2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Ruang Perpustakaan, Kumpulan Berita Kisah ‘Sukawati, Ya Seni’ Dibicarakan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 18, 2025
in Khas
Dari Ruang Perpustakaan, Kumpulan Berita Kisah ‘Sukawati, Ya Seni’ Dibicarakan

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

SAYA melangkah masuk ke Perpustakaan SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) dengan perasaan yang agak canggung pada Rabu pagi, 17 Desember 2025. Ruang perpustakaan itu ditata tidak seperti biasanya. Meja-meja baca disingkirkan, digantikan karpet yang digelar memenuhi lantai, membuat suasana terasa lebih akrab dan setara. Langit-langit dan dinding ruangan dipenuhi gambar dan poster, sebagian tentang buku, sebagian lagi tentang kutipan dan aktivitas literasi. Di depan pintu perpustakaan, sebuah papan pengumuman ditulisi secara khusus untuk menandai kegiatan hari itu, agar siapa pun yang melintas tahu bahwa pagi tersebut perpustakaan berubah fungsi, menjadi ruang temu untuk membaca, berdiskusi, dan mendengarkan.

Acara itu bernama Majelis Buku Vol 2, diskusi buku kumpulan berita kisah Sukawati, Ya Seni yang saya tulis. Kegiatan ini digagas oleh Klub Membaca Kesbam, atau yang lebih dikenal dengan Ordo Literati. Komunitas ini diinisiasi oleh Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., guru Bahasa Indonesia sekaligus Kepala Perpustakaan di Kesbam. Dari percakapan singkat dengannya, saya tahu Hasbi Romadhoni bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Ia membawa kecintaannya pada sastra ke dalam keseharian sekolah, lalu menularkannya kepada murid-murid yang memiliki minat serupa.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Sebagian siswa yang gemar membaca ia ajak berkumpul, berdiskusi, dan perlahan membangun komunitas membaca di sekolah. Langkah seperti ini, bagi saya, bukan hal yang lazim. Tidak semua guru mau meluangkan waktu untuk mengurus kegiatan di luar kewajiban mengajar, apalagi tanpa imbalan khusus. Namun Hasbi Romadhoni melakukannya dengan tenang, seolah membaca dan berdiskusi buku adalah kebutuhan dasar yang memang harus dirawat.

Menjelang acara dimulai, siswa-siswa berdatangan dan duduk setengah melingkar di atas karpet. Tidak hanya anggota Ordo Literati, tetapi juga siswa lain yang sebelumnya tidak tergabung dalam klub membaca. Ada yang membawa buku catatan, ada pula yang hanya menyimak sambil sesekali menoleh ke kanan dan kiri. Saya menangkap rasa ingin tahu yang kuat, meski saya sadar tidak semua dari mereka terbiasa duduk lama membicarakan buku.

Hasbi Romadhoni membuka acara dengan pengantar singkat. “Majelis Buku merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, melibatkan guru dan penulis yang memiliki karya, khususnya buku bacaan. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat berliterasi, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga guru,” tuturnya. Penjelasan itu disampaikan tanpa nada menggurui. Lebih seperti ajakan untuk sama-sama belajar. Setelah itu, acara pun dipandu oleh moderator.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Ketika tiba giliran saya berbicara, saya memilih tidak menempatkan diri sebagai penulis yang sudah selesai. Saya akui di hadapan mereka bahwa saya belumlah penulis yang hebat dan mapan. Buku Sukawati, Ya Seni lahir dari rangkaian tugas akhir non skripsi saya di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Buku itu kemudian diterbitkan oleh Penerbit Prasasti pada Agustus 2025. Kini, buku tersebut sudah didistribusikan di sejumlah toko buku di Bali, termasuk Gramedia. Meski saya tahu tidak banyak yang meliriknya, saya tetap merasa senang setiap kali melihat buku itu terpajang di etalase. Bagi saya, itu sudah menjadi pengalaman yang berharga.

Dalam diskusi ini, saya tidak menguraikan secara lengkap latar belakang penulisan maupun isi buku. Banyak hal tentang buku tersebut sudah ditulis dan dikritisi oleh para senior di berbagai kesempatan. Saya lebih memilih berbagi pengalaman tentang proses menulis, tentang ragu yang sering muncul, tentang naskah yang bolak-balik direvisi, dan tentang keberanian untuk tetap menerbitkan tulisan meski sadar masih memiliki banyak kekurangan.

Pertanyaan mulai bermunculan. Ada siswa yang bertanya bagaimana cara memulai menulis ketika merasa tidak berbakat. Ada pula yang penasaran bagaimana menjaga konsistensi menulis di tengah kesibukan sekolah. Beberapa siswa terlihat masih ragu mengangkat tangan, tetapi tetap menyimak dengan serius. Saya melihat bagaimana diskusi itu pelan-pelan membuka ruang, bukan hanya untuk membicarakan buku saya, tetapi juga kemungkinan-kemungkinan lain yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Majelis Buku Vol 2, Diskusi Buku ‘Sukawati, Ya Seni’│Foto: Rhybka

Salah satu pernyataan yang paling saya ingat datang dari Putu Dihari Purnama, siswa kelas 10 jurusan Keperawatan dan Caregiving (KC). “Setelah mengikuti diskusi, saya menjadi tertarik untuk bergabung Klub Ordo Literati agar memiliki teman berbagi dan sharing buku. Saya juga jadi tertarik menulis setelah mendengarkan diskusi hari ini,” ungkapnya. Kalimatnya sederhana, tetapi bagi saya, di situlah dampak sebuah kegiatan literasi terasa nyata.

Di tengah acara, saya melihat beberapa guru duduk menyimak. Mereka datang di sela-sela kesibukan menyiapkan rapor siswa. Kehadiran mereka memberi kesan tersendiri. Bahwa literasi bukan hanya urusan siswa, tetapi juga tanggung jawab bersama. Bahwa membaca dan menulis tidak berhenti setelah seseorang menjadi guru.

Saya (tengah kanan), Hasbi Romadhoni (tengah kiri), dan beberapa anggota klub Ordo Literati│Foto: Dok. Ordo Literati

Ketika acara berakhir, karpet mulai dilipat, kursi dikembalikan ke tempat semula. Perpustakaan kembali menjadi ruang sunyi yang akrab. Namun pagi itu meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Diskusi buku tersebut bukan sekadar agenda sekolah. Ia menjadi ruang perjumpaan antara membaca, menulis, dan keberanian untuk berbagi pengalaman.

Dari ruang perpustakaan yang sederhana itu, saya belajar kembali bahwa literasi tidak selalu lahir dari acara besar atau panggung megah. Ia tumbuh dari guru yang mau repot, dari siswa yang berani duduk dan mendengar, serta dari percakapan yang jujur tentang proses. Dan pagi itu, saya merasa bukan hanya buku saya yang dibicarakan, tetapi juga harapan kecil tentang masa depan membaca dan menulis di sekolah. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Berita KisahBukuSMK Kesehatan Bali Medikasukawati
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

Next Post

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co