26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sajak-sajak IBG Parwita | Kerta Ghosa: Aksara yang Terjaga

IBG Parwita by IBG Parwita
April 28, 2023
in Puisi
Sajak-sajak IBG Parwita | Kerta Ghosa: Aksara yang Terjaga

IBG Parwita | Foto: Sujaya

KERTA GHOSA: AKSARA YANG TERJAGA

Mengalirlah para roh dalam bentangan lautan sunyi
mengitari pohon pohon tua berbuah keris
menyusuri jembatan di atas sungai
yang mengering dengan api membakar sukma

nyanyian sendu para dewa menyiasati kesejatian
menjelmakan ketulusan dalam mimpi mimpi abadi
kejernihan nurani melepas aksara sukma
mengasah rindu lautan surgawi
telaga aksara berbunga bunga kasih
dalam lantunan kurban pemujaan

langit jadi hening menatap deretan lukisan tua di dinding
lekuk matanya menyimpan rahasia ilahi yang dalam
senjata penuh di tangan memutar dalam tarian
bintang bintang berguguran menyiram semesta
mengiringi gemuruh nyanyian di bumi

saat terjaga mimpi mimpi kehilangan bentuk
laut terdampar tanpa gelombang
gemuruh hanya angin berlabuh
mengusap dinding
lukisan tua berdebu

09 – 2013

PEREMPATAN KLUNGKUNG
MENJELANG NYEPI

Ada yang menunggu dalam kesunyian
angin gunung merembes pelan
gerimis menyiram semesta
menuang laut bergelora
menjadi hening
menyinar keteduhan

perempatan Klungkung awal peradaban
berbenah menggali kesunyian
dari dasar samudera menuju puncak semesta
dalam kebisuan cahaya
bulan padam matahari diam
laut benua tenggelam
di bawah pusaran abadi
dalam perahu tanpa kemudi

cahaya meredup
menimang segala yang hidup
dalam denyut nurani di persilangan bumi
yang selalu mengusik hati insani

09 – 2013

DI PELABUHAN KUSAMBA

Sunyi menerawang jauh di kebiruan langit
melepas gelisah burung burung
merapatkannya pada pasir pesisir

senyum rindu terkubur bilah bilah batu
melukis bulan bisu
daun daun layu
gemuruh berseteru
hati membatu

ketika pancaran senja tiba
gelombang menyisakan air mata
untaian kata kata
ketulusan tiada makna

angin berembus meratakan pasir terserak
perahu perahu tertambat kesunyian merambat
mengubur dinding dinding batu
dalam kesunyian menderu

9–2013

PESAN TERAKHIR

Pelita itu menggeliat tertiup angin
mengekalkan luka lama
dan nafas yang tertahan
tatapan sunyi kata tak terucap
hanya kerlip mata
memberi isyarat

ruangan ini dingin dan sepi
langit langit kamar yang mengurung
benderang bulan terkubur
pintu malam membaur
membuka semesta berbagi

isak nafas dan air mata
jerit panjang terlepas
hampa harapan
hanyalah kenangan yang hilang

angin malam mengalir pelan
semua kenangan telah kembali
sunyi telah menjadi miliknya

12112020

LUKISAN TUA

Pelabuhan ini masih menyimpan impian
sungai kecil yang mengalirinya
batu batu menahan rindu
riak kecil terlelap
membasuh ingatan
bayangan masa silam

langit biru mengurung
lukisan cahaya wajah terluka
terserak di pasir pesisir

angin bisu mengusap hati berdebu
nyanyian kalbu menerawang beku
luka kata mengubur rindu
melepas kesetiaan
untuk berbagi

141120

NYANYIAN LUKA

Dingin semesta melukis cahaya bulan
saat gelisah makin berdenyut
membasuh keheningan
melepas kesetiaan

mimpi mimpiku hanyalah laut beku
nyanyian rindu
mengelus sendu
dan luka menembus kalbu

jiwa ini kering mengalir bersama kerinduan
impian dan kenangan hanyalah kehampaan
tersimpan dalam kebisuan

langit masih menyisakan bayangan
kerinduan mengalir menjemput bintang bintang
melukis semua luka dalam jiwa

15112020

NYANYIAN YANG HILANG

Nyanyian ini berkali kali telah kudendangkan
waktu telah menguburnya jauh
hati ini selalu bergetar
melukis ketulusan
ataukah kita lupa mengenangnya
kesetiaan yang selalu bersama

Jiwa ini dingin dan sepi
mengalir bersama derai ombak
dan guguran daun daun
bayang bayang mengambang perlahan
gemuruh berlabuh
dalam perjalanan hari hariku

bulan dan bintang terlepas
langit terlelap
kata tak terucap

perjalanan ini tak akan kembali
rinduku beku tertutup waktu
gerimis bisu luka membatu
kita tak sanggup berbagi

15112020

LUKISAN

Nama itu selalu terlukis di jiwa
berbagi tentang masa lalu yang hilang
kesunyian ini terpahat penuh kenangan
dalam kebekuan yang dalam

cinta mengalir bersama harapan
kesetiaan yang tak mesti kita ragukan
gerimis yang luruh
pepohon yang rapuh
laut akan selalu menjemput

kita selalu mengenangnya sendiri
jejak langkah yang terdiam
menutup masa silam

gerimis senja menulis segala kenangan
dalam hening lautan menyimpan kelelahan
kerinduan ini dingin
tersimpan di dasar hati

16112020

SAJAK ULANG TAHUN

Angin senja melepas keheningan
ketika senyuman menghias lampu taman
menutup malam dalam mimpi kesunyian
ataukah perjalanan ini akan berhenti
ketika kelelahan berganti

Cahaya yang kutiup mengingatkan sisa waktu
musim musim yang mengikuti langkahku
memahatkan kebekuan yang dalam
kerinduan berlabuh ke muara

Perahu yang terdampar terhenyak dalam kebisuan
air laut menahan dingin cahaya bulan
menutup jauh tatapan diantara riuh canda
nyanyian yang mengantar gelisahku

Mimpiku hanyalah kesunyian terluka
getar kata yang menyulut bintang bintang
ataukah perjalanan yang melelahkan
selalu berpulang mengikuti arus waktu

Catatan yang terpahat penuh warna
cahaya bulan dan gerimis tertahan
kuabadikan dalam irama hati
sebelum letih melelapkan luka semesta

161120

  • Catatan: Sajak-sajak yang dimuat ini diambil dari buku Luka Purnama, 2020

TENTANG PENYAIR:

IDA BAGUS GDE PARWITA dilahirkan di Desa Tihingan, Klungkung, 19 November 1960. Mengabdi sebagai guru ASN (aparatur sipil negara) di SMP-PGRI dan SMA Pariwisata PGRI Klungkung. Kini menjabat Kepala SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung. Pada November 2020 memasuki masa pensiun sebagai ASN.

Parwita mengawali menulis puisi dan esai budaya berbahasa Indonesia pada tahun 1980. Karya-karyanya dimuat di koran Bali Post, Nusa Tenggara, Karya Bhakti, dan Berita Buana. Sajak-sajaknya dimuat dalam sejumlah antologi bersama penyair lain, antara lain, Pintu Ilalang, Spektrum, Teh Ginseng, Puisi Indonesia 87, Antologi Puisi Indonesia (API) 1997, Nuansa Tata Warna Batin, serta Klungkung: Tanah Tua Tanah Cinta. Parwita juga menulis dalam bahasa Bali.

Tulisan-tulisannya dalam bahasa Bali dimuat di koran Nusa Tenggara. Tahun 1983, satwa (cerita bersambung) yang ditulisnya yang berjudul “Sutasoma” dimuat di mingguan Prima serta berlanjut belakangan dimuat di majalah Burat Wangi, Canang Sari dan Bali Orti. Sajak-sajak Bali modern karya IBG Parwita dimuat dalam antologi Pupute tan Sida Puput (2001). Antologi sajak Bali modern karya Parwita terbit dengan judul Wayang dan mengantarkannya meraih penghargaan Widya Pataka dari Pemerintah Provinsi Bali tahun 2009.

IBG Parwita pernah meraih juara I penulis esai berbahasa Bali se-Bali di Balai Bahasa Denpasar tahun 2001, juara III penulis tembang Puputan Klungkung tahun 2001, juara I penulis tembang Puputan Klungkung tahun 2002. Pada tahun 2005, bersama penyair I Wayan Suartha, diundang membacakan sajak-sajaknya dalam Ubud Writers and Readers Festival. Tahun 2020, buku puisi tunggalnya terbit dengan judul Luka Purnama.
Kini tinggal di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. [T]

Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba
Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Lagu Rindu untuk Ibu: Membaca Sajak-sajak I Wayan Suartha
Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Dari Sunyi Kembali ke Sunyi: Membaca Sajak-sajak IBG Parwita
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Amanat Tuhan, Sungai Juga Perlu Diwariskan

Next Post

Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba

IBG Parwita

IBG Parwita

Ida Bagus Gde Parwita dilahirkan di Desa Tihingan, Klungkung, 19 November 1960. Mengabdi sebagai guru ASN (aparatur sipil negara) di SMP-PGRI dan SMA Pariwisata PGRI Klungkung. Kini menjabat Kepala SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung. Pada November 2020 memasuki masa pensiun sebagai ASN.

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba

Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co