23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Balas Dendam

tatkala by tatkala
March 17, 2020
in Cerpen
Balas Dendam

Cerpen: Kris Alexsandro

Menjelang SMP, aku selalu dipaksa ibu dan ayah harus masuk SMP negeri yang favorit dengan ancaman tidak akan disekolahkan jika tidak masuk, Jenjang SMA aku harus mengambil jurusan IPA yang awalnya aku lebih menyukai jurusan IPS untuk menghindari angka karena sejak SD aku selalu tidak bisa matematika, dan saat ingin berkuliah pun aku juga dipaksa mengambil program studi yang sebelumnya tidak aku pahami sama sekali.

Pada suatu peristiwa yang lain, aku heran dengan ibu dan ayah. Mereka senang jika aku aktif  dalam bermusik dan wajah mereka selalu memberi dukungan pada saat aku tampil nanti sama halnya pada saat aku pelayanan di gereja dalam bentuk bermusik mereka seperti mendukungku dan selalu menilai permainanku jika ada yang kurang bagus.

Detik-detik kelulusan SMA, aku telah memikirkan matang-matang masa depanku. Di silah terjadi beda pandangan antara ibu dan ayah.

Aku ingin melanjutkan dan terjun ke dunia seni tapi pandangan ibu mencegah niatku. Satu-satunya yang mendukung niatku hanyalah ayah. Ayah seorang lulusan seni musik, musisi, dan keahlian yang aku dapatkan itu dari ayah namun ayahku selalu berkata kepadaku

“Kalau niat jangan tanggung. Kalau basah jangan hanya basah setengah, ya mandi sekalian!”

Lambat laun, aku senang dan merasa nyaman dengan yang namanya seni, terutama seni musik. Sehingga aku memilih untuk melanjutkan kuliah seni musik, mencoba sendiri sehingga harus pergi dengan dendam dari rumah dan berhenti berkonsultasi dengan orang tua tentang masalah apa yang harus dilakukan atau jurusan apa yang harus kuambil.

Ibu ialah guru SD yang menolak dengan keras  keinginanku. Aku juga kaget ketika ibu bersikeras dan bilang kepadaku, “Kamu mau jadi apa dari jurusan itu?”

“Kamu gak bisa makan dari pekerjaan dan mau berapa lama waktu yang nanti kamu gunakan agar sukses seperti yang kamu impikan, hah?” kata ibu. “Liat bapakmu dia dari orang musik tapi nyatanya dia tidak menjadi seorang musisi yang dahulu bapakmu itu orang pintar sekali dalam bernada,” lanjutnya.

Setelah ibu berkata seperti itu, aku lalu menoleh ke arah wajah ayah. Ia terlihat malu dan sedih ketika ibu berbicara seperti itu ke diriku dan aku menyauti perkataan ibukku.

 “Itu kan kisah ayah. Aku berbeda dengan ayah. Yang membuat ayah gagal itu karena orang tuanya dulu juga  melarang keras ia bermusik. Apakah ibu juga mau membuat aku gagal dengan kejadian yang sama dengan ayah?”

 Dan apakah aku harus selalu nurut dengan orang tua? Hanya karena mereka selalu bilang bahwa alasannya itu baik untuk masa depan anaknya?

Aku iri dengan temanku yang di dukung oleh orang tuanya dengan kemampuan yang ia punya dan harus belajar dari awal yang tidak aku ketahui sama sekali

Setelah aku lama bertengkar dengan orang tuaku aku sudah memikirkan bagaimana di jenjang kuliah ini aku bisa mendapat dukungan dalam menjalani perkuliahan nanti tanpa ada permasalahan batin yang dirasakan, selama aku bekerja dan tidak tinggal di rumah orang tuaku akan tetapi aku kost di daerah Jakarta dan bekerja di salah toko baju.

Selama bekerja aku mendapat hal yang baru yaitu menyukai cara kerja dengan teknologi digital. Misalnya di toko itu aku sering belajar cara mendesain baju dengan teknologi digital, hingga melakukan penjualan melalui media digital. Dan selama 9 bulan aku menjalani pekerjaan tersebut aku mulai mengerti dan menyukai hal-hal berbau digital dan aku mencoba memutuskan bagaimana menggabungkan teknologi dengan pendidikan, sehingga aku mungkin bisa menjadi apa saja, misalnya menjadi PNS seperti yang ibuku mau.

Aku memang pendendam. Tapi aku selalu memikirkan bagaimana membuat ibu tidak marah dan mendukungku. Hingga kupilih untuk tidak menyakiti perasaan orang tua, sehingga aku memilih untuk melanjutkan kuliah bidang teknologi yang digabungkan dengan bidang pendidikan, dan memilih kampus yang jauh dari orang tua. Selain ingin mencari pengalaman, aku juga tetap masih dendam akibat dilarang ini-itu di masa lalu.

Aku mengembangkan diri dan membuktikan diri bisa berkembang di teknologi namun memikirkan juga agar tidak meninggalkan dunia musikku. Aku mulai dari mengikuti berbagai kegiatan kampus dari organisasi. Menambah pengalaman dan sampai pada akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan hobi yang awalnya tertunda yaitu tampil di depan umum bermain musik, sampai masuk komunitas seni, bertemu dengan orang yang memiliki pandangan bahkan latar belakang yang sama.

Semua pengalaman itu menjadikan aku bisa memahami kondisi di mana diriku yang sebelumnya selalu beranggapan guru itu bukan passion-ku,  kini benar-benar sadar akan keinginan dan tujuanku. Masa depanku akan kuraih tanpa menyakiti perasaan orang tuaku. Dan aku ingin membuktikan bahwa kuliah di bidang teknologi akan bisa digabungkan dengan kegiatan seni yang aku ikuti di luar kampus.

Banyak tampil dari kegiatan satu ke kegiatan lainnya dan dari pangggung ke panggung, sudah cukup membuatku meningkatkan rasa percaya diri namun aku sadar kalau bermusik sekarang bukan untuk menjadi terkenal dan banyak uang. Akan tetapi aku sudah mulai merasa bahwa ketika bermusik bisa membuat aku lebih tenang.

Melalui musik dan lagu yang sudah aku ciptakan bisa menjadi pelampiasan rasa resah, sama halnya aku melampiaskannya ke dalam permainan musik di atas panggung. Aku sadar bahwa aku akan lebih bebas lagi menciptakan lagu. Sesuai dengan karakter diriku, kebebasan itu kemudian membuatku bebas juga berpikir. Seiring berjalan waktu, kegiatanku di kampus berjalan normal dan aku juga bisa membuka sebuah bisnis toko baju di daerah Jakarta. Aku yang khusus mendesain baju itu.

Dendam kepada ibu justru membuatku jadi bebas, termasuk bebas memilih masa depanku. Mau jadi pemusik, guru, atau pebisnis. Setelah sekian lama aku menjalani bisnis sampai aku lulus S1, aku semakin punya banyak waktu untuk menjalani bisnisku, Lalu setelah aku lulus kuliah aku fokus untuk menjadi businessman. Bisnis yang kujalani sejak kuliah, kini sudah mulai besar. [T]

*Cerpen ini hasil workshop penulisan cerpen sehari dalam acara Mahima March March March, 14 Maret 2020 di Rumah Belajar Komunitas Mahima.

____

Kris Alexsandro, mahasiswa Prodi Teknologi Pendidikan, Undiksha, Singaraja

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Tiada

Next Post

Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails
Next Post
Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co