12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Ni Putu Vira Astri Agustini by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 16, 2025
in Khas
‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

MENJELANG senja di Hari Umanis Kuningan (sehari setelah Hari Kuningan), Minggu, 30 November 2025, suasana di Desa Blahkiuh, Badung berubah menjadi hiruk-pikuk yang penuh makna. Di pelataran pura, para lelaki terlihat sibuk merangkai tombak dan mempersiapkan atribut upacara. Sementara para perempuan dan anak-anak menyiapkan banten, konsumsi, serta tarian-tarian yang akan membuka rangkaian ritual sore itu. Semua bergerak serempak, diikat oleh tradisi yang hidup sejak lama, yakni Ngerebeg Matiti Suara.

Tradisi ngerebeg adalah salah satu upacara sakral yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali di Pura Luhur Giri Kusuma, Blahkiuh. Dalam keyakinan masyarakat Blahkiuh, ngerebeg adalah upaya nyomia bhuta kala ─ menetralisir energi negatif yang dapat menganggu keharmonisan desa. Tujuannya jelas: menjaga kesucian pura, memurnikan Desa Blahkiuh, serta memohon keselamatan bagi seluruh warga desa.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Menurut I Ketut Jawi selaku Kelihan Adat, ngerebeg yang dikenal hari ini mulai dibangkitkan kembali sekitar tahun 1975. Kala itu Blahkiuh diliputi tresta ─ berbagai peristiwa yang dianggap sebagai pertanda buruk: wabah penyakit, gangguan kesehatan, dan situasi tidak menentu.

“Karena itu dibangkitkanlah ngerebeg lagi,” ujar Ketut Jawi. Ia juga menuturkan sebuah mitos yang melekat kuat di kalangan warga: siapa pun yang ngayah di Pura Luhur Jagat Khayangan pada masa itu, terutama mereka yang mengukir tanah atau membawa tanah persembahan, konon langsung memperoleh kesembuhan. “Yang ngayah tanpa pamrih langsung sehat pada zaman itu,” katanya.

Rangkaian ngerebeg dimulai dengan upacara di kawasan Pura Luhur Giri Kusuma. Para patih menyampaikan pesan spiritual sebagai pengingat agar masyarakat selalu berbakti kepada Sesuhunan, memuliakan sumber kesejahteraan desa, dan menjunjung tinggi martabat adat. Setelah itu digelar tari Baris Gede yang ditarikan laki-laki dewasa, disusul tari Rejang Dewa oleh anak-anak perempuan.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Sesudah tarian, pemangku memimpin pelaksanaan upakara. Barulah kemudian dimulai prosesi utama: krama banjar mengangkat tombak-tombak bambu, membawa leloteh nawa sanga, serta arca pralina yang melambangkan Sang Hyang Pasupati. Mereka berkeliling area pura sebanyak tiga kali, dipimpin oleh patih, penari Baris Gede, dan diiringi derap gamelan baleganjur yang membakar semangat. Suasananya mengingatkan pada perang zaman dahulu ─ bukan perang fisik, tetapi peperangan simbolis melawan unsur gelap yang mengganggu keseimbangan alam.

Tak hanya krama banjar yang terlibat. Aparat desa adat, perangkat dinas, perbekel, hingga camat turut mengikuti prosesi, sementara pecalang menjaga keamanan jalannya ritual. Kekompakan seluruh elemen masyarakat membuat ngerebeg terasa hidup, besar, dan penuh vitalitas.

Setelah putaran ketiga selesai, giliran para ibu-ibu PKK menarikan Tari Rejang di pura sebagai bentuk bakti. Para pembawa tombak kemudian kembali memasuki area pura untuk menerima prayascita ─ simbol penyucian setelah membawa atribut sakral. Rangkaian ngerebeg ditutup dengan makan bersama, sebuah tanda bahwa ritus telah tuntas dan masyarakat kembali dalam keadaan bersih lahir batin.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Hari Umanis Kuningan bukan dipilih tanpa alasan. “Karena hari baik ada di Umanis Kuningan, tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Desa Blahkiuh, nunas kerahayuan,” terang Ketut Jawi.

Ia juga menambahkan bahwa ngerebeg harus dilakukan pada Umanis Kuningan, bukan hari Kuningan itu sendiri. Jika dipaksakan, diyakini ritual tidak akan berjalan secara sakral sebagaimana mestinya.

Bagi masyarakat Blahkiuh, dampak ngerebeg terasa nyata. Tradisi ini dianggap menjaga kerukunan dan melindungi desa dari berbagai ketidakseimbangan. “Tanpa adanya ngerebeg, pasti ada saja efeknya seperti orang cacat atau petani gagal panen,” ungkap Ketut Jawi. Karena itulah ngerebeg terus ditingkatkan pelaksanaannya dari tahun ke tahun, didukung pendanaan serta partisipasi masyarakat yang semakin kuat.

Tradisi Ngerebeg Matiti Suara di Blahkiuh, Badung│Foto: Vira

Di luar dimensi spiritual, ngerebeg juga berpengaruh pada sektor pariwisata. Seiring penetapan Blahkiuh sebagai desa budaya, tradisi ini menjadi salah satu rujukan utama yang memperkenalkan identitas lokal kepada turis. Ritual yang sarat nilai ini menjadi magnet bagi wisatawan dan peneliti yang ingin melihat bagaimana tradisi kuno tetap hidup harmonis di tengah modernitas.

Pada akhirnya, Ngerebeg Matiti Suara bukan sekadar upacara enam bulanan. Ia adalah narasi panjang tentang syukur, kebersamaan, dan keyakinan masyarakat Blahkiuh terhadap keseimbangan kosmos. Setiap tombak bambu yang diangkat, setiap langkah mengitari pura, setiap tarian dan banten yang dipersembahkan, semuanya menjadi penanda bahwa tradisi bukan hanya warisan, melainkan juga napas yang terus menjaga desa dari generasi ke generasi. [T]

Reporter/Penulis: Vira Astri Agustini
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: Desa BlahkiuhHindu BaliritualTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Erich von Däniken, antara Sains dan Mitos

Next Post

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Ni Putu Vira Astri Agustini

Ni Putu Vira Astri Agustini

Lahir di Blahkiuh, Badung. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co