2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh Antara: Tari Tradisi dalam Gerak Bathara Saverigadi

Bryan Ferguson by Bryan Ferguson
September 12, 2022
in Persona
Tubuh Antara: Tari Tradisi dalam Gerak Bathara Saverigadi

Temu Seni Tari Indonesia Bertutur tidak hanya mempertemukan saya dengan orang-orang baru untuk berelasi. Saya juga dipertemukan dengan orang lama yang beberapa tahun tidak pernah saya temui. Bathara Saverigadi merupakan kakak kelas saya sewaktu saya masih kuliah dan tinggal di Jakarta.

Sebuah kebetulan sekali, dalam kegiatan yang diadakan Kemendikbudristek, saya dipertemukan dengan Bathara di tempat yang ratusan kilometer jaraknya dari ibukota: kami bertemu dalam sejuknya udara Ubud. Bertemu dengan Bathara yang menjadi peserta Temu seni tari seakan membawa saya pada nostalgia kehidupan kampus.

Bathara yang mempunyai darah seni dari kedua orangtuanya merupakan salah satu penari yang cukup dikenal di kalangan kampus saya dulu. Setiap mahasiswa yang mengambil program studi Komunikasi Seni Pertunjukan pasti mengenal nama Bathara karena keahliannya dalam menari kontemporer dan juga tradisi Jawa.

Tetapi hal itu tidak membuatnya besar kepala. Bahkan setelah mengikuti ajang lomba Indonesia Mencari Bakat di salah satu stasiun televisi, ia tetap rendah hati.

Bathara Saverigadi (baju hijau) dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Sejak kecil ia memang sudah akrab dan diikutsertakan ke dalam acara seni oleh orangtuanya. ia bercerita bahwa dari 4 bersaudara, dialah anak yang selalu ikut dengan orangtuanya untuk menonton pertunjukan atau rapat seni. Selain itu, rasa penasaran akan gerak tubuh, dan pandangannya terhadap tubuh sebagai kendaraan untuk memahami aspek-aspek kehidupan membulatkan tekad dirinya menjadi seorang penari.

Sejak kecil, ia sudah mempelajari tari tradisi. Walaupun di tengah perjalanan, ia juga mempelajari tari modern seperti hip-hop atau kontemporer, tetapi di akhir hari ia kembali ke tari tradisi—tari tradisi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagainya ia pelajari dari satu sanggar ke sanggar lainnya, walaupun ia kadang merasa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangannya ketika mempelajari tari tradisi.

Bathara Saverigadi (baju putih di tengah) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Hal yang tidak sejalan dengan pikirannya ia rasakan pada saat menari tradisi, yang mana tidak pernah terjadi ketika ia sedang mempelajari tari-tari lain. Ketika ia menari kontemporer misalnya, koreografi diciptakan bedasarkan kebebasan bergerak, atau hip-hop yang asal-usul geraknya berdasar pada tarian masyarakat Afrika-Amerika sebagai bentuk ekspresi dari opresi para rasis yang ada saat itu. Ia merasakan tarian yang notabenenya berasal dari kalangan rakyat, bisa membuka kemungkinan yang lebih longgar kepada para penarinya—sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan dari komunitas tari tradisi tempat ia bernaung.

Bathara mengutarakan bahwa terkadang, pada ekosistem tari tradisi, terdapat diskriminasi tertentu, misal pada pemilihan karakter yang dimainkan, misal: dalam beberapa sendratari tradisi, tokoh Arjuna harus diperankan oleh penari yang “ganteng” dan gagah, sementara tokoh Sita harus diperankan oleh sosok penari perempuan yang ayu, feminin, dan lemah lembut. Tokoh Arjuna tak bisa dimainkan oleh seorang yang sangar atau Dewi Sita diperankan oleh perempuan yang berparas garang.

“Boleh dipelajari koreonya, tapi tidak untuk dipentaskan,” kata Bathara.

Bathara Saverigadi dalam pertunjukan tari di Teges Kanginan

Karena itu, tubuh Bathara terkadang dianggap tidak tepat untuk memerankan karakter tertentu, yang baginya adalah satu bentuk pembatasan. Terkadang, diskriminasi ia dapatkan ketika mempelajari tarian tradisi yang cenderung feminin. Para penari sendiri, kadang mengkotak-kotakan mana tari yang untuk laki-laki, dan mana tari yang untuk perempuan. Dalam satu kasus, perempuan bisa menggunakan kumis untuk mementaskan tarian laki-laki, tetapi Bathara yang merupakan seorang laki-laki tidak boleh mementaskan tarian perempuan.

Hal tersebut yang menjadi salah satu isu yang dibawa Bathara ketika menari. Ia ingin mengaburkan pandangan konservatif di mana tarian itu selalu dikotak-kotakan dengan saklek. Sehingga, ketika ia menari, ia selalu menampilkan campuran dari gerakan dan bentuk tubuh yang feminin dan maskulin. Baginya setiap bentuk tubuh selalu menarik, tak terlepas dari konstruk sosial yang ada.

Agenda mengaburkan gender ini terlihat mendarah daging di dalam tubuh Bathara. Ketika ia membawakan tariannya pada sesi presentasi pertunjukan dalam Temu Seni Tari Indonesia Bertutur, gerakan lembut dan keras dipadukan dengan baik dan ritme yang tepat. Saya seperti melihat dua polaritas yang berbeda di dalam satu tubuh. Rasanya, penonton lain yang ikut menonton bersama saya juga setuju dengan hal tersebut.

Bathara Saverigadi (paling kanan) dalam pertunjukan tari di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Versatilitas yang ditawarkan oleh Bathara menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya sebagai penari tradisi. Sebuah hal yang jarang dibawakan oleh penari tradisi lain. Hal ini menunjukan betapa cairnya Bathara dalam mendalami seni tari tradisi yang ada. Ia mampu melepaskan diri dari pakem tradisi tertentu.

Sebagai pemegang rekor MURI koreografer tari Jawa termuda, tidak membuat Bathara terbang di atas angin. Ia selalu membuka dirinya untuk bertemu orang-orang dari berbagai kalangan. Bathara melakukan hal ini untuk mengetahui berbagai macam perspektif yang nantinya bisa berguna untuk dirinya dan praktik kesenian yang dia lakukan kedepannya. Ia juga berharap bahwa suatu saat ia bisa membuka mata orang banyak bahwa profesi sebagai penari bukanlah sebuah profesi yang dipandang hanya dengan sebelah mata saja. [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna

    Next Post

    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Bryan Ferguson

    Bryan Ferguson

    Aktor dan penari, Jakarta-Badung

    Related Posts

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails
    Next Post
    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
    Esai

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

    KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

    by Vito Prasetyo
    October 2, 2026
    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
    Esai

    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

    by Ari Murdimanto
    October 2, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

    SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

    by Tri Nugroho Adi
    October 2, 2026
    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
    Esai

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
    Khas

    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

    Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

    by Rusdy Ulu
    October 1, 2026
    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
    Esai

    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    ”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

    by Teguh Wahyu Pranata
    October 1, 2026
    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
    Panggung

    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

    PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
    Pop

    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

    ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Manusia Purba di Kota Denpasar
    Esai

    Manusia Purba di Kota Denpasar

    SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

    by Angga Wijaya
    October 1, 2026
    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
    Khas

    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

    “CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 1, 2026
    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
    Olahraga

    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

    KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

    by Jaswanto
    October 1, 2026
    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
    Esai

    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

    vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

    by Agung Sudarsa
    September 30, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co