3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
March 1, 2021
in Esai
Mari Menyambut Nyepi dengan Obor di Hati

Tak terasa beberapa hari lagi Hari Raya Nyepi tiba. Rangkaian Hari Raya Nyepi dimulai dari Upacara Melasti yang dilaksanakan 2 – 3 hari sebelum  Nyepi, yang bertujuan menyucikan diri melebur segala macam kotoran pikiran, perkataan dan perbuatan. Selain untuk membersihkan diri juga menyucikan benda sakral yaitu pratima yang diarak ke laut sebagai sumber air kehidupan.

Biasanya di daerah kami, waktu mamargi ke segara diatur sedemikian rupa agar lalu lintas tak terlalu padat. Setiap sekaa dari masing-mamsing Pura sudah menyiapkan pratima dan benda sakral lainnya di pinggir jalan untuk diarak menuju segara.

Setelah melasti, pratima, tombak dan benda suci lainnya distanakan di Pura Desa. Dulu pratima-pratima ini diusung menuju segara atau sungai. Namun seiring perkembangan jaman, sekarang pratima-pratima diletakkan di sebuah tempat yang diberi roda di bawahnya untuk memudahkan membawa menuju segara. Tempat yang diberi roda ini dinamakan jempana. Pratima, tombak dan benda sakral lainnya kemudian di-pendak/dijemput dari Pura Desa pada sore hari sebelum pengrupukan dimulai. Namun setiap daerah memiliki kebijakan lokal berbeda-beda.

Rangkaian Nyepi selanjutnya adalah Upacara Tawur Kesanga  yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Upacara ini memiliki makna membersihkan jagad Bhuana Alit dan Bhuana Agung agar hubungan tiga elemen (manusia, Tuhan dan alam) menjadi selaras dan seimbang. Upacara Tawur Agung Kesanga ini biasanya dilaksanakan pada pagi hari, lalu sore harinya masyarakat bersiap-siap untuk melaksanakan pengrupukan.

Di daerah kami, Kerobokan Badung, sebelum melakukan upacara pengrupukan, petang harinya ada tradisi megobog. Tradisi megobog merupakan pembersihan pekarangan rumah dari Buthakala atau hal-hal yang bersifat negatif.

Biasanya setiap keluarga, di rumah masing-masing melaksanakan tradisi megobog dahulu pada petang hari sebelum pengrupukan. Saya masih ingat betul. Waktu kecil, inilah saat yang kami tunggu-tunggu. Saya membawa danyuh (daun kelapa kering), yang disulut api, kakak membawa sapu lidi, bapak membawa obor dan ibu membawa tirta. Kedua adik membawa kentungan. Kami berkeliling rumah dengan semangat dan gembira. Saat kulkul atau kentungan dibunyikan, danyuh yang dihentak-hentakkan ke tanah, tirta dipercikkan dan sapu lidi digerak-gerakkan (seperti gerakan menyapu) di tanah. Demikianlah kami berkeliling pekarangan rumah mengusir bhuta kala.

Selanjutnya barulah kami bersiap-siap melaksanakan upacara pengrupukan, turut membawa obor, mengarak ogoh-ogoh banjar kami ke rute yang telah ditentukan.  Biasanya  setelah berkeliling, ogoh-ogoh diarak menuju catus pata desa. Di catus pata penonton sudah berkumpul dengan antusias menonton ogoh-ogoh, Suasana semakin semarak saat lagu ogoh-ogohnya Yan Bero mengalun. Semakin malam semakin semarak dan menyenangkan.

Pengenter acara, memandu ogoh-ogoh berputar mengelilingi catus pata sebanyak tiga kali. Baru bisa kembali ke banjar masing-masing. Ogoh-ogoh yang lain menunggu giliran dengan sabar dan tertib untuk berputar di catus pata desa. Biasanya setelah ogoh-ogoh diarak, ogoh-ogoh dibakar.  

Pembuatan ogoh-ogoh menghabiskan waktu kurang lebih sebulan. Anak-anak pun tak mau kalah. Mereka juga ikut membuat ogoh-ogoh.  Mereka sangat antusias turut serta meramaikan upacara pengrupukan.

Dulu kebanyakan ogoh- ogoh mengambil rupa raksasa. Namun sekarang lebih variatif. Bahkan pernah ada yang membuat ogoh-ogoh Spongebob Squarepants, Upin Ipin, dan lain-lain. Tokoh-tokoh kartun dan anime yang turut memeriahkan suasana pengrupukan ini membuat euforia dari kalangan anak-anak sangat besar.  Mereka turut berkreasi, merancang, membuat ogoh-ogoh dan mengarak ogoh -ogohnya.

Di beberapa sekolah, menjelang pengrupukan tiba, anak-anak TK merayakannya di sekolah dengan mengusung ogoh-ogoh mini yang disediakan sekolah dengan diiringi baleganjur yang juga dimainkan anak-anak. Mereka mengaraknya ke jalan di sekitar sekolah, lalu kembali ke sekolah. Meskipun sederhana, ini memberikan pengalaman yang amat mengesankan di hati anak-anak. 

Hingar bingar pangerupukan berlalu, tibalah Hari Raya Nyepi yang merupakan perayaan Tahun Baru Hindhu berdasarkan penanggalan/ kalender caka. Pada hari ini Umat Hindhu menyepi melaksanakan catur brata penyepian. Yang terdiri dari amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak berkarya/ bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak menikmati hiburan). Perayaan Tahun Baru Caka ini dilaksanakan dengan menyepi, berpuasa, mulat sarira, bukan dengan kembang api namun dengan perjalanan sunyi ke dalam diri. Untuk menjadi diri yang baru, yang lebih baik lagi.

Namun terhitung  sudah dua kali sejak tahun 2020, kita merayakan rangkaian Hari Raya Nyepi seperti melasti dan  pengrupukan dalam kesunyian. Merayakan rangkaian nyepi yang dibalut pandemi.  Yang paling terasa adalah saat melasti, tawur kesanga dan pangrupukan. Mau tak mau kita mesti beradaptasi dengan situasi kondisi, menghindari kerumunan dan menjalankan protokol kesehatan agar situasi tak memburuk.

Hari raya di masa pandemi memang membuat ada yang hilang di dalam hati. Namun selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa. Hari-hari dengan membatasi sosialisasi dalam masyarakat, memungkinkan kita untuk  melakukan hal lain, perjalanan ke dalam diri yang tak pernah selesai dan tetap menumbuhkan rasa syukur, tetap berjuang dan bertahan dalam situasi seperti ini.

Harapan kita semoga situasi segera membaik, agar bisa melasti dan mengarak ogoh-ogoh kembali seperti dulu. Akhir kata Selamat Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943. Mari  menyalakan obor dalam diri kita. Agar kita senantiasa eling,  memperbarui diri menjadi lebih baik lagi. [T]

Tags: baliHari Raya Nyepiogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nostalgia | Jalan-jalan Bawa Gelatik Pernah Ngetrend di Singaraja Tahun 1950-an

Next Post

Literasi Kritis | Kisah dari Sokola Institute

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Kritis | Kisah dari Sokola Institute

Literasi Kritis | Kisah dari Sokola Institute

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co