25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Azman H. Bahbereh by Azman H. Bahbereh
November 1, 2022
in Ulas Film
Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Satu adegan dalam film Ballad of a White Cow | Gambar hasil screenshot dari video pada kanal youtube Berlinale - Berlin International Film Festival

Bagi kebanyakan penikmat film (terkhusus yang memiliki relasi tontonan yang luas), apa yang biasa dibayangkan ketika hendak menikmati film-film dari Iran? Yap, drama-dramanya.

Kebanyakan dari sinema-sinema Iran, masih ulat berkutat di lingkaran drama. Dan itu selalu menjadi identifikasi pertama kita untuk memahami bagaimana skema film-film Iran berjalan.

Ketimpangan sosial, alienasi diri, keluarga yang rumit, dan sebagainya dan sebagainya. Iran memang pusat bagaimana kita bisa melacak lalu memahami seluk dramatisasi yang kental dari rahim sinema.

Selepas kesuksesan besar Kiarostami dengan Taste Of Cherry, Makhmalbaf dengan A Moment of Innocent, Majid Majidi dengan Children of Heaven, Jafar Panahi dengan The White Balloon, sampai Ashgar Farhadi dengan A Separation, dan masih banyak lagi, di kancah sinema internasional. Kini, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, mencoba menyusul orang-orang hebat itu dengan gayanya sendiri, melalui Ballad of a White Cow.

The Ballad of a White Cow, adalah film terbaru dua sutradara, Maryam Moqadam dan Behtash Sanaeeha, yang ditayangkan perdana di Festival Film Fajr ke-36.  Naskah film ditulis langsung oleh kedua sutradara tersebut bersama Mehrdad Kouroshniya. Selain sebagai sutradara, Maryam Muqoddam juga berkontribusi sebagai tokoh utama dalam filmnya, berperan sebagai seorang janda bernama Mina.

Bersama rekannya Alireza Sanifar yang berperan sebagai Reza. Dan beberapa aktor-aktor amatir lainnya. Satu hal yang menjadi kemenarikan bagi saya dan mungkin banyak orang dari sinema-sinema Iran adalah, para sutradaranya selalu membuka posisi bagi pemain-pemain amatir.

Iran, masih memegang teguh idealis neorealis di setiap garapan-garapannya. Dan itu, menjadi poin tambahan bagi sinema Iran, untuk lebih mudah membentuk kealamian di setiap film-filmnya.

The Ballad of a White Cow, menyajikan kehidupan seorang janda bernama Mina, dengan anaknya yang tuli, Bita, pasca pengeksekusian mati sang suami. Mina, menjalani hidupnya dengan wajah yang terus-menerus hampir mengeluarkan air mata. Tak jarang, ia selalu berbohong kepada anaknya, perihal kemana perginya si ayah.

Setahun berselang, Mina dengan kehidupannya yang masih melawan hari-hari yang kejam, mendapatkan panggilan dari pihak pengadilan. Ternyata pihak pengadilan menyatakan bahwa suami Mina tak bersalah dalam insiden pembunuhan yang dituduhkan.

Dari sini kita tahu seperti apa reaksi yang ditimbulkan. Pihak pengadilan menyesalkan keputusan. Mina, mengecam keputusan itu, yang telah merenggut nyawa suaminya. Namun film tak berhenti sampai di situ. Permulaannya, baru dimulai ketika seorang pria bernama Reza, datang ke rumah Mina dan mengaku sebagai sahabat masa muda suaminya. Tapi, sahabat hanya kedok yang dipakai Reza untuk menyamar. Ia ternyata orang di balik pengeksekusian suami Mina. Apa yang akan terjadi? Sisanya, bisa kalian ikuti lewat menonton The Ballad of a White Cow secara utuh.

Secara pribadi, saya sangat menyukai film-film yang lambat, dialog yang minim, yang bermain-main di lini bahasa visual. Itu memberikan peluang lebih besar dalam mengamati apa yang sedang diangkat.

The Ballad of a White Cow, mungkin sekilas demikian. Terlihat tidak tergesa-gesa mencapai klimaks. Film ini seperti sungai di pegunungan pada musim semi, beriak-beriak pelan dan mengalir jernih. Sayangnya, untuk melompat ke arah yang dituju, kedua sineas masih terbata-bata. Terlalu banyak gagasan yang dijejal tanpa disaring kepentingannya. Semisal menghadirkan kobobrokan birokrasi, ketika Mina mengajukan keluhannya terhadap kelalaian pengadilan. Adegan-adegan itu hadir secara subtil, tanpa ada pengaruh krusial bagi motivasi penceritaannya.

The Ballad of a White Cow, tak sekaliber film-film seniornya, seperti About Elly, Taste of Cherry, dan A Hero dalam menuntaskan-tampilkan sisi-sisi psikologis manusia. Banyak adegan yang kurang mencuri keprihatinan penonton. Efek psikologis—atau konfrontasi batin dalam diri seorang Reza, dan kesalahannya dalam memutuskan sebuah keadilan, yang menghantuinya siang dan malam, masih belum unjuk gigi.

Kesedihan dan emosinya terlalu enggan untuk dinampakkan, malah terkesan dipaksakan. Bahasa visual yang dihadirkan juga terbilang kurang mumpuni. Seakan belum bisa mengisi kekosongan dari setiap krisis dialog-dialognya. Pun, kedekatan Mina dan anaknya, Bita, belum diwujudkan dengan erat. Tak terkecuali penderitaan di antara mereka.

Lini-lini yang seharusnya dominan kurang diberikan ruang untuk ditampilkan lebih dalam lagi. Alhasil, beberapa sekuens tak punya kesinambungan satu sama lain. Saya, tentunya sedikit kecewa, dan merasa seharusnya film Iran bisa lebih dari ini.

Film The Ballad of a White Cow, adalah kumpulan gambar-gambar penampakan kehidupan yang miris sekaligus menyimpan banyak nilai. Yang disorot lewat mata kamera yang anggun. Keterkungkungan kelas menengah dalam menenggak keadilan, serta keterpurukan– kelas atas dalam upaya-upayanya mencari celah penebusan dosa.

Film ini, secara sadar, terselamatkan oleh sinematografinya. Resolusinya yang jernih, elaborasi warna hitam dan putih yang sangat kontras , pengambilan shot-shot-nya yang jauh, dan dari sisi-sisi yang tak terduga, menambah keistimewaannya. Tak lupa akting para pemainnya yang sudah sangat baik. Sedikit memudarkan apa-apa yang sudah saya sebutkan sebelumnya.[T]

White Building : Potret Keruntuhan
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)
Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos
Tags: filmFilm Iranfilm layar lebarIran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siapa pun Jumpa Puisi dalam Lomba Musikalisasi Puisi FNSP Jembrana | Juaranya SMAN 1 Kuta Utara

Next Post

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Azman H. Bahbereh

Azman H. Bahbereh

Lahir di Singaraja, Bali, 30 Januari 2001. Bekerja sebagai tukang jagal ayam yang selain gemar membaca juga gemar menulis. Kalian bisa menemukannya di akun Instagram : @azmnhssmb

Related Posts

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
0
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

Read moreDetails

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails
Next Post
Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co