13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 17, 2025
in Esai
Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Situs Gunung Padang | Gambar: Canva

GUNUNG Padang di Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi pusat perhatian publik. Renovasi dan penelitian lanjutan membuka kembali diskursus lama: apakah situs ini sekadar peninggalan megalitik, atau jejak awal kosmologi Nusantara yang kemudian diwarisi oleh peradaban-peradaban setelahnya? Jika kita menanggalkan sensasi dan klaim berlebihan, lalu membacanya dengan kacamata antropologi budaya, arsitektur sakral, dan filologi, Gunung Padang justru menghadirkan pelajaran penting—bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia.

Salah satu cara membaca Gunung Padang yang paling jernih adalah melalui konsep ruang sakral bertingkat, yang dalam tradisi Bali dikenal sebagai Tri Mandala. Menariknya, ketika konsep ini ditelusuri hingga akar bahasa Sansekerta, kita menemukan bahwa istilah yang tepat bukan nista, melainkan kanista.

Tri Mandala dan Akar Sansekertanya

Secara filologis, pembagian ruang sakral dalam tradisi Sanatana Dharma di Nusantara berakar pada tiga istilah Sansekerta:

  1. Kanista / Kaniṣṭha (कनिष्ठ)
    Artinya: paling bawah, paling muda, paling luar.
    Kanista tidak mengandung makna moral negatif. Ia menunjuk pada tahap awal, zona luar, atau ruang transisi dari dunia sekala.
  2. Madya / Madhya (मध्य)
    Artinya: tengah, antara, penghubung.
    Madya adalah ruang peralihan—tempat persiapan, penataan diri, dan proses pendakian menuju kesadaran yang lebih tinggi.
  3. Utama / Uttama (उत्तम)
    Artinya: tertinggi, paling luhur, paling dalam.
    Utama adalah pusat sakral, tempat makna, nilai, dan orientasi kosmik berpuncak.

Dalam praktik lokal Bali, istilah nista sering digunakan untuk zona luar. Namun secara Sansekerta, niṣṭa (निष्ट) bermakna “tercela” atau “jatuh secara moral”, sehingga kurang tepat untuk menyebut ruang yang sejatinya adalah bagian sah dari struktur kesucian. Koreksi terminologis ini penting, karena bahasa membentuk cara berpikir. Yang “luar” bukan hina—ia hanya belum sampai ke pusat.

Gunung Padang sebagai Punden Berundak dan Tri Mandala Purba

Gunung Padang secara fisik adalah punden berundak: bukit dengan teras-teras bertingkat yang semakin ke atas semakin terbatas dan teratur. Pola ini bukan kebetulan. Hampir seluruh budaya megalitik Nusantara mengenal konsep naik—baik secara fisik maupun simbolik.

Jika dibaca melalui Tri Mandala:

  • Kanista Mandala (कनिष्ठ मण्डल)
    Terletak di kaki bukit dan area bawah Gunung Padang.
    Ini adalah ruang transisi dari kehidupan sehari-hari menuju ruang sakral. Di sinilah manusia “menanggalkan” dunia sekala.
  • Madya Mandala (मध्य मण्डल)
    Teras-teras menengah yang berlapis.
    Ruang ini merepresentasikan proses: persiapan ritual, perenungan diri, dan penataan batin.
  • Utama Mandala (उत्तम मण्डल)
    Puncak tertinggi Gunung Padang.
    Area paling terbatas, paling sakral, dan paling simbolik. Di sinilah pusat orientasi kosmik berada.

Pembacaan ini tidak memaksakan kearifan Bali ke masa prasejarah, tetapi menunjukkan kesinambungan pola kesadaran Nusantara. Apa yang di Bali tampil sistematis, di Gunung Padang hadir dalam bentuk purbanya.

Dari Gunung Padang ke Borobudur hingga Bali

Borobudur membagi ruang spiritual dalam Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu—yang secara fungsional sejalan dengan Kanista–Madya–Utama. Pura-pura di Bali menghidupkan Tri Mandala secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, Nusantara tidak membangun secara acak, melainkan berlandaskan kosmologi ruang yang konsisten lintas zaman.

Gunung Padang, dalam konteks ini, bukan pesaing Borobudur atau piramida Mesir. Ia adalah aksara awal dari bahasa arsitektur sakral Nusantara—bahasa yang kemudian berkembang, dimatangkan, dan diwariskan.

Pelajaran bagi Bali dan Indonesia Hari Ini

Masalah besar Indonesia hari ini bukan kekurangan simbol budaya, tetapi putusnya penerjemahan nilai ke dalam tindakan nyata. Pancasila dihafalkan, tetapi jarang dihidupi atau dilakono dalam keseharian. Padahal, jika kita membaca Gunung Padang melalui Tri Mandala, kita menemukan logika etis yang sejalan dengan Pancasila.

  • Kanista mengajarkan penghormatan pada tahap awal: rakyat kecil, pinggiran, dan proses dasar kehidupan.
    → Sejalan dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab dan Keadilan sosial.
  • Madya mengajarkan transisi, dialog, dan musyawarah.
    → Sejalan dengan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
  • Utama mengajarkan orientasi pada nilai tertinggi, bukan sekadar kekuasaan.
    → Sejalan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bali, yang masih mempraktikkan Tri Mandala dalam tata ruang dan adat, memberi contoh bahwa nilai luhur hanya hidup jika diwujudkan dalam sistem, bukan sekadar wacana. Indonesia secara keseluruhan dapat belajar dari ini: budaya tidak dilestarikan lewat slogan, tetapi lewat pola hidup, tata ruang, kebijakan, dan keberpihakan nyata.

Gunung Padang mengingatkan kita bahwa leluhur Nusantara tidak berpikir sederhana. Mereka memahami ruang sebagai jalan kesadaran—dari luar ke dalam, dari kanista ke utama. Ketika hari ini Pancasila terasa hampa di tataran aksi, mungkin karena kita melompati proses: ingin langsung ke “utama”, tanpa membenahi “kanista” dan “madya”.

Melestarikan budaya Nusantara bukan berarti memuja masa lalu, melainkan menghidupkan kembali kearifan luhurnya dalam tindakan hari ini. Gunung Padang berdiri diam, tetapi pesannya jelas: peradaban besar selalu dibangun bertahap—dengan kesadaran, keteraturan, dan hormat pada nilai, yang senantiasa mengingatkan kita akan Sang diri Sejati yang ada di dalam diri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: CianjurGunung PadangJawa Baratsitus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Next Post

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co