22 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Liburan di Kiralela: Stalagnit Tonggak Bakau di Pantai Welolo

Putu Hendra Wirawan by Putu Hendra Wirawan
February 2, 2018
in Tualang

Foto-foto: koleksi penulis

UNTUK yang ketiga kalinya, saya menginjakkan kaki di Desa Mausamang Kiralela di Kecamatan Alor Timur, NTT. Bersahabat lebih dekat dengan desa ini membuat saya kecanduan untuk pergi ke pantai atau sekedar bertemu dengan warga di desa ini. Tentunya pantai yang sangat menarik perhatian kita adalah Pantai Welolo. Ternyata pantai ini sangat indah jika kita perhatikan di saat air laut surut.

liburan di kiralela4Hamparan pasir putih yang halus sangat jelas kita lihat di sepanjang pantai mulai dari jam 3 sore sampai mendekati malam hari. Bakau-bakau yang tumbuh di sekitar pantai membuat pesona Pantai Welolo menjadi sempurna. Akar-akar bakau yang menjalar ke atas tampak seperti stalagnit yang berada di goa-goa pantai. Bakau ini biasa disebut ‘Tongke’ oleh warga sekitar.

Ketika air laut surut akan banyak ditemukan kerang-kerang laut. Warga menyebutnya dengan sebutan ‘Meting’. Kerang-kerang ini biasa disantap warga sekitar sebagai lauk, dan rasanya sangatlah gurih. Anak-anak pantai biasa berkerumunan di pantai untuk berlomba-lomba mencari kerang-kerang ini.

Di Pantai ini juga banyak ditemukan kerang laut yang kosong tak berpenghuni. Jika Anda punya hobi dengan kerajinan kerang, carilah dan kreasikan seni Anda. Karena kalau Anda mau, ribuan kerang banyak terhampar di sekitar pesisir pantai.

Tapi sayang, warga sekitar tidak ada yang mau memanfaatkannya untuk itu. Keindahan Pantai Welolo tidak hanya putus di situ saja. Ketika malam bulan purnama, kenampakan pantai ini bisa kita umpamakan sebagai lukisan alam yang indahnya tiada tanding. Apalagi kalau Anda bermalam di pantai ini, Anda akan banyak menemukan penyu-penyu laut yang biasa ke pesisir pantai untuk bertelur.

Namun, jika kita perhatikan kesadaran untuk menjaga alam di wilayah ini sangatlah kurang. Contohnya saja orang-orang dari pulau seberang yang berusaha mencari ikan di seputaran pantai ini. Mereka biasa memanfaatkan bom untuk menangkap ikan untuk kebutuhan pribadinya.

Jika kita cerna baik-baik, hal ini sangatlah mengganggu ekosistem yang ada di laut. Baik binatang laut yang ada di dalamnya maupun tempat hidup dari binatang laut itu. Sehingga tak jarang kita lihat, karang-karang yang sudah rusak terhempas ke pesisir lautan.

Sangat disayangkan sekali….

liburan di kiralela2Empat hari sudah petualangan yang telah saya lakukan di tempat ini. Berawal dari perjalanan saya dengan berjalan kaki dari Kolana hingga sampai di tempat yang indah ini. Bermalam di Kolana, bangun pagi menikmati sun rice dan melakukan perjalanan selama 2 jam setengah dengan jarak 9 km.

Semuanya tak membuat diri saya lelah. Apalagi sampai lelah menikmati keindahan di sepanjang perjalanan menuju Desa Mausamang, Kiralela. Banyak burung hutan yang kita temui di sepanjang jalan. Mulai dari burung yang beterbangan maupun burung darat yang biasa berjalan bebas di sekitar hutan.

Ada 2 sungai saya temui saat itu. Tapi sayangnya, sungai ini merupakan sungai sementara yang mengalir hanya beberapa hari saja. Sehingga kenikmatan untuk menikmati sejuknya air pegunungan ini bisa dirasakan 3 sampai 4 hari saja.

Tapi janganlah kecewa, karena selain itu banyak hal yang tentunya bisa kita rasakan seperti menikmati gurihnya kepiting laut atau menikmati ikan laut yang bisa kita nikmati langsung di pesisir pantai karena memang menangkapnya pun tidak begitu susah. Ikan-ikan laut biasa berkeliaran di permukaan laut atau di pesisir laut.

Sedangkan kepiting-kepiting laut biasa bersembunyi di rawa-rawa. Cara menangkap binatang laut ini yaitu dengan menggunakan besi panah yang dibuat dengan cara tradisional. Bahannya adalah karet gelang yang biasa digunakan anak-anak kecil membuat ketapel.

Saya yakin, keindahan Pantai Welolo membuat Anda tak puas hanya berkunjung sekali ini saja. Bersalto di air laut yang dalam merupakan sesuatu yang menakjubkan apalagi bersama anak-anak pantai yang biasa hidup di daerah itu. Menikmati indahnya pantai diatas mercusuar atau adu nyali berenang melewati muara air laut yang deras.

Sekali-kali bidiklah pemandangan ini dengan kamera Anda. Air laut yang meluap menjadi genangan air di pesisir pantai kita perhatikan bagai hamparan danau yang begitu luas. Jika Anda tidak piawai dalam berenang, janganlah coba-coba berenang di sini. Gundukan-gundukan pasir yang menipu membuat Anda kewalahan mengatur nafas. Tapi, jika Anda seorang petualang sejati, pengalaman ini merupakan salah satu pengalaman berarti yang pernah anda miliki.

Bermain ‘Api Lailol’

DI malam hari saya berkesempatan untuk bermain congklak bersama warga disini. Tak ada catur, congklakpun jadi. Dan kebetulan permainan congklak yang saya mainkan malam itu merupakan permainan yang baru saya pelajari. Padahal jika dibilang, permainan tradisional ini sangatlah populer di Indonesia. Orang Kolana dan sekitarnya biasa menyebut permainan ini ‘ApiLailol’ atau jika kita terjemahkan: Ikan yang berputar-putar.

liburan di kiralela3Cara mainnya pun sangat mudah. Terdiri dari 14 lubang. Tiap lubangnya terdapat 4 batu yang bisa kita putar berlawanan dengan arah jarum jam. 2 pemain masing-masing memiliki 7 lubang kekuasaan. Masing-masing batu dapat kita putar sehingga jika kita menemui batu yang berjumlah 4 butir maka batu itulah yang menjadi milik kita.

Siapapun yang mengumpulkan batu paling banyak dialah pemenang kekuasaan. Permainan ini terdiri dari banyak sesi. Satu sesi bisa membuat 1 lubang atau lebih dikuasai oleh lawan. Di sinilah diperlukan kecerdasan berpikir, taktik dan kemampuan berhitung. Pemenang dari permainan ini adalah dia yang mampu menghabiskan daerah kekuasaan lawan. Selamat mencoba!

Jalan Terjal Penuh Tantangan

Dibutuhkan jiwa petualang yang tinggi dan keberanian yang kuat untuk bisa melewati jalan terjal berbatu dengan menggunakan motor. Kali ini merupakan suatu prestasi karena saya sudah mencoba jalanan terjal itu dengan perjuangan keras saya. Memang, agak sedikit berlebihan jika diungkapkan. Namun bagi saya, orang baru tak banyak yang mampu mencoba dikarenakan takut akan bahaya melewati jalanan penuh dengan batu.

Apalagi jalanan tersebut dibarengi dengan tikungan, turunan dan tanjakan yang berhasil menguji nyali. Itulah jalanan kiralela-kolana. Walaupun tangan pegal sementara. Tapi petualangan menggunakan motor saya rasakan bagaikan mengikuti racing di bukit yang penuh dengan tantangan, seperti yang biasa kita lihat di tayangan-tayangan TV.

Saya memang tidak puas kalau mengunjungi desa ini sekali itu saja. Terhitung 4 kali saya ke desa ini dengan membawa 2 bidadari cantik dari Bali yang kebetulan merupakan Guru SM3T yaitu Ibu Desy dan Ibu Yunita. Ibu Yunita bertugas di Eybeki, Kecamatan Mataru.

Dan kebetulan beliau penasaran dengan daerah Alor Timur. Maka dari itu saya ingin menunjukkan keindahan alam di daerah ini dengan cara mengajaknya mengelilingi Alor Timur. Saya memang agak sedikit berdosa mengajak mereka ke Kiralela dengan berjalan kaki dari Kolana selama 2 jam setengah sehingga membuat otot kaki mereka pegal-pegal sesampainya di sana.

liburan di kiralela5Namun, semua itu terbayarkan ketika mereka juga bisa menikmati keindahan Pantai Welolo dan menikmati gurihnya daging kepiting laut pangggang keesokan harinya. Pastinya dengan Pak Agus dan beberapa warga Kiralela lainnya. Dan kebetulan pada saat itu merupakan Hari Ulang Tahun Pak Agus. Jadi pada saat itu bisa dibilang merupakan hari yang benar-benar padat. Padat dengan aktifitas petualangan.

Sayangnya kami hanya tinggal beberapa hari saja di sana. Hahhh… Besoknya saya bertujuan untuk mengunjungi Pantai Sweqhel bersama Ibu Desy dan Ibu Yunita. Tentu ini juga  menjadi pengalaman yang berkesan untuk mereka. I hope so… (T)

Tags: alorNTTPariwisata
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

“Serombotan”, Bhineka Tunggal Ika, dan Merah Putih di Tukad Unda

Next Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Kesadaran Brahmana, Jalan Setapak ke Pintu Moksha

Putu Hendra Wirawan

Putu Hendra Wirawan

Lahir di Selumbung, sebuah desa tua di Karangasem Bali. Memulai karirnya sebagai guru di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012, namun kini ia aktif mengajar di SD N Hindu 1 Bukian, salah satu Sekolah Dasar di Payangan, Gianyar. Ia baru saja menyelesaikan Study Magisternya di Universitas Pendidikan Ganesha pada Program Pendidikan Dasar. Selain mengajar ia rutin membuat Buku Cerita Anak dengan menggandeng penggiat sastra dan ilustrator lokal.

Related Posts

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails
Next Post

Catatan Harian Sugi Lanus: Kesadaran Brahmana, Jalan Setapak ke Pintu Moksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan
Panggung

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran...

by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
Berguru ke Baduy Luar
Tualang

Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
Besar Cerita, Besar Berita
Esai

Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

by Angga Wijaya
May 21, 2026
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali
Khas

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
Hati-Hati Ada Proyek!
Esai

Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co