2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semua Rencana Liburan Itu Hanya Wacana

Musti Ariantini by Musti Ariantini
July 12, 2023
in Esai
Semua Rencana Liburan Itu Hanya Wacana

Ilustrasi Tatkala.co

PERGANTIAN semester dari genap menuju ganjil selalu diwarnai dengan libur panjang, waktu di mana siswa atau mahasiswa terbebas dari tugas yang menumpuk untuk sementara waktu.

Anak sekolah atau kuliah biasanya akan bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga atau sahabat di bulan Juni, bulan yang menurut saya sangat cocok untuk liburan sebab rintik hujan yang jarang terjadi seakan mendukung rencana liburan—yang barangkali telah disusun sedemikian rupa untuk mengobati rutinitas yang melelahkan dan membosankan.

Oleh sebab itu kata liburan selalu terasa menyenangkan dan tentunya dinanti-nantikan semua orang, termasuk saya dan sahabat saya. Tetapi, sangat disayangkan, sampai saat ini, itu hanya sekadar wacana. Ya, waktu mendekati liburan tiba, kami tidak pernah absen menyusun rencana liburan.

Selama nyaris 9 tahun kami berteman, tak sekalipun pernah merasakan liburan bersama, miris sekali. Kadang kami iri melihat orang lain yang berlibur ke tempat-tempat yang jauh bersama sahabatnya, bahkan sampai menginap. Sedangkan kami mentok-mentok hanya sampai Pantai Indah atau Taman Kota Singaraja.

Segala tempat aesthetic yang ada di Bali sudah kami masukan ke dalam list wisata yang akan kami kunjungi ketika libur panjang tiba. Mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata kuliner sampai mendaki. Jogja, Lombok, Papua, bahkan Jepang juga pernah singgah di daftar rencana wisata kami. Namun, sayangnya, satupun belum pernah kami kunjungi bersama.

***

Libur panjang tahun ini pun sama seperti libur-libur sebelumnya—kami sudah menyusun rencana liburan. Kami berencana untuk mengunjungi Kebun Raya Bedugul, sembari piknik ala-ala yang sedang trending, menyewa sepeda untuk mengeliligi Kebun Raya yang luasnya tidak memungkinkan untuk kami—remaja jompo—mengelilingi seluruh spotnya dengan berjalan kaki.

Pulangnya kami berencana untuk singgah di dagang-dagang pinggir jalan dekat Kebun Raya Bedugul untuk sekadar membeli oleh-oleh. Rencana ini sudah kami rancang sedemikian rupa dari akhir Mei 2023 kemarin, bahkan kami sudah mulai menabung khusus hanya untuk liburan, namun yah seperti yang sudah-sudah, rencana tersebut lagi-lagi hanya menjadi wacana.

Lebih mengesalkan lagi, kemarin sahabat saya membuat rencana untuk mendaki berdua hanya karena seluruh fyp Instagram-nya dipenuhi konten mendaki, padahal rencana untuk mengunjungi Kebun Raya Bedugul saja masih berstatus wacana.

Terkadang saya heran, kenapa kami tidak pernah ditakdirkan untuk liburan berdua, dari sekian lamanya kami bersama kenapa tidak ada satu hari saja yang mengantarkan kami merealisasikan rencana mengunjungi tempat wisata?

Setelah saya pikir-pikir, barangkali rencana tersebut tidak kami imbangi dengan niat yang kuat. Selalu ada saja hal-hal yang bisa membatalkan rencana liburan yang sudah kami susun sedemikian apik—bahkan segala tips liburan di Google sudah kami baca dan kami ikuti satu persatu, tapi tetap tidak ada gunanya.

Dan setelah saya pikir memang banyak sekali hal—mungkin bagi sebagian orang sepele—yang bisa membatalkan liburan kami, seperti misalnya:

Dana

Karena kami adalah mahasiswa kere, sudah pasti kami harus menabung untuk bisa menikmati liburan. Uang adalah modal utama dalam menikmati liburan yang nyaman dan meyenangkan (menurut saya). Kami adalah orang-orang yang selalu mengutamakan makanan, tanpa makanan liburan tidak akan terasa menyenangkan.

Nah, dalam proses menabung inilah selalu saja ada godaan yang sangat sulit saya tepis, khususnya godaan dalam bentuk bakso, mie ayam, lalapan dan kawan-kawannya.

Dan sialnya lagi, ketika uang saya untuk liburan sudah terkumpul, uang sahabat saya belum, ketika uang sahabat saya sudah terkumpul, giliran uang saya yang sudah habis. Kalau dipikir-pikir uang bukanlah masalah besar dalam liburan, kembali lagi semua ini hanya tentang niat.

Strict Parent

Kami dibesarkan dalam lingkungan yang sama, keluarga yang keras dan tegas, sehingga sangat jarang kami bisa keluar bersama ke tempat-tempat yang jauh, bahkan waktu keluar kami pun terbatas, jangan harap bisa menginap.

Meminta izin untuk pergi ke tempat-tempat yang dekat saja susahnya minta ampun, dijejali dengan banyak pertanyaan pergi sama siapa, ngapain ke sana, berapa lama, apa tujuan ke tempat tersebut dan masih banyak lagi pertanyaan yang harus kami  jawab.

Barangkali orangtua kami takut terjadi sesuatu yang buruk ketika kami melakukan perjalanan jauh, sehingga selalu menetapkan aturan yang ketat dan hukuman yang siap menanti bila kami melanggarnya.

Ya, saya tidak pernah menginap, tidak pernah ikut kemah (kecuali kemah yang diadakan di sekolah ketika pramuka). Artinya, semalam apapun saya akan pulang, entah setelah kegiatan kuliah maupun kerja, ayah saya lebih memilih menjemput saya dan menunggu di jalan sepi daripada menginzinkan saya menginap. Inilah alasan utama gagalnya liburan yang kami rencanakan.

Terikat Pada Zona Nyaman

Bisa di katakan kami adalah dua orang introvert yang sangat susah bersosial kecuali terpaksa. Kami menyukai tempat-tempat yang sepi, jauh dari keramaian dan menenangkan, sedangkan ketika waktu liburan tiba, sudah pasti semua tempat wisata ramai pengunjung. Nah, alasan inilah yang menyebabkan surutnya niat liburan kami.

Di saat kawan-kawan yang lain berkelana mengunjungi tempat-tempat wisata terbaru, kami sibuk di kamar bergelut dengan selimut dan mulai berselancar di internet mencari tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Seringkali kami menunda-nunda waktu untuk mengunjungi tempat wisata hingga tanpa terasa waktu liburan sudah berakhir.

Waktu Libur yang Berbeda

Meski kami bersahabat sudah 9 tahun, kami dipisahkan oleh sekolah pilihan kami masing-masing. Kami bersama hanya saat SMP, setelahnya dia memilih SMA sedangkan saya SMK, kuliah pun di kampus yang berbeda, namun kami masih sering bersama saat mengerjakan tugas meski berbeda almamater.

Berbeda almamater juga menjadi sebab kami tidak bisa berlibur bersama. Begini, ketika kampusnya sudah memasuki waktu liburan, saya sedang riweh-riweh-nya mengikuti UAS; ketika waktu liburan saya tiba, dia sudah memasuki tahun ajaran baru. Sungguh menyebalkan.

Ditambah lagi kegiatan kampus yang kami ikuti, yang tentu saja tidak memberikan kami waktu berleha-leha seperti orang lain, maklum kami anak beasiswa. Belum lagi sahabat saya sangat ambis, separuh waktunya dihabiskan di kampus.

Dan tentu masih banyak lagi alasan yang menghancurkan rencana liburan kami, seperti acara-acara penting yang mengharuskan kami meng-cancel liburan, hingga alasan tidak ada baju yang cocok untuk dipakai ke tempat wisata tersebut.

Yah, sampai di sini, saya hanya berharap, ada satu waktu di mana kami bisa merealisasikan sebagian rencana liburan kami, hanya sebagian, karena kalau semua rencana terlalu mustahil. Kalau kalian bagaimana?[T]

Liburan Sekolah Tanpa Musim Kopi
Liburan di Yogya
Surga Itu Bernama Bali – Tidak Ada Salahnya Orang Bali Liburan Dulu di Bali
Liburan di Kiralela: Stalagnit Tonggak Bakau di Pantai Welolo
Cuti Bersama? Cobalah Trekking Menyambut Fajar di Jalur Buu-Yangudi, Desa Les, Tejakula
Ampupu Kembar, “Hidden Gem in Bali” di Kawasan Batur
Tags: ceritaesaikisah nyataliburanliburan semester
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!

Next Post

Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co