25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Caption

Putri Handayani by Putri Handayani
June 9, 2019
in Cerpen
Caption

Ilustrasi diolah dari lukisan IB Pandit Parastu

Cerpen: Putri Handayani

“Cinta tidak datang pada ia yang diam, cinta datang pada ia yang mengejar. Setuju semeton?”

Kemudian, jemarinya lincah mengetik banyak tagar agar semakin banyak yang membaca unggahannya. Sepasang matanya menyapu kata per kata agar bersih dari typo sebelum mengunggah gambar beserta caption itu di akun Instagram sebuah portal kabar tempatnya bekerja. Sejenak admin perempuan itu mendengus, memprediksi balasan apa yang akan diterimanya esok.

Semalaman admin perempuan itu tak bisa tidur nyenyak akibat memikirkan kejutan kecil apa yang akan dibacanya di salah satu gambar yang baru. Sedari pukul 6 dini hari, tangan kanannya secara otomatis meraih ponsel yang diletakkan di atas meja. Mengecek, ada ‘kabar’ apa kali ini. Tidak juga ada postingan baru. Ponsel diletakkan lagi. Sejam berikutnya, hal sama diulangi, hingga si perempuan terlelap tak sadar dengan ponsel di genggaman. Sebuah gambar dan caption baru akhirnya terunggah pada pukul 8 pagi.

Pukul 9 pagi admin perempuan terjaga. Spontan ia meraih ponsel yang tertimbun selimut. Membuka Instagram dan menemukan sebuah gambar layangan putus.

“Mengejar cinta seperti mengejar layangan putus. M e l e l a h k a n.”

Si admin perempuan tersenyum geli, sadar kodenya terbaca. Jempol kanannya membuka kolom komentar yang telah berjumlah ratusan itu. Dibacanya satu per satu, banyak yang sependapat, banyak pula yang menyanggah pernyataan si penulis caption. Ia cukup puas. Diletakkannya kembali ponsel itu di kasur, lalu ia bangkit dan melenggang ke kamar mandi.

Di kantor, admin perempuan bekerja dengan 2 admin pria lainnya. Mereka bertegur sapa seperti biasa tanpa saling bertanya hal janggal atau kode yang berarti. Makan bersama saat istirahat siang, bahkan bergosip bersama, semua dilalui bersama tanpa memasang raut curiga. Curiga barangkali hanya urusan diri sendiri dan hati masing-masing. Mereka bertiga adalah tipikal orang yang tidak banyak bicara soal kehidupan pribadi.

Di sisi lain, seorang admin pria – sebut saja admin pria pertama – rupanya beberapa minggu ini sedang gelisah. Belakangan ini, didapatinya portal kabar sudah seperti buku harian dengan gambar-gambar aneh dan caption yang seperti bersahutan. Tentu ia tahu siapa saja pelakunya, hanya ada 3 admin di portal kabar ini. Akan tetapi, ia memilih bungkam, bersikap seolah tidak menggubris keduanya sambil diam-diam menyalin caption-caption itu dalam note ponselnya.

“Akun portal berita saat ini sudah bergeser fungsinya. Tidak lagi mengabarkan kecelakaan, bencana, atau fenomena alam, tetapi hanya jadi pelampiasan curhat bagi para adminnya.” Tulis admin pria pertama untuk sebuah gambar yang diunggahnya kali ini.

Caption itu dibaca oleh admin perempuan. Alisnya mengernyit sambil mengira-ngira admin pria mana yang berceloteh sepedas itu. Dipikirannya terlintas wajah admin pria kedua. Rasa kesal tak terbendung lagi dari dadanya. Segala sumpah serapah terkulum di rongga mulut si admin perempuan pada admin pria kedua yang menurutnya iri pada kode-kode mereka. Sesegera mungkin ia membalasnya dengan tak kalah pedas.

“Dalam hidup, manusia akan selalu dihadapkan pada orang-orang dengan rasa iri di dadanya. Tag teman semeton yang suka iri!”

Admin pria kedua membacanya. Sadar ada yang tidak beres, ia lalu mencoba menetralisir suasana dengan tetap konsisten membalas kode di admin perempuan tanpa ikut campur dalam kegaduhan.

“Saat kau terlalu rapuh, pundak siapa yang tersandar? Tangan siapa yang tak melepas? Kuyakin aku…”

Sebuah video bertemakan sunset terunggah dengan beberapa potong lirik lagu milik Fiersa Besari.

Beberapa jam berlalu. Admin pria kedua kembali mengecek ponselnya, apakah ada balasan dari seberang. Ternyata ada. Potongan lirik lagu itu disambung, terunggah dengan sebuah potongan video matahari terbit di celah pegunungan.

“Bahkan saat kau memilih pergi meninggalkan aku. Tak pernah lelah menanti karena kuyakin kau akan kembali…”

Admin pria kedua tersenyum simpul.

Admin perempuan tersenyum puas di antara selimut tebal yang membalutnya. Tidak sabar menanti hari esok dan hari-hari selanjutnya untuk menebar kode yang lebih banyak. Sebuah permainan telah tercipta dalam pikiran mereka. Awalnya, semata hanya untuk berdamai dengan rasa bosan dari hiruk-pikuk pekerjaan, namun tampaknya mulai timbul rasa lain yang bernama nyaman. Hanya saja, rasa nyaman itu belum beralamat. Namun, si admin perempuan tahu alamat mana yang akan dituju.

Sementara, admin pria pertama bergidik sambil menahan perut mual membaca bualan demi bualan di layar ponselnya. Kesabarannya sudah tak tertahankan lagi. Ia berniat untuk membeberkan semuanya pada atasan saat rapat esok hari.

Sebelum ke kantor, admin pria pertama singgah dulu ke pom bensin karena tangki motornya kosong. Sambil menunggu petugas mengisi tangki bensinnya, pria itu refleks merogoh saku celana dan meraih ponselnya. Saking biasanya bekerja dengan ponsel, tangannya sudah terprogram tanpa aba-aba. Ponsel dinyalakan. Entah dari mana datangnya percikan api, ledakan pun tak terelakkan.

Di meja rapat, admin pria kedua dan admin wanita saling bertatapan. Admin pria kedua tersenyum, namun admin perempuan tidak membalasnya, malah menatapnya dingin. Admin pria kedua pun salah tingkah dan kebingungan. Padahal dalam permainan caption itu ia merasakan energi admin perempuan sangat dekat. Namun, kini sangat berbeda. Ia ingin memulai percakapan dan mengatakan yang sejujurnya soal si penulis caption yang saban hari diajaknya berduet, tapi tak ada sedikit pun nyali.

Dalam hati, admin perempuan sedang gelisah, mengapa admin pria pertama tidak kunjung tiba padahal sebentar lagi rapat dimulai. Ia melirik atasan yang sudah siap dengan laptop di hadapannya. Yang terpenting ternyata bukan rapat itu, melainkan sebuah kejujuran yang akan segera tersampaikan pada alamat yang tepat hari ini.

Alih-alih membunuh waktu, kedua admin itu sama-sama membuka ponsel. Pada layar masing-masing tersiar kabar dari portal tetangga tentang sebuah insiden ledakan di sebuah pom bensin yang menelan korban jiwa. Betapa terkejutnya si admin perempuan ketika tahu bahwa yang menjadi korban ledakan itu adalah admin pria pertama.

Pesan itu kehilangan alamatnya. [T]

Tags: Cerpen
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Next Post

Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Putri Handayani

Putri Handayani

Bernama lengkap Desak Ketut Putri Handayani. Lahir di Klungkung. Adalah penulis pemula yang punya niat besar untuk terus berkembang

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co