20 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nostalgia | Jalan-jalan Bawa Gelatik Pernah Ngetrend di Singaraja Tahun 1950-an

tatkala by tatkala
February 28, 2021
in Khas
Nostalgia | Jalan-jalan Bawa Gelatik Pernah Ngetrend di Singaraja Tahun 1950-an

Ilustrasi tatkala.co | Nuriarta

Seorang lelaki, berjalan dengan langkah jantan. Di udara, seekor burung rajawali terbang, lalu menukik ke arah lelaki gagah itu. Burung itu kemudian hinggap di bahu sang lelaki. Betapa gagah. Seorang lelaki berteman dengan seekor burung rajawali.  

Itu adalah gambaran video iklan rokok. Video itu seakan-akan menunjukkan bahwa, untuk mendapatkan citra jantan sekaligus unik, seorang lelaki belumlah cukup hanya  bertubuh atletis, tapi juga harus ada seekor hewan. Hewan itu harusnya juga menciptakan kesan gesit, cekatan, dan tak terkalahkan dalam pertarungan alam rimba. Salah satunya, ya, rajawali.

Ada iklan lain, seorang lelaki berteman dengan macan di rumahnya. Ada juga lelaki balap lari dengan jaguar. Yang semua itu memberi citra, betapa cepat, betapa gesit, betapa seram, betapa beraninya lelaki itu.

Selain hewan paling berani, paling kuat, yang kerap dipilih sebagai simbol kegagahan, banyak juga hewan yang menyimbulkn persahabatan dan kedamaian dipilih juga untuk mengiklankan produk tertentu. Misalnya, iklan berisi gambaran sebuah keluarga jalan-jalan bersama anjing di taman kota. Ada juga kucing dan kelinci.

Hewan sebagai bintang iklan akhirnya menjadi hal yang biasa. Dalam film pun, tema persahabatan manusia dengan hewan kerap menjadi daya tarik cerita yang tak habis-habis. Di India banyak cerita film manusia berteman dengan gajah, ular, juga monyet. Ada banyak film menampilkan cerita persahabatan antara manusia dengan lumba-lumba dan anjing laut.

Di dunia nyata, manusia jalan-jalan bersama hewan peliharaan sepertinya juga bukan pemandangan baru. Jika kini jamak orang jalan-jalan membawa anjing, kucing, atau reptil, dulu bahkan ada hobi jalan-jalan sembari membawa burung gelatik. Ya, burung gelatik yang kecil-mungil itu.

Itu terjadi di Kota Singaraja sekira tahun 1950-an. Sebagaimana diceritakan Putu Sutisna dalam bukunya “Singaraja yang Dikenang yang Disayang”, diterbitkan Mahima Institute Indonesia, Juli 2020.

Putu Sutisna, pensiunan guru besar di Fakultas Kedokteran Unud ini, lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Banjar Paketan, Singaraja. Ia lahir tahun 1943. Dalam bukunya itu, ia banyak bercerita tentang masa kecilnya di Kota Singaraja, terutama di sekitar rumahnya di Paketan.  

Ia bercerita, dalam rentang waktu beberapa tahun lamanya di masa kecilnya, pernah merebak hobi bermain burung gelatik pada banyak orang. Hobi itu bukan saja merambah terbatas pada orang-orang di lingkungan banjarnya di Paketan, tetapi juga ada di banjar lain, mungkin saja di seantero kota Singaraja.

Tentu berbeda dengan hobi jalan-jalan bersama anjing, di mana ketika sang tuan berjalan, anjing ngikut di belakang. Hobi jalan-jalan bersama burung gelatik, sang tuan biasanya membawa sebatang kayu. Satu kaki burung gelatik diikat dengan benang yang sedikit lebih besar dari benang jahit. Si tuan membawa batang kayu lurus yang berukuran tidak terlalu besar. Ujung benang yang satu lagi diikat pada kayu itu. Kayu itu juga sebagai tempat burung gelatik bertengger.

Dengan gerakan tangan, si tuan memegang batang kayu itu, dan si burung gelatik terbang ke udara yang tinggi dan jaraknya sesuai dengan panjang benang pengikatnya, berputar beberapa kali sebelum si burung menclok kembali di atas batang kayu.

“Begitulah saya melihat pemandangan orang-orang (kebanyakan orang dewasa) berjejer pada jarak yang aman dan berbarengan bermain burung gelatik. Kami anak-anak bisa menilai siapa pemain yang “jagoan” mengendalikan burungnya secara menarik,” cerita Putu Sutisna dalam bukunya.

Tentu, amat menyenangkan melihat burung gelatik yang cantik terbang melayang berputar-putar, dan manakala si burung mau hinggap kembali di atas batang kayu tuannya, dengan gerakan tangan tertentu sambil setengah berteriak “hus,hus” si tuan membuat burung kembali melayang berputar beberapa kali. Sungguh menarik.

 “Saya perhatikan bahwa di masa itu pedagang burung di pasar mendapat lebih banyak rejeki, dan begitu pula pedagang makanan burung,” cerita Putu Sutisna.

Atraksi permainan burung gelatik itu secara rutin berlangsung di sore hari sebelum anak-anak dan orang dewasa mandi bareng di sungai kecil yang ada di wilayah pesawahan yang luas yang terletak agak jauh di sebelah barat banjar, yang biasa disebut “bedugul”.

Karena begitu tertarik dan tidak ingin tertinggal menyaksikan indahnya manuver burung-burung gelatik di setiap sore hari, Putu Sutisna memindahkan rutinitas mandi di sore hari dari kamar mandi di rumahnya ke sungai kecil di “bedugul”.

Apakah masih ada orang-orang tua di Kota Singaraja yang ingat tentang merebaknya hobi jalan-jalan dengan membawa burung gelatik sebagaimana diceritakan Putu Sutisna?

____

___

Kisah persahabatan manusia dengan hewan begitu sering kita dengar, baik kisah nyata maupun fiksi. Bahkan kadang banyak manusia memiliki persahabatan yang lebih kental dengan hewan ketimbang dengan manusia lainnya.

Ada banyak penjelasan soal persahabatan semacam itu. Misalnya, manusia kadang lebih percy kepd hewan daripada manusia, misalnya sebagai teman dalam bermain. Hewan diangap lebih fair, juga tak pernah marah. Dalam cerita soal permainan burung gelatik di Singaraja sekira tahun 1950-an itu, manusia mungkin menganggap burung sebagai media hiburan, selain karena burung itu memang cantik, juga karena manuver terbangnya yang bisa dijadikan tontonan.

Marta Borgi, penulis di Frontiers in Psychology sebagaimana dilansir The Healthy yang kemudian disiarkan Medcom.id. pernah melakukan penelitian mendalam pada hubungan manusia dan hewan. Ia mengungkapkan bahwa hewan peliharaan dapat membantu mengurangi perasaan isolasi sosial pada manusia.
 
Selain itu, menurut Borgi, hubungan dengan hewan memiliki karakteristik yang mirip dari hubungan manusia-manusia. Ada keintiman emosional, persahabatan, kepercayaan, kesetiaan, komitmen, kasih sayang, penerimaan, simpati, kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain, serta waktu yang dihabiskan bersama dan pemeliharaan ikatan pasangan setelah lama pemisahan.

Interaksi positif dengan hewan dapat memengaruhi fungsi kekebalan tubuh manusia. Ini akan memudahkan orang untuk pulih dari penyakit dan pada akhirnya memperpanjang umur manusia. [T][Ada][Editor:Ole]

Tags: balihewannostalgiapersahabatanSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi IGA Darma Putra | Kematian Siapa Hari Ini?

Next Post

Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan
Panggung

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali
Bahasa

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

by I Made Sudiana
June 18, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang
Ulas Rupa

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

by Mahesa Putra
June 18, 2026
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda
Panggung

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas
Esai

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

by Pande Susan
June 18, 2026
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain
Esai

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

by Angga Wijaya
June 18, 2026
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’
Pop

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
Bung Karno di Rumah Petani   
Esai

Bung Karno di Rumah Petani   

JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad...

by I Nyoman Tingkat
June 18, 2026
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar
Kuliner

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

by Jaswanto
June 17, 2026
Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

by Agung Sudarsa
June 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co