24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Idealisme, Politik dan Lain-lain – Obrolan Mewah di Warung Desa

Bramasta Wira Bumi by Bramasta Wira Bumi
February 2, 2018
in Opini

Foto: Ray

BERBICARA sebagai orang awam, sembari turut menilai fenomena dan paradigma tentang berbagai hal yang terjadi di masyarakat, tentu dengan guyonan ringan ditambah dengan sruputan kopi hitam dan pisang goreng di warung, adalah hal paling menyenangkan. Hal menyenangkan yang pernah dilewati oleh orang desa seperti aku.

Duduk di warung, sangat sedikit dari kami mengerti dan paham ketika mendengar kata kata sejenis idealisme, politik, dan hal sejenisnya. Sebagaimana obrolan warung, kami biasa bicara tentang hal-hal yang mudah dipahami, misalnya tentang lingkungan kami sendiri.

Tentang bebek, tentang sawah, tegalan, jukut-jukutan, jenis-jenis lawar, dan hal-hal yang memang kami ketahui dengan pasih. Kata-kata yang berliweran di mulut kami adalah kata ngayah, nguopin, maang ngamah celeng, ngelawar, ngae jukut dan sejenisnya.

Kebanyakan orang nyaman dengan hal seperti dan mendambakan suasana semacam itu di kehidupannya. Mengobrol bebas tanpa beban, ngobrol kangin-kauh dan bercengkrama satu sama lainnya tanpa kenal waktu.

Tapi zaman berubah. Kata-kata baru mulai masuk dalam obrolan warung. Yang paling kerap muncul adalah obrolan tentang politik. Ini karena saking seringnya masyarakat di hadapkan pada fenomena politik. Pilkada Bupati, Pemilu Legislatif, Pilkada Gubernur, Pemilihan Presiden, bahkan hingga pemilihan perbekel, kepala dusun dan klian subak dimasuki unsur-kata-kata politik yang tak banyak diketahui masyarakat.

Kalau pun terjadi obrolan, istilah-istilah politik itu diucapkan dengan gagap, tidak percaya diri dan kadang sok tahu.

Hari itu terasa dingin menusuk tulang dan waktu sudah menunjukan pukul 20.30 wita.  Kami berkumpul di warung, di tepi jalan, sambil menonton siaran TV lokal yang memang sering disetel oleh masyarakat desa kami. Karena mungkin TV menyiarkan berita lokal dengan bahasa Indonesia dan bahasa Bali.

Di TV itu sering tampak sosok berpakaian adat Bali dan terlihat sangat berwibawa berbicara di depan presenter. Siapa yang tidak merasa kagum dengan sosok ini? Seseorang yang dengan lantang turut menegakkan Ajeg Bali kendati suaranya baru terdengar beberapa waktu lalu.

Ia dengan lantang menolak Reklamasi Teluk Benoa kendati baru beberapa bulan belakangan. Tampak juga di TV sosok ini ikut turun ke jalanan kendati baru beberapa minggu ini. Sosok ini jadi sangat terkenal, apalagi sering memposting segala aktivitasya di media sosial.

Kami sering membicarakan tokoh tersebut, tentu juga tokoh-tokoh lain. Pembicaraan lebih banyak mengarah pada soal-soal politik. Karena, orang yang tiba-tiba sering tampak di TV, media sosial dan pada berita-berita berbayar di koran-koran, memang sering dikait-kaitnya dengan keinginan untuk menjadi Bupati, Gubernur atau anggota DPR.

Malam itu, di warung, tiba-tiba datang teman kami, sebut saja Komang, dengan membawa Iphone 5s barunya. Ia bermain facebook di hadapan kami. Seperti melihat emas, kami yang di warung langsung mendekati Komang untuk melihat handphone yang dia bawa.

Komang yang merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri memang memiliki pergaulan yang berbeda dengan kami. Kami yang setiap hari hanya bermain di sawah, sungai dan peternakan, sementara Komang bergaul dengan orang-orang penting di perkotaan.

Sesaat ketika sedang memperhatikan handphone Komang, kami kembali menemukan pampangan foto seorang sosok yang baru saja kami saksikan di TV. Orang yang suka berpakaian adat Bali itu.

Spontan saja kami langsung membicarakannya. Salah satu dari kami bahkan berkata, ”Wah ini pasti orang terkenal, pasti calon gubernur ini.”

Aku juga sangat setuju dengan dugaan itu, mengingat kemampuan bicara sosok itu, wibawanya dan tentu style-nya yang sangat keren. Kami terheran-heran dan tampak sangat kagum.

Namun Komang hanya tersenyum saja. Kami heran kenapa Komang tak tampak kagum. Ah, tentu saja karena kami memiliki pengetahun dan pergaulan yang berbeda. Kami di kampung biasa terbius hanya dengan melihat di TV. Tapi Komang pasti mengetahuinya secara langsung.

Saat itu Komang hanya tertawa.  Menurut Komang, orang yang kami bicarakan ini memang orang penting. Orang yang sering memberikan masukan kepada pemerintah dalam berbagai permasalahan. Memiliki idealisme yang sangat tinggi pada Bali.

Namun karena diduga punya kepentingan secara politik, ia sering melakukan pembelaaan terhadap Bali secara berlebihan hanya untuk menarik simpati. Misalnya dengan cara mendeskreditkan sebuah golongan minoritas di depan publik. “Mengingat gelar yang dia miliki rasanya sedikit kurang pantas untuk mengumbar permasalahan yang lagi merupakan permasalahan yang sensitif terkait dengan ras, agama dan golongan,” kata Komang.

Gerakan yang diusung memang terkesan mengutamakan Bali bahkan tak jarang sangat mendukung rakyat miskin. Namun disisi lain pula juga ia lupa bahwa Bali terdapat dalam bingkai NKRI yang harus tetap dijaga dan dipegang keutuhannya.

Idealisme yang ia pegang memang sangat teguh tapi tak ayal terasa mengidealkan idealisme yang dipegang. “Prinsip atau idealisme yang dijalankan tanpa mau mendengar pendapat orang lainnya apakah dapat disebut pemimpin yang memiliki idealisme yang sejalan dengan masyarakat dalam bingkai NKRI?” kata Komang.

Idealnya, menurut Komang, idealisme yang baik adalah idealisme yang dapat mencakup kepentingan masyarakat luas terlebih lagi kepentingan seluruh bangsa, bukan hanya kepentingan sebuah golongan atau ras dan agama.

Maka itu, mengidealkan idealisme bukanlah jawaban yang tepat untuk menjawab sebuah tantangan menjadi seorang pemimpin. Tapi idealisme yang mendekati ideal-lah yang terbaik dimiliki oleh seorang pemimpin sehingga pemimpin memiliki batasan yang jauh berbeda dengan pemimpi.

Kami, orang-orang desa di warung desa, hanya manggut-manggut saja. Syukur sekali kami memiliki teman yang memiliki pengetahuan dan pergaulan yang cukup luas.  Jika tidak, kami bisa menjadi korban kampanye terselubung dari siaran TV, berita di koran, atau status-status di media sosial.

Malam dingin itu pun tiba tiba berubah perlahan menjadi lebih hangat dengan beberapa buah pikiran yang terus terngiang di kepala kami untuk mencoba menelaah kembali calon bahkan wakil-wakil rakyat yang sudah  kami pilih dalam perhelatan politik sebelumnya.

Namun pada akhirnya komang mengatakan, “Menurut Tan Malaka, kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda adalah idealism. Namun apakah hal ini juga berlaku bagi yang sudah bukan lagi pemuda?”

Malam itupun kami tertawa hingga lupa bahwa jam telah larut dan memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing dengan bekal pemikiran yang cukup berat. (T)

Tags: desamedia sosialPolitik
Share63TweetSendShareSend
Previous Post

Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter

Next Post

Mengurus Hidup, Merawat Mati, di Bali

Bramasta Wira Bumi

Bramasta Wira Bumi

Bernama lengkap Ida Bagus Made Bramasta Wira Bumi. Pemuda tambun dengan kulit coklat, rambut ikal dan senyum menawan. Sedang kuliah di S1 Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post

Mengurus Hidup, Merawat Mati, di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co