24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Balas Dendam

tatkala by tatkala
March 17, 2020
in Cerpen
Balas Dendam

Cerpen: Kris Alexsandro

Menjelang SMP, aku selalu dipaksa ibu dan ayah harus masuk SMP negeri yang favorit dengan ancaman tidak akan disekolahkan jika tidak masuk, Jenjang SMA aku harus mengambil jurusan IPA yang awalnya aku lebih menyukai jurusan IPS untuk menghindari angka karena sejak SD aku selalu tidak bisa matematika, dan saat ingin berkuliah pun aku juga dipaksa mengambil program studi yang sebelumnya tidak aku pahami sama sekali.

Pada suatu peristiwa yang lain, aku heran dengan ibu dan ayah. Mereka senang jika aku aktif  dalam bermusik dan wajah mereka selalu memberi dukungan pada saat aku tampil nanti sama halnya pada saat aku pelayanan di gereja dalam bentuk bermusik mereka seperti mendukungku dan selalu menilai permainanku jika ada yang kurang bagus.

Detik-detik kelulusan SMA, aku telah memikirkan matang-matang masa depanku. Di silah terjadi beda pandangan antara ibu dan ayah.

Aku ingin melanjutkan dan terjun ke dunia seni tapi pandangan ibu mencegah niatku. Satu-satunya yang mendukung niatku hanyalah ayah. Ayah seorang lulusan seni musik, musisi, dan keahlian yang aku dapatkan itu dari ayah namun ayahku selalu berkata kepadaku

“Kalau niat jangan tanggung. Kalau basah jangan hanya basah setengah, ya mandi sekalian!”

Lambat laun, aku senang dan merasa nyaman dengan yang namanya seni, terutama seni musik. Sehingga aku memilih untuk melanjutkan kuliah seni musik, mencoba sendiri sehingga harus pergi dengan dendam dari rumah dan berhenti berkonsultasi dengan orang tua tentang masalah apa yang harus dilakukan atau jurusan apa yang harus kuambil.

Ibu ialah guru SD yang menolak dengan keras  keinginanku. Aku juga kaget ketika ibu bersikeras dan bilang kepadaku, “Kamu mau jadi apa dari jurusan itu?”

“Kamu gak bisa makan dari pekerjaan dan mau berapa lama waktu yang nanti kamu gunakan agar sukses seperti yang kamu impikan, hah?” kata ibu. “Liat bapakmu dia dari orang musik tapi nyatanya dia tidak menjadi seorang musisi yang dahulu bapakmu itu orang pintar sekali dalam bernada,” lanjutnya.

Setelah ibu berkata seperti itu, aku lalu menoleh ke arah wajah ayah. Ia terlihat malu dan sedih ketika ibu berbicara seperti itu ke diriku dan aku menyauti perkataan ibukku.

 “Itu kan kisah ayah. Aku berbeda dengan ayah. Yang membuat ayah gagal itu karena orang tuanya dulu juga  melarang keras ia bermusik. Apakah ibu juga mau membuat aku gagal dengan kejadian yang sama dengan ayah?”

 Dan apakah aku harus selalu nurut dengan orang tua? Hanya karena mereka selalu bilang bahwa alasannya itu baik untuk masa depan anaknya?

Aku iri dengan temanku yang di dukung oleh orang tuanya dengan kemampuan yang ia punya dan harus belajar dari awal yang tidak aku ketahui sama sekali

Setelah aku lama bertengkar dengan orang tuaku aku sudah memikirkan bagaimana di jenjang kuliah ini aku bisa mendapat dukungan dalam menjalani perkuliahan nanti tanpa ada permasalahan batin yang dirasakan, selama aku bekerja dan tidak tinggal di rumah orang tuaku akan tetapi aku kost di daerah Jakarta dan bekerja di salah toko baju.

Selama bekerja aku mendapat hal yang baru yaitu menyukai cara kerja dengan teknologi digital. Misalnya di toko itu aku sering belajar cara mendesain baju dengan teknologi digital, hingga melakukan penjualan melalui media digital. Dan selama 9 bulan aku menjalani pekerjaan tersebut aku mulai mengerti dan menyukai hal-hal berbau digital dan aku mencoba memutuskan bagaimana menggabungkan teknologi dengan pendidikan, sehingga aku mungkin bisa menjadi apa saja, misalnya menjadi PNS seperti yang ibuku mau.

Aku memang pendendam. Tapi aku selalu memikirkan bagaimana membuat ibu tidak marah dan mendukungku. Hingga kupilih untuk tidak menyakiti perasaan orang tua, sehingga aku memilih untuk melanjutkan kuliah bidang teknologi yang digabungkan dengan bidang pendidikan, dan memilih kampus yang jauh dari orang tua. Selain ingin mencari pengalaman, aku juga tetap masih dendam akibat dilarang ini-itu di masa lalu.

Aku mengembangkan diri dan membuktikan diri bisa berkembang di teknologi namun memikirkan juga agar tidak meninggalkan dunia musikku. Aku mulai dari mengikuti berbagai kegiatan kampus dari organisasi. Menambah pengalaman dan sampai pada akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan hobi yang awalnya tertunda yaitu tampil di depan umum bermain musik, sampai masuk komunitas seni, bertemu dengan orang yang memiliki pandangan bahkan latar belakang yang sama.

Semua pengalaman itu menjadikan aku bisa memahami kondisi di mana diriku yang sebelumnya selalu beranggapan guru itu bukan passion-ku,  kini benar-benar sadar akan keinginan dan tujuanku. Masa depanku akan kuraih tanpa menyakiti perasaan orang tuaku. Dan aku ingin membuktikan bahwa kuliah di bidang teknologi akan bisa digabungkan dengan kegiatan seni yang aku ikuti di luar kampus.

Banyak tampil dari kegiatan satu ke kegiatan lainnya dan dari pangggung ke panggung, sudah cukup membuatku meningkatkan rasa percaya diri namun aku sadar kalau bermusik sekarang bukan untuk menjadi terkenal dan banyak uang. Akan tetapi aku sudah mulai merasa bahwa ketika bermusik bisa membuat aku lebih tenang.

Melalui musik dan lagu yang sudah aku ciptakan bisa menjadi pelampiasan rasa resah, sama halnya aku melampiaskannya ke dalam permainan musik di atas panggung. Aku sadar bahwa aku akan lebih bebas lagi menciptakan lagu. Sesuai dengan karakter diriku, kebebasan itu kemudian membuatku bebas juga berpikir. Seiring berjalan waktu, kegiatanku di kampus berjalan normal dan aku juga bisa membuka sebuah bisnis toko baju di daerah Jakarta. Aku yang khusus mendesain baju itu.

Dendam kepada ibu justru membuatku jadi bebas, termasuk bebas memilih masa depanku. Mau jadi pemusik, guru, atau pebisnis. Setelah sekian lama aku menjalani bisnis sampai aku lulus S1, aku semakin punya banyak waktu untuk menjalani bisnisku, Lalu setelah aku lulus kuliah aku fokus untuk menjadi businessman. Bisnis yang kujalani sejak kuliah, kini sudah mulai besar. [T]

*Cerpen ini hasil workshop penulisan cerpen sehari dalam acara Mahima March March March, 14 Maret 2020 di Rumah Belajar Komunitas Mahima.

____

Kris Alexsandro, mahasiswa Prodi Teknologi Pendidikan, Undiksha, Singaraja

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Tiada

Next Post

Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails

Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
March 27, 2026
0
Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

AKU menatap layar laptop yang kosong. Luas, sunyi, dan membuat kepala terasa berdenyut. Kursor berkedip di pojok kiri atas dokumen,...

Read moreDetails

Umpan | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
March 22, 2026
0
Umpan | Cerpen Putri Harya

Aku tidak merasa melanggar norma. Aku juga tidak sedang melakukan dosa. Aku hanya mengusahakan takdirku dengan meniru apa yang sering...

Read moreDetails

Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
March 21, 2026
0
Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

DI kepalaku masih terngiang-ngiang oleh frasa nomina sayur bening dan lele goreng yang keluar dari mulut Darmuji. Sepertinya, itu merupakan...

Read moreDetails

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
0
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

Read moreDetails
Next Post
Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co