SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan penjelasan. Suasana Sekolah Minggu Padangan, Pupuan, Tabanan pada Minggu, 11 Oktober 2026 terasa lebih semarak dari biasanya.
Hari itu, sekitar 30 anak mengikuti kegiatan outing Duta Kesehatan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) yang datang membawa pengetahuan tentang kesehatan, permainan edukatif, serta puluhan buku bacaan.
Kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan keluar sekolah atau outing biasa. Ada misi yang ingin diwujudkan: mengajak anak-anak membiasakan hidup sehat, menumbuhkan kegemaran membaca, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Untuk sampai ke Padangan, rombongan harus menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Denpasar. Jarak yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri. Beruntung, perjalanan berlangsung ketika persoalan kelangkaan bahan bakar minyak belum menjadi kendala.
Namun, rasa lelah selama perjalanan terbayar ketika mereka bertemu anak-anak yang menyambut kegiatan dengan antusias.


Berbagai aktivitas pun digelar. Para Duta Kesehatan Kesbam mengenalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui penyampaian materi dan permainan interaktif. Anak-anak diajak terlibat langsung, menjawab pertanyaan, serta mengikuti kegiatan bersama teman-temannya.
Suasana belajar dibuat cair dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berpartisipasi dalam aktivitas kelompok. Salah satunya mengenal makanan melalui permainan menyusun gambar berbagai jenis makanan di atas media berbentuk piring.
Kegiatan juga diisi dengan Gerakan Satu Lusin Buku. Melalui gerakan ini, para Duta Kesehatan Kesbam memberikan lima lusin buku tulis dan beragam bacaan untuk anak-anak Sekolah Minggu Padangan. Buku-buku tersebut diharapkan menjadi tambahan bahan bacaan dan sarana belajar yang dapat dimanfaatkan anak-anak.

Ninetha Pratiwi (17) selaku koordinator Duta Kesehatan Kesbam mengatakan, kegiatan tersebut telah direncanakan sejak jauh hari. Ia bersama rekan-rekannya ingin menghadirkan aktivitas yang memberikan manfaat nyata di luar lingkungan sekolah.
“Selain mengajak anak-anak menerapkan hidup bersih dan sehat, kami ingin meningkatkan minat baca mereka melalui pemberian buku serta membangun kebersamaan lewat kegiatan ini,” ujarnya.
Bagi Ninetha, kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman berharga. Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran sekaligus kesempatan mempererat hubungan dengan sesama anggota Duta Kesehatan.
Di balik keceriaan hari itu, Sekolah Minggu Padangan memiliki kisah yang tidak kalah menarik.
Sekolah rumahan tersebut dikelola pasangan suami istri, Rudyaswati yang akrab dipanggil Mama dan Wayan Warditha yang dikenal sebagai Pak Mekel. Sapaan terakhir melekat karena Warditha merupakan Perbekel atau Kepala Desa Padangan.
Sekolah Minggu Anak-anak Desa Padangan telah dirintis sejak 2016 sebagai program inovatif untuk mengantisipasi penggunaan gawai atau gadget secara berlebihan pada anak-anak.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan dua kali setiap bulan, anak-anak mendapatkan ruang untuk belajar, berinteraksi, dan mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.


Selama satu dekade, sekolah rumahan tersebut juga menjadi tempat berbagi bagi para sukarelawan dari berbagai kalangan. Mereka datang membawa beragam kegiatan dan pengetahuan untuk anak-anak desa.
Karena itu, kehadiran Duta Kesehatan Kesbam menambah panjang perjalanan kolaborasi yang telah terbangun.
Rudyaswati menyambut hangat kepedulian para pelajar tersebut. Ia mengapresiasi waktu, tenaga, pengetahuan, dan bantuan bacaan yang diberikan kepada anak-anak.
“Kami sangat senang dikunjungi adik-adik dari SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar. Terima kasih atas semua yang telah diberikan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Rudyaswati mengatakan, dukungan para sukarelawan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan. Kehadiran mereka bukan hanya menambah variasi pembelajaran, tetapi juga memperluas kesempatan anak-anak memperoleh pengalaman baru.
Kegiatan hari itu akhirnya ditutup dengan kebersamaan dan pembagian bingkisan. Anak-anak tampak gembira menunjukkan buku dan hadiah yang mereka terima.
Dari Sekolah Minggu Padangan, Pupuan, kepedulian para pelajar terwujud melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan menghadirkan ruang belajar yang bermakna bagi anak-anak. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole































