7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siapa pun Jumpa Puisi dalam Lomba Musikalisasi Puisi FNSP Jembrana | Juaranya SMAN 1 Kuta Utara

tatkala by tatkala
November 1, 2022
in Panggung
Siapa pun Jumpa Puisi dalam Lomba Musikalisasi Puisi FNSP Jembrana |  Juaranya SMAN 1 Kuta Utara

Penampilan SMAN 1 Kuta Utara dalam lomba musikalisasi puisi Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana 2022

Pada zaman kini, musikalisasi puisi menjadi satu hal yang cukup penting jika membicarakan ekosistem sastra di Indonesia. Dengan musikalisasi puisi, maka puisi akan memiliki cara lain untuk berkembang dalam pusaran distribusi puisi di tengah masyarakat sastra maupun masyarakat awam..

“Selain adanya buku  juga ada musikalisasi puisi. Jadi orang bisa berjumpai puisi, tidak hanya dengan cara membaca buku, tetapi juga bisa mendengarkan lewat lagu musikalisasi puisi!”  

Setidaknya begitulah inti kata-kata yang disampaikan I Wayan Sumahardika berkaitan dengan Lomba Musikalisasi Puisi serangkaian Festival Nasional Seni Pelajar (FNSP) Jembrana VI tahun 2022. Festival itu diselenggarakan Komunitas Kertas Budaya, 14-29 Oktober 2022.

Sumahardika yang akrab disapa dengan nama Suma menjadi salah satu juri dalam lomba musikalisasi puisi itu. Juri lainnya, Nanoq Da Kansas dan  Heri Windi Anggara.

Dalam lomba itu, SMA Negeri 1 Kuta Utara (Sakura) ditetapkan sebagai juara satu. Sementara juara dua Komunitas Budang Badung Badung, juara tiga Teater Solagracia SMAN 1 Negara, dan juara harapan LOKATRAYA – SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.

[][][]

Jadi, kata Suma, apa yang dilakukan para peserta dalam kontek sebagai peserta lomba musikalisasi puisi, sejatinya sedang menumbuhkan ekosisten sastra, khususnya puisi. “Orang yang sedang berkarya musikalisasi puisi, itu juga sedang menumbuhkan ekosistem sastra, khususnya puisi,” kata Suma.

Dari sisi kualitas, seluruh peserta tampil dengan baik dan lebih maju dari sebelumnya. “Saya mengapresiasi apa yang ditampilkan pada Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana VI ini memang ada kemajuaan,” kata Suma.

Para peserta dalam lomba FNSP Jembrana ini, yang sebagian besar dari kalangan pelajar dan remaja ini memang punya potensi mengembangkan praktik berpuisi pada zaman-zaman berikutnya. Sebab, yang menarik dalam lomba ini tidak seperti lomba-lomba musikalisasi pada umumnta.

Ada satu ketentuan, format yang dilakukan panitia untuk menutut para peserta menjadi lebih progresif. Karena selain mewajibkan mengaransemen karya musikalisasi puisi yang baru, juga meng-cover lagu musikalisasi puisi.

Cover musikalisasi puisi bisa dikata sebagai suatu format yang baru dalam lomba musikalisasi puisi ini. Dengan adanya cover musikalisasi puisi ini, kata Suma, terdapat sejumlah hal yang bisa terjadi dalam perkembangan dan pergaulan insan-insan pemusikalisasi puisi di Indonesia, khususnya di Bali.

Pertama praktik cover musikalisasi puisi ini bisa memperpanjang usia sebuah karya musikalisasi puisi, selain juga sebuah karya bisa menjadi lebih popular.

Selama ini, musikalisasi puisi dihidupkan dengan sejumlah cara. Antara lain dengan lomba. Dalam lomba ini bisanya peserta diwajibkan untuk membuat karya musikalisasi puisi baru. Terus menerus seperti itu, para peserta mengaransemen puisi baru dalam setiap lomba, dan tidak ada upaya untuk memperpanjang usia karya musikalisasi itu.

Dalam hal ini, cover menjadi sangat penting. Karena karya yang bagus, bisa diperpanujang usianya oleh komunitasnya sendiri, atau oleh komunitas lain, sehingga karya yang bagus bisa dinikmati secara terus-menerus, meski misalnya tak ada lomba.  

Kedua, distribusi. Selain musikalisasi puisi ini dihidupkan lomba, juga dihidupkan oleh komunitasnya. “Dalam kontek tertentu itu bagus mencipktakan iklim kepenontonan,  tetapi dalam kontek yang lain itu menjadi angin segar. Cover musikalisasi puisi untuk mengembangkan dan membina generasi musikalisasi puisi,” kata Suma.

Cover itu penting untuk mengembangkam komposisi musik puisi pada masa-masa yang akan datang. Cover itu terjadi  di antara ruang puisi dan ruang musik. “Namun yang perlu diperhitungkan lagi, hak cipta musikalisasi puisi itu sendiri,” kata Suma.

Dengan memperhitungkan hak cipta, penyair yang mencipta puisi mendapatkan apresiasi, selain juga pembuat musik serta aranger. “Hak cipta ini penting. Ketika membawa musikalisasai seseorang, paling tidak nama pembuatnya disebutkan sebagai bentuk penghargaan hak cipta,” ujar Suma.

Sumahardika adalah seorang aktor, sutradara teater dan penulis. Ia dikenal sebagai pendiri Teater Kalangan dan Umawali Institute. Sebelum dikenal sebagai aktor dan sutradara, ia juga seorang arranger puisi yang andal. Ia pernah menggarap musikalisasi untuk Komunitas Cemara Angin dan Komunitas Mahima di Singaraja, dan sudah mengeluarkan album musikalisasi puisi yang masih dianggap menjadi semacam pedoman untuk generasi pemusikalisasi puisi saat ini.

[][][] 

Heri Windi Anggara, juri lain,  menyatakan rasa kagumnya terhadap peserta pada FNSP Jembrana ini yang punya potensi besar dalam penciptaan karya-karya musikalisasi puisi.

Musikalisasi puisi itu tercipta oleh dua unsur, yaitu puisi dan musik. Jadi diantara dua unsur itu tak bisa saling membunuh dan mengorbankan,.

Untuk itu, Heri memberikan sejumlah catatan. Kata Heri,saat menggubah puisi, maka puisi tidak bisa semata-mata dianggap sebagai lirik biasa. Jika puisi itu diperlakukan sebagai lirik biasa seperti pada umumnya seorang pencipta membuat lirik lagu, maka penciptaan musikalisasi puisi memiliki kemungkinan besar untuk gagal.

Karena, kata Heri, jika puisi diperlakukan sebagai lirik biasa, maka taka da upaya untuk menemukan dan mengungkap “kunci-kunci” yang hadir dalam puisi itu.

“Kunci-kunci” itulah yang digunakan sebagai dasar penting dalam menggubah puisi untuk jadi musikalisasi puisi. “Kunci-kunci” itu bisa berupa pemaknaan, atau rasa yang muncul dalam puisi, atau napas dan jiwa yang berhembus dalam puisi.  

Makanya, dalam proses musikalisasi puisi yang baik, pasti diawali dari adanya pembacaan puisi yang baik, dilanjutkan dengan pembedahan makna dari puisi itu.Setelah menemukan hasil dari pembedahan itu, barulah kemudian ditentukan hal-hal lain, seperti genre, dan alat-alat musik yang dipilih.

Meng-cover puisi wajib dilakukan. Ketika meng-cover, ada potensi yang bisa digali entah dari lubang-lubang yang disediakan dari panitia atau memunculkan kemungkinan permainan baru.

“Misal, coord-nya dari pertemuan mayor lalu dibuat minor. Mungkin ketika menggubah tempat dipercepat atau bar-nya kita permainkan lagi. Kemungkinan itu banyak bisa hadir, namun dengan catatan bagian “song”-nya, iramanya tak jauh berubah. Cuma hanya pemanis. Artinya, bagian utuhnya harus tetap ada,” kata Heri.. 

Menurut Heri, pertimbangkan juga penggunaan alat-alat musik. Ketika menggunakan alat non konvensionsl, semisal batu, plastik, kayu dan lainnya harus dimengerti dan tahu untuk apa memakai alat itu. Jangan hanya sebatas gagah-gagahan. Semua yang ingin dimunculkan atau dibawa ini mesti dipertimbamhkan dengan matang keungulannya.

“Misal plastik kresek ketika tak kena mikrofon kedengarannmya mungkin cukup saja, tetapi ketika kena mikrofon, maka karakter suaranya akan berubah. Bukan aliran air yang terdengar, tetapi suara api kebakaran,”  ujar Heri.

Dalam musikalisasi puisi, alat yang digunakan bisa menjadi ruh dari karya itu sendiri. Ketika memainkan puisi dengan kesungguhan hati, itu pasti beda cara menggesek alatnya, seperti halnya dalam dunia teater. Hati hati pula mem-fusian-kan alat gamelan Bali dan gitar. Jangan sampai menghasilkan suara agak sumbang, karena tidak mau tuning.

“Saya lihat, ada beberapa peserta yang ingin berguman dengan nada-nada yang agak miring, sehingga keluar dari jalur. Ingat, ada hukum-hukum musik di dalamnya, seperti puisi tak boleh memenggalkan dan menghilangkan kalimat,” imbuh Heri. 

Membuat karya direkam, ini sama-sama membuat performance, namun bukan berarti harus ada tarian. Bukan pula hanya berdiri memainkan musik, tetapi pemusik juga mesti bisa memberi ruh pada musikalisasi puisi itu, karena vocal hanya sebatas penyampai saja.

 “Ketika bermain gitar polos, maka yang menyanyi pun akan sama polosnya. Puisi itu bukan kita yang buat, pengalaman itu juga tidak sama, maka bangunlah pengalaman-pengalaman itu. Pemusik membangun suasana itu agar penyanyi merasakan semua itu.  Kalau penyanyi yang menggali rasa, maka itu tak akan sampai. Maka, kerja tim itu yang bagus,” kata Heri.

Dalam hal ini, Heri mengajak para peserta untuk menampilkan aransemen-aransemen puisi yang baru, sehingga akhirnya akan ada banyak genre dalam musikalisasi puisi. Itu bagus.

“Kita tak berpikir arasemen itu hadir, kita menarikan puisi dengan aransemen yang kita buat, tetapi kalau kita bisa bongkar puisi membuka peluang-peluang, membongkar lebih puisi itu untuk menjadi musikalisasi puiai yang baru. Bukan menstranfer puisi ke dalam musik yang sudah dibuat, karena tak akan terasa hidup,” ujar Heri.

Heri Windi Anggara adalah penekun musikalisasi puisi. Sudah terdapat ratusan puisi karya penyair Indonesia yang sudah diaransemen olehnya, dan sebagian di antaranya memenangkan lomba oleh berbagai lembaga di Bali dan Indonesia. Ia juga kerap memberikan workshop kepada siswa dan para remaja tentang bagaimana menciptakan karya musikalisasi puisi yang baik.  

[][][]

Nanoq da Kansas, selaku juri sekaligus pengelola Komunitas Kerts Budaya, mengaku berbahagia dengan lomba ini.

Dua juri dalam lomba itu, kata Nanoq, memberi apresiasi sekaligus memberikan tips-tips khusus kepada peserta, sehingga hal itu bisa sebagai bentuk workshop untuk penekun musikalisasi puisi.

Apresiai dan tips-tips itu bagus untuk peserta. Apalagi, pesertalomba kali ini banyak yang lepas dari interprestasi dari jiwa puisi.

“Ingat, puisi itu kumpulan kata, dan setiap kata diperhitungkan oleh penyairnya, dan itu memiliki fsikologi dan tujuan tertentu. Tetmasuk alatnya. Alat pun punya fsikologi yang harus diilhami,” kata Nanoq.

Nanoq da Kansas, selain sebagai pendiri dan pengelola Komunitas Kertas Budaya di Jembrana, ia juga seorang penyair, penulis novel dan cerpen. Ia termasuk generasi awal di Bali yang mengembangkan musikalisasi puisi. [T]

Langkah Penting Mencipta Musikalisasi Puisi Bersama Kak Heri
Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik
Makin Beragam Musik Puisi di Bali
Tags: Festival Seni Pelajar Jembranajembranamusikmusik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Turnamen Bola Voli Desa Tamblang: Konsernya Bagus Wirata, Juaranya Himappta Tajun

Next Post

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Ballad of a White Cow : Keheningan yang Tak Menawarkan Banyak Hal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co