2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Ni Putu Vira Astri Agustini by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 16, 2025
in Khas
‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

MENJELANG senja di Hari Umanis Kuningan (sehari setelah Hari Kuningan), Minggu, 30 November 2025, suasana di Desa Blahkiuh, Badung berubah menjadi hiruk-pikuk yang penuh makna. Di pelataran pura, para lelaki terlihat sibuk merangkai tombak dan mempersiapkan atribut upacara. Sementara para perempuan dan anak-anak menyiapkan banten, konsumsi, serta tarian-tarian yang akan membuka rangkaian ritual sore itu. Semua bergerak serempak, diikat oleh tradisi yang hidup sejak lama, yakni Ngerebeg Matiti Suara.

Tradisi ngerebeg adalah salah satu upacara sakral yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali di Pura Luhur Giri Kusuma, Blahkiuh. Dalam keyakinan masyarakat Blahkiuh, ngerebeg adalah upaya nyomia bhuta kala ─ menetralisir energi negatif yang dapat menganggu keharmonisan desa. Tujuannya jelas: menjaga kesucian pura, memurnikan Desa Blahkiuh, serta memohon keselamatan bagi seluruh warga desa.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Menurut I Ketut Jawi selaku Kelihan Adat, ngerebeg yang dikenal hari ini mulai dibangkitkan kembali sekitar tahun 1975. Kala itu Blahkiuh diliputi tresta ─ berbagai peristiwa yang dianggap sebagai pertanda buruk: wabah penyakit, gangguan kesehatan, dan situasi tidak menentu.

“Karena itu dibangkitkanlah ngerebeg lagi,” ujar Ketut Jawi. Ia juga menuturkan sebuah mitos yang melekat kuat di kalangan warga: siapa pun yang ngayah di Pura Luhur Jagat Khayangan pada masa itu, terutama mereka yang mengukir tanah atau membawa tanah persembahan, konon langsung memperoleh kesembuhan. “Yang ngayah tanpa pamrih langsung sehat pada zaman itu,” katanya.

Rangkaian ngerebeg dimulai dengan upacara di kawasan Pura Luhur Giri Kusuma. Para patih menyampaikan pesan spiritual sebagai pengingat agar masyarakat selalu berbakti kepada Sesuhunan, memuliakan sumber kesejahteraan desa, dan menjunjung tinggi martabat adat. Setelah itu digelar tari Baris Gede yang ditarikan laki-laki dewasa, disusul tari Rejang Dewa oleh anak-anak perempuan.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Sesudah tarian, pemangku memimpin pelaksanaan upakara. Barulah kemudian dimulai prosesi utama: krama banjar mengangkat tombak-tombak bambu, membawa leloteh nawa sanga, serta arca pralina yang melambangkan Sang Hyang Pasupati. Mereka berkeliling area pura sebanyak tiga kali, dipimpin oleh patih, penari Baris Gede, dan diiringi derap gamelan baleganjur yang membakar semangat. Suasananya mengingatkan pada perang zaman dahulu ─ bukan perang fisik, tetapi peperangan simbolis melawan unsur gelap yang mengganggu keseimbangan alam.

Tak hanya krama banjar yang terlibat. Aparat desa adat, perangkat dinas, perbekel, hingga camat turut mengikuti prosesi, sementara pecalang menjaga keamanan jalannya ritual. Kekompakan seluruh elemen masyarakat membuat ngerebeg terasa hidup, besar, dan penuh vitalitas.

Setelah putaran ketiga selesai, giliran para ibu-ibu PKK menarikan Tari Rejang di pura sebagai bentuk bakti. Para pembawa tombak kemudian kembali memasuki area pura untuk menerima prayascita ─ simbol penyucian setelah membawa atribut sakral. Rangkaian ngerebeg ditutup dengan makan bersama, sebuah tanda bahwa ritus telah tuntas dan masyarakat kembali dalam keadaan bersih lahir batin.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Hari Umanis Kuningan bukan dipilih tanpa alasan. “Karena hari baik ada di Umanis Kuningan, tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Desa Blahkiuh, nunas kerahayuan,” terang Ketut Jawi.

Ia juga menambahkan bahwa ngerebeg harus dilakukan pada Umanis Kuningan, bukan hari Kuningan itu sendiri. Jika dipaksakan, diyakini ritual tidak akan berjalan secara sakral sebagaimana mestinya.

Bagi masyarakat Blahkiuh, dampak ngerebeg terasa nyata. Tradisi ini dianggap menjaga kerukunan dan melindungi desa dari berbagai ketidakseimbangan. “Tanpa adanya ngerebeg, pasti ada saja efeknya seperti orang cacat atau petani gagal panen,” ungkap Ketut Jawi. Karena itulah ngerebeg terus ditingkatkan pelaksanaannya dari tahun ke tahun, didukung pendanaan serta partisipasi masyarakat yang semakin kuat.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Di luar dimensi spiritual, ngerebeg juga berpengaruh pada sektor pariwisata. Seiring penetapan Blahkiuh sebagai desa budaya, tradisi ini menjadi salah satu rujukan utama yang memperkenalkan identitas lokal kepada turis. Ritual yang sarat nilai ini menjadi magnet bagi wisatawan dan peneliti yang ingin melihat bagaimana tradisi kuno tetap hidup harmonis di tengah modernitas.

Pada akhirnya, Ngerebeg Matiti Suara bukan sekadar upacara enam bulanan. Ia adalah narasi panjang tentang syukur, kebersamaan, dan keyakinan masyarakat Blahkiuh terhadap keseimbangan kosmos. Setiap tombak bambu yang diangkat, setiap langkah mengitari pura, setiap tarian dan banten yang dipersembahkan, semuanya menjadi penanda bahwa tradisi bukan hanya warisan, melainkan juga napas yang terus menjaga desa dari generasi ke generasi. [T]

Reporter/Penulis: Vira Astri Agustini
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: Desa BlahkiuhHindu BaliritualTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Erich von Däniken, antara Sains dan Mitos

Next Post

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Ni Putu Vira Astri Agustini

Ni Putu Vira Astri Agustini

Lahir di Blahkiuh, Badung. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co