24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
December 21, 2022
in Tualang
Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional

Luh Putu Anggreny (penulis)

PELUH MENETES dari wajah saya. Seharian saya lewati di kelas. Ada email masuk. Saya buka laptop. Jemari saya dengan lihai membuka kotak masuk pada email. Tak pelak setelah membaca isinya, mata saya terasa penuh binary. Jari-jari tangan saya saling bertautan.

“Yesss. Lolos!” teriak saya di teras rumah.

Dengan langkah buru-buru saya menghampiri Ibu. Ia ada di dapur. Bau harum masakan menusuk hidung saya.

“Bu, aku mau ke Samarinda!” kata saya sambil loncat-loncat bak anak kecil yang kegirangan mendapat mainan.

Ibu berlari tergopoh-gopoh dari dapur setelah mendengar saya berteriak. Ia tampak terkejut mendapat pelukan dari saya, sang dara kecil kesayangannya.

“Selamat anak Ibu,” ucapnya. Ibu ikut meloncat-loncat dengan mata berbinar-binar, senang sekaligus penuh haru.

Siang itu, 26 November 2022, saya, Luh Putu Anggreny — panggil saja Anggreny,  memang sedang membaca-baca pesan pada kotak masuk email. Sebelumnya saya memang ikut mendaftar dalam kegiatan pelatihan Training of Trainers Keamanan Digital bagi Pers Mahasiswa dan Jurnalis Warga yang diselenggarakan Yayasan Tifa, bekerja sama dengan SefNet.

Dan melalui email itu saya mendapatkan jawaban bahwa saya lolos seleksi. Yah, ketika mendapat jawaban itu, saya langsung berpikir bahwa cita-cita awal saya bakal terkabul.

Sebagai seseorang yang lahir dari keluarga sederhana, cita-cita saya memang agak norak. Saya bercita-cita naik pesawat terbang. Nah,  saya beruntung bisa mewujudkan mimpi naik pesawat untuk pertama kali, sampai Samarinda, di Kalimantan Timur, tempat acara itu digelar.

••••

Ya, pengalaman pertama naik pesawat terbang yang begitu menyenangkan. Tentunya dibumbui dengan drama-drama kecil selama persiapan sebelum berangkat. Dari harus mengurus dispensasi kuliah, berdebat prihal tiket pesawat dengan panitia, dan masih banyak lagi.

Tepat di tanggal 28 November 2022 saya berangkat. Saya berangkat bersama dua rekan saya yang sama-sama ikut pelatihan yang ternyata berasal dari Universitas Udayana. Namanya Kak Yuko dan Kak Agus. Mereka berdua adalah mahasiswa semester akhir. Saat itu kami berjanji bertemu di bandara.

Naik pesawat untuk pertama kali itu menyenangkan. Ini pengakuan polos dari saya. Ternyata dari atas saya bisa melihat langit indah, pemukiman-pemukiman penduduk, walaupun sedikit ngeri karna cuaca yang kurang baik. Saya jadi ingat pepatah “di atas langit masih ada langit” dan saya melihatnya sekarang.

Kami sampai di Kalimantan Timur pada pagi hari, dan segera menuju hotel tempat pelatihan. Namanya  Midtown Hotel yang terletak di tengah-tengah kota Samarinda.

Betapa takjubnya saya menemukan sekitaran bandara yang begitu hijau dan asri. Perjalanan menuju hotel pun terus membuat saya kagum, dengan pabrik-pabrik dan moda transportasi tambang yang berseliweran. Saya baru tahu kalau bandara di Samarinda ini bandara baru. Itu saya tahu dari sopir yang mengantar.

••••

Saya Luh Putu Anggreny, mahasiswa yang kini sedang menempuh pendidikan S1 prodi ilmu komunikasi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. 

Saya sampai Samarinda dengan berbangga hati. Saya juga punya ketertarikan dengan dunia kepenulisan, hingga akhirnya mengantarkan saya pada satu mimpi yang dulunya tak pernah saya kira akan tercapai.

Setleah bercita-cita naik pesawat terbang, dan itu sudah tercapai, kini saya bercita-cita dengan mantap ingin menjadi penulis profesional.

Tentu saja, selain tertarik memang saya telah sedikit mengerti dan memahami bagaimana menjadi orang yang tertarik akan dunia menulis.

Saya, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan, telah membuktikan bahwa diri saya memiliki potensi untuk meraih mimpi sebagai seorang penulis yang handal. Kerap kali saya mengikuti pelatihan-pelatihan penulisan dan jajak pers online ataupun offline. Begitupun lomba lomba menulis pernah saya ikuti sejak di bangku SMA.

••••

Pelatihan di Samarinda yang saya ikuti ini, adalah pelatihan mengenai bagaimana keamanan jurnalis warga dan pers mahasiswa. Pelatihan ini diadakan oleh Yayasan Tifa, bekerja sama dengan SefNet yang akan melatih kami.

Ternyata peserta pelatihan hanya 10 orang yang berasal dari universitas dan media warga. Seperti dari Universitas Muhamadiyah Kalimantan Timur, Universitas Hassanudin Makassar, dari media Jurnalisme Warga Lombok.

Peserta Training of Trainers Keamanan Digital bagi Pers Mahasiswa dan Jurnalis Warga di Samarinda

Rata-rata mereka adalah mahasiswa semester akhir S1, mahasiswa S2 dan ada yang sudah lulus 2018. Wah, sampai di sana saya cukup takjub, ternyata saya adalah peserta pelatihan termuda. Tentu saja, karena saya masih pada jenjang semester 3.

Pelatihan berlangsung selama 3 hari. Pelatihan dilakukan dengan mendengarkan materi dan mengikuti praktek pada kelas. Selama kelas berlangsung, saya tahu banyak tentang pers dan jurnalis yang bekerja dilindungi oleh undang-undang.

Saya juga diajarkan bagaimana melindungi perangkat yang saya miliki, baik HP maupun laptop. Misalnya tentang password, dan dari segi keamanan virus perangkat. Pun diberitahu juga tentang aplikasi-aplikasi apa saja yang lebih aman dan mengurangi resiko kebocoran data.

Sejauh ini saya baru tahu, kalau ternyata google merekam semua jejak digital saya, mulai dari IP address, nama dan biodata pribadi saya. Dan untuk itulah kita harus berlatih untuk mengamankan data-data kita.

Kekaguman saya tak hanya sampai pada pelatihan saja. Setelah berbincang-bincang selama beberapa kali, saya makin kagum dengan para penggelut pers mahasiswa. Saya baru tau, ternyata tugas pers kampus tak hanya memberitakan tentang intern kampus saja.

Pers kampus yang terdiri dari mahasiswa kritis seharusnya mampu mengkritisi masalah-masalah sosial, politik dan hokum, misalnya mengkritisi regulasi yang dianggap merugikan mahasiswa dan masyarakat. Tak hanya itu, ternyata pers kampus juga harus peka terhadap isu-isu sekitar atau isu di luar kampus.

Benar-benar mengagumkan. Saya seperti memiliki 9 kakak dalam pelatihan itu. Selama pelatihan pun mereka sangat mengayomi saya, baik saat menjalankan tugas-tugas selama pelatihan berlangsung, hingga saat melakukan praktek langsung. Rasanya bangga dan bersyukur sekali mengenal mereka dan mengikuti pelatihan ini.

•••

Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara, lahir di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, 11 Februari 2003. Terlahir dari pasangan suami istri Komang Merta dan Kadek Purniasih. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Ayah saya adalah seorang petani durian.

Yang banyak memberi saya inspirasi adalah ayah. Ayah selalu memberi wejangan agar saya menunjukkan yang terbaik dari diri saya sendiri.

 Sedari kecil saya memang suka membaca, terutama karya-karya fiksi dan selalu melakukan motivasi terhadap diri sendiri. Sehingga dari membaca itu saya banyak belajar, termasuk bagaimana saya bisa tertarik terhadap cara orang-orang menulis.

Bisa ditebak, saya juga suka keindahan, belajar dan menyebarluaskan keindahan yang saya dapatkan.

Saya suka senja. Dan saya memotret banyak senja dalam gawai milik saya.  Potret-potret senja itu selalu saya sempatkan untuk melihat setiap harinya. Meskipun gerimis saya masih tetap akan bisa melihat senja. Dan bagi saya, itu adalah hal menyenangkan, sekaligus menunjukkan bagaimana saya kagum terhadap semesta.

Melihat senja membuat saya tenang. Apalagi melihat rona rona merah jingga langit yang mengagumkan. Gradasi warna warna indahnya seakan-akan membuat saya melihat bagaimana cantiknya alam semesta.

Tentu saja bukan karena senja yang membuat saya memilih kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan. Saya memilih kuliah di Ilmu Komunikasi karena saya menyadari ketertarikan minat dan bakat saya di dalam menulis, yang tentu sudah saya rasakan sejak duduk di bangku SMAN Bali Mandara. Bahkan kesenangan menulis dan membaca pun sudah saya rasakan sejak duduk di bangku SDN 2 Tegallinggah dan SMPN 4 Sukasada.

Dengan ketertarikan dan potensi saya, setelah lulus S1 nantinya, saya berencana ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan S2, dengan fokus studi yang sama. Tentu untuk meraih cita-cita sebagai seorang dosen dan mimpi menjadi penulis profesional.

Saya optimis terhadap cita-cita dan mimpi yang saya punya, pun dengan prinsip hidup yang saya miliki. Saya ingin menjadi contoh untuk adik laki-laki saya satu-satunya dan membuat orang tua saya bangga bahwa, saya bisa menjadi yang terbaik versi diri saya sendiri. 

“Menjadi yang terbaik dari diri sendiri”. Dan kalimat inilah yang selalu mendorong dan menyadarkan saya. Bahwa lakukan yang terbaik dari diri sendiri, niscaya tak akan ada hasil yang mengkhianati nantinya.

Dengan jalan melakukan yang terbaik, maka akan mendapatkan hasil maksimal dari kemampuan yang dimiliki. Tentu dengan itu dapat membuat diri sadar bahwa kekurangan yang kita punya, dapat kita tutupi dengan kelebihan dan hal hal terbaik yang kita lakukan.

Satu hal pasti yang saya katakana, “Kesempatan tidak datang dua kali, jadi lakukanlah yang terbaik!” [T]

Membincangkan Hal-hal Buruk | Catatan Pelatihan Keamanan Menyeluruh oleh Combine Resource Institution di Banyuwangi
Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati
Tags: keamanan digitalLiterasipers kampusSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dilema Masa Lalu dan Masa Depan Dalam “Langit Dibelah Dua” Karya Gde Aryantha Soethama

Next Post

Kehidupan dan Kematian Guru

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Kehidupan dan Kematian Guru

Kehidupan dan Kematian Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co