23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kupang, Jejak Akademik dan Pesona Timur Nusantara

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
December 2, 2025
in Tualang
Kupang, Jejak Akademik dan Pesona Timur Nusantara

Lasiana Beach Kupang / Foto Dok.Penulis

KOTA di timur Indonesia yang termasuk sering saya dan istri kunjungi adalah Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar perjalanan kami ke kota ini berlangsung dalam rangka tugas akademik, baik sebagai narasumber seminar maupun penguji disertasi di Universitas Nusa Cendana (Undana). Namun, di sela-sela kesibukan itu, kami selalu menyempatkan diri menjelajahi keindahan alam dan budaya lokal Kupang yang penuh warna.

Kunjungan pertama saya ke Kupang terjadi dalam rangka kegiatan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Waktu itu saya diminta berbicara tentang pentingnya menjaga kepemilikan tanah di tengah arus jual beli lahan yang kian marak. Saya mengajak masyarakat agar tidak mudah menjual tanahnya, sebab tanah adalah modal kehidupan dan sumber kekayaan yang bernilai jangka panjang.

Bersama istri tercinta di Pantai Lasiana | Foto Dok.Penulis

Di kesempatan lain, saya mendapat undangan dari Sekolah Tinggi Keuskupan Kupang untuk berbicara tentang toleransi kehidupan beragama di Banten, sebuah tema yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Kupang yang plural dan harmonis. Kunjungan berikutnya membawa saya kembali ke Kupang sebagai penguji disertasi di Program Doktoral Administrasi Publik FISIP Undana, pengalaman yang selalu memberi energi baru dalam dunia akademik.

Namun, Kupang bukan sekadar tempat bekerja. Ia juga menawarkan pesona alam yang memikat, terutama di sepanjang garis pantainya. Salah satu yang paling terkenal adalah Pantai Lasiana, terletak di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kupang Tengah.

Pantai ini hanya sekitar 15 menit dari pusat kota, dengan hamparan pasir putih lembut dan deretan pohon lontar yang berayun ditiup angin laut. Di sore hari, matahari tenggelam perlahan di ufuk barat, meninggalkan semburat jingga di langit yang begitu indah. Suasana hangat terasa ketika warga berkumpul menikmati kelapa muda, jagung bakar, atau sekadar bercengkerama bersama keluarga. Pantai Lasiana bagi saya adalah wajah asli Kupang; sederhana, alami, dan menenangkan.

Makan malam di pantai Oesoepa bersama Pastur Romo Maxi, dan  Prof. Alo Liliweri | Foto Dok.Penulis

Tak jauh dari sana, ada Pantai Oesapa, yang lebih dikenal sebagai tempat bersantai di sore dan malam hari. Di sepanjang pantainya berjejer warung tenda dan kafe sederhana. Hari masih pukul 12 siang WIT waktu kami bersama Romo Maxi berkunjung ke salah satu kafe yang ada di Pantai Oesapa. Sesungguhnya kafe masih tutup. Namun karena yang datang adalah kami dan Romo Maxi, maka pemilik kafe langsung membuka kafe itu. Rupanya seorang pastur sangat dihormati di Kupang. Sungguh pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga.

Menjelang malam, suasana berubah menjadi semarak; aroma ikan bakar yang baru diangkat dari bara api menyebar ke udara, bercampur dengan suara ombak kecil yang memukul pantai. Tempat ini menjadi ruang pertemuan antara masyarakat lokal dan pengunjung, tempat orang bercakap santai sambil menikmati kopi khas Kupang dan marning jagung goreng yang gurih.

Lalu ada Pantai Ketapang Satu di kawasan Kota Lama, yang dinamai dari pohon ketapang besar di atas karang. Dari sini, pandangan mata mengarah langsung ke laut lepas. Anginnya sejuk, dan suasananya damai. Pantai ini sering menjadi lokasi favorit bagi mereka yang ingin menikmati sunset dengan tenang, tanpa keramaian. Suasana senja di Ketapang Satu terasa reflektif, seolah alam sedang mengajak kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan.

Pantai Kelapa Lima Kupang | Foto Dok. Penulis

Selain ketiga pantai tersebut, Kupang juga memiliki destinasi lain yang tak kalah indah seperti Pantai Tablolong dengan air jernih dan spot snorkeling-nya, Pantai Batu Nona yang sarat legenda, serta pantai-pantai di Pulau Semau seperti Otan dan Uitiuhtuan yang masih alami dan tenang. Setiap pantai di Kupang menyuguhkan keindahan berbeda, namun sama-sama memancarkan semangat ketulusan masyarakat timur yang bersahaja.

***

Dan tentu, perjalanan ke Kupang tidak lengkap tanpa menikmati kuliner lautnya yang segar. Kota ini dikenal sebagai surganya ikan bakar dan hidangan seafood. Salah satu kawasan kuliner paling populer adalah Kampung Solor, di mana setiap malam deretan warung tenda dipenuhi aroma ikan bakar, cumi-cumi, dan udang segar. Suasana ramai namun akrab; para pedagang menyapa dengan senyum, sementara pengunjung menikmati makanan sambil memandang laut yang temaram.

Menghadiri jamuan makan malam di RM Suka Ramai Kupang | Foto Dok.Penulis

 
Bersama Pastur Romo Maxi di kafe Pantai Oesapa | Foto Dok.Penulis

Selain Kampung Solor, ada beberapa rumah makan terkenal yang menjadi favorit banyak orang. Restoran Nelayan di Jalan Timor Raya menyajikan aneka hidangan laut dengan cita rasa khas Kupang, gurih, pedas, dan segar. Taman Laut Handayani juga populer karena tempatnya nyaman dan menampilkan panorama laut yang menenangkan. Tak kalah menarik, RM Suka Ramai Seafood di jalur by-pass Eltari menyajikan berbagai menu laut dengan sambal khas Kupang yang menggugah selera. Semua tempat itu memberi pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat.

Kupang bagi saya bukan sekadar kota tujuan dinas, melainkan ruang pertemuan antara ilmu, alam, dan rasa. Di sini saya belajar banyak hal tentang kesederhanaan hidup, ketulusan masyarakat timur, serta betapa kayanya negeri ini dengan keindahan yang tak pernah habis dieksplorasi. Setiap kunjungan ke Kupang selalu menghadirkan cerita baru, kenangan yang melekat, dan kerinduan untuk kembali menikmati senja di tepi Pantai Lasiana sambil menyeruput kopi panas dan memandang laut yang tenang. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: KupangNTTPariwisatapariwisata bahari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Luka di Dunia Maya — Sekumpulan Puisi

Next Post

Warisan Benda Pusaka — Batavia, Kota yang Kita Baca dari Cerita Lenong Denes Pusaka Budaya

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Warisan Benda Pusaka — Batavia, Kota yang Kita Baca dari Cerita Lenong Denes Pusaka Budaya

Warisan Benda Pusaka --- Batavia, Kota yang Kita Baca dari Cerita Lenong Denes Pusaka Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co