26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sugeng Santoso: Guru Muda Berprestasi yang Mengajar Sampai Jauh

Jaswanto by Jaswanto
July 5, 2023
in Persona
Sugeng Santoso: Guru Muda Berprestasi yang Mengajar Sampai Jauh

Sugeng Santoso bersama siswa-siswanya | Foto: Dok. Sugeng

MENJADI GURU memang bukan cita-citanya. Sejak lulus SMA ia ingin menjadi seorang advokat. Karena itulah sejak awal ia sempat ngotot masuk Ilmu Hukum. Tapi jalan hidup manusia siapa yang tahu.

Pemuda kelahiran Blitar, 18 Mei 1999, itu harus mengubur dalam-dalam mimpinya menjadi advokat sejak dinyatakan lolos SNMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia—jurusan yang tak diinginkannya—pada 2017 silam. Tapi sejak saat itulah, ia mencoba menerima garis tangan yang telah digoreskan Tuhan untuknya. Hingga 2021, ia mendapat gelar Sarjana Pendidikan.

Sugeng Santoso namanya, guru muda berprestasi itu, alih-alih sibuk memberikan bantuan hukum kepada tersangka atau terdakwa dalam pemeriksaan, sekarang, ia justru sibuk—dan nyaman—bersama siswa, administrasi sekolah, metode pembelajaran, dan semua hal yang berkaitan dengan pendidikan.

Sugeng Santoso wisuda / Foto: Dok. Sugeng

“Dulu saya suka dunia politik dan hukum, Mas. Malah sempat berdebat dengan bapak dan para saudara karena ngotot masuk Ilmu Hukum. Tapi karena satu dan lain hal, saya masuk Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia—yang sebenarnya tidak saya suka,” kata Sugeng kepada Tatkala.co, Senin (3/7/2023) pagi.

Kendati demikian, setelah mendapat gelar sarjananya, Sugeng memantapkan diri—untuk pertama kalinya—menjadi guru bahasa Indonesia di SMP dan SMA Taruna Dra. Zulaeha, Probolinggo, Jawa Timur, pada Februari 2022 lalu.

Namun, tak sampai setahun mengajar di sana, ia memutuskan untuk pindah ngajar ke tempat yang jauh dari kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur. Ya, pada akhir 2022, Sugeng memutuskan terbang ke pelosok Kalimantan Tengah untuk mengajar di SMPS 11 Best Agro, Desa Papuyu III Sei Pudak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, hingga saat ini.

SMP Swasta 11 Best Agro merupakan sekolah yang dibangun dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Best Agro International—perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit. Dan ya, menurut Sugeng, kebanyakan siswa yang sekolah di sana adalah anak-anak para pekerja atau pegawai di kebun sawit tersebut. “Ada juga beberapa yang bukan anak dari pekerja si, Mas—yang tinggal di sekitar perusahaan,” ujarnya menambahkan.

Guru berprestasi

Jauh sebelum kuliah, pemuda pekerja keras dan menyukai tantangan ini, sejak SMA sudah berprestasi. Sugeng bercerita, pada semester satu kelas dua SMA ia mendapat ranking satu dan terpilih menjadi Ketua OSIS. Sejak saat itu ia selalu mendapat ranking satu hingga lulus sekolah.

Saat masih sekolah di SMA PGRI Srengat, Blitar, Sugeng mengaku pernah mengikuti Olimpiade Bahasa dan Sastra Indonesia se-Keresidenan Kediri mewakili sekolahnya. Meski akhirnya ia kalah melawan siswa-siswa SMAN, Sugeng tak mau melupakan peristiwa tersebut. Menurutnya, itu adalah awal perjuangnya.

“Perjuangan ikut olimpiade ini pun tak mudah. Saat itu langit tertutup mendung tebal. Saya tidak punya uang untuk pulang. Akhirnya saya pulang berjalan kaki. Dan benar saja hujan deras mengguyur, semua materi olimpiade saya luntur. Saya sangat sedih dan khawatir, lalu saya mencari materi lagi,” ujarnya.

Selain pintar secara akademik, Sugeng bisa dibilang memiliki keterampilan public speaking yang bagus. “Saya pernah meng-skakmat salah seorang ketua ormas yang menjadi pengisi di acara Empat Pilar Kebangsaan. Saya pernah berdebat seru dengan salah seorang petugas BNN saat sosialisasi narkoba,” ucapnya sambil tertawa dan mengingat kembali masa-masa SMA-nya.

Dan prestasi Sugeng di bidang akademik semakin moncer sejak ia menjadi mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Di kampus inilah, Sugeng mengasah kemampuannya di bidang penulisan karya ilmiah dan sastra Indonesia.

Usaha Sugeng tak sia-sia. Pada 2020, Sugeng mendapat juara 1 Lomba Opini KKN Universitas Airlangga. Dan di tahun yang sama, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha.

Sugeng Santoso saat berpose bersama salah satu mendali dan sertifikat yang diraihnya / Foto: Dok. Sugeng

Tak hanya itu, tahun 2021, Sugeng meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah PMKRI Cabang Bogor, juara 2 Lomba Esai Literasi Perpusnas Regional Jatim, dan Medali Perunggu Bangkok International IPITEx. Sedangkan tahun 2022, ia menjadi Juara Favorit Lomba Desain Pembelajaran Gueguru.Id, meraih juara 2 Lomba Cipta Baca Puisi Bulan Bahasa UNISKI,  juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bulan Bahasa UNISKI, juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bulan Bahasa UNISKI, hingga juara 1 Lomba Foto Kreatif MAM 1 Purbolinggo.

“Kalau pencapaian terbaru 2023, saya juara 1 lomba media pembelajaran tingkat guru dan mahasiswa nasional. Lalu ada juga medali perak lomba inovasi sosial internasional di Bali,” jelas Sugeng.

Mengajar di pelosok

Pada awalnya Sugeng mendaftar program mengajar di pelosok—program pemerintah—tapi tidak lolos. Padahal, saat itu, keinginannya mengajar di tempat-tempat terpencil sudah tidak bisa ditahan. Oleh karena itu, dari sinilah, takdir membawanya sampai ke pelosok Kalimantan Tengah, mengajar di kebun sawit.

Sugeng melamar di SMPS 11 Best Agro, Desa Papuyu III Sei Pudak, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau. Ia diterima dan mulai mengajar pada Desember 2022 hingga hari ini. Ia mengaku senang mengajar di pelosok karena penuh tantangan—ia memang menyukai tantangan. “Lokasinya sulit dijangkau, pelosok. Dan saya pikir bakal banyak pengalaman yang saya dapat di sana—sekalian itung-itung nambah pendapatan (gaji),” katanya sambil tertawa.

Sugeng Santoso saat menaiki perahu kelotok / Foto: Dok. Sugeng

Ya, jarak lokasi tempatnya mengajar dari pusat kota Pulang Pisau sekitar 3 sampai 5 jam menggunakan motor dan sepit atau kelotok—semacam perahu mesin kecil yang biasa digunakan masyarakat sekitar. Sedangkan dari Bahaur menuju lokasi mencapai waktu 2 jam di perjalanan. Sementara dari Kota Palangka Raya, membutuhkan waktu 3 jam di jalur darat, dan 2 jam jalur sungai.

Pemuda yang akrab disapa Santos ini, dalam hal mengajar, ia mengaku menggunakan metode pembelajar kontekstual (contekstual theaching and learning). Menurutnya, model pembelajaran ini efektif dalam membantu siswa untuk memahami materi ajar dan mengakaitkannya dengan konteks kehidupan siswa sehari hari (konteks pribadi, sosial dan kultural).

Sugeng Santoso saat memberikan mentoring kepada siswa-siswanya / Foto: Dok. Sugeng

“Sehingga mereka berpengetahuan, berketrampilan secara dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi pemahannya sendiri secara aktif. Siswa bisa belajar dengan baik bila materi ajar berhubungan dengan pengetahuan dan kegiatan yang mereka ketahui dan terjadi di sekelilingnya,” katanya menjelaskan.

Benar. Memang begitu seharusnya. Seperti kata Soedjatmoko, seorang pemikir, bahwa pendidikan memang harus dimaknai sebagai upaya penyemaian seluruh bakat dan potensi peserta didik; dan proses pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Dan pendidikan, mengutip Butet Manurung dalam Sokola Rimba (2013), “harus operasional terhadap kehidupan sehari-hari (membumi); harus menguntungkan; harus diorganisasikan secara lokal; harus membantu menumbuhkan kesadaran dan kesiapan terhadap perubahan/proses perkembangan kebudayaan suatu masyarakat; dan—tujuan sederhana dari pendidikan adalah—harus mampu membuat siswa/mahasiswa menyadari siapa dirinya, posisinya dan akan seperti apa dia kelak”.

Selain berprestasi, Santos juga termasuk guru muda yang dicintai siswa-siswanya. Sebab, selain cara mengajarnya menyenangkan, ia juga sering memberikan apresiasi kepada siswa-siswanya—walaupun itu hanya sekadar pujian atau hadiah kecil berupa permen, biskuit, atau makanan ringan lainnya. Dan atas keramahan dan kebaikannya itulah, ia juga dicintai beberapa wali murid di sana.

Sugeng Santoso bersama siswa-siswanya / Foto: Dok Sugeng

Tak hanya aktif mengajar bahasa Indonesia, di SMP tersebut, ia juga bertugas menjadi editor video, fotografer sekolah, sekaligus pengelola media sosial, sampai menularkan prestasinya kepada siswa dan mengantarkan siswanya meraih juara 1 lomba berbalas pantun tingkat nasional. Luar biasa.

Santos juga aktif menyebarkan pengetahuan seputar pendidikan di akun media sosialnya, khsusnya di Instagram @santosopil. Selain membuat konten-konten informatif, ia juga membagikan kegiatannya mengajar di pelosok Kalimantan Tengah. Video-videonya banyak mendapat sambutan dan respon positif dari netizen.

“Saya ingin menjadi content creator di media sosial agar dapat memberikan dampak positif, khususnya mengenai pendidikan dan penulisan ilmiah,” tutur pemuda pendiri Komunitas Angkring Sinau, yang memiliki kegiatan bimbingan belajar gratis di Kabupaten Blitar itu.

Dan pada akhirnya, menjadi guru muda berprestasi ternyata  membuatnya mendapat banyak tawaran mengajar dari sekolah lain. “Tawaran itu datang dari kota-kota besar,” katanya.

Namun, ia mengaku tak tertarik atas tawaran-tawaran tersebut. Sebab, ia masih ingin berpetualang di pelosok-pelosok negeri dan mengikuti kata hatinya. “Yang terpenting, ilmu yang ada di kepala saya bisa membantu mencerdaskan anak-anak di pelosok ini dulu,” tutupnya, dengan suara tertahan.[T]

I Ketut Wisana Ariyanto: Guru Muda Pelukis Naturalis
Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan “Tiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia
Putu Bagus Sastra, Pelukis Cilik Itu Meraih Medali Emas Porsenijar Bali 2023
Ni Luh Sinta Yani | Mulai dari Desa, Belajar Mengurus Pemilu
Juni Widiantari, Mahasiswi Akhir Undiksha, Jadi Pengawas Pemilu di Desa Tigawasa
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
Tags: guruguru favoritguru penggerakIndonesiaPendidikanpendidikan merdeka
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemberdayaan Pengerajin Ukiran Bali di Batubulan Kangin Menuju Pasar Ekspor

Next Post

Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Perspektif Logika Wittgenstein dan Mindfulness pada Film Ngeri Ngeri Sedap

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co