2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Erich von Däniken, antara Sains dan Mitos

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 16, 2025
in Esai
Erich von Däniken, antara Sains dan Mitos

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Seorang Penggugat Sejarah

Nama Erich von Däniken selalu memantik kontroversi. Sejak terbitnya Chariots of the Gods? (1968), ia tampil sebagai sosok yang menggugat sejarah resmi umat manusia. Dengan berani, bahkan terkesan provokatif, ia mengajukan satu pertanyaan sederhana namun mengguncang: mungkinkah peradaban manusia purba dibantu atau dipengaruhi oleh makhluk cerdas dari luar bumi? Bagi dunia akademik, pertanyaan ini sering dianggap spekulatif, bahkan pseudosains. Namun bagi jutaan pembaca awam, Däniken membuka pintu imajinasi baru tentang asal-usul pengetahuan, teknologi, dan mitos manusia.

Di sinilah posisi unik Däniken: ia berdiri di antara sains dan mitos, di wilayah abu-abu yang tidak sepenuhnya diterima, tetapi juga sulit diabaikan.

Metode Bertanya yang Tidak Lazim

Däniken bukan arkeolog akademis, bukan pula ilmuwan laboratorium. Metodenya lebih dekat pada seorang pengamat lintas budaya yang menghubungkan artefak, mitologi, dan teks kuno. Ia mengumpulkan anomali: piramida dengan presisi luar biasa, gambar-gambar purba yang menyerupai astronaut, teks-teks kuno yang menggambarkan “dewa turun dari langit”, sebagaimana terdapat dalam ephos Mahabharata yang diyakini sebagai Itihasa atau sejarah , tentang sosok Karna yang lahir dari pertemuan Kunti dengan Dewa Surya.

Bagi sains arus utama, pendekatan ini bermasalah. Korelasi tidak selalu berarti kausalitas. Kesamaan bentuk belum tentu kesamaan makna. Namun, Däniken seolah berkata: “Jika penjelasan konvensional tidak cukup memuaskan, mengapa kita takut bertanya lebih jauh?”

Di titik ini, kontribusinya bukan pada jawaban, melainkan pada keberanian bertanya. Ia memaksa sains untuk tidak cepat merasa selesai.

Antara Bukti dan Tafsir

Kritik utama terhadap Däniken adalah soal tafsir. Banyak artefak yang ia jadikan bukti ternyata memiliki penjelasan antropologis dan historis yang masuk akal tanpa perlu campur tangan alien. Relief di Palenque, misalnya, yang ia tafsirkan sebagai astronot, oleh arkeolog Maya dipahami sebagai simbol kosmologi kematian dan kelahiran kembali.

Namun refleksi yang lebih dalam menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar benar atau salah. Tafsir Däniken mencerminkan kegelisahan modern: bagaimana mungkin peradaban kuno dengan teknologi terbatas mampu menghasilkan karya sedemikian kompleks? Ketika manusia modern merasa paling maju, justru muncul rasa takjub—bahkan inferior—terhadap kecanggihan masa lalu.

Däniken mengisi celah psikologis ini dengan narasi kosmik.

Mitos sebagai Bahasa Pengetahuan

Salah satu kekuatan Däniken adalah keseriusannya membaca mitos. Ia tidak memandang mitologi semata sebagai dongeng, melainkan sebagai “catatan sejarah yang disamarkan”. Dewa-dewa yang terbang, senjata bercahaya, dan kereta langit ia baca sebagai kemungkinan deskripsi teknologi maju yang belum dipahami masyarakat kala itu.

Pendekatan ini mengingatkan kita bahwa mitos adalah bahasa simbolik. Dalam tradisi Timur—termasuk di Nusantara—mitos sering menjadi wahana menyimpan pengetahuan kosmologis dan etis. Pertanyaannya bukan apakah mitos itu literal, tetapi apa makna terdalam yang ingin disampaikan.

Di sini, Däniken bertemu dengan para pemikir spiritual modern: mitos sebagai jembatan antara pengalaman transenden dan pemahaman manusia.

Reaksi Sains: Penolakan dan Ketakutan

Penolakan keras dunia akademik terhadap Däniken sering kali tidak hanya bersifat metodologis, tetapi juga emosional. Ada kekhawatiran bahwa teori “ancient astronauts” merendahkan kemampuan manusia purba, seolah-olah mereka tidak mampu berpikir dan berkreasi sendiri.

Kritik ini valid. Namun di sisi lain, reaksi defensif sains juga menunjukkan satu hal: sains memiliki batas, dan batas itu sering kali dijaga dengan dogma tak tertulis. Däniken menjadi semacam “pengganggu” yang menguji sejauh mana sains bersedia membuka diri terhadap kemungkinan yang tidak nyaman.

Ia bukan ilmuwan, tetapi cermin bagi ilmuwan.

Däniken dan Imajinasi Zaman Modern

Tidak bisa dipungkiri, pengaruh Däniken sangat besar dalam budaya populer. Film, serial, dan literatur sains fiksi banyak berutang padanya. Bahkan diskursus tentang UFO, kehidupan ekstraterestrial, dan kosmos sebagai rumah bersama manusia menemukan pijakan awal dari keberanian berpikirnya.

Di era eksplorasi luar angkasa, pertanyaan Däniken terasa semakin relevan. Jika kehidupan cerdas mungkin ada di luar bumi, mengapa mustahil interaksi terjadi di masa lalu? Pertanyaan ini kini mulai dibahas secara serius oleh astrobiologi, meski dengan metodologi yang jauh lebih ketat.

Ironisnya, sains modern perlahan mendekati wilayah yang dulu dianggap “liar”.

Pelajaran bagi Pembaca Indonesia

Bagi pembaca Indonesia, Däniken memberi pelajaran penting: jangan tergesa-gesa menolak pengetahuan lokal dan mitologi nusantara sebagai tahayul. Candi, relief, dan cerita leluhur menyimpan lapisan makna yang belum tentu selesai ditafsirkan oleh satu generasi.

Namun pelajaran kedua tak kalah penting: keterbukaan harus diimbangi kehati-hatian. Imajinasi tanpa disiplin mudah tergelincir menjadi sensasi. Däniken mengajarkan keberanian bertanya, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati dalam menjawab. Dan sebuah jawaban bisa jadi melahirkan pertanyaan baru yang lebih menggairahan untuk pencarian sebuah makna. Karena hidup tidak berhenti pada sebuah titik, tapi pencarian yang terus menerus.

Di Antara Langit dan Bumi

Erich von Däniken mungkin tidak pernah sepenuhnya diterima oleh sains, dan mungkin pula tidak pernah sepenuhnya benar. Namun posisinya di antara sains dan mitos justru itulah maknanya. Ia berdiri di perbatasan: antara rasio dan imajinasi, antara data dan tafsir, antara langit dan bumi.

Dalam dunia yang sering merasa sudah tahu segalanya, Däniken mengingatkan satu hal sederhana namun mendalam: sejarah manusia masih menyimpan misteri, dan keberanian untuk bertanya adalah awal dari kebijaksanaan. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: mitossains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Klaim Sakit Jiwa Seteru Politik

Next Post

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co