25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
November 1, 2022
in Ulas Film
Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Satu adegan dalam film Ballad of a White Cow | Gambar hasil screenshot dari video pada kanal youtube Berlinale - Berlin International Film Festival

Bagi kebanyakan penikmat film (terkhusus yang memiliki relasi tontonan yang luas), apa yang biasa dibayangkan ketika hendak menikmati film-film dari Iran? Yap, drama-dramanya.

Kebanyakan dari sinema-sinema Iran, masih ulat berkutat di lingkaran drama. Dan itu selalu menjadi identifikasi pertama kita untuk memahami bagaimana skema film-film Iran berjalan.

Ketimpangan sosial, alienasi diri, keluarga yang rumit, dan sebagainya dan sebagainya. Iran memang pusat bagaimana kita bisa melacak lalu memahami seluk dramatisasi yang kental dari rahim sinema.

Selepas kesuksesan besar Kiarostami dengan Taste Of Cherry, Makhmalbaf dengan A Moment of Innocent, Majid Majidi dengan Children of Heaven, Jafar Panahi dengan The White Balloon, sampai Ashgar Farhadi dengan A Separation, dan masih banyak lagi, di kancah sinema internasional. Kini, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, mencoba menyusul orang-orang hebat itu dengan gayanya sendiri, melalui Ballad of a White Cow.

The Ballad of a White Cow, adalah film terbaru dua sutradara, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, yang ditayangkan perdana di Festival Film Fajr ke-36.  Naskah film ditulis langsung oleh kedua sutradara tersebut bersama Mehrdad Kouroshniya. Selain sebagai sutradara, Maryam Muqoddam juga berkontribusi sebagai tokoh utama dalam filmnya, berperan sebagai seorang janda bernama Mina.

Bersama rekannya Alireza Sanifar yang berperan sebagai Reza. Dan beberapa aktor-aktor amatir lainnya. Satu hal yang menjadi kemenarikan bagi saya dan mungkin banyak orang dari sinema-sinema Iran adalah, para sutradaranya selalu membuka posisi bagi pemain-pemain amatir.

Iran, masih memegang teguh idealis neorealis di setiap garapan-garapannya. Dan itu, menjadi poin tambahan bagi sinema Iran, untuk lebih mudah membentuk kealamian di setiap film-filmnya.

The Ballad of a White Cow, menyajikan kehidupan seorang janda bernama Mina, dengan anaknya yang tuli, Bita, pasca pengeksekusian mati sang suami. Mina, menjalani hidupnya dengan wajah yang terus-menerus hampir mengeluarkan air mata. Tak jarang, ia selalu berbohong kepada anaknya, perihal kemana perginya si ayah.

Setahun berselang, Mina dengan kehidupannya yang masih melawan hari-hari yang kejam, mendapatkan panggilan dari pihak pengadilan. Ternyata pihak pengadilan menyatakan bahwa suami Mina tak bersalah dalam insiden pembunuhan yang dituduhkan.

Dari sini kita tahu seperti apa reaksi yang ditimbulkan. Pihak pengadilan menyesalkan keputusan. Mina, mengecam keputusan itu, yang telah merenggut nyawa suaminya. Namun film tak berhenti sampai di situ. Permulaannya, baru dimulai ketika seorang pria bernama Reza, datang ke rumah Mina dan mengaku sebagai sahabat masa muda suaminya. Tapi, sahabat hanya kedok yang dipakai Reza untuk menyamar. Ia ternyata orang di balik pengeksekusian suami Mina. Apa yang akan terjadi? Sisanya, bisa kalian ikuti lewat menonton The Ballad of a White Cow secara utuh.

Secara pribadi, saya sangat menyukai film-film yang lambat, dialog yang minim, yang bermain-main di lini bahasa visual. Itu memberikan peluang lebih besar dalam mengamati apa yang sedang diangkat.

The Ballad of a White Cow, mungkin sekilas demikian. Terlihat tidak tergesa-gesa mencapai klimaks. Film ini seperti sungai di pegunungan pada musim semi, beriak-beriak pelan dan mengalir jernih. Sayangnya, untuk melompat ke arah yang dituju, kedua sineas masih terbata-bata. Terlalu banyak gagasan yang dijejal tanpa disaring kepentingannya. Semisal menghadirkan kobobrokan birokrasi, ketika Mina mengajukan keluhannya terhadap kelalaian pengadilan. Adegan-adegan itu hadir secara subtil, tanpa ada pengaruh krusial bagi motivasi penceritaannya.

The Ballad of a White Cow, tak sekaliber film-film seniornya, seperti About Elly, Taste of Cherry, dan A Hero dalam menuntaskan-tampilkan sisi-sisi psikologis manusia. Banyak adegan yang kurang mencuri keprihatinan penonton. Efek psikologis—atau konfrontasi batin dalam diri seorang Reza, dan kesalahannya dalam memutuskan sebuah keadilan, yang menghantuinya siang dan malam, masih belum unjuk gigi.

Kesedihan dan emosinya terlalu enggan untuk dinampakkan, malah terkesan dipaksakan. Bahasa visual yang dihadirkan juga terbilang kurang mumpuni. Seakan belum bisa mengisi kekosongan dari setiap krisis dialog-dialognya. Pun, kedekatan Mina dan anaknya, Bita, belum diwujudkan dengan erat. Tak terkecuali penderitaan di antara mereka.

Lini-lini yang seharusnya dominan kurang diberikan ruang untuk ditampilkan lebih dalam lagi. Alhasil, beberapa sekuens tak punya kesinambungan satu sama lain. Saya, tentunya sedikit kecewa, dan merasa seharusnya film Iran bisa lebih dari ini.

Film The Ballad of a White Cow, adalah kumpulan gambar-gambar penampakan kehidupan yang miris sekaligus menyimpan banyak nilai. Yang disorot lewat mata kamera yang anggun. Keterkungkungan kelas menengah dalam menenggak keadilan, serta keterpurukan– kelas atas dalam upaya-upayanya mencari celah penebusan dosa.

Film ini, secara sadar, terselamatkan oleh sinematografinya. Resolusinya yang jernih, elaborasi warna hitam dan putih yang sangat kontras , pengambilan shot-shot-nya yang jauh, dan dari sisi-sisi yang tak terduga, menambah keistimewaannya. Tak lupa akting para pemainnya yang sudah sangat baik. Sedikit memudarkan apa-apa yang sudah saya sebutkan sebelumnya.[T]

White Building : Potret Keruntuhan
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)
Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos
Tags: filmFilm Iranfilm layar lebarIran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siapa pun Jumpa Puisi dalam Lomba Musikalisasi Puisi FNSP Jembrana | Juaranya SMAN 1 Kuta Utara

Next Post

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails
Next Post
Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co