23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
July 4, 2023
in Tualang
Toko Indonesia di Amerika | Catatan dari Philadelphia [3]

Di depan cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

PENDAWA. Itulah rekomendasi nama toko dan cafe yang disampaikan alumni SUSI Indonesia kepada saya dan teman-teman lainnya.

Hampir dua minggu berada di Philadelphia, kami sejak awal sudah memendam rencana untuk mengunjungi cafe ini. Café Pendawa. Dan, akhirnya, rencana itu terwujud menjelang akhir minggu kedua.

Kami menuju ke cafe dengan menggunakan kereta bawah tanah. Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, kereta bawah tanah Amerika sangatlah canggih.

Penumpang hanya menggunakan satu kartu, namanya SEPTA Key, untuk seluruh transportasi umum yang disediakan, seperti bis dan kereta bawah tanah. Biayanya pun cukup terjangkau, hanya sekitar 2$ untuk sekali pergi ke tempat tujuan.

Cafe Pendawa terletak di 1529 Morris St, Philadelphia, PA 19145, kurang lebih 3,5 mil jaraknya dari asrama kami. Untuk menuju ke cafe kami harus melewati beberapa stasiun.

Walaupun sudah beberapa kali naik kereta, namun tetap saja kami mengalami culture shock. Di jalanan menuju tempat chek in stasiun beberapa kali kami mencium bau pesing. Tak tahu bau itu dihasilkan oleh apa. Entah orang-orang yang pipis sembarangan, atau memang ada bau semacam itu dan kami yang belum terbiasa dengan bau ini. Entahlah.

“Kalau di Indonesia, kebanyakan bau begini di toilet umum aja ya?” celetuk Farah.

“Bener banget. Kalau di sini tiap beberapa langkah bisa tercium bau pesing,” jawabku.

“Sudah, sudah. Ayo jalan lagi,” ucap Yusuf sembari mengajak Egi yang tertinggal di belakang.

Bau dingin AC menyengat, menusuk hidung kami ketika pertama masuk ke dalam kereta.

•••

Kami akhirnya sampai di Cafe Pendawa. Rasa haru menyeruak, benar-benar merasakan rindu rumah yang sebenarnya. Ketika kami nasih berada di luar cafe saja, kami sudah mendengar percakapan orang-orang dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Masuk ke cafe, kami terbawa dalam suasana seperti di pasar di Indonesia. Sedikit ricuh dengan suara ibu-ibu bahkan bahkan bapak-bapak yang menanyakan di mana letak bumbu dan yang lainnya.

Kami menelusuri cafe. Terasa seperti di surga bagi kami. Menemukan banyak makanan Indonesia. Indomie, rendang, ayam kremes, gorengan dan lainnya yang benar-benar memanjakan lidah Indonesia kami. Harganya pun terbilang terjangkau, mulai dari 10$ untuk setiap makanan sudah jadi seperti nasi rendang.

Makan bersama masakan Indonesia | Foto: Dok Anggreny

“Semua makanan yang sudah jadi di sini, dimasak oleh orang-orang Indonesia yang tinggal di sekitaran cafe. Bisa dibilang state ini merupakan desanya Indonesia di Philadelphia,” ucap salah satu pegawai toko, yang baru menetap sekitar beberapa bulan di Philadelphia.

“Cumi, kesukaanku.” Begitu kata Farah ketika menemukan nasi cumi kesukaannya di Amerika.

“Rendang juga.” timpal Yusuf. Dan aku mengambil ayam kremes kesukaanku.

Egi mendekati kami, dengan setumpuk Indomie di tangannya, memang maniak Indomie, hahaha.

•••

Pandawa, sebuah cafe yang berdiri sejak tahun 2004 di Philadelphia, Amerika Serikat, yang menyediakan berbagai barang dari Indonesia. Café Pandawa juga menawarkan penjualan secara online sehingga para pelanggan lebih mudah untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan melalui website Café Pandawa.

Café Pendawa menawarkan berbagai produk seperti makanan ringan tradisional, rempah-rempah, kopi, teh, serta barang-barang kerajinan tangan dan souvenir dari Indonesia. Semua produk yang dijual di toko tersebut dipilih dengan hati-hati untuk memastikan kualitas dan kesegarannya.

Dalam menjual barang secara online, took atau café Pendawa memanfaatkan platform e-commerce yang dapat diakses melalui situs website resminya di cafependawa.com.

Pelanggan juga dapat memilih produk yang diinginkan dan melakukan pembayaran dengan mudah melalui berbagai metode pembayaran yang disediakan.

Nasi rendang di Cafe Pendawa, Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Selain itu, Pendawa juga menawarkan pengiriman produk ke seluruh Amerika Serikat, sehingga pelanggan dapat menerima produk yang mereka beli dengan mudah dan nyaman. Seluruh pengiriman dilakukan dengan hati-hati dan dijamin keamanannya, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir tentang kerusakan atau hilangnya produk saat dalam perjalanan.

Dengan menjual barang secara online, Cafe Pendawa dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Amerika Serikat, bahkan di luar kota Philadelphia. Ini juga memberi pelanggan yang tidak dapat mengunjungi toko secara fisik kesempatan untuk membeli produk Indonesia yang mereka inginkan dengan mudah dan nyaman.

Secara keseluruhan, Cafe Pendawa adalah tempat yang sempurna untuk membeli produk Indonesia di Philadelphia, dan dengan layanan penjualan online membuat transaksi menjadi lebih mudah.

•••

Dua jam sudah kami berada di toko ini. Waktunya membayar apa yang kami beli. Total semua yang kami beli sekitar 65$. Harga yang lumayan jika dirupiahkan. Tak apa, waktunya makan enak. Begitu pikir kami, hahaha. [T]

Berpose di depan Toko/Cafe Pendawa di Philadelphia | Foto: Dok. Anggreny

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]
Tags: Amerika SerikatperjalananPhiladelphiaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasegara Pertiwi, Kesadaran Mencintai Alam dari Mahasiswa ISI Yogyakarta

Next Post

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Belum Diterima di Universitas Pilihan, Gap Year Bisa Jadi Pilihan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co