2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dikiranya Gampang Menanam Cabai

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
September 20, 2022
in Pertanian
Dikiranya Gampang Menanam Cabai

Kebun cabai | Foto: Edi Juliana

Saat kondisi ekonomi normal pun cabai selalu dibicarakan, dicari dan dibeli. Apalagi, saat ini, ketika inflasi melanda negeri, cabai makin seru jadi bahan bicara.

Ini akibat cabai dianggap sebagai salah satu komuditi penyebab inflasi, selain bawang.

Sejak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, lalu disambung dengan inflasi, sejumlah pejabat sibuk membicarakan cabai. Lalu muncullah gerakan menanam cabai. Warga digerakkan menanam cabai di pekarangan rumah.

Ibu PKK, PNS. Dan pegawai kantoran, bersama keluarga mereka mendorong pergerakan untuk ikut menanam cabai dalam polybag,

Pejabat-pejabat dari pemerintah kabupaten di Bali pun ramai-ramai mengeluarkan instruksi yang mirip-mirip. Tanam cabai ramai-ramai. Mirip intruksi untuk senam kesegaran jasmani setiap Jumat.

Perusahaan daerah juga diminta membantu bibit pada TP PKK agar mereka bisa menanam cabai. Seakan-akan bertani itu gampang, Seakan siapa pun bisa. Padahal, jadi petani itu berat. Cukup petani saja.

Meski di google banyak tersebar tips menanam cabai dalam polybag, tapi menanam cabai tidak semudah membuat bumbu masak seperti juga banyak tutornya di google. Tips itu bisa dipahami, tapi bisa sngat susah diikuti.  

Perlu Perawatan Rutin

l Komang Edi Juliana, lelaki asal Buleleng yang memiliki usaha pertanian terpadu Amerta Giri Lesung (TARING), menilai instruksi menanam cabai dalam polybag itu bisa dianggap keliru.

“Daripada meminta ibu-ibu PKK dan keluarga menanam cabai dalam polybag, lebih baik pemerintah fokus membantu petani cabai yang selalu setia menanam cabai,” kata Edi Juliana.

Tidak semua orang bisa menanam cabai dan dengan mulus bisa langsung panen dalam waktu tiga bulan. Cabai tak bisa ditanam begitu saja, lalu si penanam ongkang-ongkang menunggu panen. Tidak bisa. Ada sejumlah tahap pearawatan agar pohon cabai tidak layu, lalu mati.

“Maaf ya, saya tak menyangsikan,” kata Juliana.

Ia mempertanyakan; ibu-ibu atau keluarga yang punya banyak kesibukan, apalagi mereka kerja kantor misalnya, apakah punya waktu untuk merawat pohon cabai yang ditanamnya? Jika tak dirawat dengan baik, bibit yang ditanam bisa saja tumbuh, tapi  di pertengahan perjalanan bisa mati dengan mudah jika tak mendapat dengan baik.

Menanam cabai, kata Juliana, memerlukan pengolahan lahan yang baik, juga upaya tekun dalam perawatan tanaman. Cabai itu sejenis tanaman sayur yang rentan dengan berbagai virus dan penyakit.

Jadi, lebih baik fokus membantu petani atau usaha tani yang memang sudah terbiasa menanam cabai. Masih banyak petani yang dengan tekun menanam cabai, meski misalnya seringkali gagal untung, antara lain akibat   

Wilayah Mana di Bali yang Kerap Punya Kebun Cabai?

Edi Juliana sendiri adalah seorang petani petualang. Dia biasa keliling Bali untuk menemui petani, mengajak diskusi sembari mengedukasi cara pengelolaan pertanian, misalnya bagaimana menggunakan pupuk organik.

Saat ini ia sedang menyiapkan 500 bibit cabai untuk ditanam di sejumlah wilatah pertanian “binaannya”. Salah satu yang terluas adalah di wilayah Tamblingan, Desa Munduk, Buleleng.

 Total lahan di wilayah Tamblingan yang telah ia siapkan seluas 1 hektar plus 30 are. Dari lahan seluas itu, 30 are akan ditanami cabai, sedangkan 1 hetarnya ia tanami kentang.

“Ini sedang persiapan,” katanya.

Edi Juliana melihat, selain di daerah Tamblingan, banyak petani di desa-desa atau di subak yang terus setia menanam cabai.

Di Gianyar, tepatnya di wilayah Desa Sukawati, di sekitar pasar seni, masih terdapat kebun cabai yang yang cukup luas. Ada sekitar 10 hektar tanaman cabai di Sukawati, dan itu ditanami dengan system tumpang sari dengan tanaman tembakau.

Di Buleleng selalu terdapat perkebunan cabai di Gerokgak. Bahkan di Gerokgak sempat terjadi booming panen, sehingga membuat harga cabai menjadi turun harga, sampai sekitar Rp 20 ribu hingga 25 ribu perkilo gram.

Di Wilayah Baturiti, Bedugul dan Pancasari terdapat sejumlah perkebunan cabai besar, atau di Bali biasa disebut cabai lombok.

Di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, juga ada petani yang tetap menanam cabai, meski lahannya tergolong sedikit yakni sekitar 35 are. Demikian juga di wilayah Desa Sedang, Badung, terdapat juga petani tetap menanam cabai.

Jika Mahal Untung Berlipat

Tantangan menanam cabai memang lebih banyak pada harga pasar. Jika cabai dirawat dengan apik, lalu mulus hingga musim panen, maka petani pun untung berlipat-lipat. Tapi jika harga anjlok, ya petani rugi.

Namun jarang terjadi harga cabai anjlok sampai ke titik terendah. Hitungannya, harga berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu saja, petani sudah pakpok alias seri, alias sapih, alias tidak untung tidak rugi. Jika harganya sampai Rp 50 ribu seperti sekarang ini, maka petani pun dipastikan untung.

Cabai di Desa-Desa di Buleleng Dipantau

Di Buleleng, daerah yang menjadi sentra produksi beragam jenis cabai, mulai dari cabai rawit yang produksinya berpusat di Desa Pakisan dan Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Di desa itu terdapat luas kebun total sekitar 15 hektar.

Selain itu, terdapat cabai besar yang diproduksi pada wilayah Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, dan Desa Gobleg, Kecamatan Banjar dengan luas kebun sekitar 50 hektar.

Kebun cabai di desa di Buleleng

Dinas Pertanian (Distan) Buleleng yang bersinergi dengan Perumda Pasar Argha Nayottama dan Perumda Swatantra, terus melakukan pantauan dan intervensi ke sentra produksi cabai demi menghindari lonjakan harga.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta  mengatakan, dari hasil pantauan menyebutkan harga komoditi cabai di Kabupaten Buleleng masih terkendali dengan baik. Komparasinya dengan harga cabai pada kabupaten/kota lain di Bali yang rata-rata bisa mencapai Rp 60.000 per kilogram, sedangkan di Buleleng per hari ini masih sekitar Rp 50.000 per kilogram.

“Untuk di tingkat petani sekarang harga cabai kisaran Rp 48.000 per kilogram dan Rp 50.000 per kilogram yang ada di pasaran,” kata Sumiarta, Selasa 20 September 2022.

Dari hasil pantauan ditemkan sejumlah kendala yang dihadapi petani cabai, antara lain adanya pengaruh iklim yang tidak menentu, serta beberapa spekulan dari luar Buleleng yang mencari kebutuhan cabai dalam jumlah yang cukup besar sehingga dapat berpotensi menaikan harga cabai di pasaran karena keterbatasan jumlah produksi.

“Tetapi hal ini tidak membuat tim inflasi daerah menyerah untuk tetap bersinergi dengan perumda yang langsung terjun meninjau ke laapangan,” tegasnya.

Dinas Pertanian mengupayakan berbagai hal untuk menanggulangi peningkatan inflasi komoditi cabai melalui pencarian langsung sentra produksi cabai serta memfasilitasi produk dengan perusahaan daerah guna menjaga stabilitas harga. [T][Ado/*]

Gerakan Tanam Jagung di Desa Gadungan: 2 Kali Jagung, 1 Kali Padi

Tags: bulelengcabaipertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Beramah Tamah dengan Sekolah Ramah Anak

Next Post

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co