3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 17, 2025
in Esai
Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Situs Gunung Padang | Gambar: Canva

GUNUNG Padang di Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi pusat perhatian publik. Renovasi dan penelitian lanjutan membuka kembali diskursus lama: apakah situs ini sekadar peninggalan megalitik, atau jejak awal kosmologi Nusantara yang kemudian diwarisi oleh peradaban-peradaban setelahnya? Jika kita menanggalkan sensasi dan klaim berlebihan, lalu membacanya dengan kacamata antropologi budaya, arsitektur sakral, dan filologi, Gunung Padang justru menghadirkan pelajaran penting—bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia.

Salah satu cara membaca Gunung Padang yang paling jernih adalah melalui konsep ruang sakral bertingkat, yang dalam tradisi Bali dikenal sebagai Tri Mandala. Menariknya, ketika konsep ini ditelusuri hingga akar bahasa Sansekerta, kita menemukan bahwa istilah yang tepat bukan nista, melainkan kanista.

Tri Mandala dan Akar Sansekertanya

Secara filologis, pembagian ruang sakral dalam tradisi Sanatana Dharma di Nusantara berakar pada tiga istilah Sansekerta:

  1. Kanista / Kaniṣṭha (कनिष्ठ)
    Artinya: paling bawah, paling muda, paling luar.
    Kanista tidak mengandung makna moral negatif. Ia menunjuk pada tahap awal, zona luar, atau ruang transisi dari dunia sekala.
  2. Madya / Madhya (मध्य)
    Artinya: tengah, antara, penghubung.
    Madya adalah ruang peralihan—tempat persiapan, penataan diri, dan proses pendakian menuju kesadaran yang lebih tinggi.
  3. Utama / Uttama (उत्तम)
    Artinya: tertinggi, paling luhur, paling dalam.
    Utama adalah pusat sakral, tempat makna, nilai, dan orientasi kosmik berpuncak.

Dalam praktik lokal Bali, istilah nista sering digunakan untuk zona luar. Namun secara Sansekerta, niṣṭa (निष्ट) bermakna “tercela” atau “jatuh secara moral”, sehingga kurang tepat untuk menyebut ruang yang sejatinya adalah bagian sah dari struktur kesucian. Koreksi terminologis ini penting, karena bahasa membentuk cara berpikir. Yang “luar” bukan hina—ia hanya belum sampai ke pusat.

Gunung Padang sebagai Punden Berundak dan Tri Mandala Purba

Gunung Padang secara fisik adalah punden berundak: bukit dengan teras-teras bertingkat yang semakin ke atas semakin terbatas dan teratur. Pola ini bukan kebetulan. Hampir seluruh budaya megalitik Nusantara mengenal konsep naik—baik secara fisik maupun simbolik.

Jika dibaca melalui Tri Mandala:

  • Kanista Mandala (कनिष्ठ मण्डल)
    Terletak di kaki bukit dan area bawah Gunung Padang.
    Ini adalah ruang transisi dari kehidupan sehari-hari menuju ruang sakral. Di sinilah manusia “menanggalkan” dunia sekala.
  • Madya Mandala (मध्य मण्डल)
    Teras-teras menengah yang berlapis.
    Ruang ini merepresentasikan proses: persiapan ritual, perenungan diri, dan penataan batin.
  • Utama Mandala (उत्तम मण्डल)
    Puncak tertinggi Gunung Padang.
    Area paling terbatas, paling sakral, dan paling simbolik. Di sinilah pusat orientasi kosmik berada.

Pembacaan ini tidak memaksakan kearifan Bali ke masa prasejarah, tetapi menunjukkan kesinambungan pola kesadaran Nusantara. Apa yang di Bali tampil sistematis, di Gunung Padang hadir dalam bentuk purbanya.

Dari Gunung Padang ke Borobudur hingga Bali

Borobudur membagi ruang spiritual dalam Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu—yang secara fungsional sejalan dengan Kanista–Madya–Utama. Pura-pura di Bali menghidupkan Tri Mandala secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, Nusantara tidak membangun secara acak, melainkan berlandaskan kosmologi ruang yang konsisten lintas zaman.

Gunung Padang, dalam konteks ini, bukan pesaing Borobudur atau piramida Mesir. Ia adalah aksara awal dari bahasa arsitektur sakral Nusantara—bahasa yang kemudian berkembang, dimatangkan, dan diwariskan.

Pelajaran bagi Bali dan Indonesia Hari Ini

Masalah besar Indonesia hari ini bukan kekurangan simbol budaya, tetapi putusnya penerjemahan nilai ke dalam tindakan nyata. Pancasila dihafalkan, tetapi jarang dihidupi atau dilakono dalam keseharian. Padahal, jika kita membaca Gunung Padang melalui Tri Mandala, kita menemukan logika etis yang sejalan dengan Pancasila.

  • Kanista mengajarkan penghormatan pada tahap awal: rakyat kecil, pinggiran, dan proses dasar kehidupan.
    → Sejalan dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab dan Keadilan sosial.
  • Madya mengajarkan transisi, dialog, dan musyawarah.
    → Sejalan dengan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
  • Utama mengajarkan orientasi pada nilai tertinggi, bukan sekadar kekuasaan.
    → Sejalan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bali, yang masih mempraktikkan Tri Mandala dalam tata ruang dan adat, memberi contoh bahwa nilai luhur hanya hidup jika diwujudkan dalam sistem, bukan sekadar wacana. Indonesia secara keseluruhan dapat belajar dari ini: budaya tidak dilestarikan lewat slogan, tetapi lewat pola hidup, tata ruang, kebijakan, dan keberpihakan nyata.

Gunung Padang mengingatkan kita bahwa leluhur Nusantara tidak berpikir sederhana. Mereka memahami ruang sebagai jalan kesadaran—dari luar ke dalam, dari kanista ke utama. Ketika hari ini Pancasila terasa hampa di tataran aksi, mungkin karena kita melompati proses: ingin langsung ke “utama”, tanpa membenahi “kanista” dan “madya”.

Melestarikan budaya Nusantara bukan berarti memuja masa lalu, melainkan menghidupkan kembali kearifan luhurnya dalam tindakan hari ini. Gunung Padang berdiri diam, tetapi pesannya jelas: peradaban besar selalu dibangun bertahap—dengan kesadaran, keteraturan, dan hormat pada nilai, yang senantiasa mengingatkan kita akan Sang diri Sejati yang ada di dalam diri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: CianjurGunung PadangJawa Baratsitus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Next Post

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co