3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dikiranya Gampang Menanam Cabai

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
September 20, 2022
in Pertanian
Dikiranya Gampang Menanam Cabai

Kebun cabai | Foto: Edi Juliana

Saat kondisi ekonomi normal pun cabai selalu dibicarakan, dicari dan dibeli. Apalagi, saat ini, ketika inflasi melanda negeri, cabai makin seru jadi bahan bicara.

Ini akibat cabai dianggap sebagai salah satu komuditi penyebab inflasi, selain bawang.

Sejak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, lalu disambung dengan inflasi, sejumlah pejabat sibuk membicarakan cabai. Lalu muncullah gerakan menanam cabai. Warga digerakkan menanam cabai di pekarangan rumah.

Ibu PKK, PNS. Dan pegawai kantoran, bersama keluarga mereka mendorong pergerakan untuk ikut menanam cabai dalam polybag,

Pejabat-pejabat dari pemerintah kabupaten di Bali pun ramai-ramai mengeluarkan instruksi yang mirip-mirip. Tanam cabai ramai-ramai. Mirip intruksi untuk senam kesegaran jasmani setiap Jumat.

Perusahaan daerah juga diminta membantu bibit pada TP PKK agar mereka bisa menanam cabai. Seakan-akan bertani itu gampang, Seakan siapa pun bisa. Padahal, jadi petani itu berat. Cukup petani saja.

Meski di google banyak tersebar tips menanam cabai dalam polybag, tapi menanam cabai tidak semudah membuat bumbu masak seperti juga banyak tutornya di google. Tips itu bisa dipahami, tapi bisa sngat susah diikuti.  

Perlu Perawatan Rutin

l Komang Edi Juliana, lelaki asal Buleleng yang memiliki usaha pertanian terpadu Amerta Giri Lesung (TARING), menilai instruksi menanam cabai dalam polybag itu bisa dianggap keliru.

“Daripada meminta ibu-ibu PKK dan keluarga menanam cabai dalam polybag, lebih baik pemerintah fokus membantu petani cabai yang selalu setia menanam cabai,” kata Edi Juliana.

Tidak semua orang bisa menanam cabai dan dengan mulus bisa langsung panen dalam waktu tiga bulan. Cabai tak bisa ditanam begitu saja, lalu si penanam ongkang-ongkang menunggu panen. Tidak bisa. Ada sejumlah tahap pearawatan agar pohon cabai tidak layu, lalu mati.

“Maaf ya, saya tak menyangsikan,” kata Juliana.

Ia mempertanyakan; ibu-ibu atau keluarga yang punya banyak kesibukan, apalagi mereka kerja kantor misalnya, apakah punya waktu untuk merawat pohon cabai yang ditanamnya? Jika tak dirawat dengan baik, bibit yang ditanam bisa saja tumbuh, tapi  di pertengahan perjalanan bisa mati dengan mudah jika tak mendapat dengan baik.

Menanam cabai, kata Juliana, memerlukan pengolahan lahan yang baik, juga upaya tekun dalam perawatan tanaman. Cabai itu sejenis tanaman sayur yang rentan dengan berbagai virus dan penyakit.

Jadi, lebih baik fokus membantu petani atau usaha tani yang memang sudah terbiasa menanam cabai. Masih banyak petani yang dengan tekun menanam cabai, meski misalnya seringkali gagal untung, antara lain akibat   

Wilayah Mana di Bali yang Kerap Punya Kebun Cabai?

Edi Juliana sendiri adalah seorang petani petualang. Dia biasa keliling Bali untuk menemui petani, mengajak diskusi sembari mengedukasi cara pengelolaan pertanian, misalnya bagaimana menggunakan pupuk organik.

Saat ini ia sedang menyiapkan 500 bibit cabai untuk ditanam di sejumlah wilatah pertanian “binaannya”. Salah satu yang terluas adalah di wilayah Tamblingan, Desa Munduk, Buleleng.

 Total lahan di wilayah Tamblingan yang telah ia siapkan seluas 1 hektar plus 30 are. Dari lahan seluas itu, 30 are akan ditanami cabai, sedangkan 1 hetarnya ia tanami kentang.

“Ini sedang persiapan,” katanya.

Edi Juliana melihat, selain di daerah Tamblingan, banyak petani di desa-desa atau di subak yang terus setia menanam cabai.

Di Gianyar, tepatnya di wilayah Desa Sukawati, di sekitar pasar seni, masih terdapat kebun cabai yang yang cukup luas. Ada sekitar 10 hektar tanaman cabai di Sukawati, dan itu ditanami dengan system tumpang sari dengan tanaman tembakau.

Di Buleleng selalu terdapat perkebunan cabai di Gerokgak. Bahkan di Gerokgak sempat terjadi booming panen, sehingga membuat harga cabai menjadi turun harga, sampai sekitar Rp 20 ribu hingga 25 ribu perkilo gram.

Di Wilayah Baturiti, Bedugul dan Pancasari terdapat sejumlah perkebunan cabai besar, atau di Bali biasa disebut cabai lombok.

Di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, juga ada petani yang tetap menanam cabai, meski lahannya tergolong sedikit yakni sekitar 35 are. Demikian juga di wilayah Desa Sedang, Badung, terdapat juga petani tetap menanam cabai.

Jika Mahal Untung Berlipat

Tantangan menanam cabai memang lebih banyak pada harga pasar. Jika cabai dirawat dengan apik, lalu mulus hingga musim panen, maka petani pun untung berlipat-lipat. Tapi jika harga anjlok, ya petani rugi.

Namun jarang terjadi harga cabai anjlok sampai ke titik terendah. Hitungannya, harga berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu saja, petani sudah pakpok alias seri, alias sapih, alias tidak untung tidak rugi. Jika harganya sampai Rp 50 ribu seperti sekarang ini, maka petani pun dipastikan untung.

Cabai di Desa-Desa di Buleleng Dipantau

Di Buleleng, daerah yang menjadi sentra produksi beragam jenis cabai, mulai dari cabai rawit yang produksinya berpusat di Desa Pakisan dan Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Di desa itu terdapat luas kebun total sekitar 15 hektar.

Selain itu, terdapat cabai besar yang diproduksi pada wilayah Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, dan Desa Gobleg, Kecamatan Banjar dengan luas kebun sekitar 50 hektar.

Kebun cabai di desa di Buleleng

Dinas Pertanian (Distan) Buleleng yang bersinergi dengan Perumda Pasar Argha Nayottama dan Perumda Swatantra, terus melakukan pantauan dan intervensi ke sentra produksi cabai demi menghindari lonjakan harga.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta  mengatakan, dari hasil pantauan menyebutkan harga komoditi cabai di Kabupaten Buleleng masih terkendali dengan baik. Komparasinya dengan harga cabai pada kabupaten/kota lain di Bali yang rata-rata bisa mencapai Rp 60.000 per kilogram, sedangkan di Buleleng per hari ini masih sekitar Rp 50.000 per kilogram.

“Untuk di tingkat petani sekarang harga cabai kisaran Rp 48.000 per kilogram dan Rp 50.000 per kilogram yang ada di pasaran,” kata Sumiarta, Selasa 20 September 2022.

Dari hasil pantauan ditemkan sejumlah kendala yang dihadapi petani cabai, antara lain adanya pengaruh iklim yang tidak menentu, serta beberapa spekulan dari luar Buleleng yang mencari kebutuhan cabai dalam jumlah yang cukup besar sehingga dapat berpotensi menaikan harga cabai di pasaran karena keterbatasan jumlah produksi.

“Tetapi hal ini tidak membuat tim inflasi daerah menyerah untuk tetap bersinergi dengan perumda yang langsung terjun meninjau ke laapangan,” tegasnya.

Dinas Pertanian mengupayakan berbagai hal untuk menanggulangi peningkatan inflasi komoditi cabai melalui pencarian langsung sentra produksi cabai serta memfasilitasi produk dengan perusahaan daerah guna menjaga stabilitas harga. [T][Ado/*]

Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Tags: bulelengcabaipertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Beramah Tamah dengan Sekolah Ramah Anak

Next Post

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co