25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gempabumi Turki Magnitudo Mw 7,7 dan Narasi Tentang Patahan-Patahan

I Made Kris Adi Astra by I Made Kris Adi Astra
February 8, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Gempabumi Turki Magnitudo Mw 7,7 dan Narasi Tentang Patahan-Patahan

Kris Adi Astra

Senin 6 Februari 2023 pukul 19:00 saya tiba di kantor. Di ruang analisa gempabumi mata saya terpaku pada berkedip-kedipnya informasi di monitor analisa gempabumi. Hampir semua seismometer di wilayah Indonesia dan negara tetangga berwarna merah gelap. Mengindikasikan adanya perubahan amplitudo yang sangat tinggi di lokasi tempat seismometer ditempatkan. ‘Ada gempabumi dimana?’ saya bertanya kepada rekan yang dinas lebih awal. ‘Di Turki, Bli, Magnitudo 7.7’ jawab rekan kerja saya.

Dengan cepat baris-baris analisa muncul di pikiran saya. Dengan kekuatan magnitude sebesar itu maka gelombang gempabumi akan dengan cepat merambat ke seluruh bagian bumi. Gelombang ini bisa beberapa kali melinkari bagian dalam dan kerak bumi.

Pantas saja indikator di layar merah semua. Meskipun gempabuminya terjadi beberapa jam sebelumnya. Gelombang gempabumi Turki masih traveling dan terus menjelajah Bumi. Tetapi, getarannya tidak dirasakan oleh penduduk di Indonesia.

Hal ini dikarenakan gelombang yang sampai di Indonesia atau daerah yang jauh dari pusat gempa adalah gelombang berfrekuensi rendah. Di daerah pusat gempabumi, gelombang gempabumi memiliki frekuensi tinggi dengan energi yang tinggi sehingga menimbulkan efek yang merusak.

Saya menghubungi rekan saya orang Turki, Chagla. Kami dulu satu kampus di Jerman. Saya menanyakan bagaimana kondisinya dan keluarganya. Dia menjawab aman dan baik karena lokasi kelurganya tinggal di Istanbul, jauh dari pusat gempabumi. Chagla kemudian bertanya, ‘Bagaimana hubungan patahan gempa ini dengan gempabumi di Istanbul? Apakah bisa memicu gempa di Istanbul?‘

Mengutip pernyataan Badan Penanggulanagan Bencana Turki (AFAD) dalam artikel DW, menyatakan bahwa telah terkonfirmasi 3.381 korban jiwa meninggal di Turki dan lebih dari 1.400 korban jiwa di Suriah (update tanggal 7 Februari 2023 pukul 07:27 GMT). 

Dimana sebenarnya gempabumi Turki ini? Apa penyebabnya?

Senin 6 Februari 2023 pukul 09:17:34 GMT wilayah distrik Pazarcik di provinsi Kahramanmaraş diguncang gempabumi berkekuatan magnitude Mw 7,7.  Pusat gempabumi berada di darat dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

Sembilan jam setelahnya pukul 18:24:49 GMT, muncul gempabumi lanjutan dengan kekuatan magnitudo Mw 7,6. Juga berada di darat dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Menilik kekuatan magnitudonya, pusat gempabumi dan kedalaman gempabumi ini sangat berpotensi merusak. Dampaknyapun terjadi hingga ke Suriah, sebuah negara yang bertetangga dengan pusat gempabumi di Turki ini.

Gempabumi ‘kembar‘ ini diduga dipicu oleh patahan Anatolia Timur, sebuah sumber gempabumi yang memanjang di daratan Turki. Gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser, artinya pergeseran lempeng di batas garis sesar bergerak horizontal.

Secara keseluruhan, Turki berada di atas lempeng tektonik Anatolia. Lempeng ini bergerak relatif ke arah barat. Setiap pergerakan yang terakumulasi di batuan akan menyebabkan gempabumi apabila batuan tersebut sudah tidak mampu menahan laju gerakan lempeng tektonik.

Gambar. Peta lokasi gempabumi Turki 6 Februari 2023. Arsiran merah pada peta menunjukan tingkat bahaya gempabumi yang tinggi. Semakin hijau semakin rencah bahaya, semakin merah semakin tinggi bahaya (lihat legenda di kanan bawah). Tanda lingkaran merah dan oranye menunjukan  lokasi-lokasi gempabumi utama dan susulan. Sumber peta: https://geofon.gfz-potsdam.de/eqexplorer/

Di bagian utara Turki membentang patahan panjang yang bernana patahan Anatolia Utara. Kota Istanbul dilewati oleh patahan ini. Inilah jawaban dari pertanyaan Chagla teman saya. Kota tempat keluarganya tinggal juga berada dalam wilayah yang beresiko.

Semua wilayah yang dilewati jalur patahan gempabumi berada di jalur merah, jalur yang memiliki resiko bencana. Faktor resiko akan dilipatgandakan apabila wilayah tersebut padat penduduk. Hal inilah yang terjadi di Kahramanmaraş. Bangunan di kota-kota kolaps, korban tertimbun bangunan.

Faktor bahaya yang tinggi dan dihuni oleh padat penduduk juga banyak ditemukan di belahan dunia lain seperti Afganistan, Asia Tengah, China dan Indonesia. Pada 25 April 2015 gempabumi berkekuatan magnitudo Mw 7.8 mengguncang Gorkha-Nepal. Berjarak 85 kilometer dari pusat kota padat penduduk Kathmandu dan menewaskan 8.964 jiwa.

Pada 21 November 2022, gempabumi dengan kekuatan magnitudo Mw 5,6 mengguncang Cianjur-Jawa Barat. Mengutip data BNPB, per 27 November 2022 tercatat 327 orang meninggal dunia dan total 108.720 orang mengungsi.

Gambar. Peta bahaya gempabumi Cianjur-Jawa Barat dengan sumber gempabumi patahan Cugenang

Dari hasil monitoring dan verifikasi, BMKG kemudian membuat peta bahaya gempabumi untuk wilayah Cugeunang-Cianjur. Dihasilkan 3 zona bahaya gempa bumi yakni Zona Terlarang (Merah), Zona Terbatas (Orange) dan Zona Bersyarat (Kuning).

Zona Terlarang (Merah) memiliki kriteria Zona dengan “sempadan” Patahan Aktif Cugenang 0 – 10 meter ke kanan dan ke kiri tegak lurus jurus patahan, yang merupakan zona kerentanan sangat tinggi akibat deformasi dan getaran gempa.

Pada zona terlarang, BMKG merekomendasikan bahwa zona tersebut dikosongkan. Dalam artian bangunan yang ada direlokasi. Selanjutnya dilarang untuk dibangun kembali. Zona ini meliputi 9 desa yaitu Desa Ciherang, Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, Benjot dan Nagrak. Hal ini sangat beralasann mengingat gempabumi berpotensi berulang dan telah terjadi beberapa kali gempabumi serupa dalam sejarah Cianjur. [T]

Dinamika Bumi di Bawah Bali, Picu Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Api
Bencana Gempa Seririt & Himbauan Gubernur Soekarmen tentang Tat Twam Asi
Orang-orang Baik pada Duka Bencana – Cerita Kerja Jurnalistik Gempa-Tsunami Palu
Tags: BMKGgempagempa bumiGempa Cianjurgempa turkigempabumi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Renaisan Juara Baca Puisi Bali Anyar di Bulan Bahasa Bali

Next Post

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

I Made Kris Adi Astra

I Made Kris Adi Astra

Lahir di Penebel, Tabanan, Bali. Bekerja di BMKG. Lulus dari pendidikan di Rheinisch-Westfaelische Technische Hochschule Aachen University, Germany

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Gong Legendaris ISI Denpasar, Berkarya Tanpa Batas Usia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co