23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa “Politik Titik Titik”, Grafis, Koruptor dan Anjing | Catatan dari Perupa

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
May 11, 2023
in Ulas Rupa
Pameran Seni Rupa “Politik Titik Titik”, Grafis, Koruptor dan Anjing | Catatan dari Perupa

PENGUNJUNG PAMERAN SENI RUPA “Politik Titik Titik”di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, akan melihat sejumlah suguhan karya seni rupa yang menggelitik hati, barangkali juga menggelitik emosi.

Pameran itu menghadirkan tiga jenis karya rupa dengan teknik dan proses kekaryaan yang berbeda. Ada lukisan di atas kanvas, lukisan kaca,  dan grafis. Sesuai topik yang diangkat, setiap karya menyentil isu-isu politik, kebijakan pemerintah, dan isu tindak korupsi dalam lembaga-lembaga formal.

Pameran seni rupa “Politik Titik Titik” digelar serangkaian perayaan dan pemaknaan ulang tahun ke-7, Tatkala.co, sebuah media yang mengembangkan jurnalisme sastra dan jurnalisme warga dengan perhatian besar pada seni, budaya, dan aktivitas manusia. Tatkala.co juga senantiasa mengembangkan wacana baru sebagai bahan diskusi dan sekadar perenungan bersama.

Pameran itu dibuka Minggu, 7 Mei, dan dibuka hingga Minggu 28 Mei 2023. Di tengah-tengah acara pameran, juga digelar berbagai acara lain seperti pementasan, diskusi dan workshop.

***

Dalam ajang kritik mengkritik, salah satu yang umum dan sering digunakan dalam karya seni rupa, adalah karya grafis. Kebanyakan karya grafis berisi kritik dan sentilan terhadap pemerintahan.

Grafis adalah salah satu cabang seni rupa dua dimensi yang di buat dengan cara mencetak. Ada 4 teknik di dalam cetak grafis. Cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring dan cetak datar.

Penulis/perupa dengan latar lukisan karya grafisnya | Foto: Dok Pribadi

Saya adalah satu perupa muda yang masih mencari kemungkinan-kemungkinan kreatif yang bisa dikembangkan seni grafis. Dalam pameran “Politik Titik Titik”, saya turut memajang karya grafis dengan upaya-upaya terbatas memberi makna pada kritik-kritik sosial yang ada di negara ini.

Dalam pameran “Politik Titik Titik”, saya sebagai perupa menghadirkan karya grafis dengan teknik cetak tinggi.

Sederhananya, cetak tinggi dalam keseharian adalah stempel/cap. Diawali dengan membuat cetakan, dengan proses mencukil bahan yang bisa terbuat dari karet lino atau bisa dengan menggunakan hardboard. Kemudian karet atau hardboard itu dilapisi dengan tinta dan dicetak di atas media kertas atau kanvas.

***

Saya sebagai perupa yang ikut memamerkan karya grafis akan membahas konsep karya seni grafis itu dan pesan apa yang hendak saya sampaikan. Bahasan ini bukanlah pembelaan diri, bukan pula sebagai upaya creator untuk menjelas-jelaskan karyanya sendiri agar dianggap bagus. Bukan.

Penikmat seni tetap bisa memberikan persepsi, asumsi, dugaan-dugaan, sekaligus juga kesimpulan.

Namun penting rasanya saya menjelaskan kehendak saya dalam menciptakan karya seni, agar asumsi penikmat seni tidak terlalu liar atau jauh menyimpang. Walaupun ketika pengunjung berasumsi, menerka dan memiliki penilaian sendiri terhadap sebuah karya adalah sebuah bentuk apresiasi yang besar dirasakan oleh seniman seperti saya.

Judul : Never Let It Go, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 3/4, Ukuran : 23×32, Tahun : 2016

Dalam pameran itu terdapat karya grafis grouping, yang mengangkat isu korupsi dengan teknik cetak tinggi yang terdiri dari 4 karya buatan saya sendiri. Karya ini merupakan karya lama yang kini keluar kandang lagi. Karya itu menggambarkan tokoh pejabat namun kepala tokoh tersebut diganti dengan kepala anjing.

Gagasan ini muncul ketika muncul semacam kebencian saya terhadap pejabat yang berlaku korup. Muncul ide untuk menghujat si koruptor dengan sebuah karya.

Umumnya koruptor dilambangkan sebagai seekor tikus, yang diambil dari kebiasaan tikus yang menggerogoti seisi perabotan di rumah. Tikus menjadi lambang koruptor karena dianggap menggerogoti uang rakyat.

Namun saya merasa kurang puas, ketika ingin menghujat koruptor dengan sebutan tikus. Simbol itu terasa kurang tajam dan terkesan lucu ketika koruptor dibilang tikus. Terbukti, sampai saat ini, koruptor masih merajalela, hilang satu tumbuh seribu.

Saya beranggapan, ketika simbol diganti dengan binatang lain yang konotasinya menghujat dan memaki, mungkin koruptor akan merasa risih dan takut melakukan hal yang sama berulang kali.

Judul : Terkurung Bebas, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 5/5, Ukuran : 50×60, Tahun : 2016

Ya, “anjing” menjadi pilihan. Ketika kata anjing dilontarkan kepada seseorang, akan muncul konotasi kasar, bisa makian, bisa hujatan. Ketika koruptor kita sebut anjing, maka tingkat kepuasan dalam meluapkan amarah kita dapat tersalurkan. Terbukti saat ini, kata anjing, anjay, anjir, yang konotasinya sama, selalu dilontarkan ketika merasakan kesal terhadap sesuatu.

Selain hujatan, anjing adalah salah satu hewan penurut. Ya, penurut kepada tuannya. Seniman juga ingin menggambarkan, bahwa setiap pejabat memiliki tuannya masing-masing yang wajib dipatuhi segala perintahnya. Bahkan petinggi-petinggi yang mengatasnamakan rakyat, selalu mengambil keputusan atas perintah majikannya. Bagi saya, anjing adalah sebutan yang pas buat mereka yang berperilaku seperti itu.

Saya memang banyak mengadopsi kebiasaan anjing untuk dijadikan  simbol dalam karya. Menjilat, mengendus, mencari kesalahan orang, bahkan pendendam. Semua itu juga tersirat pada sifat-sifat dan kebiasaan oknum pejabat yang korup dan suka menyelewengkan wewenang dan kekuasaan.

Judul : Authorization’s Fight, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 5/5, Ukuran : 23×32, Tahun : 2016

Judul : I Like Money, Teknik : Lino Cut On Paper, Cetakan : 6/6, Ukuran : 42×64, Tahun : 2016

Selain itu, dalam karya itu  juga terselip siluet Tugu Monas (Monumen Nasional) di dalam karya. Itu menyiratkan bahwa kejadian itu terjadi di Indonesia. Monas sebagai simbol Jakarta yang menjadi pusat dari pemerintahan di negara ini.

Setiap karya menceritakan kejadian tersendiri. Salah satu karya dengan judul “Terkurung Bebas” menggambarkan oknum pejabat yang berada di dalam penjara dengan kasus korupsi. Namun, keadaan di dalam penjara terkesan nyaman dan tak seperti penjara pada umumnya. Terlihat gembok penjara yang terbuka, menyiratkan kebebasan mereka untuk keluar masuk dengan laluasa. Di satu sisi masyarakat melihat mereka sudah terpenjara, namun kenyataan mereka masih bebas berkeliaran.

Banyak pesan yang ingin seniman sampaikan. Dan karya yang tercipta menyiratkan isi hati sang seniman kepada oknum pejabat yang berprilaku korup. Hanya dengan karya, seniman menghujat dan memaki. Walau mungkin makian dan hujatan itu takkan sampai di telinga mereka, namun kepuasan seniman telah tersalurkan pada sebuah karya.

Pameran Politik Titik Titik ini berlangsung sampai 28 Mei 2023 dan dibuka setiap hari. Mari kunjungi dan apresiasi, serta biarkan pikiran liar menerka pesan yang ingin seniman sampaikan lewat karya, yang tentunya karya menggelitik. [T]

Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam
Malam Pembukaan Tatkala May May May 2023: Ada Puisi, Tarian, dan Piringan Hitam
Tags: Pameran Seni RupaPolitikSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak yang Menjelma Burung Rantau

Next Post

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails
Next Post
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co