24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
in Panggung
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Lomba Baca Puisi di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi. Bukan lagi tempat diskusi formal, melainkan ruang perjumpaan antara remaja dan puisi. Satu per satu peserta berdiri di depan mikrofon, selembar kertas di tangan, napas ditata sebelum larik demi larik mengalir. Di hadapannya, dewan juri menyimak tanpa berkedip. Di kursi-kursi belakang, peserta lain menunggu giliran dengan raut tegang bercampur harap.

Hari itu, adalah pelaksanaan Lomba Baca Puisi tingkat SMP/MTs se-Provinsi Bali, bagian dari Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI, serangkaian HUT Kesbam ke-17. Sebanyak 25 peserta ambil bagian dalam kompetisi ini. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 Desember hingga 31 Januari, sementara kompetisi dilaksanakan pada 10 Februari 2026, pukul 09.00 WITA dalam suasana yang tertib dan hangat.

Tahun ini, format lomba menghadirkan tantangan berbeda. Setiap sekolah diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu peserta. Masing-masing peserta wajib membacakan dua puisi: satu puisi berbahasa Indonesia dan satu puisi berbahasa Bali. Dari total lima puisi yang telah dikurasi untuk masing-masing bahasa, peserta bebas memilih satu judul. Waktu maksimal 15 menit diberikan untuk membacakan keduanya.

Lomba Baca Puisi di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Empat aspek penilaian menjadi fokus dewan juri: penafsiran, penghayatan, vokal, serta totalitas penampilan dari awal hingga akhir. Tiga juri yang mengawal jalannya penilaian adalah I Gede Aries Pidrawan, S.Pd., M.Pd., I Wayan Esa Bhaskara, S.Pd., dan Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S. ─ guru Kesbam sekaligus koordinator lomba.

Menurut Mohammad Hasbi Romadhoni, kesan pertama terhadap para peserta sangat positif. “Para peserta sangat lihai dalam membacakan puisi, terkhusus pembacaan bahasa Indonesia. Pemilihan puisinya sudah sangat tepat dan padu. Ini kebanggaan mendalam bagi kami para juri karena menemukan generasi muda masih getol dan aktif mencintai dunia sastra dan kepenyairan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penambahan puisi berbahasa Bali menjadi langkah penting dalam perhelatan tahun ini. “Kami menambahkan puisi berbahasa Bali dalam rangka momentum perayaan Bulan Bahasa Bali. Kami sangat mengapresiasi Kesbam yang peduli terhadap hal tersebut. Banyak sekolah tidak merayakan Bulan Bahasa Bali, apalagi mengolaborasikannya dengan ulang tahun sekolah. Ini langkah unik dan menarik,” kata Hasbi.

Lomba Baca Puisi di KAC VI│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Dalam proses kurasi puisi, Hasbi mengakui mendapat tantangan tersendiri. Untuk puisi bahasa Indonesia, ia menyusun sepuluh judul awal sebelum akhirnya dipilih lima puisi terbaik setelah berdiskusi dan meminta masukan dari gurunya, Wayan Jengki Sunarta. Sementara untuk puisi bahasa Bali, proses kurasi dilakukan bersama I Made Sunaryana, S.Pd., selaku Ketua Panitia KAC VI dan pengajar Bahasa Bali di Kesbam.

Di atas panggung, dinamika pilihan puisi pun menjadi catatan tersendiri. Mayoritas peserta perempuan memilih puisi ‘Calonarang’ karya Pranita Dewi. Sementara hanya satu peserta laki-laki yang tampil dalam lomba ini. Dua puisi bahasa Indonesia, yakni ‘Mesin Tik’ karya Wayan Jengki Sunarta dan ‘Museum’ karya Frans Nadjira, tidak dipilih sama sekali.

“Puisi Calonarang sebenarnya sulit dibawakan karena karakternya sangat melekat pada penciptanya. Kami bersyukur karena dibawakan dengan berbagai gaya dan penafsiran berbeda, walau ada yang masih menduplikasi cara pembacaan penyairnya. Saya selalu menekankan, saat membaca puisi jangan berlarut seperti penciptanya. Setiap orang punya ciri khas, tapi tetap harus membawakan puisi sebagaimana puisi ingin dibawakan, bukan semau kita,” jelas Hasbi.

Evaluasi oleh para juri ─ dari kiri ke kanan: Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., I Gede Aries Pidrawan, S.Pd., M.Pd., dan I Wayan Esa Bhaskara, S.Pd.│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Pada sesi puisi bahasa Bali, pilihan peserta lebih merata. Namun dewan juri mencatat kecenderungan teknik pembacaan yang kurang tepat. Beberapa peserta menggunakan gaya teatrikal, teknik mesatua (mendongeng), bahkan deklamasi.

“Puisi bahasa Bali yang kami pilih adalah puisi modern. Maka seharusnya dibawakan sebagaimana puisi modern, bukan secara baku dan kaku. Mau sehafal apa pun, tetap harus dibaca dan membawa naskah,” tegas Hasbi.

Menariknya, banyak peserta mengaku baru pertama kali membawakan dua puisi sekaligus dalam satu kompetisi. Hal ini menjadi indikator bahwa format tahun ini memberi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta.

Sesi foto bersama para finalis, dewan juri, dan Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar│Foto: Dok. OSIS Kesbam

Setelah melalui diskusi dan akumulasi nilai, para pemenang akhirnya diumumkan. Juara 1 diraih oleh Ni Putu Vidya Radhani dari SMPN 5 Denpasar. Juara 2 diraih Desak Ayu Kayla Anastasia dari SMPN 6 Denpasar. Juara 3 diraih Ni Luh Putu Rai Sukma Dewi dari SMP Dharma Wiweka Denpasar.

Untuk kategori Harapan, Harapan 1 diraih Putu Anuradha Devicallyst dari SMPN 1 Singaraja, Harapan 2 diraih Putu Anggy Myiesha Ayu dari SMPN 1 Singaraja, dan Harapan 3 diraih Putu Dena Tisya Kasih Sudira, juga dari SMPN 1 Singaraja.

Pada sesi evaluasi, ketiga dewan juri menyebut lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan penegasan bahwa api kepenyairan generasi muda Bali masih menyala. Harapan pun disampaikan agar ke depan format lomba semakin variatif ─ tidak hanya membaca, tetapi barangkali juga mencipta puisi.

Di penghujung acara, satu per satu peserta meninggalkan panggung. Mikrofon kembali senyap. Namun larik-larik yang telah diucapkan pagi itu seolah masih menggema di ruang rapat Gedung A lantai 2 Kesbam. Dari ruang itu, sastra kembali menemukan ruangnya ─ dari para remaja yang berani membacakan kata-kata dengan sepenuh rasa. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana

Tags: PendidikanPuisiseni baca puisiSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berkaca Pada Prambanan

Next Post

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co