25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semua Rencana Liburan Itu Hanya Wacana

Musti Ariantini by Musti Ariantini
July 12, 2023
in Esai
Semua Rencana Liburan Itu Hanya Wacana

Ilustrasi Tatkala.co

PERGANTIAN semester dari genap menuju ganjil selalu diwarnai dengan libur panjang, waktu di mana siswa atau mahasiswa terbebas dari tugas yang menumpuk untuk sementara waktu.

Anak sekolah atau kuliah biasanya akan bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga atau sahabat di bulan Juni, bulan yang menurut saya sangat cocok untuk liburan sebab rintik hujan yang jarang terjadi seakan mendukung rencana liburan—yang barangkali telah disusun sedemikian rupa untuk mengobati rutinitas yang melelahkan dan membosankan.

Oleh sebab itu kata liburan selalu terasa menyenangkan dan tentunya dinanti-nantikan semua orang, termasuk saya dan sahabat saya. Tetapi, sangat disayangkan, sampai saat ini, itu hanya sekadar wacana. Ya, waktu mendekati liburan tiba, kami tidak pernah absen menyusun rencana liburan.

Selama nyaris 9 tahun kami berteman, tak sekalipun pernah merasakan liburan bersama, miris sekali. Kadang kami iri melihat orang lain yang berlibur ke tempat-tempat yang jauh bersama sahabatnya, bahkan sampai menginap. Sedangkan kami mentok-mentok hanya sampai Pantai Indah atau Taman Kota Singaraja.

Segala tempat aesthetic yang ada di Bali sudah kami masukan ke dalam list wisata yang akan kami kunjungi ketika libur panjang tiba. Mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata kuliner sampai mendaki. Jogja, Lombok, Papua, bahkan Jepang juga pernah singgah di daftar rencana wisata kami. Namun, sayangnya, satupun belum pernah kami kunjungi bersama.

***

Libur panjang tahun ini pun sama seperti libur-libur sebelumnya—kami sudah menyusun rencana liburan. Kami berencana untuk mengunjungi Kebun Raya Bedugul, sembari piknik ala-ala yang sedang trending, menyewa sepeda untuk mengeliligi Kebun Raya yang luasnya tidak memungkinkan untuk kami—remaja jompo—mengelilingi seluruh spotnya dengan berjalan kaki.

Pulangnya kami berencana untuk singgah di dagang-dagang pinggir jalan dekat Kebun Raya Bedugul untuk sekadar membeli oleh-oleh. Rencana ini sudah kami rancang sedemikian rupa dari akhir Mei 2023 kemarin, bahkan kami sudah mulai menabung khusus hanya untuk liburan, namun yah seperti yang sudah-sudah, rencana tersebut lagi-lagi hanya menjadi wacana.

Lebih mengesalkan lagi, kemarin sahabat saya membuat rencana untuk mendaki berdua hanya karena seluruh fyp Instagram-nya dipenuhi konten mendaki, padahal rencana untuk mengunjungi Kebun Raya Bedugul saja masih berstatus wacana.

Terkadang saya heran, kenapa kami tidak pernah ditakdirkan untuk liburan berdua, dari sekian lamanya kami bersama kenapa tidak ada satu hari saja yang mengantarkan kami merealisasikan rencana mengunjungi tempat wisata?

Setelah saya pikir-pikir, barangkali rencana tersebut tidak kami imbangi dengan niat yang kuat. Selalu ada saja hal-hal yang bisa membatalkan rencana liburan yang sudah kami susun sedemikian apik—bahkan segala tips liburan di Google sudah kami baca dan kami ikuti satu persatu, tapi tetap tidak ada gunanya.

Dan setelah saya pikir memang banyak sekali hal—mungkin bagi sebagian orang sepele—yang bisa membatalkan liburan kami, seperti misalnya:

Dana

Karena kami adalah mahasiswa kere, sudah pasti kami harus menabung untuk bisa menikmati liburan. Uang adalah modal utama dalam menikmati liburan yang nyaman dan meyenangkan (menurut saya). Kami adalah orang-orang yang selalu mengutamakan makanan, tanpa makanan liburan tidak akan terasa menyenangkan.

Nah, dalam proses menabung inilah selalu saja ada godaan yang sangat sulit saya tepis, khususnya godaan dalam bentuk bakso, mie ayam, lalapan dan kawan-kawannya.

Dan sialnya lagi, ketika uang saya untuk liburan sudah terkumpul, uang sahabat saya belum, ketika uang sahabat saya sudah terkumpul, giliran uang saya yang sudah habis. Kalau dipikir-pikir uang bukanlah masalah besar dalam liburan, kembali lagi semua ini hanya tentang niat.

Strict Parent

Kami dibesarkan dalam lingkungan yang sama, keluarga yang keras dan tegas, sehingga sangat jarang kami bisa keluar bersama ke tempat-tempat yang jauh, bahkan waktu keluar kami pun terbatas, jangan harap bisa menginap.

Meminta izin untuk pergi ke tempat-tempat yang dekat saja susahnya minta ampun, dijejali dengan banyak pertanyaan pergi sama siapa, ngapain ke sana, berapa lama, apa tujuan ke tempat tersebut dan masih banyak lagi pertanyaan yang harus kami  jawab.

Barangkali orangtua kami takut terjadi sesuatu yang buruk ketika kami melakukan perjalanan jauh, sehingga selalu menetapkan aturan yang ketat dan hukuman yang siap menanti bila kami melanggarnya.

Ya, saya tidak pernah menginap, tidak pernah ikut kemah (kecuali kemah yang diadakan di sekolah ketika pramuka). Artinya, semalam apapun saya akan pulang, entah setelah kegiatan kuliah maupun kerja, ayah saya lebih memilih menjemput saya dan menunggu di jalan sepi daripada menginzinkan saya menginap. Inilah alasan utama gagalnya liburan yang kami rencanakan.

Terikat Pada Zona Nyaman

Bisa di katakan kami adalah dua orang introvert yang sangat susah bersosial kecuali terpaksa. Kami menyukai tempat-tempat yang sepi, jauh dari keramaian dan menenangkan, sedangkan ketika waktu liburan tiba, sudah pasti semua tempat wisata ramai pengunjung. Nah, alasan inilah yang menyebabkan surutnya niat liburan kami.

Di saat kawan-kawan yang lain berkelana mengunjungi tempat-tempat wisata terbaru, kami sibuk di kamar bergelut dengan selimut dan mulai berselancar di internet mencari tempat-tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Seringkali kami menunda-nunda waktu untuk mengunjungi tempat wisata hingga tanpa terasa waktu liburan sudah berakhir.

Waktu Libur yang Berbeda

Meski kami bersahabat sudah 9 tahun, kami dipisahkan oleh sekolah pilihan kami masing-masing. Kami bersama hanya saat SMP, setelahnya dia memilih SMA sedangkan saya SMK, kuliah pun di kampus yang berbeda, namun kami masih sering bersama saat mengerjakan tugas meski berbeda almamater.

Berbeda almamater juga menjadi sebab kami tidak bisa berlibur bersama. Begini, ketika kampusnya sudah memasuki waktu liburan, saya sedang riweh-riweh-nya mengikuti UAS; ketika waktu liburan saya tiba, dia sudah memasuki tahun ajaran baru. Sungguh menyebalkan.

Ditambah lagi kegiatan kampus yang kami ikuti, yang tentu saja tidak memberikan kami waktu berleha-leha seperti orang lain, maklum kami anak beasiswa. Belum lagi sahabat saya sangat ambis, separuh waktunya dihabiskan di kampus.

Dan tentu masih banyak lagi alasan yang menghancurkan rencana liburan kami, seperti acara-acara penting yang mengharuskan kami meng-cancel liburan, hingga alasan tidak ada baju yang cocok untuk dipakai ke tempat wisata tersebut.

Yah, sampai di sini, saya hanya berharap, ada satu waktu di mana kami bisa merealisasikan sebagian rencana liburan kami, hanya sebagian, karena kalau semua rencana terlalu mustahil. Kalau kalian bagaimana?[T]

Liburan Sekolah Tanpa Musim Kopi
Liburan di Yogya
Surga Itu Bernama Bali – Tidak Ada Salahnya Orang Bali Liburan Dulu di Bali
Liburan di Kiralela: Stalagnit Tonggak Bakau di Pantai Welolo
Cuti Bersama? Cobalah Trekking Menyambut Fajar di Jalur Buu-Yangudi, Desa Les, Tejakula
Ampupu Kembar, “Hidden Gem in Bali” di Kawasan Batur
Tags: ceritaesaikisah nyataliburanliburan semester
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!

Next Post

Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co