13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh Antara: Tari Tradisi dalam Gerak Bathara Saverigadi

Bryan Ferguson by Bryan Ferguson
September 12, 2022
in Persona
Tubuh Antara: Tari Tradisi dalam Gerak Bathara Saverigadi

Temu Seni Tari Indonesia Bertutur tidak hanya mempertemukan saya dengan orang-orang baru untuk berelasi. Saya juga dipertemukan dengan orang lama yang beberapa tahun tidak pernah saya temui. Bathara Saverigadi merupakan kakak kelas saya sewaktu saya masih kuliah dan tinggal di Jakarta.

Sebuah kebetulan sekali, dalam kegiatan yang diadakan Kemendikbudristek, saya dipertemukan dengan Bathara di tempat yang ratusan kilometer jaraknya dari ibukota: kami bertemu dalam sejuknya udara Ubud. Bertemu dengan Bathara yang menjadi peserta Temu seni tari seakan membawa saya pada nostalgia kehidupan kampus.

Bathara yang mempunyai darah seni dari kedua orangtuanya merupakan salah satu penari yang cukup dikenal di kalangan kampus saya dulu. Setiap mahasiswa yang mengambil program studi Komunikasi Seni Pertunjukan pasti mengenal nama Bathara karena keahliannya dalam menari kontemporer dan juga tradisi Jawa.

Tetapi hal itu tidak membuatnya besar kepala. Bahkan setelah mengikuti ajang lomba Indonesia Mencari Bakat di salah satu stasiun televisi, ia tetap rendah hati.

Bathara Saverigadi (baju hijau) dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Sejak kecil ia memang sudah akrab dan diikutsertakan ke dalam acara seni oleh orangtuanya. ia bercerita bahwa dari 4 bersaudara, dialah anak yang selalu ikut dengan orangtuanya untuk menonton pertunjukan atau rapat seni. Selain itu, rasa penasaran akan gerak tubuh, dan pandangannya terhadap tubuh sebagai kendaraan untuk memahami aspek-aspek kehidupan membulatkan tekad dirinya menjadi seorang penari.

Sejak kecil, ia sudah mempelajari tari tradisi. Walaupun di tengah perjalanan, ia juga mempelajari tari modern seperti hip-hop atau kontemporer, tetapi di akhir hari ia kembali ke tari tradisi—tari tradisi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagainya ia pelajari dari satu sanggar ke sanggar lainnya, walaupun ia kadang merasa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangannya ketika mempelajari tari tradisi.

Bathara Saverigadi (baju putih di tengah) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Hal yang tidak sejalan dengan pikirannya ia rasakan pada saat menari tradisi, yang mana tidak pernah terjadi ketika ia sedang mempelajari tari-tari lain. Ketika ia menari kontemporer misalnya, koreografi diciptakan bedasarkan kebebasan bergerak, atau hip-hop yang asal-usul geraknya berdasar pada tarian masyarakat Afrika-Amerika sebagai bentuk ekspresi dari opresi para rasis yang ada saat itu. Ia merasakan tarian yang notabenenya berasal dari kalangan rakyat, bisa membuka kemungkinan yang lebih longgar kepada para penarinya—sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan dari komunitas tari tradisi tempat ia bernaung.

Bathara mengutarakan bahwa terkadang, pada ekosistem tari tradisi, terdapat diskriminasi tertentu, misal pada pemilihan karakter yang dimainkan, misal: dalam beberapa sendratari tradisi, tokoh Arjuna harus diperankan oleh penari yang “ganteng” dan gagah, sementara tokoh Sita harus diperankan oleh sosok penari perempuan yang ayu, feminin, dan lemah lembut. Tokoh Arjuna tak bisa dimainkan oleh seorang yang sangar atau Dewi Sita diperankan oleh perempuan yang berparas garang.

“Boleh dipelajari koreonya, tapi tidak untuk dipentaskan,” kata Bathara.

Bathara Saverigadi dalam pertunjukan tari di Teges Kanginan

Karena itu, tubuh Bathara terkadang dianggap tidak tepat untuk memerankan karakter tertentu, yang baginya adalah satu bentuk pembatasan. Terkadang, diskriminasi ia dapatkan ketika mempelajari tarian tradisi yang cenderung feminin. Para penari sendiri, kadang mengkotak-kotakan mana tari yang untuk laki-laki, dan mana tari yang untuk perempuan. Dalam satu kasus, perempuan bisa menggunakan kumis untuk mementaskan tarian laki-laki, tetapi Bathara yang merupakan seorang laki-laki tidak boleh mementaskan tarian perempuan.

Hal tersebut yang menjadi salah satu isu yang dibawa Bathara ketika menari. Ia ingin mengaburkan pandangan konservatif di mana tarian itu selalu dikotak-kotakan dengan saklek. Sehingga, ketika ia menari, ia selalu menampilkan campuran dari gerakan dan bentuk tubuh yang feminin dan maskulin. Baginya setiap bentuk tubuh selalu menarik, tak terlepas dari konstruk sosial yang ada.

Agenda mengaburkan gender ini terlihat mendarah daging di dalam tubuh Bathara. Ketika ia membawakan tariannya pada sesi presentasi pertunjukan dalam Temu Seni Tari Indonesia Bertutur, gerakan lembut dan keras dipadukan dengan baik dan ritme yang tepat. Saya seperti melihat dua polaritas yang berbeda di dalam satu tubuh. Rasanya, penonton lain yang ikut menonton bersama saya juga setuju dengan hal tersebut.

Bathara Saverigadi (paling kanan) dalam pertunjukan tari di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Versatilitas yang ditawarkan oleh Bathara menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya sebagai penari tradisi. Sebuah hal yang jarang dibawakan oleh penari tradisi lain. Hal ini menunjukan betapa cairnya Bathara dalam mendalami seni tari tradisi yang ada. Ia mampu melepaskan diri dari pakem tradisi tertentu.

Sebagai pemegang rekor MURI koreografer tari Jawa termuda, tidak membuat Bathara terbang di atas angin. Ia selalu membuka dirinya untuk bertemu orang-orang dari berbagai kalangan. Bathara melakukan hal ini untuk mengetahui berbagai macam perspektif yang nantinya bisa berguna untuk dirinya dan praktik kesenian yang dia lakukan kedepannya. Ia juga berharap bahwa suatu saat ia bisa membuka mata orang banyak bahwa profesi sebagai penari bukanlah sebuah profesi yang dipandang hanya dengan sebelah mata saja. [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna

    Next Post

    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Bryan Ferguson

    Bryan Ferguson

    Aktor dan penari, Jakarta-Badung

    Related Posts

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails

    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    by Made Susanta Dwitanaya
    March 26, 2026
    0
    I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

    Read moreDetails
    Next Post
    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Cabai Disayang, Cabai Mahal, Cabai Dipantau Bupati

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

      23 shares
      Share 23 Tweet 0
    • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
    Panggung

    Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

    DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

    by Nyoman Budarsana
    July 13, 2026
    Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
    Panggung

    Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

    DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

    by Nyoman Budarsana
    July 13, 2026
    “Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
    Panggung

    “Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

    PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

    by Nyoman Budarsana
    July 13, 2026
    Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
    Panggung

    Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

    Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

    by Nyoman Budarsana
    July 12, 2026
    PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
    Esai

    HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

    — Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

    by Sugi Lanus
    July 12, 2026
    Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
    Khas

    Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

    PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

    by Dede Putra Wiguna
    July 12, 2026
    Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
    Esai

    Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

    Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

    by I Wayan Artika
    July 12, 2026
    Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
    Ulas Buku

    Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

    KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

    by IRZI
    July 12, 2026
    Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
    Esai

    Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

    Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

    by Agung Bawantara
    July 12, 2026
    Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
    Panggung

    Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

    SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

    by Agus Eka Cahyadi
    July 11, 2026
    Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
    Ulas Pentas

    Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

    BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

    by Dewa Purwita Sukahet
    July 11, 2026
    Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
    Khas

    Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

    SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

    by Dede Putra Wiguna
    July 11, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co