23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yezyuruni Forinti dan Mata yang Menari

Rastiti Era by Rastiti Era
September 22, 2022
in Persona
Yezyuruni Forinti dan Mata yang Menari

Menari membutuhkan sebuah kesiapan fisik dan mental. Latihan menari seringkali jauh dari kata nyaman, namun proses ini memerlukan tekad yang kuat untuk siap menghadapi segala keadaan.

Lingkungan keluarga yang suportif bisa menjadi pendukung seseorang dalam menggapai mimpi menjadi seorang penari profesional.

Yezyuruni Forinti, salah satu peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022—kegiatan yang diadakan oleh Kemendikbud—pernah merasakan pahitnya proses menjadi penari di awal karirnya.

Yezyuruni Forinti dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Yezyuruni Forinti yang biasa disapa Uny, terlahir sebagai anak bungsu di sebuah keluarga bahagia. Ia dibesarkan oleh ayah yang merupakan seorang pendeta, dan kedua kakaknya aktif bermain musik. Ia sempat memiliki keinginan untuk berkecimpung di dunia seni musik, khususnya bermain gitar.

Namun, ada hal lain yang membuatnya bahagia. Kisah itu dimulai saat ia SMA, ketika ia mengikuti sebuah festival di Maluku Utara. Pada masa itu, siswa SMA di Maluku Utara diarahkan untuk mengikuti festival tari yang menampilkan tarian tradisi yang telah dikembangkan oleh Eko Supriyanto. Garapan tersebut berjudul “Sasadu on The Sea” yang dikembangkan melalui tari Soya-Soya, Tari Cakalele, dan Tari Ronggeng.

Proses ini diawali dengan latihan selama 6 bulan tanpa pendampingan Eko, dimana ini menjadi salah satu masa sulit bagi Uny. Banyak latihan fisik yang membuatnya mengeluh dan merasa tersiksa, namun ayahnya berkata pilihan untuk terlibat adalah tanggung jawab yang mesti diselesaikan.

Proses inilah yang membawanya ke Solo untuk mempresentasikan garapannya sekitar tahun 2016. Hal ini membuka matanya mengenai tari lebih dari sebelumnya dan mengembangkan kemampuannya hingga mampu melakukan pentas di nusantara bahkan mancanegara. Hal ini juga mengubah caranya memandang tari karena tari tak hanya terkait dengan Gerakan namun juga sikap dan konsep yang matang.

Dari sinilah Uny mulai menggarap tarian dan memahami fokus, perasaan, dan konsep tari secara lebih mendalam. Karena ini pula, ia mantap meneruskan proses berkesenian dengan melanjutkan pendidikan di jurusan tari di ISI Surakarta, Jawa Tengah.

Yezyuruni Forinti (kanan) dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Masa kuliah adalah salah satu masa dimana Uny mendapatkan inspirasi untuk garapan-garapan tarinya. Salah satunya adalah saat ia mulai berkenalan dan dekat dengan orang-orang yang mengalami kesulitan dalam keluarga yang ia lihat berbeda dengan apa yang ia alami.

Ia juga pernah merasakan hal-hal berbeda dari orang-orang yang ia lihat sempurna. Uny memulai garapan tari bertajuk Kasih yang terinspirasi dari orang-orang yang memiliki keluarga yang tidak utuh, yang kemudian bisa terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba, seks bebas, atau hubungan toksik.

Hal ini juga menjadi refleksi diri bagi Uny dimana ia mengatakan bahwa peran kasih sayang orang tua dan lingkungan pertemanan sangatlah penting untuk perkembangan orang tersebut kedepannya.

Proses penggarapan tari ini juga tak lepas dari riset dan observasi yang Uny lakukan semasa kuliah dan berkesenian. Riset yang ia lakukan tak lepas dari hal-hal sekitar yang dekat dengannya seperti pada garapan tari “Kasih”. Hal ini terkait dengan mengasihi orang lain sama halnya seperti mengasihi diri sendiri yang mana menciptakan sebuah gagasan sederhana namun memberikan kesan yang masuk ke hati penonton dan penikmat seni.

Selain itu, fokus juga menjadi salah satu kunci dalam garapan tari Uny yang memberikan kesan kuat dengan tatapan mata yang fokus mengarah pada lawan bicara atau penikmat tarian. Hal ini terlihat pula dalam garapan tari Uny di Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang tak hanya berfokus pada gerak-gerak tubuh namun juga tatapan mata yang kuat.

Yezyuruni Forinti dalam geladi bersih pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Proses kreatif Uny tak lepas dari peran tokoh-tokoh yang menginspirasi seperti Eko Supriyanto, Melati Suryodarmo, dan Kurniadi Ilham. Ketiganya memberikan pelajaran berharga mengenai kepekaan indera tubuh dan melatih fokus sebagai penari.

Eko Supriyanto menginspirasi Uny untuk membuat garapan tari yang dikembangkan dari tarian tradisi dan kesadaran dalam bergerak.

Di sisi lain, Melati Suryodarmo menginspirasi Uny untuk menentukan fokus dan kesederhanaan dalam garapan tari,

Kurniadi Ilham menginspirasinya untuk menampilkan garapan yang sederhana namun bisa dinikmati secara mendalam oleh penikmat. Proses ini pula yang menjadikannya tak pernah puas dan selalu ingin belajar.

Eka Wahyuni, Yezyuruni Forinti, dan Angelina Ayuni Praise (dari kiri ke kanan) dalam persiapan presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Kurniadi Ilham, De Krisna, dan Yezyuruni Forinti (dari kiri ke kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Terkait dengan durasi garapan tari, Uny mengungkapkan bahwa ia tak menetapkan batas waktu tertentu untuk garapan tarinya. Ia juga tidak cepat merasa puas dengan apa yang telah ia selesaikan. Namun rata-rata pembuatan garapan tarinya bisa menghabiskan waktu dalam satu tahun untuk pementasan selama satu jam.

Tak hanya itu, proses kreatif dalam seni tari ini juga membuatnya ingin membuka mata orang-orang yang memandang sebelah mata seni tari. Baginya, seni tari bukan hanya gerakan-gerakan yang dipentaskan lalu selesai begitu saja.

Setiap tarian memiliki esensi dan makna yang mendalam, maka dari itu sangat diperlukan edukasi yang lebih intens agar pandangan orang terkait tari tak hanya terbatas pada kegiatan festival atau penyambutan tokoh-tokoh penting.[T]

– BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz
I Komang Adi Pranata: Menari Tak Harus Rumit, Kesederhanaan Bisa Pula Membentuk Keindahan
Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
Tags: Indonesia BertuturTemu Seni Tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DPRD Buleleng Sahkan Ranperda Perubahan APBD 2022 Menjadi Perda

Next Post

Sekda Suyasa: Kini Ibu dan Anak Sama-sama Mendengar Dongeng dari HP

Rastiti Era

Rastiti Era

Biasa dipanggil Era, adalah penikmat teh, kopi, susu, dan buku. Mengulas buku melalui Podcast Sahabat Buku. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Punya hobi unik: berteman dengan siapa saja. Silakan hubungi di Instagram @rastiti_era.

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Sekda Suyasa: Kini Ibu dan Anak Sama-sama Mendengar Dongeng dari HP

Sekda Suyasa: Kini Ibu dan Anak Sama-sama Mendengar Dongeng dari HP

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co