2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makin Beragam Musik Puisi di Bali

tatkala by tatkala
October 13, 2022
in Panggung
Makin Beragam Musik Puisi di Bali

Penampilan volakis dari Komunitas Budang bading badung dalam ajang Festival Seni Bali jani IV/2022

Gaya dan pilihan-pilihan kreatif dalam meramu puisi dan musik dalam musikalisasi puisi di Bali tampaknya makin beragam. Ini tampak dari penampilan sejumlah kelompok dan pemusik-puisi dalam program  Adilango (pergelaran) dalam ajang Festival Seni Bali jani (FSBJ) IV/2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Provinsi Bali, Rabu malam,  12 Oktober 2022.

Acara bertajuk “Suara Semesta Kita” itu menampilkan sejumlah kelompok, mulai dari yang senior hingga yunior. Baik kelompok yang sudah mapan, mapun kelompok yang pemula dalam urusan musik puisi, menyuguhkan ramuan musik-puisi yang penuh perhitungan. Mereka tak sekadar tampil. Atau, tak sekadar memadukan musik dan puisi.

Keberagaman yang mucul dari kelompok dan musisi individu itu bukan hanya pada alat musik, melainkan juga pada gaya pendekatan genre musik dan pilihan puisi. Secara umum, meski kemampuan secara teknis berbeda-beda, namun upaya yang mereka pertunjukkan sungguh-sungguh serius.

Teater Jineng dari Tabanan) mengawali pergelaran musik puisi dengan menghadirkan puisi” Aku Burung, Lawat”, “Raksa Danu” dan “Dari Danau Beratan Kita Belajar”.  

Penampilan Teater Jineng

Mereka tampil dengan alat musiki gitar, dua buah alat musik seperti bilah gangsa berbahan kayu, keyboard dan sungu. Teater yang didukung anak-anak muda  juga memadukan pembacaan puisi, musik, dan tarian. Mereka tampak berupaya keras “mempertontonkan” puisi lewat musik dan tarian.

Disusul kemudian anak-anak muda dari Badung dengan Komunitas Budang Bading Badung. Mereka menampilkan dua garapan musik-puisi. Satu menggarap puisi “Pemargin Ida” karya Nyoman Manda dan satu lagi garapan  puisi “Autobiografi Kejahatan” karya Sthiraprana Duarsa.

Selain itu, Komunitas Budang Bading Badung juga menampilkan satu pembacaan puisi berjudul  “Toya” karya Wayan Esa Bhaskara. Anak-anak muda belia ini tampil dengan alat musik yang lebih lengkap, yakni memasukkan drum untuk memberi sentuhan lebih keras pada garapan mereka.

 “Kami menambah alat musik drum untuk menambah suasana, serta dapat memberi aksen pada bagian-bagian tertentu,” kata Amrita Dharma, ketua Komunitas Budang Bading Badung.

Penampilan Komunitas Budang Bading Badung

Kelompok musik-puisi yang sudah matang dari Denpasar, Senja Di Cakrawala, menyajikan konsep full band dan semi orkes yang memakai rekaman dalam laptop (sequencer).

Komunitas ini menyajikan dua garapan musik puisi dan sebuah baca puisi. Musik puisi “Di Taman Itu, Jejakmu Masih Terasa” karya Moch Satrio Welang menjadi penampilan pertama, kemudian baca Puisi Ulundanu karya Erkaja Pangmungsu, lalu musik puisi “Gemuruh Laut” karya Wayan Jengki Sunarta.

Komunitas Senja Di Cakrawala

Komunitas Senja Di Cakrawala juga memadukan musik, puisi dan tarian. “Kami memadukan dengan penari, sehingga musik puisi menjadi lebih atraktif,” kata Arranger dari Senja Di Cakrawala, Yoga Anugraha .

Tan Lioe Ie dari Denpasar tampil dengan membawakan puisi-puisi yang sudah dikenal banyak penggemar musik-puisi sebelumnya.

Tan Lioe Ie adalah seorang penyair. Sebelumnya ia kerap menggubah puisi-puisi Umbu Landu Paranggi, dan juga menggubah puisi ciptaannya sendiri.

Di Gedung Ksirarnawa ia tampil sendiri dengan hanya menggunakan gitar akustik. Gaya petik Tan Lioe Ie untuk urusan musikalisasi puisi memang khas.

Meski tampil secara solo, namun kekuatan Tan Lioe Ie dalam memberikan jiwa dalam setiap musik puisi itu begitu kuat. Puisi karyanya,  “Aku Danau Aku Laut”, seakan menjadi obat rindu para pengemar muspus. Apalagi dalam pembacaan puisi “Malam Cahaya Lampion” suaranya yang khas, membuat penonton terkesima.

Tan Lioe Ie

Kelompok Sekali Pentas dari Denpasar tampaknya banyak ditunggu pemnggemarnya. Maklum, kelompok ini memang sebuah kelompok yang intens menggarap musik-puisi dan kerap memenangkan lomba musikalisasi puisi di berbagai lomba.

Begitu naik panggung, penonton bersorak gembira menyambut kelompok ini.  Kelompok ini tampil sekitar 20 menit. Kelompok ini menggarap musik-puisi puisi dalam bentuk progresif rock, yang menggunakan gitar, bass, drum juga gitar akusti.

 Heri Windi Anggara adalah salah satu pemusik puisi papan atas di Bali. Dialah yang mengaransemen puisi-puisi yang dibawakan Kelompok sekali Pentas di Gedung Ksirarnawa itu. Dan selalu cerdik meramu musik sekaligus tanpa menghilangkan pesan-pesan dari puisi itu.   

Tema SBJ IV menjadikan air sebagai sumnber peradaban. Ketika air itu hanya dijadikan alat sumber peradaban, maka air itu kemungkinan bisa tercemar, sehingga peradaban itu akan hilang dan rusak. Maka, ketika satu kelompok kehilangan sumber peradaban, mereka akan mencari sumber peradaban baru.

Mereka meningalkan air yang sudah tercemar, lalu mencari mata air baru walau itu dengan cara menjajah, sehingga menyakiti sumber daya yang dimiliki kelompok lain. “Maka dari itu judul pementasan ini “Arus” siklus yang akan terus begitu,” ucap Heri.

Puisi yang dibawakan tentang pilihan, bahwa setiap orang mempunyai dua sisi gelap dan putih. Hanya pendewasaan kita yang bisa memilih berada di posisi mana akan berada. Judul puisi itu “Puisi Anak” karya Sulis Gingsul. Kemudian, masih puisi Sulis, menghadirkan cerita tentang setiap hari pasti ada yang lahir, hidup dan lahir.

“Kami membawakan puisi Jengki Sunarta berjudul “Obituari Laut” menceritakan air yang sudah mulai tercemar,” kata Heri.

Kelompok Sekali Pentas

Kelompok ini juga menampilkan puisi “Kalimbah Nanggroe” bercerita tentang perang memperebutkan air sebagai upaya untuk menemukan sumber peradabannya. Lalu ditutup dengan puisi Ngurah Parsua “Setelah Angin Senja Berhembus” yang bercerita setelah perang berarti ada korban.

“Ternyata lebih beruntung menjadi mati karena terhindar dari dosa dan sudah melepas kebutuhan dunia, sehingga menjadi lebih tenang,” kata Heri menyampaikan pesan puisi itu.

 Program Adilango di Gedung Ksirarnawa itu juga menghadirkan Jose Rizal Manua dari Jakarta yang tampil membaca puisi dan menampilkan musik puisi. Sebagai penutup, tampil Nankinun dari Yogyakarta. [T][Ado/*]

Membawa Musikalisasi Puisi ke Ruang yang Berbeda-beda
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022musikmusik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

Next Post

Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co