2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Ruang Perpustakaan, Kumpulan Berita Kisah ‘Sukawati, Ya Seni’ Dibicarakan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 18, 2025
in Khas
Dari Ruang Perpustakaan, Kumpulan Berita Kisah ‘Sukawati, Ya Seni’ Dibicarakan

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

SAYA melangkah masuk ke Perpustakaan SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) dengan perasaan yang agak canggung pada Rabu pagi, 17 Desember 2025. Ruang perpustakaan itu ditata tidak seperti biasanya. Meja-meja baca disingkirkan, digantikan karpet yang digelar memenuhi lantai, membuat suasana terasa lebih akrab dan setara. Langit-langit dan dinding ruangan dipenuhi gambar dan poster, sebagian tentang buku, sebagian lagi tentang kutipan dan aktivitas literasi. Di depan pintu perpustakaan, sebuah papan pengumuman ditulisi secara khusus untuk menandai kegiatan hari itu, agar siapa pun yang melintas tahu bahwa pagi tersebut perpustakaan berubah fungsi, menjadi ruang temu untuk membaca, berdiskusi, dan mendengarkan.

Acara itu bernama Majelis Buku Vol 2, diskusi buku kumpulan berita kisah Sukawati, Ya Seni yang saya tulis. Kegiatan ini digagas oleh Klub Membaca Kesbam, atau yang lebih dikenal dengan Ordo Literati. Komunitas ini diinisiasi oleh Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., guru Bahasa Indonesia sekaligus Kepala Perpustakaan di Kesbam. Dari percakapan singkat dengannya, saya tahu Hasbi Romadhoni bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Ia membawa kecintaannya pada sastra ke dalam keseharian sekolah, lalu menularkannya kepada murid-murid yang memiliki minat serupa.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Sebagian siswa yang gemar membaca ia ajak berkumpul, berdiskusi, dan perlahan membangun komunitas membaca di sekolah. Langkah seperti ini, bagi saya, bukan hal yang lazim. Tidak semua guru mau meluangkan waktu untuk mengurus kegiatan di luar kewajiban mengajar, apalagi tanpa imbalan khusus. Namun Hasbi Romadhoni melakukannya dengan tenang, seolah membaca dan berdiskusi buku adalah kebutuhan dasar yang memang harus dirawat.

Menjelang acara dimulai, siswa-siswa berdatangan dan duduk setengah melingkar di atas karpet. Tidak hanya anggota Ordo Literati, tetapi juga siswa lain yang sebelumnya tidak tergabung dalam klub membaca. Ada yang membawa buku catatan, ada pula yang hanya menyimak sambil sesekali menoleh ke kanan dan kiri. Saya menangkap rasa ingin tahu yang kuat, meski saya sadar tidak semua dari mereka terbiasa duduk lama membicarakan buku.

Hasbi Romadhoni membuka acara dengan pengantar singkat. “Majelis Buku merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, melibatkan guru dan penulis yang memiliki karya, khususnya buku bacaan. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat berliterasi, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga guru,” tuturnya. Penjelasan itu disampaikan tanpa nada menggurui. Lebih seperti ajakan untuk sama-sama belajar. Setelah itu, acara pun dipandu oleh moderator.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Ketika tiba giliran saya berbicara, saya memilih tidak menempatkan diri sebagai penulis yang sudah selesai. Saya akui di hadapan mereka bahwa saya belumlah penulis yang hebat dan mapan. Buku Sukawati, Ya Seni lahir dari rangkaian tugas akhir non skripsi saya di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Buku itu kemudian diterbitkan oleh Penerbit Prasasti pada Agustus 2025. Kini, buku tersebut sudah didistribusikan di sejumlah toko buku di Bali, termasuk Gramedia. Meski saya tahu tidak banyak yang meliriknya, saya tetap merasa senang setiap kali melihat buku itu terpajang di etalase. Bagi saya, itu sudah menjadi pengalaman yang berharga.

Dalam diskusi ini, saya tidak menguraikan secara lengkap latar belakang penulisan maupun isi buku. Banyak hal tentang buku tersebut sudah ditulis dan dikritisi oleh para senior di berbagai kesempatan. Saya lebih memilih berbagi pengalaman tentang proses menulis, tentang ragu yang sering muncul, tentang naskah yang bolak-balik direvisi, dan tentang keberanian untuk tetap menerbitkan tulisan meski sadar masih memiliki banyak kekurangan.

Pertanyaan mulai bermunculan. Ada siswa yang bertanya bagaimana cara memulai menulis ketika merasa tidak berbakat. Ada pula yang penasaran bagaimana menjaga konsistensi menulis di tengah kesibukan sekolah. Beberapa siswa terlihat masih ragu mengangkat tangan, tetapi tetap menyimak dengan serius. Saya melihat bagaimana diskusi itu pelan-pelan membuka ruang, bukan hanya untuk membicarakan buku saya, tetapi juga kemungkinan-kemungkinan lain yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Salah satu pernyataan yang paling saya ingat datang dari Putu Dihari Purnama, siswa kelas 10 jurusan Keperawatan dan Caregiving (KC). “Setelah mengikuti diskusi, saya menjadi tertarik untuk bergabung Klub Ordo Literati agar memiliki teman berbagi dan sharing buku. Saya juga jadi tertarik menulis setelah mendengarkan diskusi hari ini,” ungkapnya. Kalimatnya sederhana, tetapi bagi saya, di situlah dampak sebuah kegiatan literasi terasa nyata.

Di tengah acara, saya melihat beberapa guru duduk menyimak. Mereka datang di sela-sela kesibukan menyiapkan rapor siswa. Kehadiran mereka memberi kesan tersendiri. Bahwa literasi bukan hanya urusan siswa, tetapi juga tanggung jawab bersama. Bahwa membaca dan menulis tidak berhenti setelah seseorang menjadi guru.

Saya (tengah kanan), Hasbi Romadhoni (tengah kiri), dan beberapa anggota klub Ordo Literati│Foto: Dok. Ordo Literati

Ketika acara berakhir, karpet mulai dilipat, kursi dikembalikan ke tempat semula. Perpustakaan kembali menjadi ruang sunyi yang akrab. Namun pagi itu meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Diskusi buku tersebut bukan sekadar agenda sekolah. Ia menjadi ruang perjumpaan antara membaca, menulis, dan keberanian untuk berbagi pengalaman.

Dari ruang perpustakaan yang sederhana itu, saya belajar kembali bahwa literasi tidak selalu lahir dari acara besar atau panggung megah. Ia tumbuh dari guru yang mau repot, dari siswa yang berani duduk dan mendengar, serta dari percakapan yang jujur tentang proses. Dan pagi itu, saya merasa bukan hanya buku saya yang dibicarakan, tetapi juga harapan kecil tentang masa depan membaca dan menulis di sekolah. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Berita KisahBukuSMK Kesehatan Bali Medikasukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

Next Post

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co