13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makin Beragam Musik Puisi di Bali

tatkala by tatkala
October 13, 2022
in Panggung
Makin Beragam Musik Puisi di Bali

Penampilan volakis dari Komunitas Budang bading badung dalam ajang Festival Seni Bali jani IV/2022

Gaya dan pilihan-pilihan kreatif dalam meramu puisi dan musik dalam musikalisasi puisi di Bali tampaknya makin beragam. Ini tampak dari penampilan sejumlah kelompok dan pemusik-puisi dalam program  Adilango (pergelaran) dalam ajang Festival Seni Bali jani (FSBJ) IV/2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Provinsi Bali, Rabu malam,  12 Oktober 2022.

Acara bertajuk “Suara Semesta Kita” itu menampilkan sejumlah kelompok, mulai dari yang senior hingga yunior. Baik kelompok yang sudah mapan, mapun kelompok yang pemula dalam urusan musik puisi, menyuguhkan ramuan musik-puisi yang penuh perhitungan. Mereka tak sekadar tampil. Atau, tak sekadar memadukan musik dan puisi.

Keberagaman yang mucul dari kelompok dan musisi individu itu bukan hanya pada alat musik, melainkan juga pada gaya pendekatan genre musik dan pilihan puisi. Secara umum, meski kemampuan secara teknis berbeda-beda, namun upaya yang mereka pertunjukkan sungguh-sungguh serius.

Teater Jineng dari Tabanan) mengawali pergelaran musik puisi dengan menghadirkan puisi” Aku Burung, Lawat”, “Raksa Danu” dan “Dari Danau Beratan Kita Belajar”.  

Penampilan Teater Jineng

Mereka tampil dengan alat musiki gitar, dua buah alat musik seperti bilah gangsa berbahan kayu, keyboard dan sungu. Teater yang didukung anak-anak muda  juga memadukan pembacaan puisi, musik, dan tarian. Mereka tampak berupaya keras “mempertontonkan” puisi lewat musik dan tarian.

Disusul kemudian anak-anak muda dari Badung dengan Komunitas Budang Bading Badung. Mereka menampilkan dua garapan musik-puisi. Satu menggarap puisi “Pemargin Ida” karya Nyoman Manda dan satu lagi garapan  puisi “Autobiografi Kejahatan” karya Sthiraprana Duarsa.

Selain itu, Komunitas Budang Bading Badung juga menampilkan satu pembacaan puisi berjudul  “Toya” karya Wayan Esa Bhaskara. Anak-anak muda belia ini tampil dengan alat musik yang lebih lengkap, yakni memasukkan drum untuk memberi sentuhan lebih keras pada garapan mereka.

 “Kami menambah alat musik drum untuk menambah suasana, serta dapat memberi aksen pada bagian-bagian tertentu,” kata Amrita Dharma, ketua Komunitas Budang Bading Badung.

Penampilan Komunitas Budang Bading Badung

Kelompok musik-puisi yang sudah matang dari Denpasar, Senja Di Cakrawala, menyajikan konsep full band dan semi orkes yang memakai rekaman dalam laptop (sequencer).

Komunitas ini menyajikan dua garapan musik puisi dan sebuah baca puisi. Musik puisi “Di Taman Itu, Jejakmu Masih Terasa” karya Moch Satrio Welang menjadi penampilan pertama, kemudian baca Puisi Ulundanu karya Erkaja Pangmungsu, lalu musik puisi “Gemuruh Laut” karya Wayan Jengki Sunarta.

Komunitas Senja Di Cakrawala

Komunitas Senja Di Cakrawala juga memadukan musik, puisi dan tarian. “Kami memadukan dengan penari, sehingga musik puisi menjadi lebih atraktif,” kata Arranger dari Senja Di Cakrawala, Yoga Anugraha .

Tan Lioe Ie dari Denpasar tampil dengan membawakan puisi-puisi yang sudah dikenal banyak penggemar musik-puisi sebelumnya.

Tan Lioe Ie adalah seorang penyair. Sebelumnya ia kerap menggubah puisi-puisi Umbu Landu Paranggi, dan juga menggubah puisi ciptaannya sendiri.

Di Gedung Ksirarnawa ia tampil sendiri dengan hanya menggunakan gitar akustik. Gaya petik Tan Lioe Ie untuk urusan musikalisasi puisi memang khas.

Meski tampil secara solo, namun kekuatan Tan Lioe Ie dalam memberikan jiwa dalam setiap musik puisi itu begitu kuat. Puisi karyanya,  “Aku Danau Aku Laut”, seakan menjadi obat rindu para pengemar muspus. Apalagi dalam pembacaan puisi “Malam Cahaya Lampion” suaranya yang khas, membuat penonton terkesima.

Tan Lioe Ie

Kelompok Sekali Pentas dari Denpasar tampaknya banyak ditunggu pemnggemarnya. Maklum, kelompok ini memang sebuah kelompok yang intens menggarap musik-puisi dan kerap memenangkan lomba musikalisasi puisi di berbagai lomba.

Begitu naik panggung, penonton bersorak gembira menyambut kelompok ini.  Kelompok ini tampil sekitar 20 menit. Kelompok ini menggarap musik-puisi puisi dalam bentuk progresif rock, yang menggunakan gitar, bass, drum juga gitar akusti.

 Heri Windi Anggara adalah salah satu pemusik puisi papan atas di Bali. Dialah yang mengaransemen puisi-puisi yang dibawakan Kelompok sekali Pentas di Gedung Ksirarnawa itu. Dan selalu cerdik meramu musik sekaligus tanpa menghilangkan pesan-pesan dari puisi itu.   

Tema SBJ IV menjadikan air sebagai sumnber peradaban. Ketika air itu hanya dijadikan alat sumber peradaban, maka air itu kemungkinan bisa tercemar, sehingga peradaban itu akan hilang dan rusak. Maka, ketika satu kelompok kehilangan sumber peradaban, mereka akan mencari sumber peradaban baru.

Mereka meningalkan air yang sudah tercemar, lalu mencari mata air baru walau itu dengan cara menjajah, sehingga menyakiti sumber daya yang dimiliki kelompok lain. “Maka dari itu judul pementasan ini “Arus” siklus yang akan terus begitu,” ucap Heri.

Puisi yang dibawakan tentang pilihan, bahwa setiap orang mempunyai dua sisi gelap dan putih. Hanya pendewasaan kita yang bisa memilih berada di posisi mana akan berada. Judul puisi itu “Puisi Anak” karya Sulis Gingsul. Kemudian, masih puisi Sulis, menghadirkan cerita tentang setiap hari pasti ada yang lahir, hidup dan lahir.

“Kami membawakan puisi Jengki Sunarta berjudul “Obituari Laut” menceritakan air yang sudah mulai tercemar,” kata Heri.

Kelompok Sekali Pentas

Kelompok ini juga menampilkan puisi “Kalimbah Nanggroe” bercerita tentang perang memperebutkan air sebagai upaya untuk menemukan sumber peradabannya. Lalu ditutup dengan puisi Ngurah Parsua “Setelah Angin Senja Berhembus” yang bercerita setelah perang berarti ada korban.

“Ternyata lebih beruntung menjadi mati karena terhindar dari dosa dan sudah melepas kebutuhan dunia, sehingga menjadi lebih tenang,” kata Heri menyampaikan pesan puisi itu.

 Program Adilango di Gedung Ksirarnawa itu juga menghadirkan Jose Rizal Manua dari Jakarta yang tampil membaca puisi dan menampilkan musik puisi. Sebagai penutup, tampil Nankinun dari Yogyakarta. [T][Ado/*]

Membawa Musikalisasi Puisi ke Ruang yang Berbeda-beda
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022musikmusik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

Next Post

Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails
Next Post
Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co