NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar 85 persen berada dalam kategori Memadai dan Kurang. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa pembelajaran matematika membutuhkan pendekatan yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Tantangan itu ditangkap Tim Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Matematika Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melalui program GEMARI TKA, singkatan dari Gerakan Edukasi Media Adaptif, Responsif, dan Inovatif untuk Tes Kemampuan Akademik.
Program proyek kepemimpinan ini mengajak guru memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan media pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan siswa menghadapi TKA.

Inisiatif tersebut berangkat dari hasil observasi di sekolah. Pembelajaran masih didominasi penggunaan PowerPoint, papan tulis, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sementara itu, potensi media digital interaktif dan teknologi AI belum dimanfaatkan secara optimal.
Kadek Jayanta, Ketua Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas menjelaskan bahwa penguatan kompetensi pendidik menjadi perhatian utama kegiatan tersebut.
“Program ini dirancang untuk dapat mengembangkan kapasitas guru, terutama dalam memanfaatkan teknologi terutama AI pada pembelajaran,” katanya.
Langkah tersebut dimulai pada Jumat, 18 September 2026. Sebanyak 10 guru SMPN 14 Denpasar mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis AI. Mereka terdiri atas empat guru Matematika, satu guru IPA, dan lima guru Bahasa Indonesia.
Pelatihan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Para peserta tidak sekadar mendengarkan pemaparan, tetapi langsung mempraktikkan penggunaan platform AI dengan pendampingan tim PPG.
Hasilnya, delapan media pembelajaran berhasil dikembangkan. Kemampuan peserta dalam mengoperasikan platform AI juga menunjukkan peningkatan. Pada hari yang sama, siswa kelas 9A dan 9B menjalani pre-test untuk memetakan kemampuan awal mereka.


Sepekan kemudian, Jumat, 25 September 2026, hasil pelatihan mulai diterapkan di ruang kelas. Guru mempresentasikan dan menggunakan media yang telah dibuat dalam pembelajaran bersama siswa kelas 9A dan 9B.
Dengan pendampingan Tim PPG, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi guru memperoleh umpan balik dan berbagi praktik baik pemanfaatan AI. Seusai pembelajaran, siswa mengerjakan post-test untuk mengetahui perkembangan pemahaman mereka.
Kepala SMPN 14 Denpasar, I Komang Agus Ugrasena, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia melihat peluang agar guru peserta pelatihan kelak mampu menjadi narasumber dan menularkan pengetahuan kepada rekan sejawat.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mengimbaskan inovasi dan pemanfaatan AI. Program ini bisa menjadi ruang belajar dan ke depan bisa terus diprogramkan dalam komunitas belajar (kombel) guru di sekolah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara yang dihadiri kepala sekolah, dosen pembimbing, peserta pelatihan, serta mahasiswa PPG selaku panitia.
Namun, GEMARI TKA tidak berhenti pada pelatihan dan praktik di kelas. Delapan media yang dihasilkan direncanakan masuk dalam bank media berbasis AI untuk kemudian disebarluaskan melalui MGMP Matematika SMP Kota Denpasar.
Harapannya, inovasi yang bermula dari satu sekolah dapat dimanfaatkan lebih luas. AI pun tidak sekadar diperkenalkan sebagai teknologi baru, tetapi menjadi sarana bagi guru untuk terus mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa.[T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto































