14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Rastiti Era by Rastiti Era
September 20, 2022
in Persona
Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak, salah satu Peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang diadakan Kemendikbud RI. Ia berasal dari Papua dan memiliki kisah menarik tentang tanah kelahirannya itu, yang mungkin belum banyak diketahui orang-orang: kisah ini adalah cerita tentang tari.

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak sebelum sesi Napak Tilas di Pura Gunung Kawi

Selama berkuliah di ISBI Tanah Papua, Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak yang biasa disapa Eliz mempelajari banyak jenis tarian seperti tari kontemporer, tari tradisi, dan lain sebagainya.

Tari tradisi memiliki keunikan tersendiri mengingat sejauh ini tercatat bahwa terdapat 255 suku di Papua yang memiliki tarian dan nyanyian yang berbeda. Eliz sangat tertarik untuk mengeksplorasi tarian dan nyanyian dari suku-suku di Papua dan menciptakan tarian untuk memperkaya seni tari disana.

Uniknya, ada masa dimana Eliz sempat berpikir untuk beralih ke bidang olahraga karena sempat menekuni beberapa olahraga seperti bola kaki, bola basket, dan karate. Namun, ia merasa ada panggilan dan merasa mati jika tidak menari.

Eliz tertarik dengan dunia seni tari sejak kecil. Hal ini berawal dari kebiasaannya menonton film India yang menggugah hati Eliz untuk bisa menari seperti pemeran dalam film itu.

Sejak duduk di bangku SMP, Eliz sudah memiliki minat di tari modern dan hip hop. Kepindahannya dari Sorong ke Jayapura membawanya pada grup dance bernama ANKER Big Family dan aktif menari sejak 2009.

Ia sempat mengenyam pendidikan di kampus umum selama lima semester sebelum akhirnya berlabuh ke dunia seni tari saat mengikuti penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ia pun mantap melanjutkan Pendidikan di ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Tanah Papua.

Penggalian gagasan terkait penggarapan tari bagi Eliz juga menjadi sesuatu yang menarik. Baginya, mencari ide garapan adalah hal yang mudah, mengingat banyaknya suku di Papua dan pemandangan yang indah menjadi lumbung ide untuk garapan tarinya.

Namun jika tidak bergerak, ide itupun hanya akan ada di kepala dan sulit untuk dikembangkan. Ia memulai proses penggarapan tari dengan mencari tahu sejarah tradisi atau cerita-cerita terkait yang nantinya dieksplorasi untuk membuat tema garapan.

Salah satu contohnya adalah garapan tari berjudul “Malu” yang terinspirasi dari perbedaan perempuan gunung dan pantai dalam berpakaian. Perempuan gunung belum mengenal pakaian dan hanya menari menggunakan rumbai di badan bagian bawah, sedangkan perempuan pantai sudah menggunakan rumbai di bagian tubuh atas dan bawah.

Eliz mengeksplorasi tradisi ini ke dalam garapan tari yang mengisahkan bagaimana perempuan gunung dan pantai menari, dimana perempuan gunung bisa menari seperti perempuan pantai dan sebaliknya.

Eliz menyelesaikan garapan tari “Malu” selama kurang lebih 1 bulan, dan tetap saja ia menganggap dirinya masih perlu belajar untuk membuat garapan-garapan selanjutnya.

Selama berkuliah, memang ia membuat koreografi untuk pembentukkan karya, namun ia belum terlalu menikmati perkembangannya. Namun begitu, salah satu proses tari yang berpengaruh pada diri Eliz adalah menjadi salah satu penari dengan peran monster di garapan tari karya Garin Nugroho Riyanto yang membutuhkan waktu selama 6 bulan.

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Eliz dalam mendalami ketubuhan dan pembentukkan karakter, mengingat ia tak hanya latihan di satu kota namun berpindah-pindah kota.

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kiri) dan Ayu Permatasari (kanan) dalam sesi latihan.

Mendalami ketubuhan dan karakter juga terkait dengan metode yang Eliz digunakan dalam penggarapan tari. Menurutnya, orang Papua sangat powerful dalam menari karena tak hanya bergerak namun juga bernyanyi sehingga memerlukan nafas yang panjang.

Namun begitu, kurangnya wadah berkarya di Papua, tak menyurutkan keinginannya untuk berkarya. Hal ini juga didorong oleh dosen Eliz yang berharap ia bisa menjadi koreografer perempuan asal Papua pertama, yang bisa mengkreasikan tradisi yang ada menjadi sesuatu yang baru.

Keinginan Eliz memilih garapan dari tradisi datang begitu saja karena kedekatannya dengan garapan-garapan tradisi di Papua.

Ayu Permatasari (kiri) dan Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kanan) dalam geladi pertunjukan.

Razan Wirjosandjojo (kiri) Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (tengah) dan Kurniadi Ilham (kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Ayu Permatasari (kiri) dan Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Terkait dengan penelusuran ide garapan, Eliz seringkali bertanya, dan berdiskusi bersama dosennya dilengkapi dengan pencarian referensi di internet. Tak hanya itu, ia juga mengikuti banyak kegiatan, salah satunya adalah Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 dimana ia bisa bertemu dengan teman-teman di luar Papua dan belajar dari mereka.

Hal ini menjadi bekal Eliz untuk membuat karya baru dari referensi dan pelajaran yang ia dapatkan. Ia memiliki keingintahuan yang tinggi tentang sukunya, Suku Biak, dimana ia berencana untuk melakukan riset saat ia melaksanakan KKN.

Ia melihat nyanyian di sukunya merdu dan pelan serta terdapat tarian dimana orang-orang berjalan di atas batubara. Hal ini unik bagi Eliz dan ia memiliki keinginan kuat untuk mengeksplorasinya.

Eliz juga berharap bisa mengenalkan Papua lewat karya-karyanya dan ia juga ingin tetap menari karena menurutnya, dengan menari ia merasa hidup dan bisa melakukan banyak hal yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.[T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • I Komang Adi Pranata: Menari Tak Harus Rumit, Kesederhanaan Bisa Pula Membentuk Keindahan
    Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
    Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Dikiranya Gampang Menanam Cabai

    Next Post

    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Rastiti Era

    Rastiti Era

    Biasa dipanggil Era, adalah penikmat teh, kopi, susu, dan buku. Mengulas buku melalui Podcast Sahabat Buku. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Punya hobi unik: berteman dengan siapa saja. Silakan hubungi di Instagram @rastiti_era.

    Related Posts

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails

    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    by Made Susanta Dwitanaya
    March 26, 2026
    0
    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

    Read moreDetails

    Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    March 13, 2026
    0
    Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

    DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

    Read moreDetails

    Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

    RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

    Read moreDetails

    Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

    by Made Adnyana Ole
    February 28, 2026
    0
    Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

    SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

    Read moreDetails

    Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

    ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

    Read moreDetails

    I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

    by Nyoman Budarsana
    February 28, 2026
    0
    I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

    I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

    Read moreDetails

    Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

    by Made Adnyana Ole
    February 27, 2026
    0
    Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

    Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

    Read moreDetails
    Next Post
    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    “Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
    Esai

    Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

    PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

    by Fitria Hani Aprina
    May 13, 2026
    Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
    Esai

    Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

    JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

    by Angga Wijaya
    May 12, 2026
    “Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
    Esai

    Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

    Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

    by Marina Rospitasari
    May 12, 2026
    Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
    Pameran

    Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

    Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

    by Nyoman Budarsana
    May 11, 2026
    Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
    Budaya

    Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

    MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

    by Nyoman Budarsana
    May 11, 2026
    Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
    Esai

    Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

    SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

    by Asep Kurnia
    May 11, 2026
    Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
    Esai

    Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

    Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

    by Agung Sudarsa
    May 11, 2026
    Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
    Khas

    Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

    Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

    by Emi Suy
    May 11, 2026
    Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
    Ulas Film

    Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

    RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

    by Bayu Wira Handyan
    May 11, 2026
    Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
    Cerpen

    Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

    DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

    by Dede Putra Wiguna
    May 10, 2026
    Gagal Itu Indah
    Esai

    Gagal Itu Indah

    Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

    by Agung Sudarsa
    May 10, 2026
    Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
    Ulas Film

    Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

    PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

    by Doni Sugiarto Wijaya
    May 10, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co