23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh Antara: Tari Tradisi dalam Gerak Bathara Saverigadi

Bryan Ferguson by Bryan Ferguson
September 12, 2022
in Persona
Tubuh Antara: Tari Tradisi dalam Gerak Bathara Saverigadi

Temu Seni Tari Indonesia Bertutur tidak hanya mempertemukan saya dengan orang-orang baru untuk berelasi. Saya juga dipertemukan dengan orang lama yang beberapa tahun tidak pernah saya temui. Bathara Saverigadi merupakan kakak kelas saya sewaktu saya masih kuliah dan tinggal di Jakarta.

Sebuah kebetulan sekali, dalam kegiatan yang diadakan Kemendikbudristek, saya dipertemukan dengan Bathara di tempat yang ratusan kilometer jaraknya dari ibukota: kami bertemu dalam sejuknya udara Ubud. Bertemu dengan Bathara yang menjadi peserta Temu seni tari seakan membawa saya pada nostalgia kehidupan kampus.

Bathara yang mempunyai darah seni dari kedua orangtuanya merupakan salah satu penari yang cukup dikenal di kalangan kampus saya dulu. Setiap mahasiswa yang mengambil program studi Komunikasi Seni Pertunjukan pasti mengenal nama Bathara karena keahliannya dalam menari kontemporer dan juga tradisi Jawa.

Tetapi hal itu tidak membuatnya besar kepala. Bahkan setelah mengikuti ajang lomba Indonesia Mencari Bakat di salah satu stasiun televisi, ia tetap rendah hati.

Bathara Saverigadi (baju hijau) dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Sejak kecil ia memang sudah akrab dan diikutsertakan ke dalam acara seni oleh orangtuanya. ia bercerita bahwa dari 4 bersaudara, dialah anak yang selalu ikut dengan orangtuanya untuk menonton pertunjukan atau rapat seni. Selain itu, rasa penasaran akan gerak tubuh, dan pandangannya terhadap tubuh sebagai kendaraan untuk memahami aspek-aspek kehidupan membulatkan tekad dirinya menjadi seorang penari.

Sejak kecil, ia sudah mempelajari tari tradisi. Walaupun di tengah perjalanan, ia juga mempelajari tari modern seperti hip-hop atau kontemporer, tetapi di akhir hari ia kembali ke tari tradisi—tari tradisi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagainya ia pelajari dari satu sanggar ke sanggar lainnya, walaupun ia kadang merasa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangannya ketika mempelajari tari tradisi.

Bathara Saverigadi (baju putih di tengah) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Hal yang tidak sejalan dengan pikirannya ia rasakan pada saat menari tradisi, yang mana tidak pernah terjadi ketika ia sedang mempelajari tari-tari lain. Ketika ia menari kontemporer misalnya, koreografi diciptakan bedasarkan kebebasan bergerak, atau hip-hop yang asal-usul geraknya berdasar pada tarian masyarakat Afrika-Amerika sebagai bentuk ekspresi dari opresi para rasis yang ada saat itu. Ia merasakan tarian yang notabenenya berasal dari kalangan rakyat, bisa membuka kemungkinan yang lebih longgar kepada para penarinya—sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan dari komunitas tari tradisi tempat ia bernaung.

Bathara mengutarakan bahwa terkadang, pada ekosistem tari tradisi, terdapat diskriminasi tertentu, misal pada pemilihan karakter yang dimainkan, misal: dalam beberapa sendratari tradisi, tokoh Arjuna harus diperankan oleh penari yang “ganteng” dan gagah, sementara tokoh Sita harus diperankan oleh sosok penari perempuan yang ayu, feminin, dan lemah lembut. Tokoh Arjuna tak bisa dimainkan oleh seorang yang sangar atau Dewi Sita diperankan oleh perempuan yang berparas garang.

“Boleh dipelajari koreonya, tapi tidak untuk dipentaskan,” kata Bathara.

Bathara Saverigadi dalam pertunjukan tari di Teges Kanginan

Karena itu, tubuh Bathara terkadang dianggap tidak tepat untuk memerankan karakter tertentu, yang baginya adalah satu bentuk pembatasan. Terkadang, diskriminasi ia dapatkan ketika mempelajari tarian tradisi yang cenderung feminin. Para penari sendiri, kadang mengkotak-kotakan mana tari yang untuk laki-laki, dan mana tari yang untuk perempuan. Dalam satu kasus, perempuan bisa menggunakan kumis untuk mementaskan tarian laki-laki, tetapi Bathara yang merupakan seorang laki-laki tidak boleh mementaskan tarian perempuan.

Hal tersebut yang menjadi salah satu isu yang dibawa Bathara ketika menari. Ia ingin mengaburkan pandangan konservatif di mana tarian itu selalu dikotak-kotakan dengan saklek. Sehingga, ketika ia menari, ia selalu menampilkan campuran dari gerakan dan bentuk tubuh yang feminin dan maskulin. Baginya setiap bentuk tubuh selalu menarik, tak terlepas dari konstruk sosial yang ada.

Agenda mengaburkan gender ini terlihat mendarah daging di dalam tubuh Bathara. Ketika ia membawakan tariannya pada sesi presentasi pertunjukan dalam Temu Seni Tari Indonesia Bertutur, gerakan lembut dan keras dipadukan dengan baik dan ritme yang tepat. Saya seperti melihat dua polaritas yang berbeda di dalam satu tubuh. Rasanya, penonton lain yang ikut menonton bersama saya juga setuju dengan hal tersebut.

Bathara Saverigadi (paling kanan) dalam pertunjukan tari di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Versatilitas yang ditawarkan oleh Bathara menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya sebagai penari tradisi. Sebuah hal yang jarang dibawakan oleh penari tradisi lain. Hal ini menunjukan betapa cairnya Bathara dalam mendalami seni tari tradisi yang ada. Ia mampu melepaskan diri dari pakem tradisi tertentu.

Sebagai pemegang rekor MURI koreografer tari Jawa termuda, tidak membuat Bathara terbang di atas angin. Ia selalu membuka dirinya untuk bertemu orang-orang dari berbagai kalangan. Bathara melakukan hal ini untuk mengetahui berbagai macam perspektif yang nantinya bisa berguna untuk dirinya dan praktik kesenian yang dia lakukan kedepannya. Ia juga berharap bahwa suatu saat ia bisa membuka mata orang banyak bahwa profesi sebagai penari bukanlah sebuah profesi yang dipandang hanya dengan sebelah mata saja. [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna

    Next Post

    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Bryan Ferguson

    Bryan Ferguson

    Aktor dan penari, Jakarta-Badung

    Related Posts

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails

    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    by Made Susanta Dwitanaya
    March 26, 2026
    0
    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

    Read moreDetails
    Next Post
    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

      5 shares
      Share 5 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

      43 shares
      Share 43 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
    Kritik Sastra

    Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

    PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

    by Andre Syahreza
    August 22, 2026
    Renungan Meja Makan
    Esai

    Renungan Meja Makan

    DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

    by Angga Wijaya
    August 22, 2026
    Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
    Esai

    Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

    DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    August 22, 2026
    Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
    Lingkungan

    Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

    by tatkala
    August 21, 2026
    Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
    Esai

    Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

    BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

    by I Ketut Suar Adnyana
    August 21, 2026
    Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
    Kritik Sastra

    Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

    SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

    by Andre Syahreza
    August 22, 2026
    Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
    Tualang

    Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

    SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

    by I Nyoman Tingkat
    August 21, 2026
    Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
    Esai

    Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

    ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

    by I Wayan Yudana
    August 21, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

    ---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

    by Tri Nugroho Adi
    August 21, 2026
    JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
    Esai

    JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

    SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

    by I Nyoman Gede Maha Putra
    August 21, 2026
    Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
    Ekonomi

    Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

    BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

    by tatkala
    August 20, 2026
    Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
    Khas

    Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

    Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

    by Komang Puja Savitri
    August 20, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co