14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yezyuruni Forinti dan Mata yang Menari

Rastiti Era by Rastiti Era
September 22, 2022
in Persona
Yezyuruni Forinti dan Mata yang Menari

Menari membutuhkan sebuah kesiapan fisik dan mental. Latihan menari seringkali jauh dari kata nyaman, namun proses ini memerlukan tekad yang kuat untuk siap menghadapi segala keadaan.

Lingkungan keluarga yang suportif bisa menjadi pendukung seseorang dalam menggapai mimpi menjadi seorang penari profesional.

Yezyuruni Forinti, salah satu peserta Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022—kegiatan yang diadakan oleh Kemendikbud—pernah merasakan pahitnya proses menjadi penari di awal karirnya.

Yezyuruni Forinti dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Yezyuruni Forinti yang biasa disapa Uny, terlahir sebagai anak bungsu di sebuah keluarga bahagia. Ia dibesarkan oleh ayah yang merupakan seorang pendeta, dan kedua kakaknya aktif bermain musik. Ia sempat memiliki keinginan untuk berkecimpung di dunia seni musik, khususnya bermain gitar.

Namun, ada hal lain yang membuatnya bahagia. Kisah itu dimulai saat ia SMA, ketika ia mengikuti sebuah festival di Maluku Utara. Pada masa itu, siswa SMA di Maluku Utara diarahkan untuk mengikuti festival tari yang menampilkan tarian tradisi yang telah dikembangkan oleh Eko Supriyanto. Garapan tersebut berjudul “Sasadu on The Sea” yang dikembangkan melalui tari Soya-Soya, Tari Cakalele, dan Tari Ronggeng.

Proses ini diawali dengan latihan selama 6 bulan tanpa pendampingan Eko, dimana ini menjadi salah satu masa sulit bagi Uny. Banyak latihan fisik yang membuatnya mengeluh dan merasa tersiksa, namun ayahnya berkata pilihan untuk terlibat adalah tanggung jawab yang mesti diselesaikan.

Proses inilah yang membawanya ke Solo untuk mempresentasikan garapannya sekitar tahun 2016. Hal ini membuka matanya mengenai tari lebih dari sebelumnya dan mengembangkan kemampuannya hingga mampu melakukan pentas di nusantara bahkan mancanegara. Hal ini juga mengubah caranya memandang tari karena tari tak hanya terkait dengan Gerakan namun juga sikap dan konsep yang matang.

Dari sinilah Uny mulai menggarap tarian dan memahami fokus, perasaan, dan konsep tari secara lebih mendalam. Karena ini pula, ia mantap meneruskan proses berkesenian dengan melanjutkan pendidikan di jurusan tari di ISI Surakarta, Jawa Tengah.

Yezyuruni Forinti (kanan) dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Masa kuliah adalah salah satu masa dimana Uny mendapatkan inspirasi untuk garapan-garapan tarinya. Salah satunya adalah saat ia mulai berkenalan dan dekat dengan orang-orang yang mengalami kesulitan dalam keluarga yang ia lihat berbeda dengan apa yang ia alami.

Ia juga pernah merasakan hal-hal berbeda dari orang-orang yang ia lihat sempurna. Uny memulai garapan tari bertajuk Kasih yang terinspirasi dari orang-orang yang memiliki keluarga yang tidak utuh, yang kemudian bisa terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba, seks bebas, atau hubungan toksik.

Hal ini juga menjadi refleksi diri bagi Uny dimana ia mengatakan bahwa peran kasih sayang orang tua dan lingkungan pertemanan sangatlah penting untuk perkembangan orang tersebut kedepannya.

Proses penggarapan tari ini juga tak lepas dari riset dan observasi yang Uny lakukan semasa kuliah dan berkesenian. Riset yang ia lakukan tak lepas dari hal-hal sekitar yang dekat dengannya seperti pada garapan tari “Kasih”. Hal ini terkait dengan mengasihi orang lain sama halnya seperti mengasihi diri sendiri yang mana menciptakan sebuah gagasan sederhana namun memberikan kesan yang masuk ke hati penonton dan penikmat seni.

Selain itu, fokus juga menjadi salah satu kunci dalam garapan tari Uny yang memberikan kesan kuat dengan tatapan mata yang fokus mengarah pada lawan bicara atau penikmat tarian. Hal ini terlihat pula dalam garapan tari Uny di Temu Seni Tari Indonesia Bertutur 2022 yang tak hanya berfokus pada gerak-gerak tubuh namun juga tatapan mata yang kuat.

Yezyuruni Forinti dalam geladi bersih pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Proses kreatif Uny tak lepas dari peran tokoh-tokoh yang menginspirasi seperti Eko Supriyanto, Melati Suryodarmo, dan Kurniadi Ilham. Ketiganya memberikan pelajaran berharga mengenai kepekaan indera tubuh dan melatih fokus sebagai penari.

Eko Supriyanto menginspirasi Uny untuk membuat garapan tari yang dikembangkan dari tarian tradisi dan kesadaran dalam bergerak.

Di sisi lain, Melati Suryodarmo menginspirasi Uny untuk menentukan fokus dan kesederhanaan dalam garapan tari,

Kurniadi Ilham menginspirasinya untuk menampilkan garapan yang sederhana namun bisa dinikmati secara mendalam oleh penikmat. Proses ini pula yang menjadikannya tak pernah puas dan selalu ingin belajar.

Eka Wahyuni, Yezyuruni Forinti, dan Angelina Ayuni Praise (dari kiri ke kanan) dalam persiapan presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Kurniadi Ilham, De Krisna, dan Yezyuruni Forinti (dari kiri ke kanan) dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Terkait dengan durasi garapan tari, Uny mengungkapkan bahwa ia tak menetapkan batas waktu tertentu untuk garapan tarinya. Ia juga tidak cepat merasa puas dengan apa yang telah ia selesaikan. Namun rata-rata pembuatan garapan tarinya bisa menghabiskan waktu dalam satu tahun untuk pementasan selama satu jam.

Tak hanya itu, proses kreatif dalam seni tari ini juga membuatnya ingin membuka mata orang-orang yang memandang sebelah mata seni tari. Baginya, seni tari bukan hanya gerakan-gerakan yang dipentaskan lalu selesai begitu saja.

Setiap tarian memiliki esensi dan makna yang mendalam, maka dari itu sangat diperlukan edukasi yang lebih intens agar pandangan orang terkait tari tak hanya terbatas pada kegiatan festival atau penyambutan tokoh-tokoh penting.[T]

– BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur

Tradisi Papua dan Hip Hop: Kelindan Gerak Penciptaan Eliz
I Komang Adi Pranata: Menari Tak Harus Rumit, Kesederhanaan Bisa Pula Membentuk Keindahan
Ubud, Antara Tradisi dan Modernisasi, dan Jalan Tari Ni Komang Ayu Anantha Putri
Tags: Indonesia BertuturTemu Seni Tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DPRD Buleleng Sahkan Ranperda Perubahan APBD 2022 Menjadi Perda

Next Post

Sekda Suyasa: Kini Ibu dan Anak Sama-sama Mendengar Dongeng dari HP

Rastiti Era

Rastiti Era

Biasa dipanggil Era, adalah penikmat teh, kopi, susu, dan buku. Mengulas buku melalui Podcast Sahabat Buku. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Punya hobi unik: berteman dengan siapa saja. Silakan hubungi di Instagram @rastiti_era.

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Sekda Suyasa: Kini Ibu dan Anak Sama-sama Mendengar Dongeng dari HP

Sekda Suyasa: Kini Ibu dan Anak Sama-sama Mendengar Dongeng dari HP

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co