petualang sejati, pengalaman ini merupakan salah satu pengalaman berarti yang pernah anda miliki.

Bermain ‘Api Lailol’

DI malam hari saya berkesempatan untuk bermain congklak bersama warga disini. Tak ada catur, congklakpun jadi. Dan kebetulan permainan congklak yang saya mainkan malam itu merupakan permainan yang baru saya pelajari. Padahal jika dibilang, permainan tradisional ini sangatlah populer di Indonesia. Orang Kolana dan sekitarnya biasa menyebut permainan ini ‘ApiLailol’ atau jika kita terjemahkan: Ikan yang berputar-putar.

liburan di kiralela3Cara mainnya pun sangat mudah. Terdiri dari 14 lubang. Tiap lubangnya terdapat 4 batu yang bisa kita putar berlawanan dengan arah jarum jam. 2 pemain masing-masing memiliki 7 lubang kekuasaan. Masing-masing batu dapat kita putar sehingga jika kita menemui batu yang berjumlah 4 butir maka batu itulah yang menjadi milik kita.

Siapapun yang mengumpulkan batu paling banyak dialah pemenang kekuasaan. Permainan ini terdiri dari banyak sesi. Satu sesi bisa membuat 1 lubang atau lebih dikuasai oleh lawan. Di sinilah diperlukan kecerdasan berpikir, taktik dan kemampuan berhitung. Pemenang dari permainan ini adalah dia yang mampu menghabiskan daerah kekuasaan lawan. Selamat mencoba!

Jalan Terjal Penuh Tantangan

Dibutuhkan jiwa petualang yang tinggi dan keberanian yang kuat untuk bisa melewati jalan terjal berbatu dengan menggunakan motor. Kali ini merupakan suatu prestasi karena saya sudah mencoba jalanan terjal itu dengan perjuangan keras saya. Memang, agak sedikit berlebihan jika diungkapkan. Namun bagi saya, orang baru tak banyak yang mampu mencoba dikarenakan takut akan bahaya melewati jalanan penuh dengan batu.

Apalagi jalanan tersebut dibarengi dengan tikungan, turunan dan tanjakan yang berhasil menguji nyali. Itulah jalanan kiralela-kolana. Walaupun tangan pegal sementara. Tapi petualangan menggunakan motor saya rasakan bagaikan mengikuti racing di bukit yang penuh dengan tantangan, seperti yang biasa kita lihat di tayangan-tayangan TV.

Saya memang tidak puas kalau mengunjungi desa ini sekali itu saja. Terhitung 4 kali saya ke desa ini dengan membawa 2 bidadari cantik dari Bali yang kebetulan merupakan Guru SM3T yaitu Ibu Desy dan Ibu Yunita. Ibu Yunita bertugas di Eybeki, Kecamatan Mataru.

Dan kebetulan beliau penasaran dengan daerah Alor Timur. Maka dari itu saya ingin menunjukkan keindahan alam di daerah ini dengan cara mengajaknya mengelilingi Alor Timur. Saya memang agak sedikit berdosa mengajak mereka ke Kiralela dengan berjalan kaki dari Kolana selama 2 jam setengah sehingga membuat otot kaki mereka pegal-pegal sesampainya di sana.

liburan di kiralela5Namun, semua itu terbayarkan ketika mereka juga bisa menikmati keindahan Pantai Welolo dan menikmati gurihnya daging kepiting laut pangggang keesokan harinya. Pastinya dengan Pak Agus dan beberapa warga Kiralela lainnya. Dan kebetulan pada saat itu merupakan Hari Ulang Tahun Pak Agus. Jadi pada saat itu bisa dibilang merupakan hari yang benar-benar padat. Padat dengan aktifitas petualangan.

Sayangnya kami hanya tinggal beberapa hari saja di sana. Hahhh… Besoknya saya bertujuan untuk mengunjungi Pantai Sweqhel bersama Ibu Desy dan Ibu Yunita. Tentu ini juga  menjadi pengalaman yang berkesan untuk mereka. I hope so… (T)

Tags: alorNTTPariwisata
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

“Serombotan”, Bhineka Tunggal Ika, dan Merah Putih di Tukad Unda

Next Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Kesadaran Brahmana, Jalan Setapak ke Pintu Moksha

Putu Hendra Wirawan

Putu Hendra Wirawan

Lahir di Selumbung, sebuah desa tua di Karangasem Bali. Memulai karirnya sebagai guru di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012, namun kini ia aktif mengajar di SD N Hindu 1 Bukian, salah satu Sekolah Dasar di Payangan, Gianyar. Ia baru saja menyelesaikan Study Magisternya di Universitas Pendidikan Ganesha pada Program Pendidikan Dasar. Selain mengajar ia rutin membuat Buku Cerita Anak dengan menggandeng penggiat sastra dan ilustrator lokal.

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Kesadaran Brahmana, Jalan Setapak ke Pintu Moksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co