23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah Kritik SBM Prof. Darma Putra; Gagallah Seorang Kritikus Sastra Jika Tak Mampu Seperti Peniup Seruling

I Putu Supartika by I Putu Supartika
March 5, 2022
in Khas
Kuliah Kritik SBM Prof. Darma Putra; Gagallah Seorang Kritikus Sastra Jika Tak Mampu Seperti Peniup Seruling

Prof. Darma Putra (paling atas)

Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia menyelenggarakan Kuliah Kritik Sastra Bali Modern pada Minggu, 20 Februari 2022. Tampil sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt.

Ada banyak pelajaran yang didapat peserta yang mencapai 60-an orang lebih tersebut. Prof. Darma mengandaikan kritikus sastra seperti peniup seruling dan kerja kritik sastra seperti bermain seruling. Ia menyitir ungkapan dari Rohit: hidup ini seperti seruling, banyak lubangnya, dan jika kita bisa meniup pasti akan mengeluarkan suara yang utama. Jadi kerja kritik seperti bermain seruling.

Tugas kritikus adalah menjelaskan karya yang kabur menjadi terang. Juga membuat cemerlang segala tutur, mau tidak mau, sadar tidak sadar, karya sastra mengandung banyak pituah yang mentah dan tugas kritikuslah untuk menjadikannya cemerlang.

Baginya, akan gagalah seorang kritikus sastra jika tak mampu tampil seperti peniup seruling yang mampu menarik dan mengembuskan benih irama utama dari seruling itu. Meniup seruling adalah pekerjaan ringan, tapi jika didalami akan bisa membawa kita berkelana, seperti halnya Gus Teja yang bisa terbang tanpa sayap berkat kemampuannya meniup seruling.

Kini sastra Bali modern (SBM) sudah menapaki usia 100 tahun lebih, dan ia ibarat kakap tumbuh di batu, hidup megap-megap, mati tak mau. Saat akan dikremasi ternyata muncul karya baru, kadang redup kadang semangat, seperti gelombang lautan, seperti embusan angin. Demikian kata Prof. Darma kepada ‘mahasiswa’ peserta kuliah.

Berbagai usaha dilakukan oleh lembaga dan yayasan untuk menjadikan SBM ini tetap hidup. Muncul kemudian sayembara yang dilakukan oleh Balai Bahasa dan Yayasan Sabha Sastra Bali, dan belakangan diejek menjadi sastra sayembara. Dan kini juga ada usaha memberikan rangsangan penciptaan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang bermarkas di Bandung.

Dalam kuliah yang berlangsung dua jam lebih ini, Prof. Darma melihat selama ini belum ada inisiatif Festival Sastra Bali Modern, dan festival ini adalah inisiatif baru apalagi digelar dengan format webinar dan ada ada Kuliah Kritik Sastra-nya.

Prof. Darma juga memaparkan ada tiga kategori yakni kritik akademik ilmiah yang menekankan banyak teori bahkan kadang-kadang tidak ada analisis dan sibuk dengan struktur serta teori. Yang kedua adalah kritik ilmiah populer yang biasanya dimuat di media masa, tidak menekankan teori, tapi ungkapkan konten terasa akrab oleh pembaca. Dan terakhir adalah kritik sastra hibrid yang menggabungkan dua kategori kritik sebelumnya. Baginya, tak banyak yang bisa melakukan kritik sastra hibrid ini.

BACA JUGA:

  • Kritik Sastra Hasil Karya Lomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modern

Piranti kitik yang mesti disiapkan oleh kritikus sebelum menulis kritik adalah bekal pengetahuan sejarah sastra, karena sejarah bisa menghubungkan penulis dengan latar belakang karya yang dianalisis. Penting juga teori sastra untuk memberikan sudut pandang terhadap karya yang akan dikritik. Pengetahuan pendukung pun jelas tak bisa dikesampingkan, karena hal inilah yang membuat karya sastra menjadi berirama seperti suara seruling. Bahkan seorang kritikus, tentu bisa menyajikan karya lama ke dalam perspektif baru, karena ada banyak hal yang bisa dibahas bukan sekadar tata bahasa atau makna karya itu sendiri.

Ada tips dan trik sakti yang Prof. Darma bagikan terkait dengan membuat sebuah kritik yakni Si DIA. Selain untuk kritik sastra, ilmu sakti ini bisa juga diterapkan dalam menulis apapun. Pertama yakni D atau deskripsi, dimana saat menganalis perlu mendeskripsikan berbagai hal tentang karya, semisal pengarang, latar cerita, ringkasan cerita dan seterusnya. Semua orang harus mampu melakukan ini dan bisa dilatih dengan cara mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya.

Tips dan trik kedua adalah I alias interpretasi. Penulis memberikan interprestasi terhadap sebuah karya sastra dengan terus mengajukan pertanyaan mengapa. Hal ini tak memerlukan data dari lapangan, melainkan ketajaman dalam melakukan interpretasi.

Dan A atau argumentasi. Penulis harus mampu menyampaikan pendapat sesuai dengan keyakinan berdasarkan pada deskripsi dan interpretasi. Tentu akan menjadi sia-sia menulis sesuatu tanpa kehadiran pendapat penulis di dalamnya. Dengan hadirnya penulis, tulisan akan menjadi orisinal. Pendapat lain yang dikutif, bisa dilawan, didukung, diragukan, bahkan dinego. Si DIA ini bisa digunakan oleh siapapun sesuai dengan dosis intelektualnya.

Prof. Darma juga menyebutkan, tulisan akan menjadi lebih bagus jika berani memberikan label atas temuan kita, berani melakukan pemetaan apa yang dihadapi terhadap fenomena yang ada, melihat bagaimana karya mengangkat mitos dan melawan mitos yang ada, bahkan ada yang melawan sekaligus mengukuhkan mitos tersebut seperti yang bisa di temui pada karya Oka Rusmini.

Dan terakhir, sebelum peserta kuliah terlibat diskusi sengit, Prof. Darma menyampaikan beberapa kontribusi dari kritik tersebut: utang ilmu dibayar buku agar tak tulah, mengajak masyarakat memahami wacana yang berkembang, membina bahasa, memupuk kreasi dan menjadikan ekosistem berkarya menjadi lebih baik karena pengarang akan senang saat karyanya mendapat sentuhan ataupun dibicarakan.

Demikianlah ringkasan terkait dengan isi Kuliah Kritik Sastra Bali Modern dari Prof. Darma Putra. Silakan tonton kuliah selengkapnya di kanal Youtube BPNB Bali pada link https://youtu.be/jcbF2uYLiQE. [T]

Tags: Festival Sastra Bali Modernkritik sastraLomba Esai Timbang Buku Sastra Bali ModernProf. Darma Putra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dokter Gila | Cerpen Putu Arya Nugraha

Next Post

Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

Sulaman, Buah Tangan dari Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co