24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba

I Wayan Suartha by I Wayan Suartha
April 28, 2023
in Puisi
Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba

I Wayan Suartha | Foto: Sujaya

RUMAH KLUNGKUNG

Mata itu matahari seluruh mata
dari hulu kali yang jauh
dusun dusun ketakjuban
mengalir aksara ning aksara
semesta kecil semesta agung
hanyut-hanyut ke dasar getaran
tumpah lewat matamata pisau
sepanjang asal usul
pantai yang segar
melayangkan
asmara pemberontakan pernah tertulis
tragedi ketulusan belapati
kekawin tarian langit mengisi
angkasa jiwaraya
dihembus angin tanah ini
masuklah
mata itu matahari seluruh mata
dusun dusun ketakjuban
rasakan jiwanya mandikan kemesraan
aksara ning aksara
biarkanlah
anak-anak yang lahir
bercakap di balai kambang
merunduk menggemakan puputan
sambil tengadah ke luas langit
betapa segar
asahan nurani masuk di rumah sendiri

BUKU HARIAN IBU BELUM SELESAI

Apa ada yang termenung lewat pagi
menunggu satu demi satu
tulisan ibu
dongeng apa lagi ada
mimpi yang melayang-layang
begitu nakal mengumpat angin waktu
mengajak bercanda

Apa ada yang termenung usai upacara
bulan sendiri
di mata kanak-kanak yang memainkan
kotak-kotak pesawat
menunggu satu demi satu
tulisan ibu
dan dongeng di kotak berdenyar
menghamburkan kembang-kembang api
dimanakah kunang-kunang
begitu lama tak terungkap

Buku harian ibu belum selesai
buku semesta wangi tanah
kenangkanlah
sekalipun ada yang retak
karena kanak-kanak mencintai
apa adanya aksara ibu

Buku harian ibu belum selesai
kenangkanlah
ada halaman demi halaman
mengajari kecewa untuk mengerti
bahwa buku itu tak pernah selesai

PUPUTAN KLUNGKUNG

  • Untuk Kumpi Wayan

Malam lewat
tak ada kanak-kanak kehilangan
namun, gelisah kanak-kanak itu
menjadi sejarah lebih bermakna
di luar beribu kisah

Biarlah sunyi mengaburkan
akan diri seorang lelaki
di mana kesetiaannya tak tersentuh apa pun
ia ingat,
anak-anak memanggilnya kumpi

Kumpi Wayan sang penjaga benteng
diam-diam membuka pintu
rindu menunggu
bau darah
api perabuan senja hari
setelah keris tombak
berlawanan arah
bumi penuh aksara mengabaikan hening

Kumpi Wayan sang penjaga benteng
menyimpannya jadi kenangan
ia perih penuh kecewa
ia tak ikut mati,
tapi bentengnya menembus waktu
memasuki halaman tanah rumah
kampungnya sendiri

Kumpi Wayan menyimpan kesetiaan
memberi isyarat
bahwa jalan tak ada kembali

2007

KALI UNDA (I)

Jarak percakapan kaliunda mengalir
angin menolak
menyimpan rasa perkataan
karena air mata telah mengajari
merayap ketubuh lelaki
yang berdiri tengah jembatan
matanya membentuk pasir batu
ladang ladang berakar
pohon pohon upacara

Lelaki itu tersenyum
memandang kibar kain di pesisi
jukung jukung nelayan
sambil merasakan anak anak panah
mengarah ke dada
semakin menganga luka rindu
luka anak anak yang dibelai aksara
kasih para tetua
sepanjang hulu sampai hilir kaliunda

Keseimbangan jagat diri
di air tetesan sejarah
lelaki itu mendengar anak anak
mengeja aksara
dan jembatan bergetar

Jarak percakapan kaliunda mengalir
dari ujung jembatan
lelaki itu berujar
memungut-membuang
bayang-bayang bolak balik tak penuh
kalau ini peperangan
jangan jadi pecundang

KUSANEGARA KUSAMBA

(Bagi RS)

Laut belum tenang dalam lelap
nyanyian anak anak bermain ombak
terbawa dalam tidur
memasuki kampung purba
hembusan ilalang riuh sorak sorai
menyergap meruntuhkan pertahanan
kampung kemenangan aksara
sungguh masa lalu terasa lain

kusanegara kusamba
malam makin masuk
dengan berbagi rindu
dimanakah rumah dalam warna kusam
aku ingat
karena percakapan saling silang
sampai cahaya merah menembus jendela
mengusap usap kantuk
sajak sajak belum juga jadi

kusanegara kusamba
matahari menyapa
mengapa belum juga ada terbangun
percakapan percakapan telah dilupakan
sesungguhnya aku ingat
adakah kabar kerinduanmu bertatap
dengan takzim aku katakan
kampung purba kemenangan aksara
jalan panjang bersajak
membuatku bertahan

Klungkung 2020

KALI UNDA (II)

Mengalirlah air mata
menyusur sepanjang kali unda
hembusan angin bunyi jembatan
sejak subuh orang orang melintas
saling bercakap
dalam gelap masih terlihat jalan
inilah pertaruhan
tanpa air mata air kali sejarah
apakah esok masih hidup

mengalirlah air mata
ada yang namanya harapan
sepanjang kesetiaan terjaga
masih terdengar bunyi jembatan
menyimpan segala kekuatan
menjaga hidup

batu kali sekian kali tergerus
orang orang yang melintas
sudah entah dimana
hanya potongan potongan cinta
hanyut terbawa air kali unda

kalaupun aku berdiri
di tengah jembatan kayu kali unda
tak ada bulan
tak kulihat siapa
hanya kenangan itu teramat dahsyat
untuk ditinggal

Binduana, Klungkung 84-20

  • Catatan: Sajak-sajak yang dimuat ini diambil dari buku “Buku Harian Ibu Belum Selesai“

TENTANG PENYAIR:

I Wayan Suartha dilahirkan di Klungkung tahun 1957. Pensiun sebagai guru ASN (aparatur sipil negara) di SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung. Setelah pensiun tahun 2017, ditugasi  sebagai ketua guru literasi di sekolah yang sama.

Suartha menulis sajak sejak SMP tetapi baru dipublikasikan tahun 1977 di sejumlah media massa, seperti Bali Post, Karya Bakti, Warta Mahasiswa, Nusa Tenggara, majalah Hai, dan Merdeka. Di samping menulis sajak, Suartha juga aktif menulis cerpen, naskah drama, serta catatan kecil apresiasi sastra dan teater. Puluhan fragmennya pernah dimainkan di TVRI Stasiun Denpasar.

Sajak-sajaknya dimuat dalam sejumlah antologi bersama penyair lain, antara lain Pintu Ilalang, Spektrum, Teh Ginseng, Nuansa Tata Warna Batin, antologi puisi berbahasa Bali Pupute Tan Sida Puput serta Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta. Tahun 2005, bersama penyair IBG Parwita diundang membacakan sajaknya dalam Ubud Writers and Readers Festival. Naskah dramanya, Rantai Putus terbit tahun 2012 yang mengantarkannya meraih penghargaan Widya Pataka dari Pemerintah Provinsi Bali. Tahun 2020, buku puisi tunggalnya terbit dengan judul Buku Harian Ibu Belum Selesai.

Dia kini tinggal di Banjar Pekandelan Kelod, Semarapura, Klungkung. [T]

Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Sajak-sajak IBG Parwita | Kerta Ghosa: Aksara yang Terjaga
Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Lagu Rindu untuk Ibu: Membaca Sajak-sajak I Wayan Suartha
Dari Sunyi Kembali ke Sunyi: Membaca Sajak-sajak IBG Parwita
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-sajak IBG Parwita | Kerta Ghosa: Aksara yang Terjaga

Next Post

Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten

I Wayan Suartha

I Wayan Suartha

I Wayan Suartha dilahirkan di Klungkung tahun 1957. Pensiun sebagai guru ASN (aparatur sipil negara) di SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung. Setelah pensiun tahun 2017, ditugasi sebagai ketua guru literasi di sekolah yang sama.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co