23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Makin Beragam Musik Puisi di Bali

tatkala by tatkala
October 13, 2022
in Panggung
Makin Beragam Musik Puisi di Bali

Penampilan volakis dari Komunitas Budang bading badung dalam ajang Festival Seni Bali jani IV/2022

Gaya dan pilihan-pilihan kreatif dalam meramu puisi dan musik dalam musikalisasi puisi di Bali tampaknya makin beragam. Ini tampak dari penampilan sejumlah kelompok dan pemusik-puisi dalam program  Adilango (pergelaran) dalam ajang Festival Seni Bali jani (FSBJ) IV/2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Provinsi Bali, Rabu malam,  12 Oktober 2022.

Acara bertajuk “Suara Semesta Kita” itu menampilkan sejumlah kelompok, mulai dari yang senior hingga yunior. Baik kelompok yang sudah mapan, mapun kelompok yang pemula dalam urusan musik puisi, menyuguhkan ramuan musik-puisi yang penuh perhitungan. Mereka tak sekadar tampil. Atau, tak sekadar memadukan musik dan puisi.

Keberagaman yang mucul dari kelompok dan musisi individu itu bukan hanya pada alat musik, melainkan juga pada gaya pendekatan genre musik dan pilihan puisi. Secara umum, meski kemampuan secara teknis berbeda-beda, namun upaya yang mereka pertunjukkan sungguh-sungguh serius.

Teater Jineng dari Tabanan) mengawali pergelaran musik puisi dengan menghadirkan puisi” Aku Burung, Lawat”, “Raksa Danu” dan “Dari Danau Beratan Kita Belajar”.  

Penampilan Teater Jineng

Mereka tampil dengan alat musiki gitar, dua buah alat musik seperti bilah gangsa berbahan kayu, keyboard dan sungu. Teater yang didukung anak-anak muda  juga memadukan pembacaan puisi, musik, dan tarian. Mereka tampak berupaya keras “mempertontonkan” puisi lewat musik dan tarian.

Disusul kemudian anak-anak muda dari Badung dengan Komunitas Budang Bading Badung. Mereka menampilkan dua garapan musik-puisi. Satu menggarap puisi “Pemargin Ida” karya Nyoman Manda dan satu lagi garapan  puisi “Autobiografi Kejahatan” karya Sthiraprana Duarsa.

Selain itu, Komunitas Budang Bading Badung juga menampilkan satu pembacaan puisi berjudul  “Toya” karya Wayan Esa Bhaskara. Anak-anak muda belia ini tampil dengan alat musik yang lebih lengkap, yakni memasukkan drum untuk memberi sentuhan lebih keras pada garapan mereka.

 “Kami menambah alat musik drum untuk menambah suasana, serta dapat memberi aksen pada bagian-bagian tertentu,” kata Amrita Dharma, ketua Komunitas Budang Bading Badung.

Penampilan Komunitas Budang Bading Badung

Kelompok musik-puisi yang sudah matang dari Denpasar, Senja Di Cakrawala, menyajikan konsep full band dan semi orkes yang memakai rekaman dalam laptop (sequencer).

Komunitas ini menyajikan dua garapan musik puisi dan sebuah baca puisi. Musik puisi “Di Taman Itu, Jejakmu Masih Terasa” karya Moch Satrio Welang menjadi penampilan pertama, kemudian baca Puisi Ulundanu karya Erkaja Pangmungsu, lalu musik puisi “Gemuruh Laut” karya Wayan Jengki Sunarta.

Komunitas Senja Di Cakrawala

Komunitas Senja Di Cakrawala juga memadukan musik, puisi dan tarian. “Kami memadukan dengan penari, sehingga musik puisi menjadi lebih atraktif,” kata Arranger dari Senja Di Cakrawala, Yoga Anugraha .

Tan Lioe Ie dari Denpasar tampil dengan membawakan puisi-puisi yang sudah dikenal banyak penggemar musik-puisi sebelumnya.

Tan Lioe Ie adalah seorang penyair. Sebelumnya ia kerap menggubah puisi-puisi Umbu Landu Paranggi, dan juga menggubah puisi ciptaannya sendiri.

Di Gedung Ksirarnawa ia tampil sendiri dengan hanya menggunakan gitar akustik. Gaya petik Tan Lioe Ie untuk urusan musikalisasi puisi memang khas.

Meski tampil secara solo, namun kekuatan Tan Lioe Ie dalam memberikan jiwa dalam setiap musik puisi itu begitu kuat. Puisi karyanya,  “Aku Danau Aku Laut”, seakan menjadi obat rindu para pengemar muspus. Apalagi dalam pembacaan puisi “Malam Cahaya Lampion” suaranya yang khas, membuat penonton terkesima.

Tan Lioe Ie

Kelompok Sekali Pentas dari Denpasar tampaknya banyak ditunggu pemnggemarnya. Maklum, kelompok ini memang sebuah kelompok yang intens menggarap musik-puisi dan kerap memenangkan lomba musikalisasi puisi di berbagai lomba.

Begitu naik panggung, penonton bersorak gembira menyambut kelompok ini.  Kelompok ini tampil sekitar 20 menit. Kelompok ini menggarap musik-puisi puisi dalam bentuk progresif rock, yang menggunakan gitar, bass, drum juga gitar akusti.

 Heri Windi Anggara adalah salah satu pemusik puisi papan atas di Bali. Dialah yang mengaransemen puisi-puisi yang dibawakan Kelompok sekali Pentas di Gedung Ksirarnawa itu. Dan selalu cerdik meramu musik sekaligus tanpa menghilangkan pesan-pesan dari puisi itu.   

Tema SBJ IV menjadikan air sebagai sumnber peradaban. Ketika air itu hanya dijadikan alat sumber peradaban, maka air itu kemungkinan bisa tercemar, sehingga peradaban itu akan hilang dan rusak. Maka, ketika satu kelompok kehilangan sumber peradaban, mereka akan mencari sumber peradaban baru.

Mereka meningalkan air yang sudah tercemar, lalu mencari mata air baru walau itu dengan cara menjajah, sehingga menyakiti sumber daya yang dimiliki kelompok lain. “Maka dari itu judul pementasan ini “Arus” siklus yang akan terus begitu,” ucap Heri.

Puisi yang dibawakan tentang pilihan, bahwa setiap orang mempunyai dua sisi gelap dan putih. Hanya pendewasaan kita yang bisa memilih berada di posisi mana akan berada. Judul puisi itu “Puisi Anak” karya Sulis Gingsul. Kemudian, masih puisi Sulis, menghadirkan cerita tentang setiap hari pasti ada yang lahir, hidup dan lahir.

“Kami membawakan puisi Jengki Sunarta berjudul “Obituari Laut” menceritakan air yang sudah mulai tercemar,” kata Heri.

Kelompok Sekali Pentas

Kelompok ini juga menampilkan puisi “Kalimbah Nanggroe” bercerita tentang perang memperebutkan air sebagai upaya untuk menemukan sumber peradabannya. Lalu ditutup dengan puisi Ngurah Parsua “Setelah Angin Senja Berhembus” yang bercerita setelah perang berarti ada korban.

“Ternyata lebih beruntung menjadi mati karena terhindar dari dosa dan sudah melepas kebutuhan dunia, sehingga menjadi lebih tenang,” kata Heri menyampaikan pesan puisi itu.

 Program Adilango di Gedung Ksirarnawa itu juga menghadirkan Jose Rizal Manua dari Jakarta yang tampil membaca puisi dan menampilkan musik puisi. Sebagai penutup, tampil Nankinun dari Yogyakarta. [T][Ado/*]

Membawa Musikalisasi Puisi ke Ruang yang Berbeda-beda
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2022musikmusik puisimusikalisasi puisiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

Next Post

Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

Ruang Bermain Ramah Anak: Taman Yuwana Asri di Singaraja, Taman Janggan di Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co