23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Babi Guling Vs Babi Genyol, Siapa Pemenangnya?

Dian Ayu Lestari by Dian Ayu Lestari
March 26, 2023
in Kuliner
Babi Guling Vs Babi Genyol, Siapa Pemenangnya?

Porsi babi genyol Mendarta | Foto Dian Ayu

BILA SAYA HARUS bertanya, Babi Guling atau Babi Genyol, apa pilihan anda? Dan bila pertanyaan itu hadir kepada saya, maka jawaban saya adalah: tidak ada.

Wah, wah, tolong normalkan kembali kedua alis anda yang mengkerut, atau garis bibir anda yang sedang berlekuk karena mungkin tengah meboya membaca kalimat pertama di atas. Saya tidak salah menyantumkan pernyataan. Hanya saja, saya memang belum memberi penjelasan yang bisa membuktikan ke-semeton-an saya sebagai warga Bali. Ngok.. ngok.. ngok..

Pernah suatu kali saya menyimak review jujur, akurat, terpercaya, dan tentunya bikin ngiler tentang kedahsyatan nasi babi genyol Men Darta dari Pak Ole (baca: Made Adnyana Ole, pimred tatkala.co). Saya selalu ingat bagaimana detail beliau menjelaskan kenikmatan sepiring nasi babi genyol sambil menelan ludah berkali-kali. Dan ajaibnya, saya juga ikut gelek-gelek walau hanya mendengar cerita saja.

Perasaan ingin mencoba akhirnya muncul. Lama saya simpan perasaan itu walau sudah saya lewati warung Men Darta berkali-kali. Hingga akhirnya, saya dengan kebetulan mengadakan kesempatan untuk mencobanya.

Tepatnya di suatu siang menuju sore di hari Jumat, di minggu ketiga bulan Maret tahun 2023. Situasi pada saat itu, saya tengah gebug hujan sedari saya masih di jalur Gitgit yang mengular hingga sampai di daerah Baturiti yang lurus mulus. Saya kedinginan, perut ikut keroncongan. Begitulah, tiba-tiba motor saya langsung terparkir di bawah plang bertuliskan “Babi Genyol Men Darta”.

Tidak terlalu lama, sekitar kurang dari lima menit menunggu, seporsi Babi Genyol sudah tersedia di hadapan saya. Itu poin plus. Secawan jukut balung, dan sepiring nasi berisi sate lilit, lawar, paru, gorengan daging, kerupuk babi, sambel, dan tentu saja bintang utamanya sepotong babi genyol terpampang di paling atas antara lauk lainnya. Nasi babi genyol Men Darta adalah nasi babi genyol pertama bagi saya. Benar, sebelumnya saya tidak pernah mencoba nasi babi genyol sama sekali.

Saya tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan seporsi hidangan itu. Saya penasaran pada rasa dari semua jenis lauk yang dihadirkan. Kepala saya terkadang manggut-manggut, alis saya kadang terlalu mengkerut, juga bahu saya terkadang luruh seperti tidak punya tenaga yang cukup untuk menahannya tetap tegak. Lalu saat hanya tulang-tulang balung saja yang terisa, saya setuju nasi babi genyol Men Darta itu enak. Walau bagi saya, ya, tidak ada hal yang terlalu istimewa kecuali kulit babi genyolnya yang meleleh walau tidak saya kunyah dengan tenaga. Itu highlight dari saya.

Porsi babi genyol Men Darta | Foto Dian Ayu

Setelah melepas rasa penasaran terhadap nasi babi genyol, saya lanjutkan perjalan menuju Denpasar. Dalam jarak yang tidak terlalu jauh, saya melewati warung nasi babi guling Men Janji. Memori ketika saya mencoba seporsi nasi di sana terkuar kembali, dan secara tidak sengaja langsung membandingkan dengan seporsi nasi babi genyol yang baru saja saya nikmati.

Pada umumnya, bumbu dasar babi guling dan babi genyol itu tidak jauh berbeda. Keduanya menggunakan base genep, sebagai ciri dari olahan khas orang Bali. Pelengkap yang ada juga serupa:  jukut balung, lawar, sambel, dan gorengan.Harga yang ditawarkan untuk seporsinya  juga sama, yaitu Rp. 25.000 saja. Kalau begitu, apa yang bisa kita bandingkan dari kedua makanan terpapan atas itu?

Saya sebagai orang yang doyan makan, terbiasa mengategorikan makanan sebagai makanan yang enak banget atau enak aja. Dasar yang biasa saya gunakan adalah tampilan, aroma, rasa, dan tekstur dalam satu porsi sajian makanan. Dan inilah poin pentingnya dalam penilaian saya terhadap babi guling dan babi genyol.

Babi Guling dan Babi Genyol

Siapa yang tidak suka babi guling? Mungkin hanya sepersekian orang saja  yang bilang “Saya!”. Saya tidak menghakimi itu, tapi tentu banyak yang setuju dengan saya bahwa babi guling itu memang makanan kategori ‘enak banget loh gaesss.’

Saya tidak akan lagi membincangkan tentang base genep¸ karena kebanyakan dari kita sudah tahu tentang itu. Yang lebih menarik bagi saya adalah tentang jargon (sebut saja demikian) “Tes Kriuk”. Banyak orang membuat konten video atas kenyaringan kriukan kulit babi guling, dan ternyata banyak juga yang tertarik untuk menontonnya.

 Itu yang saya maksud tentang tekstur, suatu hal yang saya sebut ‘memikat’ ketika menyantap babi guling: perasaan bahagia mendengar suara ngeritik. Tidak jarang, orang rela membayar lebih mahal untuk mendapat potongan kulit garing yang lebih besar. Lantas menurut saya, di sanalah tekstur memegang kuasa yang cukup besar untuk memengaruhi penilaian terhadap suatu makanan. Dari poin ini, babi guling unggul sementara dari babi genyol.

Tetapi walau demikian, sudah tentu juga ada yang tidak begitu doyan dengan kritik be guling. Saya contohnya, hehehe. Saya salah seorang yang tidak bisa mengonsumsi kritik be guling dalam porsi yang banyak. Hanya sekali gigitan, sudah lebih dari cukup bagi saya. Perasaan eneg masih sering terasa.

Saya jauh lebih menyukai bila kulit babi guling itu direbus, dan disajikan dengan balung sebagai olahan jukut. Kulit babi guling yang direbus akan memiliki tekstur kenyal, atau yang sering saya sebut sebagai tekstur grenyel-grenyel, yang menurut saya sangat cocok dipadukan dengan kuah jukut base genep.

Sama seperti tekstur babi genyol. Daging babi akan dimasak dengan base genep dengan direbus dalam waktu tertentu, dan akan menghadirkan tekstur yang empuk dan kenyal. Terkhusus di bagian antara kulit dan lemaknya—yang bila dengan waktu yang pas, akan memberikan tekstur kenyal yang sempurna. Wah, sangat nikmat bila dimakan bersamaan dengan nasi hangat dan sambel sere.

Atas dasar itu, walaupun babi genyol tidaklah sepopuler babi guling, bagi saya sendiri, babi genyol memiliki kedudukan yang setara dengan babi guling. Keduanya memiliki poin memikat masing-masing dan tergantung dari preferensi kita pribadi sebagai penikmatnya. Babi guling dengan sensasi kulit ngeritik, dan babi genyol dengan sensai kulit yang kenyal-lumer.

Jadi, bila sekali lagi saya bertanya, teman-teman akan memilih berada di tim yang mana? [T]

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja
Babi Guling Tidak Boleh, Ayam Guling pun Jadi di Warung Mbok Eka Banyuning Singaraja
Tags: babi genyolbabi gulingkulinerkuliner khas balirefleksirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Jalanan: Penghubung atau Pemutus?

Next Post

Jejak Gde Dharmaja di Pemkab Buleleng: Dari Tukang Surat Hingga Perencana Pembangunan

Dian Ayu Lestari

Dian Ayu Lestari

Lahir di Singaraja, 22 Juni 2000 dan sedang menempuh pendidikan di Undiksha Singaraja dengan prodi Manajemen. Kini aktif di Teater Kampus Seribu Jendela

Related Posts

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails
Next Post
Jejak Gde Dharmaja di Pemkab Buleleng: Dari Tukang Surat Hingga Perencana Pembangunan

Jejak Gde Dharmaja di Pemkab Buleleng: Dari Tukang Surat Hingga Perencana Pembangunan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co