14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba

I Wayan Suartha by I Wayan Suartha
April 28, 2023
in Puisi
Sajak-sajak I Wayan Suartha | Kusanegara Kusamba

I Wayan Suartha | Foto: Sujaya

RUMAH KLUNGKUNG

Mata itu matahari seluruh mata
dari hulu kali yang jauh
dusun dusun ketakjuban
mengalir aksara ning aksara
semesta kecil semesta agung
hanyut-hanyut ke dasar getaran
tumpah lewat matamata pisau
sepanjang asal usul
pantai yang segar
melayangkan
asmara pemberontakan pernah tertulis
tragedi ketulusan belapati
kekawin tarian langit mengisi
angkasa jiwaraya
dihembus angin tanah ini
masuklah
mata itu matahari seluruh mata
dusun dusun ketakjuban
rasakan jiwanya mandikan kemesraan
aksara ning aksara
biarkanlah
anak-anak yang lahir
bercakap di balai kambang
merunduk menggemakan puputan
sambil tengadah ke luas langit
betapa segar
asahan nurani masuk di rumah sendiri

BUKU HARIAN IBU BELUM SELESAI

Apa ada yang termenung lewat pagi
menunggu satu demi satu
tulisan ibu
dongeng apa lagi ada
mimpi yang melayang-layang
begitu nakal mengumpat angin waktu
mengajak bercanda

Apa ada yang termenung usai upacara
bulan sendiri
di mata kanak-kanak yang memainkan
kotak-kotak pesawat
menunggu satu demi satu
tulisan ibu
dan dongeng di kotak berdenyar
menghamburkan kembang-kembang api
dimanakah kunang-kunang
begitu lama tak terungkap

Buku harian ibu belum selesai
buku semesta wangi tanah
kenangkanlah
sekalipun ada yang retak
karena kanak-kanak mencintai
apa adanya aksara ibu

Buku harian ibu belum selesai
kenangkanlah
ada halaman demi halaman
mengajari kecewa untuk mengerti
bahwa buku itu tak pernah selesai

PUPUTAN KLUNGKUNG

  • Untuk Kumpi Wayan

Malam lewat
tak ada kanak-kanak kehilangan
namun, gelisah kanak-kanak itu
menjadi sejarah lebih bermakna
di luar beribu kisah

Biarlah sunyi mengaburkan
akan diri seorang lelaki
di mana kesetiaannya tak tersentuh apa pun
ia ingat,
anak-anak memanggilnya kumpi

Kumpi Wayan sang penjaga benteng
diam-diam membuka pintu
rindu menunggu
bau darah
api perabuan senja hari
setelah keris tombak
berlawanan arah
bumi penuh aksara mengabaikan hening

Kumpi Wayan sang penjaga benteng
menyimpannya jadi kenangan
ia perih penuh kecewa
ia tak ikut mati,
tapi bentengnya menembus waktu
memasuki halaman tanah rumah
kampungnya sendiri

Kumpi Wayan menyimpan kesetiaan
memberi isyarat
bahwa jalan tak ada kembali

2007

KALI UNDA (I)

Jarak percakapan kaliunda mengalir
angin menolak
menyimpan rasa perkataan
karena air mata telah mengajari
merayap ketubuh lelaki
yang berdiri tengah jembatan
matanya membentuk pasir batu
ladang ladang berakar
pohon pohon upacara

Lelaki itu tersenyum
memandang kibar kain di pesisi
jukung jukung nelayan
sambil merasakan anak anak panah
mengarah ke dada
semakin menganga luka rindu
luka anak anak yang dibelai aksara
kasih para tetua
sepanjang hulu sampai hilir kaliunda

Keseimbangan jagat diri
di air tetesan sejarah
lelaki itu mendengar anak anak
mengeja aksara
dan jembatan bergetar

Jarak percakapan kaliunda mengalir
dari ujung jembatan
lelaki itu berujar
memungut-membuang
bayang-bayang bolak balik tak penuh
kalau ini peperangan
jangan jadi pecundang

KUSANEGARA KUSAMBA

(Bagi RS)

Laut belum tenang dalam lelap
nyanyian anak anak bermain ombak
terbawa dalam tidur
memasuki kampung purba
hembusan ilalang riuh sorak sorai
menyergap meruntuhkan pertahanan
kampung kemenangan aksara
sungguh masa lalu terasa lain

kusanegara kusamba
malam makin masuk
dengan berbagi rindu
dimanakah rumah dalam warna kusam
aku ingat
karena percakapan saling silang
sampai cahaya merah menembus jendela
mengusap usap kantuk
sajak sajak belum juga jadi

kusanegara kusamba
matahari menyapa
mengapa belum juga ada terbangun
percakapan percakapan telah dilupakan
sesungguhnya aku ingat
adakah kabar kerinduanmu bertatap
dengan takzim aku katakan
kampung purba kemenangan aksara
jalan panjang bersajak
membuatku bertahan

Klungkung 2020

KALI UNDA (II)

Mengalirlah air mata
menyusur sepanjang kali unda
hembusan angin bunyi jembatan
sejak subuh orang orang melintas
saling bercakap
dalam gelap masih terlihat jalan
inilah pertaruhan
tanpa air mata air kali sejarah
apakah esok masih hidup

mengalirlah air mata
ada yang namanya harapan
sepanjang kesetiaan terjaga
masih terdengar bunyi jembatan
menyimpan segala kekuatan
menjaga hidup

batu kali sekian kali tergerus
orang orang yang melintas
sudah entah dimana
hanya potongan potongan cinta
hanyut terbawa air kali unda

kalaupun aku berdiri
di tengah jembatan kayu kali unda
tak ada bulan
tak kulihat siapa
hanya kenangan itu teramat dahsyat
untuk ditinggal

Binduana, Klungkung 84-20

  • Catatan: Sajak-sajak yang dimuat ini diambil dari buku “Buku Harian Ibu Belum Selesai“

TENTANG PENYAIR:

I Wayan Suartha dilahirkan di Klungkung tahun 1957. Pensiun sebagai guru ASN (aparatur sipil negara) di SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung. Setelah pensiun tahun 2017, ditugasi  sebagai ketua guru literasi di sekolah yang sama.

Suartha menulis sajak sejak SMP tetapi baru dipublikasikan tahun 1977 di sejumlah media massa, seperti Bali Post, Karya Bakti, Warta Mahasiswa, Nusa Tenggara, majalah Hai, dan Merdeka. Di samping menulis sajak, Suartha juga aktif menulis cerpen, naskah drama, serta catatan kecil apresiasi sastra dan teater. Puluhan fragmennya pernah dimainkan di TVRI Stasiun Denpasar.

Sajak-sajaknya dimuat dalam sejumlah antologi bersama penyair lain, antara lain Pintu Ilalang, Spektrum, Teh Ginseng, Nuansa Tata Warna Batin, antologi puisi berbahasa Bali Pupute Tan Sida Puput serta Klungkung Tanah Tua Tanah Cinta. Tahun 2005, bersama penyair IBG Parwita diundang membacakan sajaknya dalam Ubud Writers and Readers Festival. Naskah dramanya, Rantai Putus terbit tahun 2012 yang mengantarkannya meraih penghargaan Widya Pataka dari Pemerintah Provinsi Bali. Tahun 2020, buku puisi tunggalnya terbit dengan judul Buku Harian Ibu Belum Selesai.

Dia kini tinggal di Banjar Pekandelan Kelod, Semarapura, Klungkung. [T]

Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Sajak-sajak IBG Parwita | Kerta Ghosa: Aksara yang Terjaga
Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Lagu Rindu untuk Ibu: Membaca Sajak-sajak I Wayan Suartha
Dari Sunyi Kembali ke Sunyi: Membaca Sajak-sajak IBG Parwita
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-sajak IBG Parwita | Kerta Ghosa: Aksara yang Terjaga

Next Post

Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten

I Wayan Suartha

I Wayan Suartha

I Wayan Suartha dilahirkan di Klungkung tahun 1957. Pensiun sebagai guru ASN (aparatur sipil negara) di SMA Pariwisata PGRI Dawan, Klungkung. Setelah pensiun tahun 2017, ditugasi sebagai ketua guru literasi di sekolah yang sama.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Perempuan di Bawah Rembulan | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co