2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Rastiti Era by Rastiti Era
September 20, 2022
in Persona
Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak, salah satu Peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang diadakan Kemendikbud RI. Ia berasal dari Papua dan memiliki kisah menarik tentang tanah kelahirannya itu, yang mungkin belum banyak diketahui orang-orang: kisah ini adalah cerita tentang tari.

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak sebelum sesi Napak Tilas di Pura Gunung Kawi

Selama berkuliah di ISBI Tanah Papua, Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak yang biasa disapa Eliz mempelajari banyak jenis tarian seperti tari kontemporer, tari tradisi, dan lain sebagainya.

Tari tradisi memiliki keunikan tersendiri mengingat sejauh ini tercatat bahwa terdapat 255 suku di Papua yang memiliki tarian dan nyanyian yang berbeda. Eliz sangat tertarik untuk mengeksplorasi tarian dan nyanyian dari suku-suku di Papua dan menciptakan tarian untuk memperkaya seni tari disana.

Uniknya, ada masa dimana Eliz sempat berpikir untuk beralih ke bidang olahraga karena sempat menekuni beberapa olahraga seperti bola kaki, bola basket, dan karate. Namun, ia merasa ada panggilan dan merasa mati jika tidak menari.

Eliz tertarik dengan dunia seni tari sejak kecil. Hal ini berawal dari kebiasaannya menonton film India yang menggugah hati Eliz untuk bisa menari seperti pemeran dalam film itu.

Sejak duduk di bangku SMP, Eliz sudah memiliki minat di tari modern dan hip hop. Kepindahannya dari Sorong ke Jayapura membawanya pada grup dance bernama ANKER Big Family dan aktif menari sejak 2009.

Ia sempat mengenyam pendidikan di kampus umum selama lima semester sebelum akhirnya berlabuh ke dunia seni tari saat mengikuti penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ia pun mantap melanjutkan Pendidikan di ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Tanah Papua.

Penggalian gagasan terkait penggarapan tari bagi Eliz juga menjadi sesuatu yang menarik. Baginya, mencari ide garapan adalah hal yang mudah, mengingat banyaknya suku di Papua dan pemandangan yang indah menjadi lumbung ide untuk garapan tarinya.

Namun jika tidak bergerak, ide itupun hanya akan ada di kepala dan sulit untuk dikembangkan. Ia memulai proses penggarapan tari dengan mencari tahu sejarah tradisi atau cerita-cerita terkait yang nantinya dieksplorasi untuk membuat tema garapan.

Salah satu contohnya adalah garapan tari berjudul “Malu” yang terinspirasi dari perbedaan perempuan gunung dan pantai dalam berpakaian. Perempuan gunung belum mengenal pakaian dan hanya menari menggunakan rumbai di badan bagian bawah, sedangkan perempuan pantai sudah menggunakan rumbai di bagian tubuh atas dan bawah.

Eliz mengeksplorasi tradisi ini ke dalam garapan tari yang mengisahkan bagaimana perempuan gunung dan pantai menari, dimana perempuan gunung bisa menari seperti perempuan pantai dan sebaliknya.

Eliz menyelesaikan garapan tari “Malu” selama kurang lebih 1 bulan, dan tetap saja ia menganggap dirinya masih perlu belajar untuk membuat garapan-garapan selanjutnya.

Selama berkuliah, memang ia membuat koreografi untuk pembentukkan karya, namun ia belum terlalu menikmati perkembangannya. Namun begitu, salah satu proses tari yang berpengaruh pada diri Eliz adalah menjadi salah satu penari dengan peran monster di garapan tari karya Garin Nugroho Riyanto yang membutuhkan waktu selama 6 bulan.

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Eliz dalam mendalami ketubuhan dan pembentukkan karakter, mengingat ia tak hanya latihan di satu kota namun berpindah-pindah kota.

Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kiri) dan Ayu Permatasari (kanan) dalam sesi latihan.

Mendalami ketubuhan dan karakter juga terkait dengan metode yang Eliz digunakan dalam penggarapan tari. Menurutnya, orang Papua sangat powerful dalam menari karena tak hanya bergerak namun juga bernyanyi sehingga memerlukan nafas yang panjang.

Namun begitu, kurangnya wadah berkarya di Papua, tak menyurutkan keinginannya untuk berkarya. Hal ini juga didorong oleh dosen Eliz yang berharap ia bisa menjadi koreografer perempuan asal Papua pertama, yang bisa mengkreasikan tradisi yang ada menjadi sesuatu yang baru.

Keinginan Eliz memilih garapan dari tradisi datang begitu saja karena kedekatannya dengan garapan-garapan tradisi di Papua.

Ayu Permatasari (kiri) dan Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kanan) dalam geladi pertunjukan.

Razan Wirjosandjojo (kiri) Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (tengah) dan Kurniadi Ilham (kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Ayu Permatasari (kiri) dan Priccilia Elizabeth Monica Rumbiak (kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Terkait dengan penelusuran ide garapan, Eliz seringkali bertanya, dan berdiskusi bersama dosennya dilengkapi dengan pencarian referensi di internet. Tak hanya itu, ia juga mengikuti banyak kegiatan, salah satunya adalah Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 dimana ia bisa bertemu dengan teman-teman di luar Papua dan belajar dari mereka.

Hal ini menjadi bekal Eliz untuk membuat karya baru dari referensi dan pelajaran yang ia dapatkan. Ia memiliki keingintahuan yang tinggi tentang sukunya, Suku Biak, dimana ia berencana untuk melakukan riset saat ia melaksanakan KKN.

Ia melihat nyanyian di sukunya merdu dan pelan serta terdapat tarian dimana orang-orang berjalan di atas batubara. Hal ini unik bagi Eliz dan ia memiliki keinginan kuat untuk mengeksplorasinya.

Eliz juga berharap bisa mengenalkan Papua lewat karya-karyanya dan ia juga ingin tetap menari karena menurutnya, dengan menari ia merasa hidup dan bisa melakukan banyak hal yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.[T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • I Komang Adi Pranata: Menari Tak Harus Rumit, Kesederhanaan Bisa Pula Membentuk Keindahan
    Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
    Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Dikiranya Gampang Menanam Cabai

    Next Post

    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Rastiti Era

    Rastiti Era

    Biasa dipanggil Era, adalah penikmat teh, kopi, susu, dan buku. Mengulas buku melalui Podcast Sahabat Buku. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Punya hobi unik: berteman dengan siapa saja. Silakan hubungi di Instagram @rastiti_era.

    Related Posts

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails
    Next Post
    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Undak-undakan Emosi pada “Legam” Pohon Tua

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
    Esai

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
    Khas

    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

    Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

    by Rusdy Ulu
    October 1, 2026
    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
    Esai

    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    ”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

    by Teguh Wahyu Pranata
    October 1, 2026
    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
    Panggung

    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

    PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
    Pop

    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

    ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Manusia Purba di Kota Denpasar
    Esai

    Manusia Purba di Kota Denpasar

    SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

    by Angga Wijaya
    October 1, 2026
    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
    Khas

    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

    “CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 1, 2026
    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
    Olahraga

    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

    KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

    by Jaswanto
    October 1, 2026
    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
    Esai

    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

    vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

    by Agung Sudarsa
    September 30, 2026
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
    Esai

    Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

    DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

    by Chusmeru
    September 30, 2026
    Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
    Budaya

    Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

    TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

    by Rusdy Ulu
    September 30, 2026
    Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
    Opini

    Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

    PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

    by Dini Nastiti Wardani
    September 30, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co