23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Jaswanto by Jaswanto
April 26, 2023
in Khas
Muslikhin: Bonsai Bukan Hanya Sekadar Hobi, tapi Juga Terapi

Muslikhin | Dok. Pribadi

PAGI-PAGI sekali, pria kelahiran Tuban, 06 September 1994 itu, mulai sibuk dengan pasir Malang, tanah, kotoran kambing dan pupuk slow release osmocote. Ia mencampur bahan-bahan tersebut menjadi satu. Kemudian memasukkannya ke dalam pot-pot berukuran kecil. Lalu batang-batang pohon berukuran 5-30 cm itu ia tancapkan dengan hati-hati.

Muslikhin, pemuda Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu, memang sedang menanam bibit bonsai. Sudah hampir empat tahun ia membudidayakan tanaman hias tersebut.

Muslikhin / Dok. Pribadi

Sekadar informasi, menurut beberapa sumber, bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Bonsai berasal dari bahasa Jepang, yaitu bon dan sai. Bon berarti pot (dangkal), sedangkan sai berarti pohon.

Lebih dari itu, tak hanya sekadar menanam, bonsai juga menyangkut soal pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Dan pemuda yang akrab dipanggil Ukin ini, mulai menyukai tanaman kerdil (yang estetik) itu sejak pertama menikah pada tahun 2020. Ia mengaku, awalnya tergoda untuk membeli bonsai milik tetangga.

“Awalnya saya main ke tetangga, orangnya sudah tua, setiap hari ia mendongkel bahan bonsai di hutan untuk dijual ke penghobi bonsai, terus saya terinspirasi (tergoda) ikut membeli bahan bonsainya,” terangnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada hari Selasa, 25 April 2023.

Berawal dari situ, di kemudian hari, Ukin memilih untuk budidaya sendiri.

Dasar rezeki siapa yang tahu, barang iseng ia memosting beberapa bonsai hasil budidayanya di Facebook dengan akun JoHn GLondor, ternyata ada yang berminat untuk membelinya. “Sejak saat itu saya mulai semangat untuk posting-posting dan banyak menggali informasi tentang bonsai,” katanya sambil tersenyum.

Hingga hari ini, bonsai hasil budidayanya sudah terjual ke penjuru Nusantara. “Tapi paling banyak ke Bali, si,” jelasnya.

Ukin membandrol bonsai-bonsainya dari 50 ribuan hingga jutaan rupiah.

Lebih suka yang mini

Dari berbagai macam jenis bonsai, Ukin lebih senang membudidayakan bonsai mini. Padahal, pembuatannya lebih sulit daripada bonsai biasa.

Bonsai mini atau yang lazim di sebut bonsai mame adalah salah satu tipe bonsai dengan ukuran yang sangat kecil. Dalam kelas-kelas kompetisi tertentu, biasanya ukuran bonsai mini memiliki ketinggian maksimal 0-15 cm.

Karena bonsainya mini, secara otomatis potnya juga mini. Tetapi jangan salah, meskipun ukurannya mini, harga jualnya tidaklah mini. Menurut Ukin, dari segi harga, bahkan bisa dibilang bonsai mini memiliki harga jual yang lebih tinggi ketimbang bonsai dengan ukuran yang biasa.

Mengapa demikian? Bagi Ukin, selain karena tingkat perawatannya yang sulit, membuat bonsai mini yang benar-benar sesuai dengan kriteria juga terbilang sangat sulit, bahkan bahan-bahan bonsai di alam yang berukuran mini sangat sulit untuk didapat. Tak salah bila harganya selangit.

“Selain harganya, alasan saya membuat bonsai ukuran 1-30 cm—atau orang sering menyebut ukuran shito, mame, atau small—karena keterbatasan lahan,” akunya.

Selama ini, ia banyak membudidayakan pohon sancang, beringin kimeng, waru, dan sianci. Ukin membudidayakannya dengan cara cangkok dan stek. “Tak punya waktu untuk mendongkel di alam. Soalnya saya harus bantu jualan di toko istri saya,” ujarnya.

Bahan stek / Dok. Pribadi

Untuk perawatannya sendiri, pria anak satu ini, melakukan penyiraman 2x sehari, dan setiap 3-6 bulan sekali wajib mengganti media tanamnya. Sedangkan 1 bulan sekali ia menyemprot tanaman bonsainya dengan fungisida untuk mencegah hama.

Hasil stek / Dok. Pribadi

Ukin tak hanya sekadar budidaya pasif, beberapa kali ia mengikuti kompetisi (pameran) bonsai. Ia juga cukup aktif terlibat dalam organisasi bonsai yang diikutinya, PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Tuban.

Hasil cangkok / Dok. Pribadi

Bukan sekadar hobi

Bagi Ukin, budidaya bonsai tak hanya sekadar hobi, tapi juga terapi. Dalam hal ini sama dengan musik, olahraga, menulis, memancing, atau beberapa hobi yang bisa menjadi media terapi, seperti memelihara hewan, mengoleksi barang dll.

“Bonsai menurut saya bukan hanya hobi, tapi juga bisa melatih kesabaran dan mampu merefresh emosional dan kejenuhan,” katanya.

Benar. Ukin tak sedang membual. Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (26/4/2023), bonsai memang memiliki beberapa manfaat, di antaranya: pereda stres, pembersih udara, mempromosikan hidup sehat, menumbuhkan kesabaran, memberikan energi kembali pada ruang hidup, dan menjadi teman seumur hidup.

Dalam hal pereda stres, misalnya, bonsai membawa begitu banyak zen dan kedamaian ke dalam hidup manusia, sehingga tidak mungkin untuk menjadi gelisah atau frustrasi ketika kita berada di sekitarnya. Menambahkan bonsai ke meja kerja kita adalah yang paling bermanfaat karena selama hari-hari sibuk, ini akan membantu kita tetap tenang dan rileks.

“Merawat tanaman bonsai membantu saya menghilangkan stres—karena konsentrasi yang tidak terganggu yang diperlukan untuk pembentukan tanaman” ujar Ukin.

Beberapa bonsai budidaya Muslikhin di Desa Montongsekar, Kecamatan Monton, Tuban / Dok. Pribadi

Sedangkan dalam hal mempromosikan hidup sehat, menurut penelitian di Agricultural University of Norway yang dilakukan oleh profesor universitas Tove Fjeld di Oslo, memelihara bonsai di dalam ruangan dapat mengurangi sakit tenggorokan, batuk kering, pilek, kulit kering, serta kelelahan.

Hal ini terjadi sebab tanaman dalam ruangan dapat membantu menjaga tingkat kelembapan dalam keseimbangan yang baik. Namun, penting untuk diingat bahwa jenis pohon bonsai tertentu dapat bekerja lebih baik dalam meningkatkan tingkat kelembapan daripada yang lain. Kita akan langsung merasa berenergi dan segar di sekitar tanaman bonsai.

Selain manfaat kesehatan, tanaman estetik itu juga memiliki efek psikologis yang positif. Sekali lagi, kita akan merasa rileks secara mental dan nyaman.

Tetapi, bonsai juga bukan tentang senang-senangnya saja. Muslikhin, misalnya, dalam proses budidaya, ia mengaku penuh suka duka. “Banyak yang mati dan dicuri orang. Saya juga pernah ditipu saat membeli bibit. Uang sudah saya transfer, tapi barangnya tidak dikirim, semua akun media sosial saya diblokir. Tapi, semenjak saya jualan, alhamdulillah pelanggannya baik-baik,” ujarnya sambil mengenang.

Dan dalam hal prospek bisnis, menurut Ukin, sangat menjanjikan. Bosai menurutnya adalah investasi jangka panjang. “Kuncinya adalah konsisten, sabar, dan memiliki lahan luas,” katanya sambil tertawa.

Jadi, bagaimana, Anda berminat untuk memelihara pohon hanya untuk dikerdilkan itu? Jika berminat, silakan hubungi Muslikhin—orang yang menganggap bonsai bukan hanya sekadar hobi itu.[T]

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  
Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan
Bonsai: Seni, Botani, dan Boleh Sekadar Ikut-Ikutan – [1]
Bonsai: Tentang Memahami Pohon – [2]
Tags: bisnisbonsaiekonomiekonomi kreatifpameran bonsai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hiduplah di Masa Kini, Jangan Hidup di Masa Lalu atau di Masa Depan!

Next Post

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Pengalaman Ngayah Rasa Liburan | Catatan Pengabdian Masyarakat di Nusa Penida

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co