23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Primadona

Putra Setiawan by Putra Setiawan
March 29, 2020
in Cerpen
Primadona

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Cerpen Putra Setiawan []

Suasana Krematorium  Mumbul perlahan mulai sepi ditinggal pelayat. Satu per satu rekan almarhum Inez beranjak pergi meninggalkan petugas krematorium yang tengah mengais abu tulang Inez dari tungku kremasi. Abu mantan primadona lokalisasi di daerah Jangkong Lestari Kuta ini selanjutnya akan dibuang keluarganya di Pantai Nusa Dua.

***

Lokalisasi Jangkong Lestari malam itu semarak seperti biasanya. Puluhan pelacur tampak memenuhi berbagai sudut lokalisasi. Sebagian tampak berdiri di depan kamar menjajakan dirinya lengkap dengan janji “servis” yang akan diberikan. Sebagian lagi tampak duduk di warung kopi bercengkrama dengan pria hidung belang yang datang berkunjung diiringi lantunan house music.

“Hey liat tuh, Si Inez dibooking lagi. Asem, malam ini dia sudah ‘naik’ 5 kali dengan  langganan-langganannya. Tajir bener dia,” kata Ivon sambil menghisap rokok kretek kesukaannya. Ivon yang sudah beroperasi di lokalisasi ini selama 5 tahun merasa iri dengan Inez, debutan yang baru  bergabung dengan salah satu mami di lokalisasi ini 6 bulan lalu.

“Ah Ivon, kamu bawaannya kok repot and sewot gitu, ya biarin aja, setiap orang kan ada rejekinya masing-masing.  Kali aja Si Inez sekarang emang lagi naik daun dan laku,” kata Sofie, pelacur lainnya dengan bijak.

Semenjak beroperasi di lokalisasi Jangkong Lestari, Inez yang berwajah agak indo memang menjadi salah satu primadona di kawasan itu. Dengan tarif 100 ribu rupiah untuk short time, setiap malamnya Inez melayani 5 hingga 10 orang pelanggan. “Yah mumpung aku masih laku dan kuat melayani mereka,”kata Inez kepada Lince rekannya di Jangkong suatu waktu.

Salah satu pelanggan Inez yang paling setia adalah Pak Suryaningrat. Pria berumur 50 tahunan ini dari segi finansial memang berkecukupan. Sebagai salah seorang top manajer di sebuah bank pemerintah bonafid di Bali, Pak Surya tak merasa gengsi berkunjung ke lokalisasi Jangkong Lestari dan telah menjadi pelanggan setia Inez dalam tiga bulan terakhir.

Malam itu seperti biasa Pak Surya datang ke lokalisasi Jangkong Lestari untuk bertemu Inez. Lewat telpon genggam ia telah membooking Inez untuk kencan jam 8 malam. Kepada istrinya ia mengaku mengikuti rapat penting dengan dewan komisaris bank di sebuah hotel berbintang di kawasan Kuta.

“Hai darling, i miss you so much,” kata Pak Surya menggombal sambil memeluk Inez dengan ketat di kamarnya. Ciuman nafsu bertubi-tubi kemudian didaratkan ke wajah cantik Inez dan lehernya yang jenjang.

Meski kurang menyukai pria gendut berkepala botak ini, Inez terpaksa harus rutin melayani Pak Surya setidaknya tiga kali seminggu. Usai menggauli Inez, Pak Surya menyelipkan 2 lembar uang seratus ribuan yang masih kencang ke dalam genggaman tangannya. “ Aku pulang dulu ya, dua hari lagi aku akan datang menemuimu. I love you sexy,” kata Surya dengan genitnya.

Di mata Inez, Pak Surya sebenarnya salah satu pelanggan ideal yang berkantong tebal. Namun belakangan ini Inez mulai khawatir. Pak Surya mulai melibatkan perasaan dalam bisnis yang digelutinya. Tak jarang Pak Surya menyatakan keinginannya untuk menjadikan Inez sebagai istri simpanan. Pak Surya juga sudah sangat terbuka terhadap Inez, termasuk menceritakan berbagai penyimpangan yang dilakukan di bank tempatnya bekerja. Kepada Inez Pak Suryo mengaku telah mengkorup uang bank tempatnya bekerja hingga ratusan juta rupiah.

“Ah Pak Surya bercanda ya, saya cuman seorang pelacur, apa bapak tidak malu,” kata Inez sambil menghisap rokok putihnya dalam-dalam. Malam ini ia berkencan dengan Pak Surya hingga dua ronde. Usai berkencan, Pak Surya kembali menyampaikan keinginannya untuk menikahi Inez. Pak Surya mengatakan sudah sangat mencintai Inez dan tak akan membiarkan Inez terus berada di lembah hitam prostitusi.

“Jadi kamu menolak sayang?” kata Surya dengan mimik wajah serius. Ia merasa kecewa karena niatnya untuk menikahi wanita idamannya tidak kesampaian. “ Iya Pak Surya, saya hargai  betul niat baik bapak. Tapi biarlah saya tetap begini saja. Saya sudah cukup menikmatinya,” kata Inez.

Pak Surya melangkah gontai. Tak seperti biasanya malam itu ia meninggalkan lokalisasi Jangkong Lestari dengan lesu. Selama ini keinginanannya terhadap suatu hal selalu tercapai. Kali ini keinginannya tak terpenuhi. Ditolak oleh seorang pelacur. “Awas kau Inez, tak seorang pun bisa memperlakukanku dengan cara seperti ini. Kau belum tau siapa aku, Suryaningrat. Kamu juga sudah tahu terlalu banyak tentang diriku. Aku akan bikin perhitungan dengan kamu,” kata Pak Surya dalam hati.

Waktu masih menunjukkan pukul setengah 8 malam. Handphone keluaran terbaru milik Inez berdering. “ Halo darling, lagi ngapain nih, udah mandi belum?” kata Pak Surya di ujung telpon.

Inez heran, sudah dua minggu ini Pak Surya tidak datang ke tempatnya. Sudah dua minggu itu pula ia kehilangan salah satu pelanggannya yang paling setia dan loyal.

“Malam ini aku mau membooking kamu untuk long time. Gimana, bisa kan, Say?”kata Pak Surya dengan nafas mendengus. “Bisa aja Pak, tapi kalo dibawah jam 12 malam gini biasanya kena charge 1 juta. Gimana bapak mau gak?” ujar Inez.

“Okay no problem, aku bayar. Nanti kamu dijemput supirku si Jengki. Kamu tunggu aja di parkiran supermarket selatan komplex. Okay aku tunggu ya,” kata Pak Surya menutup pembicaraan.

“Eh liat tuh Si Inez, sore gini udah dapat bookingan longtime, emang tajir banget dia. Cepat kaya dia kalo gini terus,” kata Ivon sambi menghisap rokok kreteknya yang terakhir.

“Ah Ivon, kamu bisanya sewot aja ama temen. Kan Inez emang lagi tajir dan laku sekarang. Ya mbok kamu introspeksi diri dulu dengan tubuhmu yang gembrot itu, he he he,” ujar Sofie berkelakar.

Malam itu Inez tampil sexy. Tubuhnya yang putih mulus, tinggi, dan sintal dibungkus kaos putih ketat bergambar lambang grup musik rock n roll rollingstones dan celana jeans tigaperempat ketat mode termutakhir. Malam ini ia ingin all out melayani Pak Surya, langganan setia yang sudah tidak dijumpainya selama 2 minggu. Bergegas Inez menuju parkiran supermarket di selatan lokalisasi Jangkong.

Setelah menunggu 10 menit di parkiran, sebuah mobil sedan mewah produk Eropa berwarna hitam datang menghampiri Inez. “Kamu Inez ya? Saya diutus Pak Suryo untuk menjemput kamu, silakan naik,” kata supir sedan itu. Inez naik di kursi belakang dan sedan Eropa keluaran terbaru itu kemudian melaju kencang di By pass Ngurah Rai.

Di dalam sedan ternyata ada dua pria lainnya yang duduk di kursi depan dan belakang.

“Halo, kalian siapa ya, kok kita belum kenal. Kita mau kemana nih,” kata Inez membuka pembicaraan..

“Oh ya, nama saya Jack, dan pria di sebelahmu namanya Rony. Kita diminta Pak Surya untuk menyampaikan ini!!” hardik pria bernama Jack sambil menghunus sebilah pisau komando dan menghujamkannya ke tubuh Inez . Pria bernama Rony pun melakukan hal serupa terhadap primadona lokalisasi Jangkong Lestari itu. Inez tak bisa berkutik dan hanya bisa berteriak kesakitan d itengah derasnya hujaman pisau komando yang tajam ke tubuhnya………

Matahari belum muncul sepenuhnya di ufuk timur. Embun masih membasahi daun pepohonan taman di Bypass Nusa Dua. Bu Sari seperti biasa melakukan aktivitasnya sebagai tukang sapu di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung. Saat hendak membersihkan got di pinggir Bypass Ngurah Rai, mata Bu Sari tiba-tiba membelalak. Di dasar got tergeletak sesosok mayat wanita dengan darah membasahi sekujur tubuhnya. Mayat wanita berkulit putih dan bertubuh sintal itu mengenakan celana jeans tigaperempat ketat dan kaos putih berlogo rolling stones yang kini merah oleh darah amis. [T]

Tags: Cerpen
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

LPD, Pahlawan Kaum Marjinal

Next Post

Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Putra Setiawan

Putra Setiawan

Wartawan

Related Posts

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails
Next Post
Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co