14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Ruang Perpustakaan, Kumpulan Berita Kisah ‘Sukawati, Ya Seni’ Dibicarakan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 18, 2025
in Khas
Dari Ruang Perpustakaan, Kumpulan Berita Kisah ‘Sukawati, Ya Seni’ Dibicarakan

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

SAYA melangkah masuk ke Perpustakaan SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) dengan perasaan yang agak canggung pada Rabu pagi, 17 Desember 2025. Ruang perpustakaan itu ditata tidak seperti biasanya. Meja-meja baca disingkirkan, digantikan karpet yang digelar memenuhi lantai, membuat suasana terasa lebih akrab dan setara. Langit-langit dan dinding ruangan dipenuhi gambar dan poster, sebagian tentang buku, sebagian lagi tentang kutipan dan aktivitas literasi. Di depan pintu perpustakaan, sebuah papan pengumuman ditulisi secara khusus untuk menandai kegiatan hari itu, agar siapa pun yang melintas tahu bahwa pagi tersebut perpustakaan berubah fungsi, menjadi ruang temu untuk membaca, berdiskusi, dan mendengarkan.

Acara itu bernama Majelis Buku Vol 2, diskusi buku kumpulan berita kisah Sukawati, Ya Seni yang saya tulis. Kegiatan ini digagas oleh Klub Membaca Kesbam, atau yang lebih dikenal dengan Ordo Literati. Komunitas ini diinisiasi oleh Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., guru Bahasa Indonesia sekaligus Kepala Perpustakaan di Kesbam. Dari percakapan singkat dengannya, saya tahu Hasbi Romadhoni bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Ia membawa kecintaannya pada sastra ke dalam keseharian sekolah, lalu menularkannya kepada murid-murid yang memiliki minat serupa.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Sebagian siswa yang gemar membaca ia ajak berkumpul, berdiskusi, dan perlahan membangun komunitas membaca di sekolah. Langkah seperti ini, bagi saya, bukan hal yang lazim. Tidak semua guru mau meluangkan waktu untuk mengurus kegiatan di luar kewajiban mengajar, apalagi tanpa imbalan khusus. Namun Hasbi Romadhoni melakukannya dengan tenang, seolah membaca dan berdiskusi buku adalah kebutuhan dasar yang memang harus dirawat.

Menjelang acara dimulai, siswa-siswa berdatangan dan duduk setengah melingkar di atas karpet. Tidak hanya anggota Ordo Literati, tetapi juga siswa lain yang sebelumnya tidak tergabung dalam klub membaca. Ada yang membawa buku catatan, ada pula yang hanya menyimak sambil sesekali menoleh ke kanan dan kiri. Saya menangkap rasa ingin tahu yang kuat, meski saya sadar tidak semua dari mereka terbiasa duduk lama membicarakan buku.

Hasbi Romadhoni membuka acara dengan pengantar singkat. “Majelis Buku merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, melibatkan guru dan penulis yang memiliki karya, khususnya buku bacaan. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat berliterasi, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga guru,” tuturnya. Penjelasan itu disampaikan tanpa nada menggurui. Lebih seperti ajakan untuk sama-sama belajar. Setelah itu, acara pun dipandu oleh moderator.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Ketika tiba giliran saya berbicara, saya memilih tidak menempatkan diri sebagai penulis yang sudah selesai. Saya akui di hadapan mereka bahwa saya belumlah penulis yang hebat dan mapan. Buku Sukawati, Ya Seni lahir dari rangkaian tugas akhir non skripsi saya di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Buku itu kemudian diterbitkan oleh Penerbit Prasasti pada Agustus 2025. Kini, buku tersebut sudah didistribusikan di sejumlah toko buku di Bali, termasuk Gramedia. Meski saya tahu tidak banyak yang meliriknya, saya tetap merasa senang setiap kali melihat buku itu terpajang di etalase. Bagi saya, itu sudah menjadi pengalaman yang berharga.

Dalam diskusi ini, saya tidak menguraikan secara lengkap latar belakang penulisan maupun isi buku. Banyak hal tentang buku tersebut sudah ditulis dan dikritisi oleh para senior di berbagai kesempatan. Saya lebih memilih berbagi pengalaman tentang proses menulis, tentang ragu yang sering muncul, tentang naskah yang bolak-balik direvisi, dan tentang keberanian untuk tetap menerbitkan tulisan meski sadar masih memiliki banyak kekurangan.

Pertanyaan mulai bermunculan. Ada siswa yang bertanya bagaimana cara memulai menulis ketika merasa tidak berbakat. Ada pula yang penasaran bagaimana menjaga konsistensi menulis di tengah kesibukan sekolah. Beberapa siswa terlihat masih ragu mengangkat tangan, tetapi tetap menyimak dengan serius. Saya melihat bagaimana diskusi itu pelan-pelan membuka ruang, bukan hanya untuk membicarakan buku saya, tetapi juga kemungkinan-kemungkinan lain yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Salah satu pernyataan yang paling saya ingat datang dari Putu Dihari Purnama, siswa kelas 10 jurusan Keperawatan dan Caregiving (KC). “Setelah mengikuti diskusi, saya menjadi tertarik untuk bergabung Klub Ordo Literati agar memiliki teman berbagi dan sharing buku. Saya juga jadi tertarik menulis setelah mendengarkan diskusi hari ini,” ungkapnya. Kalimatnya sederhana, tetapi bagi saya, di situlah dampak sebuah kegiatan literasi terasa nyata.

Di tengah acara, saya melihat beberapa guru duduk menyimak. Mereka datang di sela-sela kesibukan menyiapkan rapor siswa. Kehadiran mereka memberi kesan tersendiri. Bahwa literasi bukan hanya urusan siswa, tetapi juga tanggung jawab bersama. Bahwa membaca dan menulis tidak berhenti setelah seseorang menjadi guru.

Saya (tengah kanan), Hasbi Romadhoni (tengah kiri), dan beberapa anggota klub Ordo Literati│Foto: Dok. Ordo Literati

Ketika acara berakhir, karpet mulai dilipat, kursi dikembalikan ke tempat semula. Perpustakaan kembali menjadi ruang sunyi yang akrab. Namun pagi itu meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Diskusi buku tersebut bukan sekadar agenda sekolah. Ia menjadi ruang perjumpaan antara membaca, menulis, dan keberanian untuk berbagi pengalaman.

Dari ruang perpustakaan yang sederhana itu, saya belajar kembali bahwa literasi tidak selalu lahir dari acara besar atau panggung megah. Ia tumbuh dari guru yang mau repot, dari siswa yang berani duduk dan mendengar, serta dari percakapan yang jujur tentang proses. Dan pagi itu, saya merasa bukan hanya buku saya yang dibicarakan, tetapi juga harapan kecil tentang masa depan membaca dan menulis di sekolah. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Berita KisahBukuSMK Kesehatan Bali Medikasukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

Next Post

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co