23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nostalgia | Jalan-jalan Bawa Gelatik Pernah Ngetrend di Singaraja Tahun 1950-an

tatkala by tatkala
February 28, 2021
in Khas
Nostalgia | Jalan-jalan Bawa Gelatik Pernah Ngetrend di Singaraja Tahun 1950-an

Ilustrasi tatkala.co | Nuriarta

Seorang lelaki, berjalan dengan langkah jantan. Di udara, seekor burung rajawali terbang, lalu menukik ke arah lelaki gagah itu. Burung itu kemudian hinggap di bahu sang lelaki. Betapa gagah. Seorang lelaki berteman dengan seekor burung rajawali.  

Itu adalah gambaran video iklan rokok. Video itu seakan-akan menunjukkan bahwa, untuk mendapatkan citra jantan sekaligus unik, seorang lelaki belumlah cukup hanya  bertubuh atletis, tapi juga harus ada seekor hewan. Hewan itu harusnya juga menciptakan kesan gesit, cekatan, dan tak terkalahkan dalam pertarungan alam rimba. Salah satunya, ya, rajawali.

Ada iklan lain, seorang lelaki berteman dengan macan di rumahnya. Ada juga lelaki balap lari dengan jaguar. Yang semua itu memberi citra, betapa cepat, betapa gesit, betapa seram, betapa beraninya lelaki itu.

Selain hewan paling berani, paling kuat, yang kerap dipilih sebagai simbol kegagahan, banyak juga hewan yang menyimbulkn persahabatan dan kedamaian dipilih juga untuk mengiklankan produk tertentu. Misalnya, iklan berisi gambaran sebuah keluarga jalan-jalan bersama anjing di taman kota. Ada juga kucing dan kelinci.

Hewan sebagai bintang iklan akhirnya menjadi hal yang biasa. Dalam film pun, tema persahabatan manusia dengan hewan kerap menjadi daya tarik cerita yang tak habis-habis. Di India banyak cerita film manusia berteman dengan gajah, ular, juga monyet. Ada banyak film menampilkan cerita persahabatan antara manusia dengan lumba-lumba dan anjing laut.

Di dunia nyata, manusia jalan-jalan bersama hewan peliharaan sepertinya juga bukan pemandangan baru. Jika kini jamak orang jalan-jalan membawa anjing, kucing, atau reptil, dulu bahkan ada hobi jalan-jalan sembari membawa burung gelatik. Ya, burung gelatik yang kecil-mungil itu.

Itu terjadi di Kota Singaraja sekira tahun 1950-an. Sebagaimana diceritakan Putu Sutisna dalam bukunya “Singaraja yang Dikenang yang Disayang”, diterbitkan Mahima Institute Indonesia, Juli 2020.

Putu Sutisna, pensiunan guru besar di Fakultas Kedokteran Unud ini, lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Banjar Paketan, Singaraja. Ia lahir tahun 1943. Dalam bukunya itu, ia banyak bercerita tentang masa kecilnya di Kota Singaraja, terutama di sekitar rumahnya di Paketan.  

Ia bercerita, dalam rentang waktu beberapa tahun lamanya di masa kecilnya, pernah merebak hobi bermain burung gelatik pada banyak orang. Hobi itu bukan saja merambah terbatas pada orang-orang di lingkungan banjarnya di Paketan, tetapi juga ada di banjar lain, mungkin saja di seantero kota Singaraja.

Tentu berbeda dengan hobi jalan-jalan bersama anjing, di mana ketika sang tuan berjalan, anjing ngikut di belakang. Hobi jalan-jalan bersama burung gelatik, sang tuan biasanya membawa sebatang kayu. Satu kaki burung gelatik diikat dengan benang yang sedikit lebih besar dari benang jahit. Si tuan membawa batang kayu lurus yang berukuran tidak terlalu besar. Ujung benang yang satu lagi diikat pada kayu itu. Kayu itu juga sebagai tempat burung gelatik bertengger.

Dengan gerakan tangan, si tuan memegang batang kayu itu, dan si burung gelatik terbang ke udara yang tinggi dan jaraknya sesuai dengan panjang benang pengikatnya, berputar beberapa kali sebelum si burung menclok kembali di atas batang kayu.

“Begitulah saya melihat pemandangan orang-orang (kebanyakan orang dewasa) berjejer pada jarak yang aman dan berbarengan bermain burung gelatik. Kami anak-anak bisa menilai siapa pemain yang “jagoan” mengendalikan burungnya secara menarik,” cerita Putu Sutisna dalam bukunya.

Tentu, amat menyenangkan melihat burung gelatik yang cantik terbang melayang berputar-putar, dan manakala si burung mau hinggap kembali di atas batang kayu tuannya, dengan gerakan tangan tertentu sambil setengah berteriak “hus,hus” si tuan membuat burung kembali melayang berputar beberapa kali. Sungguh menarik.

 “Saya perhatikan bahwa di masa itu pedagang burung di pasar mendapat lebih banyak rejeki, dan begitu pula pedagang makanan burung,” cerita Putu Sutisna.

Atraksi permainan burung gelatik itu secara rutin berlangsung di sore hari sebelum anak-anak dan orang dewasa mandi bareng di sungai kecil yang ada di wilayah pesawahan yang luas yang terletak agak jauh di sebelah barat banjar, yang biasa disebut “bedugul”.

Karena begitu tertarik dan tidak ingin tertinggal menyaksikan indahnya manuver burung-burung gelatik di setiap sore hari, Putu Sutisna memindahkan rutinitas mandi di sore hari dari kamar mandi di rumahnya ke sungai kecil di “bedugul”.

Apakah masih ada orang-orang tua di Kota Singaraja yang ingat tentang merebaknya hobi jalan-jalan dengan membawa burung gelatik sebagaimana diceritakan Putu Sutisna?

____

___

Kisah persahabatan manusia dengan hewan begitu sering kita dengar, baik kisah nyata maupun fiksi. Bahkan kadang banyak manusia memiliki persahabatan yang lebih kental dengan hewan ketimbang dengan manusia lainnya.

Ada banyak penjelasan soal persahabatan semacam itu. Misalnya, manusia kadang lebih percy kepd hewan daripada manusia, misalnya sebagai teman dalam bermain. Hewan diangap lebih fair, juga tak pernah marah. Dalam cerita soal permainan burung gelatik di Singaraja sekira tahun 1950-an itu, manusia mungkin menganggap burung sebagai media hiburan, selain karena burung itu memang cantik, juga karena manuver terbangnya yang bisa dijadikan tontonan.

Marta Borgi, penulis di Frontiers in Psychology sebagaimana dilansir The Healthy yang kemudian disiarkan Medcom.id. pernah melakukan penelitian mendalam pada hubungan manusia dan hewan. Ia mengungkapkan bahwa hewan peliharaan dapat membantu mengurangi perasaan isolasi sosial pada manusia.
 
Selain itu, menurut Borgi, hubungan dengan hewan memiliki karakteristik yang mirip dari hubungan manusia-manusia. Ada keintiman emosional, persahabatan, kepercayaan, kesetiaan, komitmen, kasih sayang, penerimaan, simpati, kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain, serta waktu yang dihabiskan bersama dan pemeliharaan ikatan pasangan setelah lama pemisahan.

Interaksi positif dengan hewan dapat memengaruhi fungsi kekebalan tubuh manusia. Ini akan memudahkan orang untuk pulih dari penyakit dan pada akhirnya memperpanjang umur manusia. [T][Ada][Editor:Ole]

Tags: balihewannostalgiapersahabatanSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi IGA Darma Putra | Kematian Siapa Hari Ini?

Next Post

Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co